MY STARLA

MY STARLA
78. Aku Tidak Gila



Baku hantam terjadi cukup lama, keduanya sama-sama berdarah, Denbe dan Diego berusaha memisahkan keduanya dengan susah payah


" Maxmilian... Anthony... hentikan!! " teriakan Carmelia akhirnya membuat keduanya berhenti


" Ada apa ini, mengapa kalian bertengkar ? " tanya Carmelia bingung


" Max memukulku lebih dulu Ma... "


" Karena kau sangat bodoh, membiarkan Starla yang sedang Hamil sampai di culik!! "


" Kau fikir aku mau Starla diculik? Jaga mulutmu. " ucap Anthony marah


" Ingat Anthony aku sudah memberimu kesempatan, jika aku menemukannya lebih dulu aku akan membawanya jauh dari pria bermasalah sepertimu !! " tunjuk Max ke wajah Anthony


" Coba saja kalau kau berani Max!!, senjataku ini tak bermata " balas Anthony sambil memegang pistolnya


" Kunantikan itu. Anthony " ucapnya sambil tersenyum sinis pada Anthony


" Cabut. !! " ucapnya pada bawahannya, Max dan rombonganpun meninggalkan Mansion


" Max...Max.... Maxmilian !! " panggil Carmelia namun Max tak menghiraukannya, hatinya terlanjur panas, pengorbanannya serasa sia-sia.


" Jelaskan pada mama apakah yang terjadi pada kalian berdua? " todong Carmelia


" Aku akan menjelaskannya nanti Ma, sekarang istirahatlah.. biar aku mengurus masalah Starla dulu Ma " bujuknya pada Carmelia.


Carmelia akhirnya meninggalkan Anthony bersama polisi untuk menyelidiki kasus Starla.


Di lain tempat Max langsung bekerja dengan para hacker yang di bawanya untuk mencari rekam jejak Starla melalui cctv seluruh kota.


Begitupun juga dengan Anthony, tak sedikit orang yang di kerahkan untuk membantunya mencari penculik Starla.


" Sudah 2 hari mengapa penculik tidak juga menelfon kita Denbe? "


" Apa mereka memang tidak berniat mengembalikan Starla? " ucap Denbe


Anthony meraup wajahnya , Ia merasa prustasi. Tak pernah bisa terpejam matanya selama 2 hari ini, garis hitam semakin tampak di wajah tampannya


" Senior istirahatlah dulu, biar saya dan Denbe yang melanjutkannya " ucap Rita


" Ya Anthony... berebahlah sebentar, jika ada kabar aku akan langsung memberitahumu " ucap Denbe


Mereka sedang mengamati rekaman cctv seluruh kota, Ivan tidak bodoh... Felix telah meretas rekaman cctv beberapa kamera hingga pergerakan mereka sebelum dan setelah menculik Starla tak terlihat.


Tak berbeda jauh dengan Anthony, Max juga tak pernah beristirahat. Demikian pula dengan team hackernya. menit demi menit, jam demi jam bahkan hari demi hari berlalu namun tak ada petunjuk yang di dapat keduanya.


" Diego... bagaimana jika saling membantu " chat Rita


" Apa maksudmu? " balas Diego


" Jika salah satu di antara kita dapat petunjuk, kita saling mengabari. Lupakanlah perseteruan ke dua Senior... kita harus mengutamakan Senorita "


" Baik Rita... aku Setuju "


" Ingat ini hanya rahasia di antara kita ! "


" Okay..... "


🌴🌴 Di Meksiko 🌴🌴


Selesai mandi dan berpakaian, Starla di giring ke ruang makan. Mia dan Nia memegangi Starla selama menuruni tangga, keduanya memperlakukan Starla seperti sebuah telur yang akan pecah jika tak pelan-pelan memegangnya.


Ivan sudah sadari tadi menunggu Starla di ruang makan, matanya tak berkedip begitu melihat Starla turun dari tangga


" OMG sungguh surga dunia... Walaupun sedang hamil tapi pesonanya bukannya memudar tetapi semakin cantik " ucap Ivan dalam hati. Pun begitu pula dengan Felix yang berdiri tak jauh dari Ivan


" Boss apa yang akan kau lakukan padanya? " tanya Felix


" Aku akan menikahinya setelah ia melahirkan anaknya " jawab Ivan tanpa melepaskan pandangannya pada Starla


" memangnya Ia mau menikah denganmu boss, dia kan sudah bersuami? "


" Seorang Ibu akan melakukan apapun untuk melindungi anaknya Felix, begitupun Starla... lihat saja Ia pasti setuju " jawab Ivan sambil tersenyum menanggapi Starla yang nampak sangat cantik dan anggun mengenakan sebuah gaun berwarna pink muda tanpa lengan itu, kulit putih mulusnya tampak bersinar diterpa cahaya lampu.


" Selamat pagi Starla, kau nampak cantik pagi ini " sapa Ivan sambil menarikkan sebuah kursi untuk Starla. Kemudian Ivan pun duduk di depan Starla.


" Makanlah Starla, ini salad kesukaanmu dan susu hamil mu " ucap Ivan


Starla terkejut bagaimana mungkin Ivan sampai tau apa yg di sukainya setiap pagi. Starla tak bergeming Ia hanya memandangi sarapannya.


" Makanlah... tidak ada racun di makananmu... sungguh "


" Tidak... aku tidak akan makan sebelum kau menjawab pertanyaanku kemarin. Mengapa kau menculikku Tuan Ivan... siapa yang menyuruhmu? " ucap Starla


" Makanlah Starla... aku tak akan mengatakan apapun jika sarapanmu tidak habis." jawabnya sambil memulai makan. Starla kembali terdiam... Sebenarnya perutnya sudah lapar dari tadi. Jika ia egois anaknya akan kelaparan di dalam perut, Ohh Anthony di mana kau... mengapa kau belum menemukanku, aku takut Anthony hik hik hik " cicitnya dalam hati


Starla memakan sarapannya tanpa suara, namun air matanya menetes satu-satu. Sesekali tangannya mengusap perutnya yang sudah membesar.


" Berhentilah menangis Starla, tidak baik menangis saat menghadapi rezeki " ucap Ivan. Starla mengambil tissu lalu menghapus air matanya. Felix yang melihat dari kejauhan merasa sangat kasihan pada Starla.


Akhirnya keduanya menghabiskan sarapan dengan perasaan yang bertolak belakang, Ivan dengan gembira sedangkan Starla dengan sedih. Selesai makan Ivan mengajak Starla ke taman yang dibuatnya khusus untuk Starla.


" Starla taman ini kubuatkan khusus untukmu dan anakmu kelak, Ia pasti suka nanti bermain di sini. Lihat bermacam bunga kukumpulkan untukmu dan disana bermacam tanaman buah juga sudah kusiapkan untukmu " tunjuk Ivan pada sekumpulan tanaman di sebelah kanan taman.


" Apa maksud anda Tuan Ivan? saya tidak mengerti " tanyanya bingung


" Maksudku.. kau akan menjadi pendampingku di sini sampai kita menua, setelah kau melahirkan kita akan menikah. Tentang anakmu terserah padamu, jika kau ingin merawatnya di sini aku tak akan keberatan, jika kau ingin memberikannya pada ayahnya aku akan memberikannya. Tapi aku tak akan pernah melepaskanmu " ucapnya sambil memegang tangan Starla


" A... apa.... Tuan Ivan aku sudah bersuami, kau tak bisa menikahiku... apa kau sudah gila? " ucap Starla bergetar


" Aku tidak gila Starla, tapi aku tergila-gila padamu. Pilihan ada padamu ...tapi jika Kau menolak menikahiku jangan salahkan aku jika kau tak akan pernah melihat anakmu itu seumur hidupmu " ancamnya


Starla sangat terkejut mendengarnya, kepalanya kembali terasa berputar-putar tak lama kesadarannya pun kembali menghilang. Dengan sigap Ivan menangkap tubuh Starla yang terkulai lemah. Ia pun membawa Starla kembali ke kamarnya. Felix hanya bisa menjadi saksi bisu kejadian itu.


" Jagalah astarla... Jangan sampai lengah, berikan surat ini jika ia sudah bangun " titahnya pada Nina dan Mia


" Baik Tuan " jawab keduanya sambil membungkukkan badan mereka.


Ivan keluar dari kamar Starla lalu menghampiri Felix


" Ayo Felix kita bekerja, berapa target lagi ? "


" Tinggal 5 pekerjaan boss... emm boss tidakkah kau terlalu kejam padanya? " tanya Felix


" Dia gadis yang cerdas Felix, dengan cepat ia akan menyesuaikan diri...percayalah padaku " jawabnya


" Ayo... aku harus memenuhi pundi-pundi ku agar Starla dapat hidup dengan mewah di istanaku ini ha ha ha " ucapnya dengan sangat 45


Kurang lebih seperti ini penampakan Starla



Sampai di sini dulu guess


See you next eps


Jangan lupa like komen dan vote nya