MY STARLA

MY STARLA
85. Selamatkan Anakku



Thor dah kasih cerita seruu... gantian bagi votenya doong 😊😊


" aahhh... aahhhh " tiba-tiba Starla berteriak kesakitan


" Ada apa dengannya Max? " tanya Anthony panik


" Starla kontraksi, ia akan melahirkan. Kita harus segera membawanya ke RS terdekat " jawab Max


Rita datang dengan beberapa orang dengan membawa tandu. Max , Anthony dan Rita mengangkat Starla ke tandu dan langsung mengangkat tandu keluar dari ruang bawah tanah


" Rita... selesaikan!! " titah Anthony, Rita pun paham


Rita memerintahkan anak buahnya untuk mengumpulkan sisa anak buah Ivan yang masih hidup dan di kumpulkan di ruang tamu. Terhitung ada 11 orang yang tersisa


" Nona ada 11 yang masih hidup, 2 koki, 2 pengawal, 5 orang maid, 1 orang terluka dan 1 orang hacker " lapornya pada Rita


Rita menginterogasi satu-satu saksi mata yang masih hidup. Nery hanya diam mendengar kelakuannya yang di jabarkan oleh saksi mata, termasuk Felix


" Dasar kau penghianat Felix " teriaknya marah pada Felix. Rita yang sudah sangat marah dengan kelakuan Nery langsung menghajarnya. Ia memukul dan menendang Nery tanpa Ampun


" Berani sekali kau menyakiti Senorita kami " bak buk bak buk Rita tak berhenti menghajar Nery di depan yang lain. Diego yang baru datang langsung menarik Rita yang sedang mengamuk. Diego memeriksa denyut nadi Nery... masih hidup walaupun sudah lemah.


" Lemparkan wanita ini ke ruang bawah tanah. Lalu semen pintunya, jangan pernah di buka lagi slamanya " perintahnya pada anak buahnya.


Dengan sigap anak buah Rita melaksanakan perintah. Felix hanya bisa diam melihatnya, kelakuan Nery memang tak bisa di benarkan dari sudut pandang manapun.


" Rita mengapa kau mengurungnya? " tanya Denbe. Rita lalu menceritakan kejadian tadi pada Denbe Dolga dan Diego. Mereka pun sangat marah mendengar kebengisan Nery


" Kau!! mengapa kau menolong Starla ? " ranya Denbe menunjuk Felix


" Karena Tuan Ivan sangat menyukainya, dan Starla sedang hamil saya memang penjahat tapi bukan berarti saya tak punya hati nurani " jawab Felix tertunduk


" Apa yang harus kita lakukan pada mereka? " tanya Rita


" Bebaskan saja, mereka tak bersalah dan tak menyakiti Senorita selama ini " usul Diego


" Felix dimana surat perkebunan ini? " tanya Denbe


" Ada di kamar tuan Ivan "


" Tunjukkan tempatnya!! " Felix lalu membuka kamar Ivan lalu membuka brangkasnya. Banyak surat dan uang di brangkas tersebut.


Denbe mengambil semua surat berharga Ivan " Felix ambil semua uang itu untuk balas jasamu menolong Senorita kami, menghilanglah... jangan sampai bertemu denganku lagi... mengerti!! " ucap Denbe


" Ya tuan... mengerti " sahutnya bergetar, Felix terduduk di lantai ia tak percaya pihak musuh mengampuni nyawanya


" Tuan... bagaimana dengan keadaan Tuan Ivan? " Felix memberanikan diri bertanya


" Menurutmu.....?? " jawab Denbe sambil meninggalkan Felix di kamar Ivan.


" kalian semua kembalilah ke kampung halaman kalian, sebulan lagi baru kembali ke mari dengan tuan kalian yang baru, tapi sebelum itu bersihkan rumah ini " ucap Denbe sambil melemparkan beberapa gepok uang yang di ambilnya dari kamar Ivan.


" Terimakasih tuan... terimakasih " jawab mereka serentak, mereka lega karena tidak di hukum atau dibunuh.


Mereka lalu menaiki helikopter masing-masing lalu menyusul Anthony yang sedang berada di rumah sakit.


☔☔☔☔


Anthony, Max dan Starla langsung terbang meluncur ke RS terdekat


" Ke RS Medikal saja, fasilitas lebih lengkap disana!! " perintah Max pada pilot, Max pun langsung menelfon temannya yang berada di RS Medikal agar segera mempersiapkan ruang operasi begitu mereka sampai


Anthony tak henti-hentinya menangis melihat kondisi Starla


" Bertahanlah Starla... kumohon bertahanlah untukku " ucap Anthony terisak, sementara Max terus menghapus darah yang tak berhenti menetes dari kepala Starla


" Max.... max.... " panggil Starla, Max menghentikan kegiatannya lalu menatap sayu ke wajah Starla


" Ya Starla ada apa? " tanyanya


" Max berjanjilah..... " pinta Starla lagi


" Baik Starla aku berjanji, kau akan baik-baik saja percayalah.... " ucap Max sambil menciumi tangan Starla


" Anthony.... jaga anak kita baik baik..... " ucap Starla lalu kembali pingsan


" Starla... Starla... bertahanlah, jangan tinggalkan aku " teriak Anthony menyayat hati. Kedua pria Montenegro itu sama-sama menangis pilu. Sesampainya di RS Medikal, Starla langsung di tangani. Pertama mereka melakukan operasi pengangkatan bayi dari rahim Starla. Operasi dilakukan dengan hati hati karena kondisi Starla yang sudah tak sadarkan diri.


Operasi Sesar Starla berlangsung mulus, bayi lelaki Starla lahir dengan selamat dan sehat. Dokter mendatangi Anthony dan Max yang menunggu gelisah di ruang tunggu.


" Keluarga nyonya Starla? " tanyanya, keduanya langsung berdiri


" Selamat operasi sesar berhasil, Bayi lelaki anda lahir dengan selamat dan sehat. Hanya saja kami sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh dari tubuh Nyonya Starla, terlelu banyak luka yang di deritanya terutama di bagian kepala " jelas Dokter


" Untuk itu kami memerlukan tanda tangan persetujuan anda untuk kami melakukan operasi pada kepala Nyonya Starla " lanjutnya


" Berapa persen keberhasilannya? " tanya Max


" 50 persen dan jika tak di operasi pasien dipastikan tak akan bertahan " jawab dokter


Max langsung terduduk lemas, ia paham perkataan tersebut, karena ia juga seorang dokter... kata 50 persen itu sama saja vonis mati untuk pasien . Anthony segera menandatangani surat yang di sodorkan perawat.


Operasi Starla langsung dilaksanakan malam itu juga. 5 dokter di kerahkan untuk melakukan pembedahan pada kepala Starla. Helai demi helai rambut Starla berjatuhan karena dicukur habis. Semua kaget melihat kondisi kepala Starla yang dipenuhi luka. Mereka saling pandang dan menarik nafas panjang, operasi ini akan memakan waktu semalaman.


Denbe , Dolga Rita dan Diego langsung menemui Anthony di RS. Mereka memutuskan untuk berkumpul di kantin agar bebas berdiskusi. Rita menempatkan 5 anak buahnya di ruang tunggu operasi agar bisa melaporkan jika ada sesuatu yang penting.


Anthony datang lebih dulu ke kantin, disana sudah menunggu Denbe, Dolga, Rita dan Diego. Makanan dan minuman sudah tersaji di meja


" Anthony makanlah dulu baru kita lanjutkan " ucap Denbe, Anthony hanya mengambil minum lalu meminumnya hingga habis, ia tak berselera sama sekali untuk makan.


Setelah semua makan barulah Max datang, rupanya Max mandi dan menganti pakaiannya yang penuh dengan bekas darah Starla. Max juga tak berselera makan ia hanya minum dan menghisap rokoknya.


" Mulai lah laporan kalian " ucap Anthony


" Kami sudah membereskan Ivan dan seluruh anak buahnya. Bisa dipastikan Ivan sudah tak bernyawa " lapor Denbe


" Bagus!! "


" Dan ini adalah semua surat berharga milik Ivan, termasuk surat kepemilikan perkebunan dan peternakan di mana Starla di tahan selama ini " lapor Denbe, Anthony hanya diam


" Berdasarkan cerita maid, selama sebulan Senorita di perkebunan baik Ivan atau Felix memperlakukan nya dengan sangat baik. Ivan bahkan sangat memanjakan Senorita dan memperlakukannya dengan lembut. Malapetaka terjadi baru saja tadi sore, setelah kedatangan Nery yang cemburu karena ia sangat mencintai Ivan. " lapor Rita


" Saat Ivan dan Felix tak ada, Nery menghajar Senorita hingga jadi seperti ini, nyawa Senorita tak akan tertolong jika Felix tidak kembali dan menghentikan Nery. Itulah mengapa ia mengunci dirinya dan Senorita di ruang bawah tanah " lanjutnya


Semua hanya terdiam, tak ada yang mengeluarkan kata kata. Nasi sudah bubur semua hanya bisa berdoa semoga Starla bisa di selamatkan.


" Denbe perintahkan orang untuk menjemput mama dan Miranda " titah Anthony, Denbe pun langsung berdiri melaksanakan perintah.


Seorang anak buah Rita datang melapor


" Lapor Nona.... bayi sudah bisa di jenguk, di ruang bayi di lantai 2 " ucapnya, mereka pun berdiri dan melangkahkan kaki menuju ruangan bayi. Setelah memakai baju yang disediakan Max dan Anthony mendatangi ranjang bayi Starla. Nampak Junior tertidur pulas, wajahnya sangat mirip dengan Anthony. Max mengangkat bayi tersebut lalu menyerahkannya pada Anthony.


Dengan badan yang bergetar dan penuh air mata Anthony mengendong anaknya


" Junior... tahukah kau betapa besar perjuangan mamamu untuk melahirkanmu ke dunia ini " ucapnya bergetar. Max sudah tak tahan lagi, ia keluar dari ruangan. Max berlari ke ruang operasi Starla, Max masuk ke ruang operasi dengan persetujuan temannya


" Tapi kau hanya boleh melihat saja " ucapnya


" Baik... aku janji " ucap Max, Max hanya berdiri 2 meter dari Starla, ia hanya memandangi wajah Starla yang terpejam


" Bertahanlah Starla... bertahanlah, setidaknya bertahanlah untuk anakmu " ucapnya dalam hati


Daparkah Starla lolos dari lobang maut ?


Nantikan eps berikutnya, selalu beri vote dan bintang 5 untuk karyaku ya


Happy Reading