
"Nara lepasin!" Ucap Jia lirih,karena Nara memeluknya sangat erat hingga membuat dia sulit bergerak.
"Biarkan aku memelukmu dulu sayang." Nara semakin mengeratkan pelukannya untuk menahan perasaannya yang menginginkan dia melakukan lebih pada Jia.Nara berusaha menahan nafsunya karena dia nggak mau merusak Jia walaupun mereka sudah bertunangan tapi Nara tidak mau membuat Jia berpikir buruk tentangnya.
Saat sudah tenang Nara melepaskan pelukannya. "Aku takut tidak bisa menahannya sayang." Ucap Nara dengan mencium kening Jia.
"Aku percaya sama kamu sayang,kamu pasti bisa menahannya." Ucap Jia sambil mencubit hidung Nara yang mancung.
"Aww...Kalau kamu ngegemesin kaya gini aku nggak bisa jamin baby..." Nara mengecup bibir Jia gemas.
"Aww...dasar mesum!"
"Hahah,mesumnya cuma sama kamu sayang."
"Huh gombal,udah aku lapar aku mau turun makan.''
"Gombalnya juga cuma sama kamu sayang,udah kamu di sini saja biar aku yang ambil."
"Tapi Nara,kasian Abel dong."
"Sudah nggak apa apa dia pasti ngerti kamu kan lagi sakit,lagian ada Reno juga biar dia makan sama Reno."
"Ya sudah terserah kamu."
"Ok tunggu bentar ya." Nara beranjak keluar untuk mengambilkan makan malam.
"Huum."
"Tuan ada yang bisa bantu?" Tanya Reno saat melihat Nara turun dari tangga.
"Tidak ada Ren,Oh ya kalian makan malam berdua saja.Aku dan Jia akan makan malam di kamar." Ucap Nara berlalu ke dapur.
"Baik tuan." Jawab Reno membungkukkan badannya.
Tut..tut...
"Halo,ada apa sayang?"
"Nggak apa apa kak,kakak pulang jam berapa? Ini sudah malam,kakak udah makan belum?" Tanya Jia panjang lebar saat sudah melihat wajah kakaknya di panggilan video.
"Satu satu sayang nanyanya." Jawab Arga tersenyum di layar ponsel Jia.Dia senang karena Jia tidak berubah walaupun sudah bertunangan dia tetap perhatian padanya.
"Heheh iya kak."
"Maaf ya sayang sepertinya kakak nanti pulang larut lagi,tapi kamu tenang saja paling ini hanya untuk beberapa hari saja setelah proyek baru kakak selesai kakak janji akan pulang tepat waktu.
"Heem deh kak,emang nggak bisa di wakilin sama kak Aldo ya kak?" Wajah Jia tampak sedikit cemberut.
"Ini juga sama kak Aldo sayang lemburnya,udah kamu tenang aja,kakak janji habis ini kakak cuti buat liburan kita lagian kakak nggak mau ngecewain tunanganmu,kakak kan juga pengen bisa hebat kaya tunanganmu sayang." kelakar Arga menggoda adiknya.
"Oh jadi ini gara gara Nara ya, hemh nanti biar Jia marahin dia karena udah bikin kakak kesayanganku lembur terus,tapi dianya malah enak enakan di sini." Ucap Jia sambil berkacak pinggang.
"Oh Nara ada di situ ya."
"Iya kak,sekarang lagi di bawah ambil makan malam."
"Loh kok nggak makan di ruang makan aja sayang,trus malah Nara yang ambil bukan kamu.Dia itu calon suamimu Jia,harusnya kamu yang belajar melayani Nara." Arga menggelengkan kepalanya.
"Hehe nggak apa apa kak,sekali sekali manja." Jia meringis menampilkan deretan gigi putihnya.
"Iya nih Ga,adikmu ini ternyata manja ya banyak maunya lagi." Saut Nara dari arah pintu,Nara sudah berdiri di depan pintu beberapa menit dan mendengarkan percakapan adik dan kakak itu.
Jia terkejut dengan kedatangan Nara. Hah sejak kapan kamu di situ?'' Tanya Jia masih terkejut.
"Sejak kamu bilang mau marahin aku." Ucap Nara sambil meletakkan nampan berisi makan malam untuk mereka berdua.
"Hah siapa juga yang bilang begitu?" Jia mengelak ucapan Nara.
"Oh bukan kamu ya,oh mungkin tadi suara hantu perempuan penunggu kamar ini kali ya." Ucap Nara memegang dagunya.
"Ah kamu malah nakut nakutin." Jia memukul bahu Nara.Nara tertawa karena berhasil menggoda Jia.
"Habisnya kamu nggak mau ngaku,padahal jelas jelas kamu yang bilang,dasar anak kecil." Nara mengacak acak rambut Jia.Arga tersenyum melihat perdebatan adik dan adik iparnya itu.
"Ah rambutku jadi berantakan deh." Jia mengerecutkan bibirnya sambil menyisir rambutnya dengan jari tangannya.
"Nara makasih ya kamu sudah jagain Jia.''
"Ah itu udah tugas ku Ga,kamu nggak perlu sungkan.Tapi maaf Ga,tadi aku sempat lengah..." Jia buru buru membungkam mulut Nara,karena hampir kelepasan bilang soal kecelakaan yang menimpanya.
"Bukan apa apa kok kak." Sahut Jia sambil melototkan matanya pada Nara.Nara terpaksa menganggukan kepalanya,sebenarnya dia tidak mau menutupi apapun dari Arga apalagi ini menyangkut keselamatan Jia.
"Udah dulu ya kak Jia lapar mau makan dulu,bye bye kakak." Jia buru buru menutup telfonnya,tanpa menunggu jawaban kakaknya.
"Huh kenapa kamu mau bilang sama kak Arga sih."
"Heheh maaf sayang kelepasan." Ucap Nara tanpa bersalah.
"Dasar kaya emak emak." Gumam Jia.
"Apa? Siapa yang kaya emak emak?" Seru Nara.
"E..enggak siapa yang bilang emak emak,udah ayo kita makan." Jia mengalihkan pembicaraan.
"Dasar kesayanganku." Nara mencubit pipi Jia gemas.
"Aww sakit tahu,lama lama pipiku habis deh di cubitin terus." Gerutu Jia.
"Biarin."
"Ayo kita makan." Reno mengajak Abel ke ruang makan yang sudah tersaji beberapa makanan.Abel duduk di depan Reno dan mengambil makanan di piringnya,saat hendak memasukan sendoknya ke mulut tiba tiba terdengar suara deheman Reno.
Ehemmm
"Kenapa tuan?'' Tanya Abel mengurungkan niatnya karena di lihatnya Reno belum mengambil makanan sedikitpun.
"Huh dasar bocah nggak peka banget,masa kamu nggak mau ambilin aku." Ucap Reno menatap Abel.
"Hah,kan tuan punya tangan bisa ambil sendiri." Sahut Abel sambil memasukkan makanannya ke mulut tidak menghiraukan Reno yang sudah kesal.
Reno bangkit dari duduknya dan pindah di sebelah Abel. "Ya sudah kalau gitu kamu suapin aku aja."
"Ah apa apaan sih tuan,jangan ganggu,aku nggak mau." Abel tidak menggubris Reno dia tetap fokus pada makanannya.
Reno yang sudah tidak bisa menahan rasa kesalnya dengan tiba tiba memegang dagu Abel dan langsung mencium bibir Abel yang masih sibuk mengunyah makanan.
Abel hampir tersedak karena mendapat serangan mendadak dari Reno matanya terbelalak dan berusaha mendorong tubuh Reno,tapi karena kekuatannya tidak sebanding dengan Reno,dia hanya bisa meronta.
Reno berhenti saat mendengar isak tangis dari Abel.
"Kenapa kamu menangis." Tanya Reno setelah melepas ciumannya.Abel tidak menjawab pertanyaan Reno tapi justru menangis lebih keras hingga membuat Reno panik.
"Hey kenapa kamu jadi tambah keras nangisnya.berhentilah menangis nanti di kira aku ngapa ngapain kamu." Ucap Reno tambah panik.padahal emang udah ngapa ngapain,ya kan..hehe.
Abel memukul dada bidang Reno. "Kenapa kamu merampas ciuman pertamaku." Seru Abel di sela sela isakan tangisnya.
Reno terkejut mendengar ucapan gadis kecil di depannya.Tapi dia tersenyum bangga karena menjadi orang yang pertama mencium bibir bocah kecil ini. "Aku orang pertama yang menciummu dan aku juga yang akan jadi yang terakhir bocah kecil." Batin Reno sambil tersenyum.
"Kenapa kamu malah terseyum,seharusnya itu ciuman untuk orang yang aku cintai." Abel masih memukul dada Reno.
Reno menangkap tangan Abel supaya berhenti memukulnya. "Kalau begitu mulai sekarang kamu harus mencintai aku,dan harus hanya aku." Seru Reno menatap tajam mata Abel.
Abel langsung terdiam mendengar ucapan Reno,dia mengerutkan dahinya masih bingung mencerna kata kata Reno.
"Maksudnya?" Tanya Abel polos.
Reno tidak menjawab pertanyaan Abel,tapi justru kembali mencium bibir Abel namun sekarang dengan lembut.Reno tersenyum karena di lihatnya mata Abel terpejam dan merasa tidak ada penolakan Reno meneruskan aksinya ******* bibir gadis kecil di depannya dan terkadang dia menggigit bibirnya di sela ciumannya.
Reno menghentikan ciumannya saat Abel hampir kehabisan nafas.Di pandangnya wajah gadis yang baru saja dia nodai bibirnya itu,lalu dia mencium kening Abel dan membuat Abel membuka matanya.
Wajah Abel memerah menahan malu karena di tatap oleh Reno.Dia menundukkan wajahnya tapi Reno segera memegang dagunya agar wajahnya tetap sejajar dengan wajahnya.
"Mulai saat ini bibir ini hanya milikku,ingat itu!" Ucap Reno penuh penekanan sambil mengusap bibir Abel dengan ibu jarinya. Seperti terhipnotis Abel menganggukan kepalanya pelan.
"Duh mama,bibirku sudah ternoda.Tapi kenapa perasaanku seperti ini ya." Batin Abel,dia bingung dengan perasaannya.Karena Abel belum pernah merasakan jatuh cinta sebelumnya sama seperti Jia.
"Apa aku juga jatuh cinta seperti Jia?''
.
.
.
.
Kakak kakak yang baik jangan lupa like dan votenya ya....