NARA'S LOVE FOR JIA

NARA'S LOVE FOR JIA
Bagaimana Dengan Hatiku



Pagi pagi sekali Arga sudah sibuk berada di dapur,dia ingin membuat nasi goreng kesukaan Jia untuk sarapan.


"Tuan biar bibi saja." Tutur bi yanti yang tidak enak karena tuan mudanya mengambil alih pekerjaannya.


"Tidak bi,Arga mau masak spesial untuk Jia,sudah lama Arga nggak masakin buat Jia bi." Ucap Arga penuh semangat.


"Baiklah kalau begitu tuan,apa ada yang bisa bibi bantu tuan?" Tanya bi Yanti yang masih tidak enak.


"Nggak bi,nanti kalau Arga butuh bantuan,pasti akan panggil bibi." Ucap Arga sambil tersenyum.


"Baiklah kalau begitu saya permisi tuan."


"Iya bi."


"Kapan ya terakhir kali aku masak untuk Jia,huh rasanya sudah lama sekali,Ok aku akan menebus semuanya mulai hari ini." Gumam Arga.


Setelah selesai memasak semuanya Arga membawa nampan berisi dua piring nasi goreng dan dua gelas susu ke kamar Jia,dia mau sarapan berdua di kamar Jia,karena pagi pagi sekali Aldo sudah pulang ke rumahnya.


Terlihat Jia yang masih tidur pulas,Arga mendekati adiknya dan mengusap lembut rambut Jia.


"Sayang bangun!" Tutur Arga sambil mencium kening Jia.


"Ehm...kak ini kan masih pagi,Jia masih ngantuk kak." Jia hanya menggeliat dan kemudian tidur lagi.Arga hanya menggelengkan kepalanya tersenyum melihat tingkah adiknya.


"Bener nggak mau bangun,padahal kakak sudah masakin nasi goreng kesukaan kamu loh." Saut Arga dengan nada di buat kecewa.


"Hah nasi goreng! Kenapa kakak nggak bilang dari tadi." Seru Jia langsung bangun dari tidurnya,dan melihat sebuah nampan berisi makanan kesukaannya ada di depan mata.


"Ehm...baunya wangi sekali." Seru Jia mencium wangi nasi goreng di depannya dengan mata terpejam.Arga tesenyum melihat sikap Jia.


"Pasti ini enak banget." Imbuh Jia yang langsung mengambil sendok dan hendak memasukkan makanan ke mulutnya tapi langsung di cegah Arga.


"Eitz tunggu sayang,kamu nggak mau cuci muka dulu?"


"Ah kakak tanggung nih" Jawab Jia yang sudah memasukkan sendok ke dalam mulutnya.


"Huh dasar kamu,cewek kok jorok." Seru Arga sambil memasukkan makanan kedalam mulutnya juga.


"Hehehe...habisnya masakan kakak menggoda iman sih." Jawab Jia cengar cengir. "Kan udah lama Jia nggak makan masakan kakak, Jia kangen tahu." Ucap Jia tanpa sadar dan membuat Arga terdiam.


"Oh Tuhan kenapa hatiku rasanya sakit mendengar ucapan Jia,ternyata sudah begitu lama aku membiarkan adikku kesepian." Batin Arga sambil menatap adiknya sendu.


"Maafin kakak sayang,mulai sekarang kamu mau makan apa nanti kakak yang buatin." Lirih menatap adiknya.


Deg


Jia yang dari tadi menahan air matanya karena terharu dan bahagia dengan perlakuan kakaknya sudah tidak bisa menahan air matanya lagi.


"Maafin Jia kak!" Ucapnya dengan air mata yang sudah menetes di pipinya.


"Hey sayang stop don't cry!" Seru Arga sambil mengusap air mata Jia dengan kedua ibu jarinya.


"Jia egois,Jia manja kaya anak kecil karena hanya mikirin perasaan Jia tanpa mengerti posisi kakak." Ucapnya dengan terisak.


"No sayang,ini salah kakak,kakak terlalu sibuk kerja.Kakak hanya berpikir bagaimana mencari uang yang banyak tanpa berpikir bahwa kebahagiaan yang sebenarnya bukan cuma dari materi,tapi justru dari kasih sayang dan juga waktu kebersamaan yang nggak mungkin terganti karena waktu terus berjalan." Ucap Arga yang juga meneteskan air matanya.


Mendengar ucapan kakaknya membuat dada Jia semakin sesak,rasa bersalahnya semakin besar sudah membuat kakaknya kecewa karena kejadian kemarin.Dia meletakkan piringnya di kasur dan langsung memeluk Arga.


"Jia janji nggak akan buat kakak kecewa lagi." Ucapnya sambil memeluk kakaknya.


Arga membalas pelukan adiknya dengan erat,air matanya kembali menetes semakin deras begitupun dengan Jia.Ada perasaan lega di hati Arga memeluk adiknya seperti ini.


"Ok sayang sudah jangan menangis,sekarang kamu cepat habisin makannya,keburu nanti telat." Bisik Arga ditelingaJia.


"Emang kita mau kemana kak?" Tanya Jia sambil melepaskan pelukannya.


"Rahasia sayang,pokoknya habis makan kamu siap siap ya kita berlibur berdua." Ucap Arga sambil mengelus rambut adiknya.


"Liburan?" Tanya Jia dengan wajah berbinar bahagia,pasalnya sudah lama baget mereka tidak liburan bersama.


"Iya sayang.'' Ucap Arga sambil mencubit pipi Jia gemas.


"Yes...liburan...asik." Teriak Jia kegirangan. "Jia boleh ngajak Abel kak?" Tanya Jia .


"No sayang ini hanya untuk kita berdua,kakak mau kita menghabiskan waktu hanya berdua." Tegas Arga sambil tersenyum.


"Ehm...ok..ok kak,cuma kita berdua kan,kakak nggak akan ninggalin Jia untuk bekerja kan disana?" Ucap Jia menegaskan sambil memiringkan kepalanya melirik kakaknya.


"I'm promise." Jawab Arga dengan tersenyum.


"Siap bos.'' Ucap Jia semangat.Arga tersenyum bahagia melihat tingkah adiknya.


"Bagaimana bisa kakak melepasmu Jia,apa kakak sanggup." Batin Arga sedih.


Jam setengah delapan Jia dan Arga sudah berada di bandara,Arga akan mengajak Jia berlibur ke Bali,karena Bali adalah tempat yang penuh kenangan untuk mereka.Dulu sewaktu orang tua mereka masih ada,mereka sering berlibur ke Bali.Jadi Arga ingin mengenang kembali kenangan semasa mereka kecil dulu.


Nara dan Reno sudah tiba di kantor Arga.Nara sudah bertekad ingin bicara soal Jia dengan Arga.Karena Arga dan Aldo belum sampai , mereka di persihkan menunggu di ruangan Arga di antar oleh sekertaris Arga.


"Silahkan tuan menunggu di sini,sebentar lagi tuan Aldo akan datang." Ucap sekertaris itu dengan ramah.


"Baik,terimakasih." Saut Reno.Nara melihat sekeliling ruangan Arga dan matanya menangkap foto yang menarik perhatiannya,


Ya foto Jia dan keluarganya.terlihat di foto itu Jia masih kecil dan terlihat menggemaskan.Dan ada sebuah foto lagi di meja Arga,foto Jia dan Arga.Dimana difoto itu terlihat Jia memeluk Arga dan mencium pipi Arga.Nara tersenyum tipis melihat foto itu. "Aku jadi rindu..." Batinnya.


Ceklek...


Pintu terbuka dan terlihat Aldo masuk hingga mengagetkan Nara yang sedang memperhatikan foto Jia.


"Selamat pagi tuan Nara,tuan Reno maaf membuat anda berdua menunggu lama." Ucapnya sambil mengulurkan tangannya kepada kedua tamunya itu.


"Pagi tuan." Ucap Nara dan Reno serentak dan menjabat tangan Aldo secara bergantian.


"Tidak tuan,kami juga baru saja datang." Imbuh Nara tersenyum.


"Oh iya,kalau begitu silahkan duduk." Ucap Aldo kepada kedua tamunya.


Nara terlihat ingin bertanya sesuatu pada Aldo karena sudah setengah jam mereka membahas pekerjaan Arga juga belum datang.


"Maaf tuan,kenapa tuan Arga belum datang ?" tanya Nara akhirnya karena penasaran.


"Oh iya maaf tuan,saya sampai lupa.Untuk beberapa hari kedepan Arga tidak bisa ikut menghandel proyek ini karena sedang ada kepentingan." Jawab Aldo dengan tersenyum.


"Memangnya ada apa tuan,apa ada masalah?apa ada kaitannya dengan masalah kemarin?" Tanya Nara to the point dengan muka cemas.Reno hanya melirik ke arah bosnya yang sedang terlihat cemas.


Aldo sudah tahu pasti Nara akan bertanya soal itu.Diapun menghela nafas panjang.


"Ya bisa dibilang ada kaitannya tuan tapi anda tenang saja ini tidak akan mempengarui kerja sama kita." Ucap Aldo meyakinkan.


"Bukan itu yang saya pikirkan tuan." Jawab Nara.Aldo sudah tahu arah pembicaraan Nara.Tapi dia ingin mendengar Nara bicara sampai selesai.


"Apakah ini karena Tuan Arga tidak merestui hubungan saya dengan Jia?'' Imbuh Nara langsung to the point.


"Seperti yang saya bilang kemarin tuan,bukan tidak meretui tapi belum karena Arga belum siap melepas Jia." Saut Aldo.


"Sepertinya saya harus menemui tuan Arga langsung." Seru Nara beranjak berdiri.


"Mereka tidak ada di rumah tuan,mereka sudah berangkat pergi tadi pagi." Saut Aldo langsung.


"Maksud anda tuan?" Seru Nara dengan nada agak meninggi.Reno yang melihat Nara sudah di kuasai dengan emosi segera menenangkan bosnya dan menyuruhnya kembali duduk.


"Tenang tuan,duduklah dulu.Biar tuan Aldo memberikan penjelasan." Ucap Reno yang beranjak berdiri lalu menyentuh pundak Nara untuk menenangkannya.


"Bagaimana aku bisa tenang Ren." Sautnya sambil mengusap kasar mukanya dan kembali duduk.


Aldo tersenyum tipis melihat sikap Nara,dia dapat melihat bagaimana khawatirnya Nara mengetahui Jia pergi.


"Kenapa tuan Arga membawa pergi Jia pergi?" Tanya Nara yang sudah agak tenang sambil menatap Aldo.


"Bukan membawa pergi tuan,mereka hanya berlibur saja." Jawab Arga sambil tersenyum.


"Berlibur?berlibur kemana tuan?" Tanya Nara penasaran.


"Maaf tuan saya tidak bisa memberi tahu kepada anda,karena saya juga tidak tahu." Jawab Aldo sambil tersenyum lagi.Dia baru melihat sendiri orang bisa gila karena cinta.


"Baiklah kalau anda tidak ingin memberi tahu,saya bisa cari tahu sendiri." Saut Nara dingin.


"Kalau saya jadi anda saya tidak akan mengganggu mereka dulu,biarkan mereka menikmati waktu bersama." Ujar Aldo memberi saran.


Nara terdiam mendengar saran dari rekan kerjanya itu.


"Tapi bagaimana dengan hatiku? Sekarang saja aku sudah sangat merindukan Jia,aku bisa benar benar gila kalau tidak bertemu dengan Jia dalam waktu yang lama.''


*****


Terimakasih yang sudah setia baca novelku,,,jangan lupa kasih like dan votenya ya kakak*....