NARA'S LOVE FOR JIA

NARA'S LOVE FOR JIA
Siapa Itu Kara?



Pagi-pagi sekali Jia sudah rapi dan sudah bersiap untuk pergi.Jia meninggalkan pesan di atas tempat tidur untuk kakaknya,dia tidak mengirimkan pesan lewat ponsel karena tidak mau menghidupkan ponselnya,karena Jia tahu pasti Nara akan menghubunginya.


Hari ini Jia ingin pergi ke suatu tempat untuk menenangkan hatinya,dia tidak memberi tahu siapapun mau pergi kemana,bahkan Abelpun tidak dia beri tahu.Jia pelan-pelan membawa motor keluar rumah dan menghidupkan motornya beberapa meter dari rumah.


Arga yang hendak mengajak Jia sarapan terkejut mendapati kamarnya kosong dan hanya menemukan kertas berisi pesan dari Jia.


"Sayang sebenarnya apa yang terjadi,kenapa kamu sampai pergi segala?" Gumam Arga cemas.Arga lantas segera menghubungi nomor Jia,tapi tidak aktif.


"Permisi tuan,di bawah ada tuan Nara mencari nona Jia." Suara bi Yanti membuyarkan lamunan Arga yang sedang berpikir kemana adiknya pergi.


"Iya bi,biar Arga yang temui." Arga bergegas turun untuk menemui Nara dengan masih memegang kertas pesan dari Jia.


Melihat Arga turun,Nara langsung beranjak berdiri dari duduknya.


"Ga,Jia mana? Aku harus ketemu sama dia,ada hal penting yang harus aku jelasin sama dia." Seru Nara berdiri di depan Arga.


Arga tidak menjawab pertanyaan Nara tapi,dia memberikan surat dari Jia pada Nara.Mata Nara terbelalak membaca pesan yang di tulis Jia,dia menjatuhkan tubuhnya ke sofa wajahnya berubah memucat cemas.


Arga duduk di depan Nara,dan mencoba bertanya. "Sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian Nara,kenapa tiba-tiba Jia pergi ingin menenangkan diri." Tanya Arga dengan tegas.


Nara menghela nafas panjang lalu menceritakan kesalah pahamannya dengan Jia.


"Kenapa kamu tidak jujur dari awal,saat ini pasti Jia kecewa karena merasa kamu bohongi Nara." Sahut Arga dengan suara kecewa.


"Aku minta maaf Ga,aku pikir itu hanya sebuah masa lalu yang tidak perlu aku ungkap,karena rasa cintaku untuk Jia sangatlah besar di banding dengan sahabatku itu dulu."


"Justru karena kamu mencintai Jia,kamu harus jujur tentang masa lalumu juga Nara supaya masa lalumu tidak menjadi boomerang seperti ini."


"Iya Ga,aku tahu aku salah.Tolong beri tahu aku dimana Jia sekarang aku ingin menjelaskan semua padanya."


"Aku juga tidak tahu dimana Jia sekarang."


"Ga,tolong! Aku mohon jangan sembunyikan Jia lagi dariku." Nara terus memohon dengan wajah cemas.


"Aku beneran nggak tahu Jia kemana,dari tadi ponselnya tidak aktif.Aku akan mencoba menghubungi Abel." Ucap Arga seraya mengambil ponselnya untuk menghubungi Abel.


Arga nampak cemas karena ternyata Abel tidak tahu dimana Jia, dan katanya dia juga tidak berada di sekolahan.Melihat Arga mengakhiri panggilannya Nara langsung bertanya pada Arga.


"Abel juga nggak tahu dimana Jia,di sekolah Jia juga nggak ada." Jawab Arga yang juga semakin cemas.


Nara dan Arga terlihat sangat cemas,karena tidak tahu keberadaan Jia.


"Sayang kamu kemana?" Gumam Nara mengusap kasar wajahnya.


Dari luar terdengar suara mobil berhenti,Arga dan Nara segera beranjak dari duduknya dan berlari menuju pintu berharap itu Jia.


Langkah mereka berhenti dan kecewa saat melihat bukan Jia yang datang melainkan Aldo yang datang.


"Hey kalian kakak dan adik ipar kompak banget menyambut kedatanganku." Celoteh Aldo terkekeh melihat Arga dan Nara berlari bersamaan yang dia kira menyambutnya.


"Loh kok mukanya pada sedih gitu,nggak suka ya aku datang kesini." Ucap Aldo lagi masih dengan wajah bercandanya.


"Jia kabur Al...." Arga berucap pelan.


"Hah...kabur...maksud kamu apa Ga? Bukannya Jia di rumah Nara!" Seru Aldo ikut cemas.Nara menceritakan semua pada Aldo


dan terlihat Aldo juga kaget mendengar cerita dari Nara.


Sudah hampir dua jam mereka mencari petunjuk keberadaan dan menghubungi semua teman-teman Jia,tapi belum memperlihatkan tanda-tanda keberadaan Jia.


"Ga bukannya kamu memasang gps di motor Jia?" Seru Aldo tiba-tiba.


"Astaga kenapa aku sampai lupa." Arga mengusap wajahnya dan langsung melacak gps di motor Jia menggunakan ponselnya.


"ARghh, Jia sengaja melepas gpsnya Al,ini masih berada di sekitar rumah." Seru Arga menunjukkan ponselnya.


Nara dan Aldo melihat ponsel Arga bersamaan,Nara terlihat semakin sedih dan khawatir.


"Sayang kamu dimana sekarang,aku minta maaf Jia." Batin Nara sambil memejamkan matanya.


----


Di tempat lain,terlihat Reno sedang berbicara serius dengan Abel.Setelah mendapat telfon dari Arga,Abel langsung menghubungi Reno dan memintanya datang ke sekolah saat jam istirahat karena ada yang ingin dia tanyakan padanya.


Reno kaget saat mendengar kalau Jia pergi,dan lebih kaget lagi saat Abel bertanya tentang Kara.Dia tidak menyangka Jia akan melihat foto Nara dan Kara.


"Sebenarnya apa hubungan tuan Nara dengan wanita bernama Kara?" Tanya Abel dengan muka penuh selidik.


Reno menghela nafas panjang dan mulai menceritakan tentang Kara sahabatnya dari kecil dan Nara juga Reza.


"Dulu Nara pernah mengalami masalah dengan ginjalnya dan membutuhkan donor ginjal,mendengar Nara sakit tanpa pikir panjang Kara langsung mendonorkan ginjalnya." Reno berhenti sebentar mengambil nafas lalu melanjutkan lagi ceritanya.


"Terus...?" Tanya Abel lagi dengan tidak sabar mendengar kelanjutan cerita Reno.


"Beberapa bulan setelah Kara pergi,dia memberi kabar ingin putus dari Nara.Nara yang dari awal tidak memiliki perasaan dengan Kara dengan senang hati mengakhiri hubungan mereka.Tapi Nara kesal karena Kara berbohong dengan alasannya meminta putus."


"Memang kenapa kesal,bukannya tuan Nara tidak mencintainya?" Sahut Abel.


"Memang,tapi Nara kesal karena Kara bilang ingin fokus kuliah dulu padahal ternyata dia memiliki kekasih baru di sana.Itu yang membuat Nara kesal.Dan sejak saat itu Nara tidak pernah lagi berhubungan dengan Kara begitu juga aku dan Reza." Ucap Reno dan mengakhiri ceritanya.


"Kasian Jia harus salah paham lagi seperti ini." Gumam Abel.


"Apa kamu beneran tidak tahu kemana nona Jia pergi?" Tanya Reno menegaskan dengan suara menyelidik dan menatap wajah Abel curiga.


"Aku benaran tidak tahu!" Seru Abel memasang muka kesalnya.


"Apa ada tempat yang sering kamu kunjungi bersama nona Jia?"


"Tempat yang aku kunjungi sama Jia banyak banget,tapi....Ah apa mungkin Jia beneran di sana?" Batin Abel yang tidak melanjutkan ucapannya hingga membuat Reno semakin curiga.


"Tapi apa? Tolong jangan sembunyikan apapun yang kamu tahu,Nara sangat mengkhawatirkan nona Jia saat ini dan pasti tuan Arga juga cemas."


"Aku tidak yakin sebenarnya,tapi ada kemungkinan Jia ada di sana."


"Dimana cepat katakan padaku." Reno mendesak Abel.


Kring


Terdengar suara bel berbunyi tanda istirahat sudah selesai.


"Tunggu aku setelah selesai pelajaran terakhir aku akan mengantarmu kesana,tempatnya sangat jauh dari kota." Ucap Abel,Reno menyetujuinya dan menunggu di kantin sekolahan.


Reno menghubungi Nara dan memberi tahu kalau dia mendapat informasi dari Abel dimana keberadaan Jia sekarang.Dan tanpa menunggu lama Nara,Arga dan juga Aldo segera bergegas menuju ke sekolahan Abel.


"Kenapa kamu kesini lagi,bukannya baru lima belas menit kamu masuk kelas?" Tanya Reno penasaran melihat Abel menghampirinya dan sudah membawa tas serta jaketnya.


"Gurunya nggak datang,ya sudah aku ijin aja." Jawab Abel santai.Reno hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap Abel.


"Ya sudah ayo." Seru Reno mengajak Abel ke mobilnya.


Reno berhenti di depan sekolahan untuk menunggu Nara.


"Kenapa berhenti?"


"Kita tunggu tuan Nara,dan tuan Arga dulu tadi aku sudah menghubungi mereka." Jawab Reno saat hendak turun dari mobil karena dari depan sudah terlihat mobil Nara,Abelpun mengikuti Reno turun.


"Kak Arga..." Sapa Abel pelan.


"Kamu beneran tahu dimana Jia sekarang Bel?" Tanya Arga dan Nara hampir bersamaan.


"Sebenarnya Abel juga nggak yakin kak,tapi ada kemungkinan kalau Jia disana.Jia pernah ngajak aku kesana dan bilang ingin membeli tempat itu kalau uang tabungannya sudah cukup.Dan itu juga salah satu alasan Jia ikut lomba balap motor kemarin agar uangnya cukup untuk membei vila itu." Abel menceritakan tempat yang di inginkan Jia.


"Membeli vila? Kenapa Jia tidak minta uang padaku" Tanya Arga kaget,semua orang yang mendengarkan cerita Abel juga terlihat kaget.


"Iya kak,Jia pernah biilang ingin membeli vila itu dengan uangnya sendiri.Jia mengumpulkan uang hasil dia menjual beberapa desain gambar model bajunya dan juga uang dari semua lomba balap motornya kak,tapi Abel belum tahu apa Jia sudah membelinya atau belum." Abel menceritakan perjuangan Jia selama ini dan membuat Arga terkesiap.


Nara juga tidak menyangka mendengar cerita Abel tentang kebenaran seorang Jia yang sangat dia cintai itu. "Dari awal aku sudah merasa ada yang berbeda denganmu sayang." Batin Nara.


"Oh ya Ga,aku baru ingat kalau Jia pernah menanyakan tentang notaris untuk jual beli tanah dulu padaku." Sahut Aldo.


"Ah kenapa kamu nggak bilang sama aku Al?"


"Saat itu Jia hanya bilang pengen tahu saja,jadi aku tidak berpikir aneh-aneh Ga." Imbuh Aldo.


"Sudahlah mending kita susul Jia sekarang Ga." Saut Nara sudah tidak sabar.


"Iya Nara,ayo!" Jawab Arga cepat.Nara yang masih ingin mendengar cerita lebih banyak tentang Jia dari Abel memilih ikut di mobil Reno dan meminta Aldo untuk membawa mobilnya.


Nara duduk di samping Reno sedangkan Abel duduk di kursi belakang,sesekali Nara menoleh ke belakang karena terkejut mendengar cerita tentang perjuangan Jia.


"Tunggu aku sayang." Gumam Nara menatap jalan lurus di depannya.


.


.


.


Kira-Kira Jia ada nggak ya di tempat yang mereka tuju sekarang?


Bantu vote ya kakak...jangan lupa juga kasih likenya biar tambah semangat aku nulisnya.