NARA'S LOVE FOR JIA

NARA'S LOVE FOR JIA
Gagal Paham



"Ren mana makanan yang aku suruh pesan tadi?" Tanya Nara yang teringat kalau sedari tadi mereka belum makan.


" Oh iya ini tuan.'' Reno menyerahkan bungkusan makanan yang berisi 2box makanan pada Nara dan meninggalkan 2box lagi untuk dia dan juga Abel.


Reno mengambil 1box lalu dia berikan kepada Abel. " Ini untukmu makanlah!" Ucap Reno sembari mengulurkan boxnya.


Abel yang sedari tadi menatap fokus keluar jendela hingga tidak mendengar Reno mengajaknya bicara,sampai Jia memanggilnya beberapa kali.


"Bel...Abel....." Seru Jia untuk kedua kali hingga Abel kaget.Jia heran kenapa Abel jadi pendiam padahal biasanya dia cerewet banget.


"Eh...Ehm..iya ada apa Jia?" Ucapnya gugup,sambil menoleh kebelakang menghadap Jia.


"Itu." Ucap Jia melirik kebox yang di pegang Reno untuk Abel.


Abel melihat box di tangan Reno mengarah kepadanya dengan tangan yang satunya masih menyetir,dia yang gagal paham terus membuka box makanan itu kemudian menyendok makanan lalu mengarahkan ke Reno yang masih menyetir mau menyuapi,karena dia pikir tadi Jia menyuruhnya untuk menyuapi Reno yang sedang menyetir mobil.Alhasil Reno pun kaget begitu juga Jia dan Nara yang melihat.


"Bel,kamu ngapa....?" Jia tidak jadi meneruskan kata katanya karena disenggol oleh Nara.


"Biarkan saja,sepertinya temanmu itu salah pengertian tadi." Bisik Nara pada Jia yang di ikuti anggukan dari Jia.Mereka berdua hanya menahan tawa di kursi belakang.


Reno yang masih kaget dengan sikap Abel yang tiba tiba ingin menyuapinya masih bingung mau buka mulut atau tidak sampai dia nggak fokus nyetir mobilnya.


"Ehem..Ren kamu nggak kasian tangannya pegel loh.'' Goda Nara.


"Tapi kan Tuan saya tidak menyu...'' Saut Reno yang tak bisa melanjutkan kata katanya karena sudah disaut Jia.


"Sudahlah tuan Reno,lagian kan nggak mungkin nyetir sambil makan,mumpung Abel lagi baik loh mau nyuapin." Imbuh Jia sambil terkekeh bersama Nara.


Abel yang tersadar dari sikap bodohnya langsung ingin menarik tangannya tapi keburu tangannya di pegang Reno dan mengarahkan sendok yang di pegang Abel kemulutnya.


"Buruan kamu suapin aku,nanti kalau sudah habis gantian kamu bisa makan."Ucap Reno sambil menatap Abel.Abelpun tid ak bisa berkata apa apa selain melakukan perintah Reno walaupun bibirnya tidak berhenti menggerutu dan sesekali mengerucutkan bibirnya.


Reno yang melhatnya begitu gemas. "Huh kalau dibelakang nggak ada tuan Nara dan juga nona Jia pasti sudah kucubit pipinya itu." Batin Reno tersenyum tipis.


Setelah mengantarkan Abel lebih dulu kini mobil Nara sudah sampai didepan rumah Jia. Reno memanggil satpam ya ng sedang berjaga dan mengatakan sesuatu padanya ,dan setelah itu dia membukakan pintu gerbang.Sampainya di garasi rumah Jia Nara hendak membangunkan Jia yang tertidur pulas tapi karena tidak tega dia membopong Jia dari mobil dan hendak membawanya masuk kerumah.


Tapi di depan pintu sudah terlihat Arga berdiri dan berjalan menghampiri Nara dan Reno.


"Maafkan adik saya merepotkan anda tuan Nara." Ucap Arga yang langsung mengambil Jia dari tangan Nara.


"Oh tidak apa apa tuan,biarkan saya yang membawanya." Saut Nara tapi sudah keburu tubuh Jia berpindah ketangan Arga.


"Terimakasih tuan,tapi maaf hari sudah malam sebaiknya anda pulang untuk beristirahat pasti anda sangat lelah!" Ucap Arga yang berlalu membawa Jia masuk tanpa mempersilhkan tamunya ini untuk masuk.


Di balik pintu Aldo yang melihat semua langsung keluar menemui Nara dan juga Reno yang kaget dengan sikap Arga yang terasa dingin tidak seperti waktu mereka meeting membahas kerjasama tadi pagi.


Aldo sudah terbiasa mmenginap dirumah Arga kalau dia malas pulang,apalagi sekarang Arga sedang butuh teman jadi Aldo memilih untuk menginap.


"Selamat malam tuan Nara,tuan Reno.Maaf atas sikap Arga tadi." Imbuhnya sambil berjalan mendekati rekan kerjanya itu.


"Malam tuan Aldo." Nara dan Reno menjawab serentak.


"Iya tuan,terkadang saya menginap disini kalau sedang banyak pekerjaan,tapi kalau saat ini karena saya ingin menemani seorang kakak yang sedang galau karena adiknya mau diambil orang." Ucap aldo sambil terkekeh menggoda Nara.


Reno yang sudah tahu arah pembicaraan Aldo hanya bisa tersenyum tipis.Sedangkan Nara yang baru mulai paham membalas godaan Aldo dengan tersenyum.


"Sepertinya tuan Arga tidak menyukai saya tuan Aldo." Nara mencoba mengutarakan perasaan yang dia rasakan tadi karena sikap Arga.


"Bukan tidak menyukai tuan,tapi karena dia takut saja kalau harus kehilangan adik satu satunya itu." Saut Aldo.


"Huh...aku tidak akan memisahkan seorang kakak dengan adiknya tuan,saya tidak mungkin bisa menggantikan posisi tuan Arga dihati Jia karena saya dapat melihat sendiri betapa besarnya rasa sayang Jia untuk tuan Arga.Jadi seharusnya tuan Arga tidak perlu khawatir." Ucap nara panjang lebar.


"Anda benar tuan,tapi ya mau bagaimana lagi,karena begitu sayangnya Arga sama Jia mungkin sekarang Arga belum bisa melepas Jia bersama orang lain,anda sabar saja tuan." Ucap Aldo memberi semangat.


"Terimakasih tuan,kalau begitu kami permisi.Sampaikan salam saya untuk tuan Arga.


"Baik tuan."


Arga memejamkan matanya mendengar semua pembicaraan Aldo dan Nara.Dia menghela nafas panjang sambil menyenderkan kepalanya di tembok dengan tangan bersedakap.


"Maafkan kakak Jia,kakak hanya belum siap melepasmu." Gumamnya lirih lalu berjalan ke kamar.


Nara dan Reno meninggalkan rumah Jia.Sepanjang perjalanan Nara diam saja,dia tampak memikirkan perkataan Aldo tadi.


"Sepertinya anda harus berusaha keras untuk meluluhkan hati tuan Arga tuan." Ucap Reno yang tahu bagaimana perasaan bosnya saat ini.


"Kamu benar Ren,aku harus bisa mengambil hati tuan Arga." Gumamnya lirih sambil menyenderkan kepalanya dengan mata terpejam.Nara lebih baik menghadapi proyek yang besar ketimbang harus seperti ini.Dia benar benar takut kalau Arga tidak merestuinya.


Arga duduk di tepi ranjang memandangi Jia yang sedang tertidur pulas.Dia merasa baru kemarin mengantar Jia kesekolah,menemaninya bermain tapi sekarang waktu terasa cepat berjalan.Sekarang adiknya sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik dan tentu saja akan banyak pria yang mendekatinya.


"Apakah Dia pria yang pantas untukmu Jia,apa dia akan menjagamu dengan baik,apa dia akan menyayangimu dengan tulus,apa dia tidak akan menyakitimu." Gumam Arga lirih sambil terus menatap adiknya.


Aldo yang berdiri di depan pintu mendengar semua perkataan Arga.lalu dia menghampiri sahabatnya itu.


"Kamu jangan terlalu khawatir seperti ini Ga,Jia akan baik baik saja.Sepertinya tuan Nara orang yang baik,dia terlihat tulus mencintai Jia." Ucap Aldo sambil menepuk pundak Arga dan bersender di meja belajar Jia.


"Entahlah Al,aku belum bisa berfikir jernih.Besok aku ingin pergi berlibur dengan Jia tolong kamu urus dulu semua pekerjaan,dan tolong jangan beritahu siapapun aku dan Jia pergi kemana." Pintanya sambil menatap Aldo.


"Kamu mau pergi kemana Ga,kamu jangan egois seperti ini kamu juga harus memikirkan perasaan Jia."


"Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama Jia,mengganti semua waktu yang sudah berlalu saat aku sibuk dengan semua pekerjaanku dulu Al,aku ingin menebus kesalahanku dan memberikan kasih sayang sepenuhnya untuk Jia.


Mendengar permintaan sahabatnya Aldo hanya bisa menghela nafas. ''Baiklah terserah kamu Ga."


Setelah kakaknya pergi,Jia yang sebenarnya dari tadi belum tidur membuka mata,terlihat air mata membasahi kedua sudut matanya.


"Jia juga sayang kak Arga.'' Gumamnya lirih.


********


Jangan lupa votenya kakak.....