
"Jia.." Terdengar suara dari arah pintu yang tak lain adalah Arga.Tadi Nara sempat memberi tahu kejadian yang menimpa Jia,dan memberi tahu Arga kalau sekarang Jia ada di rumahnya.
"Kakak." Ucap Jia menoleh ke Arga yang baru saja datang.
Melihat adiknya menangis membuat Arga cemas dan segera menghampirinya.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Arga yang sudah memeluk Jia.
"Kakak bawa Jia pulang,Jia nggak mau disini."
Ucap Jia di sela tangisnya. Mendengar permintaan adiknya membuat Arga penasaran dengan apa yang telah terjadi sebenarnya.
Dia melirik ke arah Nara,tapi Nara menggelengkan kepalanya.Karena Nara juga tidak tahu apa yang sudah membuat Jia seperti ini.
"Hey kamu kenapa sayang,jelasin sama kakak dulu,baru kakak bawa kamu pulang." Ujar Arga menenangkan adiknya yang malah memeluknya semakin erat dan tangisnya semakin jelas terdengar.
"Jia..." Ucap Arga pelan,mencoba bertanya lagi.
"Nara jahat kak!" Ucap Jia terisak.
"Jia,aku jahat kenapa? Tanya Nara yang semakin tambah bingung.
Jia melepas pelukan kakaknya dan mengambil ponselnya yang masih di pegang Abel lalu menyerahkan ponselnya pada kakaknya.
Raut wajah Arga berubah murka saat melihat video yang baru beberapa detik dia tonton dan langsung memberikan ponsel Jia pada Nara.
"Kamu bisa jelasin maksud dari video ini Nara?!" Seru Arga dengan suara tidak ramah saat menyerahkan ponsel Jia.
"Arghhh sshit,dasar wanita sialan!" Seru Nara hampir membanting ponsel Jia.
"Sayang ini bukan seperti yang kamu kira." Nara mencoba menjelaskan,tapi Jia tidak mau memandang wajah Nara,hatinya masih sangat sakit dan merasa di khianati oleh Nara.
"Kakak ayo kita pulang,kakak tadi sudah janji kan kalau Jia beri tahu kakak akan bawa Jia pulang."
"Ga tolong dengar penjelasanku dulu,ini tidak seperti yang kalian lihat.Aku di jebak Ga." Ucap Nara memohon agar Arga tidak membawa Jia pulang,karena Arga sudah terlihat hendak berdiri dan memapah Jia.
"Maaf Nara,sepertinya kita harus memikirkan lagi hubunganmu dengan Jia.Baru kemarin kamu bilang akan menjaga Jia dan tidak membuatnya menangis tapi sekarang kamu sudah mengingkarinya."
"Apa maksudmu Ga?" Telinga Nara tersentak tak percaya dengan kalimat yang baru saja Arga ucapkan.
"Kakak." Ucap Jia kaget dengan ucapan kakaknya walaupun,hatinya sakit karena merasa di khianati Nara tapi di hati kecilnya dia nggak mau berpisah dengan Nara.
Reno yang merasa kasian dengan bosnya segera mengambil ponsel Jia dan melihat video yang membuat mereka bertengkar.
"Sudah aku duga ,wanita ini memang licik untung aku sudah menyuruh Beny untuk merekam semuanya." Batin Reno dan segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Beny.
"Halo Ben,tolong kirimkan sekarang!"Ucap Reno dan segera mematikan ponselnya.
"Tuan Arga tunggulah sebentar,lihatlah video yang aslinya dulu setelah itu anda baru bisa memutuskan." Seru Reno.
Drt..drt
Reno langsung mengecek ponselnya dan segera memberikannya pada Arga.Arga tampak serius menyimak video di ponsel Reno begitu juga Jia.Matanya tidak berkedip dan tidak melewatkan sedetikpun peristiwa di video itu.
Wajah Jia berangsur angsur terlihat lega dan senang,karena Nara tidak seperti apa yang dia pikirkan.Berbeda dengan Arga,wajahnya tetap terlihat serius.
"Jelaskan padaku siapa wanita ini!" Ucap Arga menatap Nara.
"Duduklah dulu Ga,kasian kaki Jia belum sembuh benar.Aku akan menjelaskan semuanya." Pinta Nara sambil memapah Jia untuk duduk di sofa,hatinya lega karena tidak ada penolakan dari Jia.
Arga mengikuti Nara dan Jia yang sudah duduk di sofa,Reno,Abel dan Rezapun mengikuti mereka.
"Dia adalah salah satu wanita yang di jodohkan mama untukku." Nara mulai menjelaskan dan menceritakan semuanya pada mereka tanpa menambah atau menguranginya sedikitpun.
Jia terlihat merasa bersalah karena sudah mencurigai Nara dan menganggapnya berkhianat.Begitu juga Arga dan juga Abel merasa tidak enak sudah berprasangka buruk pada Nara.
"Kamu percaya kan sayang?" Tanya Nara dengan wajah sendu menatap Jia.
"Huum,aku percaya." Ucap Jia menganggukkan kepalanya dan malah menangis lagi.
"Hey kenapa kamu malah nangis lagi sayang." Gumam Nara sambil mengusap air mata Jia.
"Aku minta maaf,karena tadi sudah marah sama kamu harusnya aku dengar penjelasan dari kamu dulu." Ucap Jia sesenggukkan.
"Sudah nggak apa apa sayang,sekarang yang perlu kamu ingat adalah kalau hanya kamu wanita pertama dan terakhir yang bisa membuat aku jatuh cinta Jia,hanya kamu." Nara menggenggam tangan Jia erat.
"Iya Jia sayang." Sahut mama Ajeng dari luar yang awalnya ingin mengajak mereka untuk makan tapi malah mendengarkan Nara yang sedang menjelaskan tentang Mega,wanita yang dulu ingin dia jodohkan pada Nara.
"Ini semua salah mama sayang,kalau dulu mama nggak selalu menjodohkan Nara dengan wanita wanita anak teman mama pasti nggak akan kaya gini kejadiannya." Ucap mama Ajeng sambil mengusap kepala Jia.
"Kamu jangan nyalahin Nara ya sayang." Pinta mama Ajeng.
"Iya ma,Jia yang minta maaf ma karena nggak mau mendengar penjelasan dari Nara dulu tadi."
"Ga,kamu nggak berpikir untuk batalin pernikahanku dengan Jia kan?" Tanya Nara dengan wajah memelas.
"Menurutmu? Aku nggak mungkin setega itu mengambil kebahagiaan adikku Nara." Ucap Arga sambil tersenyum.
Nara menghela nafas lega mendengar pernyataan Arga,begitu juga Jia.
"Ok kalau begitu ayo kita ke bawah kita makan sama sama." Ajak mama Ajeng.
"Ayo tante,Reza sudah laper nih dari tadi nonton drama yang berat banget ceritanya jadi bikin laper." Seru Reza berusaha mencairkan suasana.Tapi malah justru mendapat lemparan bantal dari Nara.
"Sialan kamu Za!" Gerutu Nara.
"Aku makan sendiri saja Nara." Jia hendak menyaut sendok yang di pegang Nara,tapi Nara segera menjauhkan tangannya.
"Nggak kamu kan lagi sakit biar aku saja yang suapi." Ucap Nara.
"Yang sakit kan kakiku,bukan tanganku."Seru Jia sambil mengerucutkan bibirnya,membuat Nara gemas.
Cup..
"Nggak usah bantah baby,kamu harus nurut biar cepat sembuh." Bisik Nara setelah mencium bibir Jia yang menggerutu karena gemas melihat bibir Jia.
"Ah kamu sukanya nyuri kesempatan." Jia memukul dada Nara.
"Habisnya kamu ngegemesin sayang." Nara terkekeh melihat ekspresi Jia.
----
"Tante maafin Jia dan Arga ya sudah ngrepotin tante." Ucap Arga setelah selesai makan.
"Hey sayang kalian nggak merepotkan,dan satu lagi kamu jangan panggil tante,panggil mama sayang.Kemarin kan mama udah kasih tahu kamu harus panggil mama.
"Ehm..iya maaf tan...eh ma,Arga lupa.Kalau begitu Arga mau ajak Jia pulang sekarang ya ma." Arga hendak bangun dari duduknya tapi mama Ajeng menyuruhnya untuk duduk kembali.
"Sayang,biarin Jia tinggal disini untuk sementara,sampai lukanya sembuh.
"Tapi ma..."
"Arga,sampai Jia sembuh saja ijinin Jia disini.kamu jangan khawatir mama akan merawat Jia,kalau dia di rumah dan kamu kerja nanti nggak ada yang ngurus Jia sayang." Mama Ajeng memberi penjelasan pada Arga.
"Iya kak,kasian Jia nanti kalau kak Arga nggak di rumah Jia nggak ada yang ngurus." Sahut Abel yang masih sibuk makan puding buatan mama Ajeng dengan lahap hingga membuat Reno kenyang hanya dengan melihat Abel makan.
"Iya deh ma,tapi apa nanti Jia nggak merepotkan mama?" Tanya Arga yang akhirnya mengijinkan Jia tinggal di rumah Nara untuk sementara waktu.
"Wah auto si bos bakal bolos kerja terus nih." Batin Reno menghela nafas,karena pasti semua kerjaan dia yang akan handle sendiri.
"Wah enak nih si Nara,pasti dia bisa leluasa macem macemnya sama Jia." Batin Reza.
"Apa Nara bisa di jamin nggak bakal ngapa ngapain Jia." Batin Arga.
"Kenapa kupingku panas gini sih,kaya ada yang ngomongin." Gumam Nara di kamar sambil memegang tengkuk lehernya yang merinding.
Hanya Abel saja yang tidak berpikiran buruk tentang Nara kalau Jia menginap disini,karena dia masih sibuk dengan makanannya.Atau bisa di bilang kalau memang dia itu sama polosnya kaya Jia..heheh.
"Nggak ada yang di repotkan sayang,kamu tenang aja." Imbuh mama Ajeng senang.
"Iya ma,makasih.''
"Ehm..Bel nanti kamu ke rumah ambil pakaian dan kebutuhan Jia di antar Reno ya." Seru Arga yang langsung membuat Abel tersedak.
Uhuk...uhuk...
"Hah Abel kak?" Tanya Abel dengan menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuknya.
"Iya kamu sayang,soalnya kakak harus balik lagi ke kantor kasian kak Aldo.Kakak minta tolong ya sayang." Ucap Arga menatap Abel berharap.
"Iya deh kak." Jawab Abel lirih,karena dia takut Reno pasti macem macem lagi,bukannya apa apa,kalau lagi berdua sama Reno jantung Abel selalu di buat deg degan nggak karuan.
Sedangkan Reno tersenyum tipis penuh kemenangan. "Kali ini kamu nggak akan lepas begitu saja bocah kecil." Batin Reno menatap Abel dengan tatapan penuh arti,hingga membuat Abel bergidik ngeri.
Reza yang melihat Abel dan Reno secara bergantian seakan tahu yang terjadi di antara mereka.Terukir senyuman usil di bibirnya mendapatkan ide.
"Apa kamu aku yang antar Bel?" Reza menawarkan diri untuk mengantarkan Abel.
"Sialan si kampret ini selalu saja mencari gara gara." Batin Reno langsung bertindak cepat berdiri menarik tangan Abel yang hendak menjawab tawaran Reza.
"Ayo buruan.Tante,tuan Arga kita berangkat dulu." Ucap Reno berpamitan menggandeng tangan Abel dan melirik tajam ke arah Reza yang tersenyum melihat reaksi Reno.
"Tapi makananku belum habis." Sahut Abel yang sebenarnya tidak tega meninggalkan sisa makanannya.
Reno tidak menghiraukan rengekan Abel yang ingin menghabiskan makanannya dulu.Dia membuka pintu mobil dan menyuruh Abel masuk lalu memakaikan sabuk pengaman ke tubuh Abel.
Jarak yang sangat dekat membuat jantung Abel berdetak nggak karuan lagi,wangi aroma tubuh Reno semakin membuat dada Abel sesak tidak bisa bernafas.
Cup
"Aku akan membelikanmu makanan yang banyak nanti." Bisik Reno setelah mencium bibir Abel dan menutup pintu mobil lalu masuk ke dalam mobil.
"Sudah aku duga pasti dia macam macam,belum juga berangkat apalagi nanti di rumah Jia.Arghhh mama tolong Abel." Batin Abel yang mukanya sudah pucat membayangkan apa yang akan di lakukan Reno nanti.Reno seolah tahu apa yang di pikirkan Abel,dia hanya tersenyum tipis melihat wajah Abel.
"Dasar bocah,justru wajahmu yang seperti ini yang membuat aku tertarik." Batin Reno sambil melajukan mobilnya.
"Za ,Za kamu tuh suka banget jahilin Nara sama Reno." Ujar mama Ajeng menjewer telinga Reza yang sudah dia anggap anak sendiri seperti Reno.
"Hehehe iya tante habisnya mereka tuh lucu." Jawab Reza asal,hingga membuat mama Ajeng dan Arga menggelengkan kepalanya.
.
.
.
Bersambung
Jangan lupa kasih like dan votenya y kakak....