
Karena Starla harus menginap selama semalam di RS, Anthony memindahkan ruangan Starla ke ruangan VVIV agar lebih leluasa. Anthony sudah mandi, ia berebah di sebelah Starla. Dipeluknya istrinya itu
" Sayang akhirnya... kita akan punya anak, aku senang sekali " ucap Anthony
" Aku juga senang Anthony, junior akan hadir di antara kita "
" Kau ingin anak laki-laki apa perempuan? "
" Aku yakin anak kita laki-laki, ia akan tampan seperti ayahnya " ucap Starla
" Kalau kau ingin anak perempuan atau laki-laki ? "
" Sebaiknya laki-laki dulu agar ia bisa menjaga mama dan adik-adiknya kelak, tapi jika di beri perempuan juga aku tetap senang. Ia pasti secantik dirimu... aku pasti kelimpungan menjaganya jika dia besar " ucap Anthony
" Mengapa kelimpungan? "
" Karena pasti ia jadi rebutan seperti mu sayang, tapi hanya lelaki pilihan yang bisa mendampingi anak gadisku kelak " ucap Anthony tersenyum, Starla meraup wajah Anthony
" Jangan terlalu jauh berhayal, juniormu ini baru sebesar kecebong ha ha ha " Starla geli sendiri
Keduanya tertawa senang, Anthony memandangi bibir tipis nan sexy itu, diciumnya dengan gemas. Starla pun membalas ciuman sang suami, tangan Starla menarik leher Anthony agar lebih mendekat. Tangan Anthony pun tak mau tinggal diam, ahh tornadonya langsung siap siaga
" Anthony Montenegro. !!...sudah mama bilang jangan ganggu istrimu, buk buk buk " teriakan Carmelia mengagetkan keduanya, Carmelia memukuli Anthony dengan bantal yang di bawanya dari rumah
" Mama apa-apaan ini, mengapa kau memukulku " protesnya, Carmelia menjewer kuping Anthony dengan keras
" Bangun.... kau tidur di sofa malam ini!! " bentaknya
"Tapi ranjangnya kan luas mama, kasian Starla kalau tidur sendiri "
" Mama yang akan tidur dengan menantu mama, kau besok kembali saja ke Meksiko. Kau hanya boleh menengok junior sekali seminggu " ucap Carmelia
" What.. mama mengapa kau kejam sekali "
" Biar saja... mama hanya menjaga cucu mama " ucap Carmelia lalu naik ke ranjang Starla
" Ayo Starla tidur dengan mama ya, tak usah kau hiraukan burung pelatuk itu. Ingat Starla kau harus tegas dengan suamimu itu, jangan terlalu kau turuti keinginannya... ingat dengan juniormu nanti kenapa-kenapa " pesannya lagi
" Si Mama " sahutnya, Anthony merengut mendengar nasihat mamanya tersebut
" Ingat Starla di perutmu ini ada penerus klan Montenegro, jagalah baik-baik. Ia sangat penting untuk kami " ucap Carmelia mengelus perut Starla.
Starla terdiam mendengar perkataan Carmelia.. Ia sangat bahagia anak di perutnya sangat di harapkan dan akan bergelimang kasih sayang, tidak seperti dirinya dulu yang ditinggalkan sejak dalam kandungan mamanya. Carmelia membelai rambut Starla membuat Starla dengan cepat terlelap. Melihat Starla yang terlelap carmelia turun dari ranjang dan mendatangi Anthony yang sedang memandangi Starla dari sofa.
" Anthony kita perlu bicara "
" Si mama... ada apa? "
" Starla kini sedang mengandung keturunan Montenegro, kita harus extra hati-hati. Berita ini jangan sampai menyebar, cukup kita yang tau. Aku takut nanti Starla menjadi incaran musuh-musuhmu "ucap Carmelia
" Si Mama... aku tau, biar aku yang mengalah bolak balik ke mari. Besok Nana dan Mama Starla akan datang bertiga dengan Rita mereka akan merawat dan menemani Starla "ucap Anthony
" Anak pintar... carilah uang yang banyak untuk anak istrimu... oh mudah mudahan anakmu kembar agar rumah ini semakin ramai " Carmelia bahagia sekali, Anthony memeluk mamanya
" Terimakasih ma sudah mau menerima Starla apa adanya " ucapnya
" Anthony.. apa kau benar-benar tak tau siapa ayah Starla, kurasa Starla merupakan keturunan bangsawan karena aura dan pembawaanya sangat berbeda dari gadis biasa " tanya Carmelia
" Entahlah ma.. Starla sendiri tak mau tau siapa ayahnya, jika mama mau mama bisa bertanya langsung pada Miranda nanti " jawabnya
" Ma izinkan aku tidur memeluk istriku malam ini.. please aku tak akan macam-macam "
" Terus.. mama kau suruh tidur di sofa? dasar anak durhaka " ucap Carmelia marah lalu meninggalkan Anthony di sofa dan berbaring di sebelah Starla
" Ma... mama pulang saja " rayunya lagi
" Tidak mulai sekarang mama akan tidur dengannya. kau cukup memandangnya saja "
" Mama kejam..... "
" Biarin.. aku harus menjaga cucuku dari mafian seperti mu " jawabnya lagi
" Ma aku putramu !! "
Tak lama Carmelia terlelap sambil memeluk menantunya, sedangkan Anthony hanya bolak balik di sofa tak bisa tidur nyenyak, ia merindukan pelukan dan belaian Starla
" Mama mengapa kau begitu kejammm " sungutnya dalam hati
🍧🍧🍧🍧
Di kediaman Ivan
" Felik hubungi Dolga ! " titahnya
" Tut... tut... tut... hallo "
" Hallo Dolga... dengan Ivan di sini "
" Kurang ajar kau Ivan, gara gara kau aku di tembak oleh Anthony... untung aku masih hidup " makinya begitu tau siapa yang menelfonnya
" Maaf memang salahku, aku sudah mengembalikan uangmu. Jadi kita tak ada sangkutan lagi, dan jangan coba-coba kau menyebarkan hal ini pada siapapun, atau aku tak akan segan padamu Dolga " ucap Ivan
" ******* kau " maki Dolga lalu menutup telfonnya
Ivan tak ambil pusing perihal marahnya Dolga, toh Dolga tak akan berani padanya.
" Felix segera kirim Neri ke Singapur atau china untuk berobat " titahnya lagi
" Si Ivan... siapa yang akan menemaninya "
" Cari saja bawahanku yang bisa menemaninya, aku tak bisa... aku harus kejar setoran "
" Baik Ivan "
" Satu lagi, mulai minggu depan aku sudah bisa menerima job. Terima job sebanyak-banyaknya untuk 6 bulan kedepan, naikkan hargaku... setelah itu aku akan pensiun " ucapnya mantap
" Kau akan pensiun, mengapa? " Felix terkejut mendengarnya
" Aku akan menghabiskan hidupku di perkebunan saja tentu dengan pasanganku " ucap Ivan sambil membayangkan wajah Starla
" Lalu bagaimana dengan ku dan Neri " tanya Felix
" Kalian bisa melanjutkan dan mengambil alih pekerjaan ini, kurasa Neri bisa menjadi penerusku... jangan kuatir Felix "
" Ku pikir kau akan mengawini Neri, kau tau dia sangat tergila -gila padamu Bos " tanya Felix
" Maaf Felix... Neri bukan seleraku, sejak dulu aku hanya menganggapnya sebagai adikku saja " ucap Ivan
" Lalu siapa yang akan menemanimu di peternakan jika bukan Neri? " tanya Ivan penasaran
" Kurasa kau tau jawabannya Felix, dan rahasiakan ini dari Neri " ucap Ivan
" Bos wanita itu sudah bersuami "
" Aku tak perduli , aku akan menjemputnya jika waktunya tiba nanti " ucap Ivan lagi
Felix hanya bisa mengelengkan kepalanya
" Kau sakit jiwa boss.... " ucapnya dalam hati
Sementara itu Neri. dengan di dampingi salah seorang kepercayaan Ivan terbang ke china untuk mengobati matanya dan memperbaiki kulit wajahnya yang memiliki bekas gores yang lumayan panjang.
Neri sangat berharap matanya dapat di sembuhkan, dan wajahnya kembali seperti sediakala dengan operasi plastik yang akan di lakukannya, Ivan menanggung semua biaya pengobatannya. Hal itu cukup membuat senang Neri, karena Ivan cukup bertanggung jawab padanya.
" Aku akan mengejar cintamu Ivan, begitu aku sembuh.. tak ada wanita lain yang boleh mendekatimu... jika ada yang berani, aku akan menghabisinya " ucapnya penuh tekad
See you Next eps
Jangan lupa tinggalkan jejakmu sista
Neri