NARA'S LOVE FOR JIA

NARA'S LOVE FOR JIA
Sahabat Selamanya



Sudah dua jam lebih Reno menunggu Abel tidur,ingin dia membangunkannya tapi melihat Abel tidur pulas Reno mengurungkan niatnya dan menunggu beberapa menit lagi.Hingga terdengar suara dering dari ponselnya.


"Ren kamu ambil baju kemana? Kenapa lama sekali!" Seru Nara tanpa menyapa Reno dulu,hingga membuat Reno menjauhkan ponsel dari telinganya karena suara Nara yang keras.


"Iya maaf tuan,sebentar lagi kita balik." Jawab Reno pelan.


"Ok ,buruan keburu malam jangan bawa anak orang pergi lama-lama." Pesan Nara sebelum mengakhiri telfonnya.


"Baik tuan."


Reno mencoba membangunkan Abel berungkali tapi Abel hanya menggeliat dan kembali tidur lagi.


"Awwww...." Jerit Abel dan membuka matanya seketika sambil memegang hidungnya yang merah karena di cubit Reno.


"Ayo bangun!" Ucap Reno sambil menahan tawa karena berhasil mengerjai Abel dengan mencubit hidungnya.


"Huh,apa kamu nggak bisa bangunin pakai cara lain?" Seru Abel masih memegangi hidungnya.


"Cara lain?" Reno mengernyitkan dahinya dan memajukan wajahnya mendekati Abel.


"Kamu mau di bangunin pakai ciuman kaya gini?" Reno seketika mencium pipi Abel dan tersenyum puas melihat wajah Abel yang sudah kaya kepiting rebus.


"Huh,dasar om-om mesum...!" Seru Abel sambil memukul dada bidang Reno.


"Hey,kan kamu sendiri yang minta di bangunin pakai cara lain,kenapa sekarang protes." Sanggah Reno tanpa rasa bersalah.


"Dasar mesum." Gerutu Abel.


"Sudah ayo buruan kita harus balik ke rumah tuan Nara nanti keburu malam."


"Hah ya ampun ini sudah sore,aku tidur lama ya?"


"Menurutmu? kamu tuh cewek tidur di bangunin susah banget,aku sampai pegal bangunin kamu."


"Hehehe maaf,habisnya aku capek banget." Ucap Abel sambil tersenyum meringis dan memperlihatkan deretan gigi putihnya.


""Uhhhh,kamu tuh ngegemesin,sudah sekarang kita balik ya.Barang-barang nona Jia apa sudah semua." Ujar Reno sambil memegangi pipi Abel gemas.


"Iya itu sudah semua." Jawab Abel sambil menunjuk koper dan satu tas ransel milik Jia.


Nara turun ke bawah menuju ruang kerjanya setelah memastikan Jia tidur dengan pulas, untuk mengecek beberapa pekerjaan kantor.Dan setengah jam berlalu,terdengar suara mobil Reno datang.


Reno langsung menyusul Nara ke ruang kerja,karena Nara tadi sempat mengirimkan pesan agar Reno menyusulnya ke ruang kerja,tapi sebelumnya Reno mengantar Abel dan membawakan barang-barang Jia ke kamar Nara.


"Permisi tuan."


"Masuk Ren."


Nara terlihat sedang sibuk di depan laptopnya memandangi video Jia dan Bima yang di kirim oleh nomor tak di kenal.


"Ren,kamu cari tahu siapa yang mengirim video ini."


"Baik tuan." Tanpa menunggu lama Reno segera membuka laptopnya dan melacak nomor itu mencari keterangan sesuai perintah bosnya.


TIdak butuh waktu lama Reno sudah menemukan siapa orang yang mengirim video Jia dan Bima.


Reno bangun dari tempat duduknya dan menghampiri Nara. " Tuan ini orang yang mengirim video itu dan juga biodatanya.


Nara tampak serius membaca keterangan tentang orang yang ingin mengadu domba dirinya dengan Jia ini.Nara mengernyitkan dahinya mencoba mengingat sesuatu.


"Ini sepertinya aku pernah melihatnya Ren." Gumam Nara tapi belum sepenuhnya mengingat dengan jelas.


"Ini data-datanya tuan,dia anak dari salah satu rekan bisnis kita tuan.Dia bernama Mia anak dari tuan Arsen."


"Oh iya sekarang aku ingat,aku pernah melihatnya di acara pertunanganku bersama tuan Arsen."


"Tapi apa maksudnya dia mengirimkan video ini,ada masalah apa dia sama Jia hingga ingin merusak hubunganku dengan Jia." Gumam Nara.


"Saya akan mencari tahu informasinya tuan."


"Iya Ren,secepatnya cari tahu informasi selengkapnya.Dan jangan sampai lengah soal Mega,aku yakin pasti dia belum menyerah."


"Anda tenang saja tuan soal Mega,saya sudah menyuruh beberapa orang untuk mengawasi dia.


"Ok Ren,jangan sampai dia menganggu apalagi menyentuh Jia lagi.''


"Baik tuan."


"Kamu ngapain aja sih Bel,kenapa tadi lama banget ambil bajunya." Seru Jia yang sudah bangun karena suara Abel yang berisik membangunkan dia.


"Heheh maaf beb tadi aku ketiduran,habisnya capek banget."


"Dasar tukang tidur."


"Biarin,beb aku pulang dulu ya sudah sore nih."


"Kamu nggak mau nginep sini aja beb nemenin aku?" Tanya Jia seolah meminta Abel untuk tinggal.


"Nggak bisa beb,nanti mama nyariin aku,lagian aku nggak mau jadi obat nyamuk terus lihat kamu pacaran."


"Kan ada Reno beb,bukannya kamu juga sudah deket ya sama dia,kamu jangan bohong sama aku." Ujar Jia menyelidik.


"Ah apaan sih beb,aku nggak ada apa apa sama dia jangan ngaco deh." Abel berusaha menyangkal tebakan Jia,walaupun tidak di pungkiri kalau Abel sebenarnya juga sudah ada perasaan dengan Reno.


Tapi dia tidak mau mengakuinya dulu sebelum Reno benar-benar nembak dia,dia nggak mau di kira ke gran karena menyalah artikan perlakuan Reno.


"Sudah deh beb,ngaku aja.Masa sekarang kamu main rahasia sama aku." Jia masih berusaha membujuk Abel mengakui perasaannya.


"Huh...aku juga nggak tahu beb,habisnya dia nggak bilang kalau nembak aku.Dia kalau ngomong kaya teka teki nggak jelas." Sahut Abel.


"Dasar bocah kecil,kenapa dia begitu polos dan tidak tahu maksudku." Batin Reno tersenyum tipis dari balik pintu mendengar percakapan Jia dan Abel.


"Udah ah beb.aku mau pulang dulu besok pulang sekolah aku kesini lagi ngasih catatan buat kamu." Ucap Abel dan berpamitan pada Jia.


"Ok beb,kamu hati hati ya.Kamu pulang naik apa?"


"Aku naik taksi aja beb."


"Eh jangan beb,kamu biar di antar sopir Nara aja ,atau tuan Reno."Seru Jia memberikan pilihan.


"Nggak usah beb,aku naik taksi aja aku nggak mau merepotkan."


"Nggak apa apa beb,kalau kamu nggak mau di antar mending nggak usah pulang aja." Seru Jia.


"Biar saya saja nona yang mengantar Abel." Sahut Reno tiba tiba dari arah pintu dengan membawa nampan berisi dua gelas susu.


"Hah sejak kapan dia ada di situ?" Batin Abel yang kaget dengan kedatangan Reno.


"Iya tuan Reno tolong antar Abel,katanya dia nggak mau kalau nggak di antar sama anda." Ucap Jia menggoda Abel.


"Apa apaan sih kamu beb,siapa juga yang mau di antar sama dia." Seru Abel yang jadi salah tingkah.


"Anda tidak perlu khawatir nona saya akan mengantarkannya sampai di rumah dengan selamat." Imbuh Reno sambil melirik Abel.


Jia menahan tawanya melihat sahabatnya yang sedang malu salah tingkah.


"Ya sudah ayo buruan." Ucap Abel melirik Reno.


"Ayo kemana?" Tanya Reno pura-pura untuk menggoda.


"Huh niat nggak sih ngantar pulangnya." Seru Abel kesal.


"Iya-iya,sudah jangan ngambek,jelek tahu." Bisik Reno di telinga Abel,hingga mendapat jawaban dengusan kasar dari nafas Abel.


Dalam hati Jia bahagia kalau Abel bisa mendapat pasangan seperti dirinya.Jia juga ingin melihat Abel bahagia.


Walaupun sebenarnya ini bukan keinginan Jia untuk menikah muda,tapi setelah bertemu dengan Nara semuanya jadi berubah.Dia malah ingin cepat-cepat menikah.


"Semoga saja tuan Reno juga jodohmu beb,jadi kita bisa tetap bareng - bareng terus walaupun nanti kita sudah menikah." Batin Jia melihat punggung sahabatnya saat keluar dari kamar.


.


.


.


Jangan lupa vote dan likenya ya kakak.makasih.