NARA'S LOVE FOR JIA

NARA'S LOVE FOR JIA
Jangan Ganggu Milikku



Jia terkejut dengan menutup mulutnya seakan tidak percaya siapa yang sedang dia lihat sekarang.Cowok itu berjalan menghampiri Jia dan berhenti tepat di depannya.Jia yang masih terkejut hanya bisa diam menatap cowok yang ada di depannya yang juga sedang menatapnya.


"Aku tidak suka kamu pergi dengan pria lain!" Ucap Nara dengan penuh penekanan sambil membuka kacamatanya.Ya pria itu adalah Nara.Dia meraba pipi Jia dan menatapnya lama.


"Jangan ganggu milikku!" Ucapnya melirik ke arah Bima.Suasana menjadi sepi,Bima hanya bisa terdiam sambil mengepalkan tangannya.


"Ok,come on my girl!" Ucap Nara sambil menggandeng tangan Jia menuju motornya.Jia yang sudah tersadar dari kagetnya berhenti menahan langkahnya.


"Tunggu,maksud kamu,kamu ikut konvoi?" Tanya Jia tidak percaya.


"Yes,memangnya kenapa,ada yang salah?" Tanya Nara balik.Teman teman cewek Jia yang mendengarnya langsung berteriak menggoda Jia.


"Duh Jia mau dong dibonceng sama cowok keren." Ucap mereka serentak hingga membuat wajah Jia memerah malu.


"Atau kamu mau aku membonceng salah satu dari mereka ?" Imbuh Nara sambil mengerlingkan matanya menggoda Jia.


"Huh apa apaan sih kamu,nih kuncinya." Saut Jia sambil mencubit pinggang Nara.Jia sebel karena di goda Nara terus.Nara terkekeh melihat ekspresi Jia yang cemberut.


"Ok baby,let's go!" Ucap Nara yang sudah naik di atas motor,Jia yang juga mau naik ke atas motor tiba tiba di kagetkan suara Abel.


"Mana kunci motormu?" Tanya Reno sambil mengarahkan tangannya ke Abel.Ya Reno yang juga nggak kalah keren dari Nara kini sudah berada di atas motor Abel.Abel yang kaget langsung berteriak.


"What...!! Kamu ngapain naik motorku ?'' Tanya Abel kaget.


"Udah buruan ayo !" Perintah Reno yang turun menghampiri Abel dan memaksanya untuk naik kemotor.


"Duh cowok Jia sama Abel keren keren,mau dong aku juga di bonceng." Saut teman teman mereka.


"Udah udah ayo buruan berangkat ntar keburu malem.'' Seru Jia.


Dan akhirnya mereka berangkat konvoi.Jia terlihat bahagia begitu pula dengan Nara.Nara seperti mimpi karena sekarang sedang membonceng wanita yang sudah mengambil hatinya.Dia masih seakan belum percaya sudah menemukan wanita yang membuatnya jatuh cinta,apalagi dia seorang gadis kecil.


Nara tersenyum tipis melihat Jia tersenyum membentangkan tangannya dari kaca spion, "Aku akan selalu membuatmu tersenyum seperti ini Jia." Batin Nara sambil menyuruh Jia menurunkan tangannya dan menarik ke pinggangnya erat.


"Jangan lepaskan tanganmu!" Bisik Nara sambil menoleh ke samping menatap wajah Jia di pundaknya.


" Will not.'' Saut Jia mengeratkan tangannya dan menjatuhkan kepalanya di pundak Nara.


Nara tersenyum sambil memegang tangan Jia di perutnya.


"Pegangan!" Perintah Reno pada Abel.


"Hah, apa?" Abel kaget dengan ucapan Reno.


"Huh dasar bocah.'' Gumam Reno sambil menarik tangan Abel ke pinggangnya dan otomatis Abel semakin duduk mendekat ke Reno.Abel bengong nggak percaya si cowok dingin ini menarik tangannya,dia masih terdiam kaget.


"Kamu cantik kalau lagi diam kaya gini." Bisik Reno.


Blush..


Pipi Abel langsung memerah mendengar bisikan Reno,dia langsung memalingkan wajahnya supaya Reno tidak melihat wajahnya yang sudah kaya kepiting rebus.


"Duh kenapa jantung gue deg degan gini,mama tolongin Abel...." Batin Abel sambil menutup mata.


Reno tersenyum melihat Abel yang masih malu.Entah kenapa Reno jadi seneng menggoda Abel apa mungkin dia juga jatuh cinta?.


Sampai di perbatasan kota rombongan mereka berpisah,teman teman Jia melanjutkan perjalanan pulang sedangkan Jia dan Abel kembali ke hotel.Sebelum ke hotel Nara mengajak Jia untuk makan.


"Kenapa kita berhenti direstoran." Tanya Jia yang masih diatas motor.


"Ya mau makan dong,masa mau balapan." Ucap Nara sambil mencubit hidung Jia gemas.


"Iya tahu,tapi aku pengen cepet sampai hotel,takutnya kak Arga nungguin aku." Ucapnya cemas.


"Tenang aja nanti aku yang jelasin sama Tuan Arga,kalau aku yang mengajak kamu,atau kamu telfon dulu." Pinta Nara.Jia menganggukan kepalanya dan menghubungi Arga.setelah menguhubungi kakaknya Jia terlihat murung.


Nara yang khawatir karena melihat ekspresi wajah Jia langsung bertanya.


"Kenapa?'' Nara memiringkan badannya bertanya pada Jia cemas.


"Kak Arga sudah pulang." Jawab Jia tertunduk dan turun dari motor." Harusnya tadi aku ikut kak Arga pulang,pasti kak Arga kecewa sama aku " Batin Jia yang sudah hampir menangis.Abel yang tahu sahabatnya sedih langsung menghampiri dan memeluknya,dan tangis Jiapun pecah.


"Ternyata bocah itu bisa dewasa juga." Batin Reno melihat Abel yang sedang menenangkan Jia.


Nara merasa bersalah atas kesedihan Jia.Dia turun dan menghampiri Jia dan memisahkan pelukan kedua sahabat di depannya itu.


"Kita pulang malam ini." Ucapnya memegang pundak dan mengusap air mata Jia dengan kedua ibu jarinya.


"Kamu nggak bohong kan?"


"No baby,aku nggak mau lihat kamu sedih." Ucap Nara sambil mencium kening Jia.


Merekapun kembali ke hotel dan bersiap siap untuk pulang.


"Ren kamu pesankan makanan untuk kita makan nanti di perjalanan,Jia pasti nggak mau kalau kita berhenti nanti,dan suruh orang untuk mengurus motor mereka berdua.Perintah Nara.


"Baik tuan."


Nara menghampiri Jia ke kamar sedangkan Reno pergi untuk mengurus semuanya.


Tok tok..


"Boleh aku masuk?" Ucap Nara dari arah pintu kamar Jia yang terbuka.


"Masuk aja." Jawab Jia.


"Mau aku bantu?" Nara menawarakan bantuannya.


"Nggak usah ini sudah selesai kok." Jawab Jia dengan tersenyum.Nara lega karena Jia sudah bisa tersenyum walaupun masih terlihat jelas kesedihan di wajahnya.


Abel celingak celinguk mencari seseorang.Nara yang tahu siapa orang yang di cari Abel langsung menegurnya.


"Kamu cari Reno ya ?'' Tanya Nara.


"E...enggak kok tuan siapa juga yang nyari si manusia dingin itu." Jawab Abel panik karena ketahuan sedang mencari Reno.


Jia dan Nara tertawa melihat Abel yang panik dan salah tingkah.


" Bener nggak nyari aku?'' Saut Reno dari arah pintu,yang mengagetkan Abel.


"Aduh mati aku." Gumam Abel sambil menepuk Jidatnya.Mereka bertiga tertawa melihat tingkah Abel.


Reno masuk ke dalam dan memberitahukan pada Nara kalau semua sudah siap.


"Tuan semua sudah siap." Ucap Reno sambil melirik Abel yang masih salah tingkah.


"Ok Ren,ayo kita berangkat." Nara megambil barang barang Jia dan menggandeng tangannya hendak keluar.


"Tuan biar saya yang bawa." Saut Reno.


"Nggak usah Ren,biar aku saja.Mending kamu bawain punya dia saja." Seru Nara sambil melirik Abel.Jia mencubit pinggang Nara.


"Jangan menggoda sahabatku terus,kasian dia." Seru Jia.


"Iya iya sayang,maaf."


Nara menggandeng tangan Jia ke arah mobil yang sudah terpakir di depan loby.


"Loh kita naik mobil,terus motorku gimana?'' Tanya Jia bingung.


"Udah tenang saja besok orangku akan mengantar motor kalian.Ini kan sudah malam nggak mungkin kita pulang naik motor lagian kamu belum istirahat sama sekali setelah acara tadi,aku nggak mau kamu capek." Jawab Nara,sambil mengacak acak rambut Jia,dan Jia tersenyum senang karena perhatian Nara.


Mereka masuk kemobil,Nara dan Jia duduk di belakang dan Reno didepan bersama Abel.Abel memalingkan wajahnya keluar jedela karena masih malu,Reno yang melihatnya hanya tersenyum tipis.


"Dasar bocah,bisa malu juga dia." Batin Reno sambil tersenyum.


....................


Vote....vote...vote...


Jangan lupa kasih votenya ya kakak.