
Nara dan Jia tampak sibuk menemui beberapa tamu undangan,karena memang Nara hanya mengundang beberapa rekan kerjanya dan beberapa kerabat saja.Sedangkan Jia hanya Abel,kak Aldo dan juga Arga saja yang dia kenal dari pihaknya.
Jia merasa bosan karena menemani Nara yang berbincang tentang bisnis bersama rekan rekannya,dia hanya bisa pura pura tersenyum untuk menutupi rasa bosannya.
Nara yang tahu kalau Jia merasa bosan segera berpamitan pada rekannya dengan alasan mau menemui tamu yang lain,dan mengajak Jia duduk.
"Apa kamu capek sayang?" Tanya Nara meraba pipi Jia.
"Huum." Jia mengangguk pelan.
"Kamu duduk disini dulu ya,aku ambilkan minum dulu."
"Ok..."Jawab Jia.Jia melihat ke sekitar untuk mencari Abel,dia sungguh bosan karena tidak ada yang bisa di ajak ngobrol.Setelah melihat Abel yang sedang mengambil makanan tak jauh darinya Jia beranjak berdiri dan ingin menghampiri sahabatnya itu,tapi langkahnya terhenti saat melihat Reno berdiri di samping Abel.
"Ah mending aku kasih waktu Abel sama Reno buat berdua aja,siapa tahu mereka berjodoh." Gumam Jia tersenyum ,dan kembali duduk.
Terlihat Reno dan Abel ingin mengambil makanan yang sama.
"Oh maaf,silahkan anda duluan!" Ujar Abel tanpa melihat orang yang berada di sampingnya.Reno yang memang sengaja mendekati Abel segera mengambil makanan dan meletakkan di piring Abel.
"Ini kamu harus makan yang banyak,biar gemuk." Seru Reno hingga membuat Abel menaikkan pandangannya dan kaget saat melihat pria di sampingnya adalah Reno.
"Tu..tuan Reno." Abel melototkan matanya dengan suara terbata.
"Iya,kenapa kamu jadi gugup,kaget ya tiba tiba cowok yang kamu pikirin ada didepan kamu." Ucap Reno sambil mengerlingkan matanya narsis.
"Uh kepedean,siapa juga yang mikirin kamu !" Seru Abel sambil mengerucutkan bibirnya,yang membuat Reno semakin gemas reflek mencubit pipi Abel.
"Aduh,sakit tau...!"
"Habisnya kamu ngegemesin." Imbuh Reno.Perkataan Reno membuat Abel jadi gr melayang layang.Entah kenapa dia jadi salah tingkah,apalagi akhir akhir ini Reno sering memujinya.
"Arghhhh Mama tolongin Abel dari om om tukang gombal ini...." Batin Abel menghela nafas mencoba mengendalikan jantungnya yang berdetak kencang tak karuan.
Jia yang dari tadi memperhatikan Abel dan Reno dibuat tersenyum hingga membuat heran Nara yang baru datang.
"Kamu lihat apa sayang,kenapa senyum senyum sendiri?" Tanya Nara sambil memberikan minuman untuk Jia.
"Kayaknya temenmu baru pdkt sama temenku." Saut Jia sambil meneguk minuman nya.
"Maksudmu?''Nara belum paham dengan apa yang diucapkan Jia, sampai Jia memberi isyarat melirik ke arah Abel dan Reno yang tak jauh dari tempat duduknya.Nara tersenyum setelah melihat apa yang membuat kesayangannya itu tersenyum.
"Baru kali ini aku melihat Reno mendekati wanita." Gumam Nara pelan.
"Ayo Mia buruan,itu papa sudah jalan duluan lo..!" Seru seorang wanita paruh baya pada anaknya.
"Iya ma bentar,Mia mau ambil minuman dulu.Mama duluan aja nanti Mia nyusul." Jawab gadis itu yang berhenti dimeja mengambil makanan dan juga camilan.Ibunya yang melihat hanya menggelengkan kepala dan pergi menyusul suaminya.
"Selamat tuan Nara atas pertunangannya." Ucap tuan Arsen salah satu rekan bisnis Nara,sambil menjabat tangan Nara dan juga Jia di susul istrinya nyonya Widya.
"Selamat tuan Nara,kalian sangat serasi.Tunangan anda sangat cantik." Ujar Nyonya Widya memuji.
"Terimakasih tuan nyonya,anda sudah berkenan hadir di acara kami." Ucap Nara tersenyum dan Jiapun mengangguk tersenyum.Jia berbisik pada Nara hendak pergi ke toilet,dan Nara tersenyum mengangguk.
"Maaf tuan,nyonya saya permisi ketoilet sebentar." Ucap Jia ramah.
"Oh iya silahkan nyonya Nara." Jawab mereka serentak.Jia yang dipanggil nyonya kaget dan sedikit kesal karena di panggil nyonya.Nara yang mengerti perubahan wajah Jia hanya tersenyum tipis.
Huh..aku kan masih muda masa di panggil nyonya sih!" Gerutu Jia sambil berlalu pergi.
"Hey sayang,kenalin ini tuan Nara rekan bisnis papa.Tuan perkenalkan ini anak saya." Ucap tuan Arsen memperkenalkan anaknya.
"Mia..." Mia memperkenalkan diri dengan masih menatap Nara tanpa berkedip,dan Nara hanya tersenyum menjabat tangannya.
"Ini mah gantengnya berlipat lipat dari pada Bima,aku mau deh move on dari Bima kalau gantinya dia." Batin Mia.
Karena Nara merasa risih dengan pandangan dari anak rekan bisinisnya itu,Nara berpamitan pergi untuk menemui tamu yang lain.
"Duh,teman papa ganteng banget." Ujar Mia yang masih menatap punggung Nara yang menjauh dari pandangannya.
"Kenapa, kamu suka ya?Dulu papa sudah pernah mengajakmu untuk bertemu dengannya tapi kamu menolak dengan alasan nggak mau kalau di jodohin sama om om,sekarang kamu nyesel kan." Saut Arsen memandang putrinya dengan sedikit kesal.
"Ah papa nggak bilang sih kalau om omnya ganteng.Kalau tahu gantengnya kaya gini aku nggak bakalan nolak pa." Seru Mia dengan muka menyesal.
"Tenang sayang kamu masih punya harapan,inikan baru pertunangan,mereka belum menikah jadi kamu masih punya kesempatan untuk mendekatinya." Imbuh Widya memberi semangat.
" Ah benar juga mama,lagian kalau sudah menikahpun aku juga nggak peduli ma.Dia harus jadi milik gue." Batin Mia tersenyum sinis.
"Mama sama papa pasti dukung kamu sayang,kalau sampai kamu bisa mendekati apalagi sampai menikah dengannya,kita akan sangat beruntung karena dia adalah pengusaha sukses dan pengusaha paling kaya dinegara kita." Perkataan papanya semakin membuat Mia bertekad untuk mendapatkan Nara.
Nara yang hendak menyusul Jia ke toilet menghentikan langkahnya karena melihat Jia sedang bersama Abel dan juga Reno duduk di sudut ruangan,lalu bergegas menghampiri mereka.
"Baby..." Nara mengalungkan tangannya di leher Jia dengan tiba tiba hingga membuat Jia kaget.
"Huh aku kira siapa,kamu tu sukanya ngagetin aja." Sautnya memukul tangan Nara agar melepaskan tangannya.
"Biarin." Saut Nara sambil mencium pipi Jia.
"Arghhhh Nara....Kamu....!" Seru Jia menahan malu dan kesal karena kelakuan Nara.Abel yang melihat hanya bisa melongo pucat melihat adegan dewasa dihadapannya." Hah apa seganas ini ya kelakuan om om." Batinnya sambil melihat Nara dan bergantian melihat Reno.Reno yang melihat perubahan wajah Abel segera meraih tangannya dan mengajaknya pergi.
"Hey mau kemana." Abel kaget tiba tiba tangannya di tarik Reno.
"Apa kamu mau melihat mereka bermesraan,mendingan kita bermesraan sendri." Seru Reno menggoda Abel.Abel yang masih mencerna perkataan Reno,dengan reflek memukul tangan Reno yang masih menggenggamnya ketika sadar maksud dari ucapannya.
"Lepasin tanganku tuan,tolong aku masih polos aku nggak mau ternoda." Ujar Abel panik dan membuat Reno menggelengkan kepala.Reno mengajaknya duduk di sebuah sudut ruangan yang lain.
"Memangnya kamu pikir,aku mau ngapain kamu?" Tanya Reno mendekatkan wajahnya ke wajah Abel,Hingga membuat Abel menelan salivanya dengan susah payah dan jangan ditanya lagi detak jantungnya wes ambyar nggak karuan,hehe.Reno yang melihat raut wajah Abel cemas semakin membuatnya ingin menggoda gadis abg itu.
"Ayo jawab,kenapa kamu diam saja,atau jangan jangan kamu juga ingin ya di cium kaya nona Jia tadi." Reno mengerlingkan matanya menggoda Abel.Abel yang sudah takut tingkat dewa langsung mendorong tubuh Reno untuk menjauh darinya,dan setelah berhasil dia buru buru bangun.
"Mama tolong Abel dari om mesum ini." Seru Abel sambil berlari pergi menjauhi Reno.
"Reno yang mendengar teriakan Abel sampai tertawa puas.Entah sejak kapan Reno merasa dirinya berubah setelah beberapa hari ini mengenal Abel.
.
.
.
.
.
Kasih votenya ya kakak.....