NARA'S LOVE FOR JIA

NARA'S LOVE FOR JIA
Panik Part 1



Sudah tiga hari Jia berda di rumah Nara,kondisinya juga sudah sangat baik karena mendapatkan perawatan intensif dari dokter Reza yang secara langsung menangani Jia.


Jiapun juga tetap bisa mengikuti pelajaran karena Nara mendatangkan langsung guru untuk Jia agar dia tidak ketinggalan pelajaran.Dan setiap pulang sekolah Abel juga selalu datang menemui Jia dan tentu saja Reno yang selalu menjemput dan mengantar Abel.


Beberapa hari ini hubungan Abel dan Reno terlihat ada kemajuan walaupun menurut Abel dia dan Reno belum pacaran karena Reno belum menembaknya secara langsung,tapi berbeda dengan Reno yang sudah menganggap Abel adalah miliknya karena menurutnya tidak penting mengungkapkan perasaan secara langsung tapi lebih ke sikap dan perhatian yang dia tunjukkan.


Siang itu Abel sudah tiba di rumah Nara di antar Reno tapi Reno tidak ikut masuk karena harus segera balik ke kantor dan seperti biasa dia langsung menemui Jia yang juga baru saja selesai belajar dengan guru yang di datangkan Nara di taman belakang rumah.


"Hay beb,kamu udah datang?"


"Iya beb,kamu udah selesai belajarnya? Sahut Abel menyapa balik sapaan Jia sambil mencium pipi Jia bergantian.


"Heem,udah baru saja.Gimana kabar sekolahan beb,aku sudah kangen suasana sekolah." Jia membayangkan suasana sokolahan yang sudah dia lewatkan beberapa hari ini dengan muka sendu.


"Ah beb,aku aja males belajar di sekolahan enakan kamu belajar di rumah bisa fokus."


"Enak gimana beb,bosen tahu belajar di rumah sendirian nggak seru.Aku pengen jalan jalan keluar beb." Ucap Jia dengan muka sedih.


"Gimana kalau kita keluar jalan-jalan? Eitzzz tapi tunggu,emang kakimu sudah sembuh beb?" Seru Abel sambil melihat kaki Jia.


"Sudah kok beb ini lihat aja aku sudah bisa lompat - lompat." Jawab Jia beranjak berdiri sambil lompat-lompat.


"Eh beb hati-hati jangan lompat-lompat kaya gitu,nanti kalau sakit lagi gimana?" Teriak Abel khawatir.


"Tenang beb,aku beneran sudah sembuh kok,kita keluar yuk please aku sudah bosan banget di rumah." Pinta Jia dengan wajah memelas.


"Ok deh,tapi kita mau keluar kemana?" Tanya Abel bingung.


"Ehm....kita ke kantor Nara aja,aku mau bikin kejutan buat dia tapi nanti kita beli makan siang dulu,gimana?" Jia nampak semangat ingin menyusul Nara ke kantornya untuk memberi kejutan.


"Ehm...ok boleh juga idemu.Kalau gitu kita berangkat sekarang."


"Ok..."


Jia dan Abel sudah berangkat dengan naik taksi.Karena mama Ajeng tidak ada di rumah,jadi Jia hanya berpamitan lewat pesan.


"Gimana Jia kamu sudah minta ijin sama tante Ajeng?"


"Sudah Bel tapi ponsel mama nggak aktif."


"Oh yang penting udah di kirim beb,jadi nanti kalau sudah aktif tante bisa tahu kalau kamu keluar."


Sebelum ke kantor Jia dan Abel mampir ke restoran terlebih dulu membeli makanan untuk mereka berempat.Setelah mendapatkan pesanan mereka langsung menuju kantor Nara.


"Beb coba kamu telfon Reno deh,pura-pura tanya lagi sibuk apa nggak,takutnya nanti kalau kita kesana bisa mengganggu mereka."


"Nggak bisa beb,hp ku mati batreynya habis,kamu aja yang telfon Nara." Ujar Abel sambil memperlihatkan handphonenya.


"Sama beb handphoneku juga mati." Ucap Jia melakukan hal yang sama mengangkat ponselnya.


"Ya sudah beb,kalau nanti mereka sibuk kita tunggu aja dulu." Imbuh Abel.


Lima belas menit kemudian mereka sudah sampai di kantor Nara.Jia dan Abel berjalan masuk dan langsung di sambut seorang security.


"Selamat siang nona Jia." Ucap security itu sopan dan membungkukkan badannya hingga membuat Jia kaget.


"Siang pak." Sapa Jia balik yang merasa tidak enak dan aneh di sapa seperti itu.Di meja resepsionistpun Jia mendapat perlakuan yang sama.


"Siang,saya mau ketemu sama tuan Nara.Apa dia ada?" Sapa Jia balik yang juga masih kaget dengan sikap resepsionist.


"Tuan Nara masih ada meeting nona,anda bisa menunggu di ruangan tuan Nara,mari saya antar." Ucap Vika sopan dan hendak berjalan untuk mengantar Jia dan Abel.


""Ehm tidak perlu mbak,saya bisa kesana sendiri." Ucap Jia merasa tidak enak.


"Oh baiklah kalau begitu nona,silahkan." Ucapnya kembali dengan sopan.


Jia dan Abel berlalu menuju ke lift untuk naik ke lantai atas ruangan Nara.


"Itu resepsionist sama satpam kenapa jadi baik gitu ya beb,pasti kemarin sudah di omelin sama tuan Nara.Uh syukurin." Gumam Abel.


"Hehh nggak boleh gitu beb,bagus dong kalau mereka berubah jadi baik." Sahut Jia keluar dari lift dan langsung menuju ke ruangan Nara.Di depan ruangan Nara Jia dan Abel di sambut sekretaris Nara.


Jia dan Abel juga mendapat perlakuan yang sama dari sekretaris Nara,bahkan tadi saat bertemu dengan beberapa karyawan mereka juga membungkukkan badan pada Jia.Sebenarnya Jia risih tapi mau gimana lagi,pasti ini kerjaan Nara jadi mana mungkin bisa di tolak.


"Selamat siang nona Jia." Sapa Lusi sekretaris Nara.


"Siang mbak,saya mau ketemu tuan Nara." Jawab Jia.


"Tuan Nara sedang ada meeting nona,mungkin setengah jam lagi selesai atau mau saya panggilkan tuan Nara?" Ucap Lusi sopan.


"Eh nggak usah,biar dia selesai meeting dulu saya akan tunggu di ruangannya saja.Oh ya mbak jangan kasih tahu dulu ya kalau saya ada di dalam,saya mau kasih kejutan soalnya." Ucap Jia tersenyum kecil.


"Baik nona."


----


"Kalian gimana sih,sampai nggak tahu Jia pergi kemana!" Seru mama Ajeng marah-marah pada semua pelayan di rumah karena Jia pergi sudah lama dan nggak ada yang tahu.


"Maaf nyonya tadi non Jia bilang mau pergi keluar sebentar dan katanya sudah minta ijin pada nyonya." Jawab kepala pelayan dengan wajah menunduk karena takut.


"Hah,kalian semua memang tidak becus." Seru mama Ajeng dengan suara meninggi.Para pelayan takut karena baru kali ini mereka melihat nyonya besarnya marah,padahal biasanya hampir tidak pernah nyonya mereka ini marah.


Mama Ajeng terlihat sedang menghubungi Nara menggunakan telfon rumah karena ponselnya kehabisan daya.


"Nara kenapa tidak di angkat-angkat." Gumam mama Ajeng panik.Dan setelah beberapa kali mencoba akhirnya Nara mengangkat telfonnya.


"Halo..."


"Nara,Jia hilang!" Seru mama Ajeng langsung setelah mendengar suara Nara.


"Hah,hilang? Maksud mama apa?" Seru Nara dengan suara meninggi hingga membuat semua orang yang ada di ruangan memandangnya ikut cemas.


.


.


.


.


Kakak Nara's Love For Jia covernya baru ya....tetep ya kasih vote sama likenya.