
Empat hari sudah Jia dan kakaknya ada di Bali.Mereka tidak melewatkan sedikit waktupun untuk bersama.Bahkan Arga benar benar menepati janjinya,apapun makanan yang Jia inginkan pasti Arga langsung yang memasak.Jia sangat bahagia karena kakaknya tidak pernah meninggalkannya untuk bekerja seperti biasanya.
Tapi entah Jia merasa ada yang mengganggu pikirannya.Selama beberapa hari tidak bertemu dengan Nara ataupun hanya sekedar mendengar suara Nara membuat Jia merasa ada yang hilang dari hatinya.Walau hanya beberapa hari yang dia lewatkan dengan Nara kemarin,tapi Nara sudah berhasil menempati ruang di hati Jia.
Ingin rasanya Jia menghubungi Nara,tapi dia mengurungkan niatnya karena tidak mau membuat kakaknya kecewa,bahkan untuk menghubungi Abel pun Jia tidak berani.Karena perhatian dan kasih sayang kakaknya selama berlibur benar benar tercurah hanya untuknya jadi dia memutuskan untuk tetap menonaktifkan ponselnya.
Siang itu Jia sedang tiduran di kamarnya,dia memejamkan matanya sambil bergumam sendiri. "Kira kira Nara kangen nggak ya sama aku,dia nyari aku nggak ya?" Gumamnya dengan mata terpejam,tidak sadar kakaknya sudah berdiri di depan pintu kamarnya dan mendengar ucapannya.
"Ternyata Jia merindukan Nara." Batin Arga sambil berlalu pergi keluar.
Arga ada di halaman belakang resortnya terlihat sedang menghubungi Aldo.Dan Aldo menceritakan reaksi Nara saat tahu Jia pergi,dan ingin menyusul Jia.
Arga termenung setelah mengakhiri telfonnya dengan Aldo,dia memikirkan semua perkataan Aldo.Setelah tidak sengaja mendengar ucapan Jia tadi Dan mendengar perkataan Aldo,Arga jadi merasa bersalah karena berusaha menjauhkan adiknya dari orang yang dia suka.
" Huh egoisnya aku,Demi menjaga hatiku Jia mengesampingkan perasaannya,dia rela untuk tidak menghubungi Nara walaupun sebenarnya dia rindu.Kakak macam apa aku ini.Seharusnya aku senang karena ada orang yang mencintai Jia dengan tulus,aku tidak mungkin selamanya berada disamping Jia.Dia butuhi orang yang bisa menjaganya." Gumam Arga dengan tatapan kosongnya.
Tak terasa hari sudah sore,Arga menemui Jia di kamarnya.Dan terlihat Jia baru saja selesai mandi.
Tok...tok...
"Kakak boleh masuk sayang?"
"Masuk aja kak."
"Kakak mau ngajak kamu nanti makan malam di luar sayang,apa kamu mau?" Tanya Arga sambil duduk di kursi rias Jia.
" Makan diuar ,emang kenapa tumben kak?"Jia yang masih mengeringkan rambutnya lantas menghampiri Arga dan duduk di tepi ranjang.
"Ya nggak apa apa,pengen aja sayang sekali kali menikmati malamnya Bali,kan udah lama juga nggak jalan jalan malam." Ucap Arga.
" Ukey kakak,tapi nanti makannya nggak usah di restoran ya, Jia bosen kak pengen suasana lain." Imbunya dengan semangat.
"Terserah kamu sayang, ya sudah kakak mandi dulu ya ."
"Iya kakakku."
Nara sudah ada di Bali saat ini.dia sudah tidak bisa menahan rindunya terlalu lama untuk ketemu Jia.Dia hanya ingin melihat Jia secara langsung dan tidak bermaksud untuk menemuinya.Walaupun sebenarnya mau banget kalau dibolehin,hehehe.
Jia dan Arga sudah berada di sebuah kedai makan pinggir jalan,mereka memilih tempat lesehan di luar kedai untuk makan.
Sesuai dengan laporan orang suruhannya Nara dan Reno tidak kesulitan untuk mengetahui posisi Jia saat ini.Sekarang mereka juga berada tidak jauh dari tempat duduk Jia.Nara sebenarnya agak risih dengan tempat makannya sekarang tapi demi Jia dia rela berada ditempat makan yang seumur umur baru dia datangi.
"Kenapa mereka makan ditempat seperti ini Ren,disini kan belum tentu kebersihannya,gimana kalau nanti Jia sakit." Ucapnya dengan wajah risih.
" Nggak apa apa tuan,walaupun di pinggir jalan tapi makanan disini juga enak kok." Reno tampak menenangkan bosnya yang sudah mulai protes.
"Kalau bukan demi Jia aku nggak akan mau ditempat ini." Nara menggerutu kesal.Reno yang melihat bosnya hany tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Arga tersenyum tipis dari jauh melihat Nara yang tidak terbiasa dengan tempat makan seperti ini.Dia sudah tahu kalau Nara mengikuti mereka,dan dia juga tahu kalau semenjak disini Nara menyuruh orang untuk memata matai mereka. "Aku akan lihat seberapa besar perjuanganmu untuk mendapatkan adikku." Batin Arga tersenyum tipis.
Setelah makanan tiba Jia dan Arga terlihat sangat menikmati makanan mereka,dan sesekali terdengar suara tawa mereka.Nara yang melihat Jia tertawa hatinya begitu lega dan tenang walau sebenarnya dia ingin sekali menghampiri Jia.
Saat dia sedang menatap Jia tiba tiba terlintas ide dipikirannya pas melihat dua orang pengamen yang berada tak jauh darinya.Dia memanggil dua orang pengamen itu lalu membisikkan sesuatu dan diikuti anggukan oleh mereka.
Reno yang mulai paham akan maksud bosnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.Dia baru tahu kekuatan cinta bisa merubah sesuatu yang tidak mungkin jadi mungkin.Karena dia sudah melihat sendiri buktinya di depan mata bosnya bisa berubah 360 derajat.
Kedua pengamen itu berjalan ketempat duduk Jia,lalu setelah mengucapkan selamat malam mereka mulai menyanyikan lagu sesuai request dari Nara yaitu lagu Someone You Loved dari Lewis Capaldi.
*I'm going under and this time I fear there's no one to save me
This all or nothing really got a way of driving me crazy
I need somebody to heal
somebody to have
somebody to hold
I's easy to say
but it's never the same
i guess i kinda liked the way you numbed all the pain
Now the day bleeds
into night fall
and you're not here
to get me through it all
i let my guard down
and then you pulled the rug
I was getting kinda used to being someone you loved*...
Arga mengangkat tangannya saat pengamen itu mau meneruskan lagunya.Dia memberikan uang sambil membisikkan sesuatu,lalu pengamen itu berbalik ke tempat Nara .
"Tuan anda disuruh menyanyikan lagu itu sendiri bila ingin mendapatkan restu." Ucap si pengamen dan hendak berjalan pergi.Nara yang kaget karena keberadaannya diketahui Arga,terlihat berpikir sejenak dan menghentikan pengamen itu yang hendak pergi. "Ok ini saatnya aku memperjuangkan cintaku." Batin Nara sambil berdiri dan menghampiri Jia dan Arga dengan membawa gitar yang sebelumnya dia pinjam dari si pengamen.
Reno tampak syok dengan sikap Nara." Anda serius ingin melakukannya tuan?" Tanya Reno meyakinkan tuannya.
" Iya Ren,aku nggak akan menyerah.aku akan buktikan kalau aku benar benar serius mencintai Jia." Jawabnya sambil berlalu kearah Jia,dan Reno mengikuti di belakang.
"Permisi tuan,nona." Ucap Nara sebelum memulai lagunya.
"Maaf mas.'' Seru Jia dengan mengangkat tangannya tanpa melihat siapa yang mengamen sekarang karena posisinya yang memunggungi Nara,Arga yang tahu kalau itu Nara hanya memberi isyarat adiknya untuk diam.
"Huh kenapa banyak pengamen sih." Jia menggerutu kesal.Belum hilang rasa kesalnya,Jia sudah tambah kesal karena lagu yang di nyanyikan sama dengan lagu yang tadi.Dia membalikkan badannya dan ingin meminta lagu lain.tapi dia tidak melanjutkan ucapannya karena kaget melihat siapa orang yang berdiri di hadapnnya.
"Mas bisa ganti la...'' Jia syok dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya lidahnya kelu tidak bisa mengucapkan kata kata.
Nara masih menyelesaikan lagunya dengan tersenyum sambil menatap Jia yang kini berdiri di depannya.
"Kamu....?" Tegur Jia setelah lagu yang di nyanyikan Nara selesai.
"Iya Jia ,ini aku.'' Saut Nara dengan tersenyum bahagia bisa menatap dengan dekat wanita yang sangat dia rindukan.
Ehem....
Arga berdehem dan langsung menyadarkan Jia kalau sekarang ada kakaknya dan dia sudah berjanji tidak akan membuat kakaknya kecewa walau tak di pungkiri jauh dilubuk hatinya Jia sangat senang bisa bertemu dengan Nara.Seketika itu juga Jia menggandeng tangan kakaknya dan hendak mengajaknya pergi dari tempat itu.Tapi Arga tetap tak berpindah dari posisinya hingga membuat Jia takut kalau kakaknya akan marah pada Nara.
" Kak ayo kita pergi!" Ucap Jia sambil terus menarik tangan kakaknya,tapi tetap saja tenaganya tidak cukup untuk menarik Arga.
" Pergi kemana sayang,memangnya kamu tidak kangen sama tuan Nara?" Saut Arga,yang membuat Jia kaget.begitu juga Nara dan Reno.
" Maksud kakak apa..."
****
Jangan lupa vote dan like ya kakak....