NARA'S LOVE FOR JIA

NARA'S LOVE FOR JIA
Sudah Bernafasnya Sayang?



"Tenang sayang itu nggak akan terjadi,nanti biar tante yang kasih penjelasan sama Nara." Sahut mama Ajeng setelah mendengar cerita Mega.Mega langsung tersenyum lega mendengarnya.Sedangkan Nara tersenyum sinis melihat tingkah laku Mega yang sangat menjijikan baginya.


"Halo semua maaf papa telat." Sapa papa Wira yang baru saja datang.


"Ih papa kebiasaan suka telat." Sahut mama Ajeng mendekati suaminya dan mengambil tas yang dia pegang.


Wira menyalami calon besannya dan ngobrol ngobrol ringan membiarkan para wanita yang membahas pernikahan.


Ehem....


Nara berdehem dan membuat semua orang memperhatikannya.


"Maaf sebelumnya aku mau bicara." Ucap Nara dan membuat semua mata tertuju padanya.Mega terlihat cemas melihat Nara dengan raut wajah yang serius,dia sangat takut kalau Nara akan mengatakan kejadian yang tadi siang dia lihat.


"Ehm..Nara boleh aku bicara padamu sebentar?" Ucap Mega,yang hanya di balas dengan lirikan tajam mata Nara,yang langsung membuatnya menunduk.


"Nara kamu jangan buat Mega takut dong! Sana kalian bicara berdua dulu." Seru mama Ajeng dengan nada kesal.


"Nggak ma,biarin Nara bicara dulu."


"Kamu itu ya suka sekali bantah perintah mama!"


"Sudah jeng biarin Nara bicara dulu." Pinta mama Putri.


"Nara kamu mau bicara apa?" Tanya papa Wira pada anaknya,dia tahu saat ini Nara sedang serius.


"Sebelumnya Nara minta maaf sama mama dan papa,Nara ingin membatalkan perjodohan ini ma,pa! Dia bukan wanita yang baik untuk keluarga kita." Seru Nara yang langsung membuat semua orang di situ terkejut,terlebih Mega.Dia tidak menyangka ketakutannya benar benar terjadi.


"Maksudmu apa nak Nara mengatakan anak kami bukan wanita baik?" Ucap Seno kesal.


"Om bisa tanya langsung sama anak om itu?"


"Nara jaga bicaramu,kenapa kamu jadi tidak sopan begini." Mama Ajeng mulai marah dengan Nara.


"Ok supaya semua cepat selesai kalian harus lihat ini.Dan ma,Nara akan menerima perjodohan ini kalau mama sudah melihat bukti yang Nara bawa ini dan masih memaksa Nara untuk menikahinya."Ucap Nara sambil menunjuk Mega.


"Ren..."


"Iya tuan." Terlihat Reno masuk dan membawa sebuah laptop.Tanpa menunggu aba aba dari bosnya Reno menyalakan laptop dan memutar video yang tadi dia rekam.Muncullah video Mega sedang berhubungan intim dengan seorang pria.Semua orang terkejut melihat video itu,terutama mama Ajeng dia langsung lemas terlihat di raut wajahnya sangat kecewa dan juga marah.


"Sayang kamu janji kan,bila kamu nanti menikah dengan pria itu kamu akan menceraikannya setelah kamu mendapatkan hartanya dan kembali padaku." Ucap pria yang sedang memeluk Mega.


"Iya sayang aku janji,kamu tenang saja." Jawab Mega dan mengecup bibir pria itu.


Semua orang bisa mendengar jelas percakapan Mega.


"Pergi kalian dari rumahku!" Seru mama Ajeng.


"Tante maafin aku! Aku bisa jelasin tante." Ucap Mega sambil menangis.


"Cepat pergi atau satpam yang akan menyeretmu keluar!" Bentak Ajeng.


"Tidak perlu,kami akan keluar sendiri." Seru Seno mengajak istrinya dan menarik tangan anaknya.


"Pa bentar,Mega mau jelasin semuanya pa!"


"Cukup Mega, kamu sudah mempermalukan papa!" Bentak Seno menatap tajam anaknya.


Sejak saat itu mama Ajeng tidak lagi mencarikan jodoh untuk Nara,dia merasa bersalah pada anak satu satunya itu.Dan Narapun bisa bernafas lega.


***


Di dalam kamar telihat Jia dan Abel berbaring di tempat tidur,Abel lega karena Jia tidak di marahi Nara.


"Jia gimana nanti kalau kak Arga tahu?"


"Jangan sampai kak Arga tahu dong,aku nggak mau kalau nanti di larang naik motor lagi."


"Memangnya cuma Arga saja yang akan nglarang kamu naik motor lagi?" Sahut Nara dari depan pintu kamarnya.


Deg...


"


Nara berjalan menghampiri Jia dan duduk di depannya.


"Mulai sekarang kamu nggak boleh naik motor,aku yang akan mengantar kamu ke sekolah!" Ucap Nara tegas.


"Hah...aku nggak mau,kamu nggak bisa nglarang aku,motor itu sudah jadi bagian dari hidupku ." Saut Jia kesal.


"Jia,aku nggak mau terjadi apa apa dengan kamu.Setidaknya sampai lukamu sembuh."


Jia menatap Nara,hatinya lega mendengar ucapan Nara.


"Bener janji ya,hanya sampai lukaku sembuh?" Jia memajukan wajahnya ke samping wajah Nara yang sudah memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Bener kan hanya sampai aku sembuh." Ucap Jia lagi menarik dagu Nara agar menghadap ke arahnya.


"Huh,iya sayang..." Ucap Nara gemas sambil memegang pipi Jia dengan kedua tangannya dan mengecup bibir Jia.


Reno dan Abel terkejut menghela nafas panjang dengan kelakuan Nara yang tidak tahu tempat juga kondisi saat bermesraan.


"Aduh bos,lihat lihat dong kalau mau bermesraan." Ujar Reno yang sudah beranjak keluar,dan Abel mengikutinya keluar.


"Huh,sukanya bikin baper aja." Gerutu Abel,yang bisa di dengar oleh Jia dan Nara.


"Kamu tuh nakal ya." Seru Jia seraya memukul tangan Nara agar lepas dari pipinya.


"Hahaha biarin aja,di sini kan bosnya aku." Ucap Nara sombong,yang langsung di balas Jia dengan cubitan di pinggangnya.


"Aww,sakit sayang."


"Biarin."


"Ow...ok aku balas ya." Terukir senyuman licik di bibir Nara.Jia yang bisa menebak maksud Nara langsung menjauhkan tubuhnya.


"No Nara,jangan macam macam aku lagi sakit nih." Seru Jia dengan wajah memelas dan menunjukkan lukanya berharap Nara tidak menyerangnya.


"Emang kamu pikir aku mau ngapain?"


"La memang kamu tadi mau ngapain?"


"Di tanya kok malah ganti nanya,atau jangan jangan kamu mau..." Ucap Nara menggantung kata katanya hingga membuat Jia penasaran.


" Mau apa?'


" Mau..."


Tiba tiba Nara sudah mendorong Jia dan dengan gerakan cepat tapi hati hati Nara segera ******* bibir Jia hingga membuat Jia susah bernafas.


Jia mencoba mencari celah untuk bisa bernafas,Nara yang sadar kalau kesayangannya kehabisan nafas segera menghentikan ciumannya sejenak memberi waktu Jia bernafas.Jiapun lega karena Nara menyudahi ciumannya dia hendak berpaling dari tatapan Nara ,tapi Nara langsung memegang dagunya.


"Sudah bernafasnya sayang?" Bisik Nara,dan tanpa menunggu jawaban Jia,dia langsung ******* bibir Jia lagi,tapi sekarang dengan irama yang lembut.Di rengkuhnya leher Jia pelan,di lumatnya pelan bibir Jia.Lidahnya juga sudah bermain dengan lidah Jia,walau awalnya kaku tapi lama kelamaan Jia bisa mengimbangi permainan Nara.


Mereka terbawa suasana dan terlihat saling menikmati.Nara benar benar hilang kontrol lagi,dia kini sudah menuruni leher jenjang Jia dan menciuminya dengan nafas yang memburu,desahan kecilpun juga sudah lolos dari bibir mungil Jia.


Tangan Narapun tidak tinggal diam,tangannya sudah bergerilya di bagian dada Jia dan membuka satu persatu kancing kemeja Jia.


Jia yang sudah terbawa suasana hanya pasrah dengan perlakuan Nara,Jia merasakan seluruh tubuhnya menegang dan suhu tubuhnya sudah menjadi panas saat Nara mencium salah satu bagian tubuhnya yang sensitif dan meninggalkan bekas kissmark di sana dan membuat Jia mendesah.


"Ahhh...Nara..hentikan." Ucapnya sambil menjambak rambut Nara.


Nara tersadar dan menghentikan ciumannya. "Ah baby let's get married now,I'm going crazy if i have to hold on!" Bisik Nara parau menahan gairahnya.


.


.


.


.


.


Hay kakak kakak,makasih ya udah baca novelku.Di tunggu like dan votenya ya.