
Sudah like sista... 😊😍😍
Starla menyanyi sambil menuruni anak tangga satu persatu, anak matanya melihat Anthony yang memandangnya... hatinya senang sekali. Marla terus bernyanyi sambil mendatangi istri Mentri Omar yang sudah berdiri di depan kue ulang tahunnya yang menjelang tinggi. Selesai menyanyikan 3 lagu Marla mengucapkan selamat pada istri Omar, atas permintaan Omar mereka lalu berfoto bersama.
Selesai acara ramah ramah, Marla izin ke kamar mandi. Tapi Ia tidak menuju ke kamar mandi, ia menuju ke balkon di samping rumah... Felix yang memerintahkannya melalui microchip di kupingnya, sedangkan tugas Sisi adalah menghalau orang yang menganggu perjalanan Marla.
" Apa yang kulakukan di balkon yang dingin dengan baju terbuka seperti ini Felix ? " bisik Marla
" Diam saja di situ Starla... tak lama lagi kau tidak akan kedinginan lagi.. he he " jawab Felix penuh misteri
Sementara itu Anthony dan Denbe yang sedari tadi mengawasi pergerakan Marla tersenyum senang melihat Marla menyendiri di balkon. Anthony memberi kode pada Denbe dan Rita , keduanya paham kode tersebut. Anthony berjalan ke arah di mana Marla berada, Denbe menghalau Monalisa dan Alexis, sedangkan Rita memimpin 15 anak buahnya berjaga di sekitar balkon, tak ada yang boleh menganggu Seniornya saat ini.
Angin berhembus cukup kencang, membuat Marla gemetar kedinginan... huffff apa maunya Felix membuatku kedinginan seperti ini keluh Marla dalam hati, tiba-tiba saja sebuah jas di sematkan ke bahunya yang terbuka
"Mengapa kau menyendiri di luar Nona? " suara bariton seorang pria mengagetkannya dari lamunan, Marla berbalik menatap si empu suara. Anthony semakin lama Kau semakin tampan, tapi badanmu sedikit lebih kurus sekarang ucap Starla dalam hati.
" Oh Senior Anthony.... tidak apa-apa , saya tidak terlalu menyukai pesta , terimakasih jas nya " ucap Marla dengan wajah memerah namun Anthony tak melihatnya karena lampu balkon yang tidak terlalu terang
" Apa yang anda lakukan di sini Senior ? " tanya Marla balik
" Aku mengikuti mu "
" mengapa... anda mengikutiku, apakah anda ada perlu ? "
" Tidak.. hanya saja kita belum berkenalan dengan benar " Anthony mendekatinya dan mengambil tangan kanan Marla
" Perkenalkan namaku Anthony Montenegro " ucapnya lalu mencium punggung tangan Marla, tangan Marla terasa menghangat di gengaman Anthony. Rasa hangat itu menjalar ke seluruh tubuhnya.
" Marla " jawabnya, keduanya saling memandang dan terdiam .Dug dug dug... Marla berusaha menenangkan jantungnya yang berdegup kencang
" Starla tarik tanganmu.... duduk di bangku!! " suara Felix mengagetkan keterpanaan Starla , Starla menarik tangannya berlahan lalu duduk di bangku yang menghadap taman
" Bolehkah aku lebih mengenalmu Marla? " Anthony duduk si sebelah Marla, Marla menunduk untuk menenangkan debarannya yang semakin lama bukannya menghilang tapi semakin menjadi jadi
" Apa yang ingin anda ketahui tentang saya Senior? "
" Panggil aku Anthony saja! "
" Baik.... "
" Dimana kau tinggal tinggal? bersama siapa?" selidik Anthony
" Di apartment dengan Shasa... manajerku "
" Starla tanyalah balik di mana ia tinggal, Jangan terlalu kaku.... " kembali suara Felix membahana di kuping Starla
" Kau sendiri tinggal di mana Anthony, dengan siapa? " Anthony memandangi Marla, wangi tubuh Marla menyentuh Indra penciumannya membuat Anthony menjadi resah
" Aku tinggal di mansionku dengan anak, mertua dan mamaku " jawabnya sambil memandangi wajah Marla, wajah Marla kembali menghangat
" Lalu dimana Istri mu Anthony? "
" Istriku meninggal Marla, Ia meninggal tak lama setelah melahirkan Junior " jawabnya
" Junior? "
" Ya namanya Andrew Junior Montenegro, kasihan Starla... Ia bahkan belum pernah melihat wajah Junior , mengendongnya apalagi memeluknya " ucap Anthony sedih, air mata menetes dari ujung matanya
" Maafkan pertanyaanku.. membuatmu sedih " dada Marla juga sebenarnya terasa amat sesak mendengarnya, ingin sekali Ia berteriak dan mengatakan aku masih hidup Anthony... masih hidup
" Bolehkah aku meminjam bahumu Marla "
Marla langsung merentangkan tangannya, Anthony memeluk Marla, ia menyesap wangi rambut Marla dan mencari kedamaian di pelukan gadis itu. Marla mengelus punggung Anthony untuk menenangkannya... Walaupun sebenarnya ia juga sangat membutuhkannya.
Keduanya berpelukan selama beberapa saat, Anthony melepas pelukannya.. tangannya menangkup kedua pipi Marla, nafas Anthony menerpa kulit wajah Marla... mereka begitu dekat , manik mata keduanya bertemu.
Anthony memberanikan diri mempertemukan. bibir mereka dan Cupp.... deg... deg.... deg...
Marla menyambut bibir Anthony, keduanya berciuman dalam remangnya malam. Dinginnya malam membuat keduanya makin merapat
" Ehem.. ehem... " Marla mendengar deheman pelan Felix di kupingnya, Marla melepaskan ciumannya, namun Anthony tak membiarkannya. Tangan Anthony menarik tengkuk Marla , Anthony kembali menikmati bibir ranum Marla. Marla tau Anthony tak akan berhenti jika ia belum puas.
Ciuman terhenti saat keduanya sama-sama kehabisan nafas, Marla berdiri dari pangkuan Anthony ia berjalan mendekati pagar nafasnya masih berantakan , oh Anthony ciumanmu membunuhku cicitnya dalam hati
" Maaf... maafkan kelancanganku " ucap Anthony, ia berdiri di belakang Marla saat ini. Ingin sekali Ia memeluknya dari belakang tapi Ia takut Marla akan marah.
" Tidak.... tidak apa-apa , permisi Anthony sebaiknya aku kembali ke dalam " ucapnya lalu melangkah hendak meninggalkan Anthony
" Marla bisakah aku minta tolong padamu? "
Marla menghentikan langkahnya
" Apa yang bisa kubantu? "
" Maukah kau menyanyikan lagu Nina Bobo untuk anakku.. Junior " pintanya, Marla tersentak mendengarnya
" Lagu Nina Bobo? "
" Ya.. Kadang-kadang Junior suka rewel saat malam hari, aku bahkan kadang sampai kurang tidur. Suaramu sangat mirip dengan Starla, siapa tau jika ia mendengar lagu darimu membantunya cepat tidur " pintanya
Marla terhenyak mendengarnya
" Marla.... minta saja no hp Anthony, katakan nanti kau akan kirim videonya . Setelah itu pamit saja...cukup untuk malam ini " bisik Felix
Marla berbalik mendekat pada Anthony, ia menyerahkan hp nya pada Anthony
" Ketik nomor mu disini , nanti aku akan mengirimkan videonya untukmu "
Anthony menuruti permintaan Marla, setelah selesai Ia mengembalikan hp Marla
" Baiklah.. selamat malam Anthony "
" Selamat malam Marla, bolehkah aku mengantarmu pulang? "
" Terimakasih , mungkin next time " jawabnya ramah, ia memberikan senyum terbaiknya untuk Anthony. ...begitupun Anthony
Sepeninggal Marla , Anthony menelfon Rita
" Rita.. bawa 10 anak buahmu, kawal Marla pulang dari jauh.. pastikan ia sampai di tujuan dengan aman " titahnya
" Si Senior "
🍧🍧🍧🍧
Kini Starla, Sisi sangat Felix sudah di perjalanan pulang
" Starla... apa yang kau lakukan dengan Anthony tadi hah ? " selidiknya
" Apa sih Si... tidak ada hanya berbincang "
"Jika hanya berbincang mengapa lipstikmu sampai habis begitu ? " Sisi tak mau menyerah
" Hei Sisi tak usah banyak tau, apapun yang mereka lakukan tak masalah... mereka suami istri " bela Felix
" Ya tapikan Anthony belum tau kalo Marla adalah Starla...jangan sampai nanti Marla terkesan seperti gadis murahan " jawabnya tak mau kalah
" Anthony memintaku untuk menyanyikan lagu nina bobo untuk Junior... anakku " jawab Starla dengan suara bergetar, Sisi langsung memeluknya erat
" Maafkan aku Starla, aku tak bermaksud apapun " ujarnya
" Felix seperti nya ada yang mengikuti mobil kita... apakah tak apa-apa? " tanya Starla, Felix melihat melalui kaca spionnya lalu tersenyum
"Mereka anak buah Anthony, tidak apa-apa, Kurasa Ia hanya ingin memastikan kau sampai dengan selamat. Anthony sudah menjagamu Starla... artinya rencananya kita berhasil "jawabnya
See you next eps
Happy reading selalu