
Siang itu seperti yang sudah di janjikan Nara,Jia dan Arga dijemput oleh supirnya menuju ke hotel tempat acara pertunangan mereka.Sampainya di hotel Jia sudah di sambut oleh mama Ajeng dan juga papa Wira.
"Sayang bagaimana kabar kamu,mama kangen deh sama calon mantu mama yang cantik ini." Seru mama Ajeng sambil mencium pipi Jia bergantian.
"Ehm,Jia baik ma,cuma sedikit nervous." Jawab Jia jujur dan memuat mama Ajeng tersenyum.
"Tenang aja sayang ada mama." Bisik mama Ajeng menenangkan Jia.
"Sekarang kita ke kamar kamu yuk istirahat dan nanti siap siap disana,Nak Arga kamu di temani sama papa Wira ya ke kamar kamu." Imbuh mama Ajeng.dan di ikuti anggukan dari Arga.
"Baaa."
Sampainya di depan kamar Jia di kagetkan oleh seseorang dari dalam kamar.Dan betapa terkejutnya dia karana yang mengagetkannya adalah Abel sahabatnya yang dari kemarin dia hubungi tapi tidak bisa bisa.
" Abel...Kamu?" Seru Jia langsung berlari memeluk sahabatnya itu.Mama Ajeng tersenyum melihat Jia dan Abel dia jadi teringat dengan sahabat baiknya dulu Kinanti,yang sampai sekarang dia belum tahu keberadaannya.
"Kamu kok nggak bilang kalau sudah ada disini,padahal dari kemarin aku hubungi kamu tapi nggak kamu bisa bisa." Ucap Jia sambil melepas pelukannya.
"iya beb maaf habis calon tunanganmu itu yang nyuruh aku buat nggak kasih tahu kamu,katanya buat kejutan." Jawab Abel sambil melirik kearah pintu dimana Nara sedang berdiri dengan senyuman termanisnya.Dan Jia langsung menoleh ke arah yang di lirik Abel.
"Jadi ini kerjaan kamu ya?" Tanya Jia.
"Iya ,kamu suka nggak sayang?"Tanya Nara sambil mengedipkan matanya.
"Huum,suka makasih ya." Jawab Jia.
"Nara kamu jangan genit gitu donk,nggak lihat apa disini ada mama kamu!" Saut mama Ajeng menggoda Nara.
"Ah mama kaya nggak pernah muda aja." Jawab Nara sambil berjalan masuk mendekati Jia yang menahan malu.
"Eitz nggak boleh dekat dekat,mending sekarang kamu kembali ke kamarmu sayang,biar Jia istirahat." Perintah mama Ajeng yang langsung di protes Nara.
"Ah mama nggak kasian sama Nara,aku kan masih kangen." Protes Nara yang mencoba merayu mamanya.
"Tadi kan kamu sudah ketemu Jia,jangan di kira mama nggak tahu ya tadi pagi kamu nyolong nyolong pergi ke rumah Jia."
"Hehe tadi kan cuma sebentar ma,belum juga hilang kangennya sudah di suruh pulang sama mama." Jawab Nara yang masih kekeh nggak mau keluar.
"Sudah, mending sekarang kamu balik ke kamar,tinggal beberapa jam lagi juga ketemu lagi kok nggak sabaran sih.Gimana besok kalau dipingit pas nikah padahal nggak boleh ketemu seminggu." Ucap mama Ajeng menakut nakuti Nara.
"Hah....seminggu? Itu peraturan dari mana sih ma,kok aneh gitu.Itu sih namanya penyiksaan dong ma." Seru Nara nggak terima.Jia yang mendengar perdebatan antara ibu dan anak hanya bisa tersenyum.Dia nggak nyangka kalau seorang Nara yang terkenal dingin itu bisa bertingkah seperti anak kecil.Dan akhirnya Jia yang harus turun tangan agar Nara mau pergi.
"Sudah dong masa nggak mau ngalah sama ibu sendiri,sudah sana kamu balik kekamar." Jia menghampiri Nara dan mendorongnya keluar.Di depan pintu Nara membisikkan sesuatu hingga membuat pipi Jia merah.
"Ok baby kali ini kamu boleh ngusir aku,tapi tunggu hukuman dariku nanti malam!" Bisik Nara ditelinga Jia.Jia yang tahu hukuman Nara pasti nggak jauh jauh dari kemesumannya hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah dan mencoba menahan malu supaya tidak diketahui Abel sama mama ajeng.
"Huh dasar om om mesum." Batin Jia.dan kembali ke kamar menemui mama Ajeng dan Abel yang sedang ngobrol ditempat tidur.
"Gimana sayang,Nara sudah mau pergi?" Tanya mama Ajeng.
"Iya ma,Nara sudah pergi." Jawab Jia lalu duduk di samping mama Ajeng.
"Sayang terimakasih ya kamu sudah mau menerima Nara,mama senang akhirnya ada seseorang yang bisa membuat Nara jatuh cinta.Dulu mama takut kalau Nara nggak suka sama perempuan,setiap kali mama jodohin sama anak anak teman mama pasti nggak mau padahal mereka cantik cantik.Tapi sekarang mama lega karena Nara sudah punya pilihan sendiri dan memang pilihannya sangat cantik dan istimewa." Ucap mama Ajeng sambil mengusap lembut rambut Jia yang ada di sampingnya.
"Ah tante sama Jia bikin aku baper aja,aku juga mau di peluk." Saut Abel yang langsung di peluk mama Ajeng juga.
Akhirnya mereka berpelukan udah kaya teletubies,heheh.
"Ya sudah sayang kamu istirahat ya,nanti dua jam lagi ada mua yang datang buat ngrias kamu dan bawain baju kamu.Mama tinggal nemuin papa dulu ya." Ucap mama Ajeng sambil memberi kecupan hangat dikening dua orang gadis di sampingnya.
"Iya ma,makasih." Ucap Jia dan Abel serentak.
Selepas kepergian mama Ajeng,Jia dan Abel menjatuhkan badannya ditempat tidur.
"Beb kamu beruntung ya dapet calon suami sudah ganteng,keren,kaya punya ibu baik gitu sayang lagi.Aku juga pengen nanti dapet sepaket kaya kamu gitu." Celoteh Abel.
"Aku juga nggak nyangka beb,dapet jodoh secepat ini,trus dikasih calon juga yang perhatian padahal waktu ketemu dulu dia nyebelin pakai banget tapi sekarang...huh....ngangenin." Jia tersenyum membayangkan awal pertemuannya dengan Nara yang buruk dulu.
Tok..tok...
Suara pintu membuat Abel terbangun dari tidurnya dan beranjak membuka pintu.Di depan dia melihat ada beberapa wanita dengan membawa tas makeup besar dan baju kebaya.
" Maaf mbk kami diminta Nyonya Ajeng untuk merias nona Jia.Apa benar anda nona Jia?" Tanya salah satu wanita itu.
"Oh bukan saya mbk,tapi teman saya dia ada di dalam silahkan masuk!" Ucap Abel mempersilahkan mereka masuk.Jia yang sudah bangun terlihat keluar dari kamar mandi yang hanya memakai kimono handuk.
"Beb siapa yang datang?" Tanya Jia.
"Mereka yang di suruh rias kamu beb,kalau gitu aku mandi dulu ya." Abel berlalu ke kamar mandi.
"Mari mbak silahkan duduk."Ucap Jia dengan tersenyum.
" Terimaksih nona,apa saya bisa memulai merias anda sekarang?" Tanya salah satu wanita itu.
"Oh iya mbak silahkan,lagian saya juga sudah mandi." Imbuh Jia langsung duduk di depan meja rias.
Abel yang sudah selesai mandipun sedang dirias oleh salah satu asisten mua yang merias Jia.Abel yang selesai duluan karena memang dia meminta riasan yang simpel hendak membuka pintu karena mendengar ada orang yang mengetuk.
Ceklek.....
Orang yang berdiri di depan pintu tampak terpana melihat kecantikan Abel,dia nggak nyangka kalau si bocah cerewet itu bisa terlihat dewasa dan cantik seperti ini.Abel yang merasa dipandangi Reno tanpa berkedip menjadi canggung.Ya orang yang datang adalah Reno dan seorang pelayan hotel yang membawa makanan.
"Ehm,ada apa tuan?" Tanya Abel gugup.Suara Abel membuat Reno jadi tersadar.
"EHm,ini aku mau mengantarkan makanan untuk nona Jia dan untukmu." Saut Reno yang tak kalah gugup,sambil mengalihkan pandangannya untuk menutupi mukanya yang merah karena ketahuan memandangi Abel.
"Oh iya tuan terimakasih." Ucap Abel sambil mengambil troli berisi makanan dari si pelayan.Sebelum beranjak masuk,Reno terlihat membisikkan sesuatu di telinga Abel.
" Kamu cantik hari ini." Reno berlalu meninggalkan Abel yang masih bengong mendengar ucapan Reno.Dadanya berdegup kencang dan membuatnya mematung beberapa detik sebelum akhirnya tersadar dan masuk kembali sambil senyum senyum sendiri.
"Kenapa aku jadi ketularan tuan Nara seperti ini!" Batin Reno.
To be continued....