
Arga mendekat ke arah Nara yang berada di depan Jia.Jia yang tak tahu maksud kakaknya langsung panik ketika dia menghampiri Nara. "Aduh gimana nih,kak Arga pasti marah,ya Tuhan tolong aku." Batinnya dengan muka yang sudah pucat.
"Kak Jia bisa jelasin,Jia nggak nyuruh dia kesini.Jia nggak kasih tahu kalau kita disini kak,kakak jangan marah ya mungkin ini kebetulan saja." Ucap Jia panik,bingung harus jelasin.
"Hey sayang,kamu tenang.Kakak tahu,kakak nggak marah sayang.Kakak yang minta maaf karena sudah menjauhkan kamu dari orang yang kamu suka,kakak egois Jia karena hanya mikirin perasaan kakak tanpa mau tahu gimana perasaan kamu,gimana kamu mencoba menahan rindu.Kamu rela tidak mengaktifkan ponsel demi menjaga perasaan kakak,demi membuat kakak tidak kecewa.Maafin kakak Jia." Tutur Arga dengan memegang kedua pundak Jia dan langsung memeluknya.
" Jia sayang kak Arga,nggak akan ada yang bisa gantiin posisi kakak di hati Jia kak!" Ucap Jia lirih di ikuti isak tangisnya.
"Kakak juga sayang banget sama kamu Jia,kamu mau maafin kakak kan?" Arga melepas pelukannya dan menatap penuh harap.
" Huum kak." Jawab Jia dengan mengangguk.
Nara dan Reno ikut terharu melihat besarnya rasa sayang di antara mereka.
Arga menatap Nara yang berada tak jauh darinya,dengan menggenggam tangan adiknya Arga menghampiri Nara.
"Tuan Nara apa anda bisa meyakinkan saya kalau anda tidak akan membuat adikku menangis?" Seru Nara hingga membuat Jia kaget.
" Maksud an..Ehm..Iya tuan saya berjanji tidak akan membuat Jia menangis,saya akan menjaganya dan tidak akan membuat anda kecewa." Ucap Nara tegas,walaupun awalnya gugup karena belum tahu maksud dari ucapan Arga.
"Ok saya pegang kata kata anda,kalau sampai anda membuat Jia menangis anda akan berhadapan dengan saya." Seru Arga dengan nada mengancam.
"Anda bisa memegang kata kata saya tuan."
Jia yang masih belum paham ,mencoba mencerna ucapan dua pria di depannnya ini.
" Maksud kakak, kakak ngebolehin Jia dekat dengan dia?" Tanya Jia dengan melirik Nara.
"Menurutmu sayang?apa kamu nggak seneng?atau jangan jangan kamu sudah nggak suka ya sama dia?" Goda Arga sambil melirik Nara.
" Eh,,,enggak kok kak,Jia suka,eh maksudnya anu." Sangking senengnya Jia jadi gugup. "Huh kenapa jadi belepotan gini." Batin Jia menahan malu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal,mukanya sudah merah kaya kepiting rebus.
Arga tertawa melihat adiknya salah tingkah karena godaannya tadi.Begitupun Nara dan Reno juga ikut tertawa.
" Huh kakak jahat,ngerjain Jia ." Ucap Jia sambil mencubit pinggang kakaknya.Melihat adiknya ngambek membuat Arga menghentikan tawanya dan minta maaf.
Arga mengajak Nara dan Reno untuk bergabung duduk bersama mereka.Setelah beberapa saat Arga mengajak Reno pergi dengan alasan mau membahas pekerjaan,Arga ingin memberi waktu berdua untuk adiknya dan Nara.Nara yang tahu maksud Arga tidak mau menyia nyiakan kesempatan itu.
" Aku kangen banget sama kamu Jia." Ucapnya menatap Jia.
" Masa...? Halah bohong buktinya kamu baru nyusul sekarang." Jawab Jia dengan muka dibuat marah,dia mau mengerjai Nara.
"Masa kamu nggak percaya,waktu tahu kamu pergi aku sudah ingin menyusulmu tapi karena Aldo sama Reno bilang untuk memberi waktu kalian bersama,aku jadi mengurungkan niatku.Kamu tidak tahu aku hampir gila karena menahan rindu sama kamu sayang." Nara memandang Jia penuh cinta.
Deg...
Jantung Jia berdebar mendengar Nara memanggilnya seperti itu,karena jujur dia kangen di panggil Nara dengan sebutan sayang.
" Iya deh aku percaya." Sautnya sambil reflek mencubit hidung Nara.
" Huh dasar mesum!" Seru Jia beranjak berdiri ingin menghampiri kakaknya.
" Kamu yang mulai sayang." Bisik Nara sambil mensejajarkan jalannya di samping Jia.
"Siapa juga yang mulai,dasar om om mesum,weekk." Jia menjulurkan lidahnya dan berlari meminta perlindungan kakaknya.
"Huh awas saja nanti ya,kamu yang mulai sayang.'' Batin Nara tersenyum tipis melihat Jia sudah memeluk lengan Arga manja.
" Ehm,tuan Arga bolehkah saya mengajak Jia jalan jalan?" Tanya Nara penuh harap,dia sudah ingin gantian mengerjai Jia.
"Silahkan tuan,tapi nanti jangan pulang terlalu malam,kebetulan ini masih ada yang ingin saya bahas dengan tuan Reno." Jawab Arga yang di ikuti senyum kemenangan oleh Nara,tapi tidak dengan Jia.Karena Jia merasa Nara pasti punya maksud tertentu.
"Tapi kak." Jia belum sempat meneruskan kata katanya tangannya sudah di tarik oleh Nara.
"Iya tuan tidak akan lama kok.'' Ucap Nara yang sudah menggandeng tangan Jia dan mengajaknya pergi berjalan ke arah pantai.
"Awas ya jangan macam macam!" Seru Jia mengacungkan jari telunjuknya ke wajah Nara saat sudah berada di pinggir pantai.
" Siapa yang mau macam macam sayang,aku cuma minta satu macam kok." Saut Nara tertawa. " Kamu kok jadi galak lagi sih sayang?"
"Biarin, memang harus galak apalagi deket sama om om mesum kaya kamu." Gumam Jia lirih diakhir kalimatnya,tapi Nara masih bisa mendengarnya,dan hanya merespon dengan senyuman mendengar gumaman Jia. Nara kangen mendengar ocehan Jia seperti ini,dia lebih baik mendengar ocehan Jia daripada harus dijauhkan seperti kemarin yang hampir membuatnya gila.
Cup...
Jia kaget dan berhenti bicara karena bibirnya sudah di ***** lembut oleh bibir Nara.Jantung Jia berdetak sangat kencang,darahnya terasa mengalir lebih cepat dan tubuhnya terasa panas karena ciuman Nara.
"Jia...will you marry me...?" Ucap Nara tiba tiba melepaskan ciumannya dan menggenggam kedua tangan Jia,sambil menatap kedua mata Jia.
" Hahhhh..apa kamu bilang?"Tanya Jia dengan suara bergetar karena kaget dengan ajakan Nara yang mendadak.
" Will you marry me baby." Ucap Nara lagi dengan penuh penekanan dan membuat Jia terdiam.
" Are you crazy." Jia masih tidak percaya dengan ucapan Nara.
" Yes ,I'm crazy because of you baby!!" Ucap Nara sambil mencium tangan Jia.
" Kamu jangan main main,kita baru ketemu beberapa hari yang lalu,dan kamu tahu aku masih sekolah,aku masih ingin kuliah,lagian Kak Arga pasti nggak akan setuju." Jia menarik tangannya dari genggaman Nara.
Walaupun dia tahu kalau Nara serius dengan ucapannya,tapi ini sangat mendadak untuknya.Dan Jia belum siap kalau harus terikat dengan sebuah pernikahan,masih banyak impiannya yang belum tercapai dia masih ingin kuliah dan menjadi seorang desainer yang sukses,itu adalah salah satu impiannya selain menjadi pembalap.
" Aku akan menunggumu sampai lulus sekolah,kita bisa bertunangan dulu.Aku nggak akan membatasi aktivitas kamu sayang,kamu masih bisa tetap melanjutkan kuliah.Kalau soal kakakmu nanti aku yang akan bicara padanya,yang penting kamu setuju untuk menikah denganku." Ucap Nara mencoba meyakinkan Jia,kejadian kemarin yang membuat Nara melakukan ini semua untuk bisa mengikat Jia,dia nggak mau mengambil resiko dijauhkan lagi dari Jia.
" Beri aku waktu dulu..."
*****
Kasih votenya ya kakak.....