MY STARLA

MY STARLA
87. Selamat Tinggal



tit... tit... tit...


Sensor alat bantu Starla berbunyi kembali, Max yang berbaring di sebelah Starla terbangun, ia melihat detak jantung Starla kembali walaupun sangat lemah. Max mengambil Stetoskopnya lalu memeriksa dada Starla, ia tersenyum senang


" Starla Kau masih hidup, terimakasih Tuhan ini sungguh suatu keajaiban " rasa syukur Max begitu besar, air matanya menetes. diciumnya kening Starla, Max merasa sangat bersyukur karena ia berkeras agar Ventilator dan peralatan monitoring tidak di lepas dulu.


" Kau ingat dengan janjimu padaku Starla? jika Tuhan memberimu hidup yang ke dua kali kau akan menjadi istriku, sepertinya Tuhanpun membantuku Starla " ucapnya senang.


Jam menunjukkan pukul 11 malam. Max mendatangi dokter Alex dan berbicara serius dengannya. Beberapa kali Alex menolak namun Max tetap memaksa. Max berkeras tidak akan ada yang tau, dan ia melakukan itu untuk menjauhkan Starla dari bahaya.


" Lex jika aku tidak berkeras tetap memasang Ventilator dan peralatan monitor apakah menurutmu Starla masih bisa bernafas saat ini? bisa dipastikan sekarang pasti ia sudah berada di lemari pendingin di ruang mayat. Berilah aku kesempatan untuk bersamanya Lex, aku janji aku akan mengobatinya dengan pengobatan terbaik " ucap Max lagi


Akhirnya Alex setuju, dan di bantu beberapa anak buah Max akhirnya keinginannya Max terlaksana. Apa yang di rencanakan Max di ketahui oleh Diego karena Diego bagian dari Max.


" Tuan... apakah anda sudah berfikir dengan matang akan hal ini? " tanya Diego


" Ya Diego aku yakin, dan tutup rapat-rapat mulutmu terhadap siapapun, aku akan mengobati Starla sebisaku walaupun kemungkinannya untuk sembuh total kecil sekali " ucapnya pada Diego


Beberapa anak buah Max telah datang dengan helicopter. Mereka membawa mayat seorang wanita yang tak dikenal dari sebuah RS. Kemudian mayat wanita itu di rias menyerupai Starla oleh seorang make up artist yang dibayar oleh Max dan di masukkan ke dalam peti mati.


Diego bertugas mengawal peti mati tersebut ke pemakaman, sebisa mungkin Diego menjaga jangan sampai ada yang menyentuh mayat tersebut, orang hanya boleh melihatnya saja.


Sementara itu Max membawa Starla beserta brangkarnya menaiki jetnya, Max membawa Starla ke China, ia akan merawat Starla di sana setelah melakukan diskusi by phone dengan gurunya di China.


" Selamat tinggal Meksiko.... aku tak akan kembali lagi ke negara ini... selamanya " ucapnya sambil memandang pemandangan Meksiko di malam hari untuk terakhir kalinya.


Jet Max membelah malam menuju negri nun jauh di sebrang lautan.


🔫🔫🔫🔫


Gerimis mengiringi pemakaman Starla. Tangisan tumpahan ruah mengiringi sepanjang proses pemakaman. Anthony hanya berdiri tanpa suara dengan kacamata hitamnya, air matanya sudah kering setelah semalaman menangis.


" Starla mengapa begitu cepat kau meninggalkan aku dan anak kita. Aku berjanji akan merawat anak kita dengan baik, aku tak akan pernah menikah dengan wanita lain Starla, kau adalah wanita terakhirku. Selamat tinggal my Starla kau akan selalu ada di hatiku... selamanya " ucapnya dalam hati


Proses pemakaman sudah selesai. Anthony, Denbe dan Rita masih berdiri di makam Starla. Tak ada yang bersuara di antara mereka sampai senja.


Selama seminggu berturut-turut Anthony selalu datang ke makam Starla. Ia memanfaatkan cutinya selama seminggu ini dari segala aktifitasnya untuk menemani Starla.


Life must go on


Setelah seminggu berkabung, mau tak mau Anthony harus kembali melakukan aktifitas semula, sebagai ketua kartel, pimpinan perusahaan dan Pimpinan tertinggi kartel.


Kepribadian Anthony kembali menjadi dingin, tidak hanya terhadap wanita bahkan terhadap semua orang, Ia tak pernah lagi tersenyum


Ia hanya hangat terhadap bawahannya, keluarganya dan anak sematawayangnya. Senyumnya hanya bisa tercipta ketika bersama Junior buah cintanya dengan Starla wanita yang sangat di cintainya.


Dengan status barunya sebagai duren, banyak bangsawan dan pengusaha yang ingin menjadikan Anthony sebagai menantu mereka. Gelar duren super duper kaya benar- benar menjadi magnet penarikan wanita dan para gadis untuk berlomba mendapatkan cintanya. Namun Anthony tak pernah mau melayani nya.


🍑🍑🍑🍑


Nun jauh di negeri gingseng, Starla langsung di rawat di RS terbaik di China. Max meminta dokter ahli untuk menjadi dokter pendamping Starla. Max menempatkan Starla di ruangan khusus jadi hanya ia dan Starla yang berada di kamar tersebut.


Sebulan sudah berlalu tak ada perubahan berarti dari Starla. Dokter melaporkan kesehatan mingguan pada Max


" Detak jantung sudah normal, luka di kaki sudah sembuh begitu pula luka di seluruh tangan. Lebab di bagian punggung nona Starla sudah sembuh total, tulang yang bergeser sudah berlahan kembali. Luka di kepala sudah 60 % kering " lapornya


" Terus lakukan pemijatan pada telapak kaki pasien dan mulai minggu depan kita akan memandikan nona Starla di bak dengan air hangat dan campuran ramuan yang dapat merangsang pergerakan tubuh dan otak pasien " lanjutnya


" Apakah tidak membahayan pasien melakukan hal itu? " tanya Max


" Kita hanya melakukannya seminggu sekali, semoga nona segera sadar dari komanya. Namun perlu anda ketahui jika pun pasien sadar, kami tidak tau apakah pasien akan kembali seperti sedia kala atau tidak " ucap Dokter Jang


" Mengapa demikian? "


" Karena berdasarkan hasil Scan pada kepala bagian belakang luka akibat benturan benda tumpul sangat dalam , begitu pula pada bagian kepala yang lain. Biasanya hal tersebut bisa membuat pasien jadi amnesia, lumpuh atau yang paling parah menjadi gila " jawab nya lagi


Max terdiam sambil memandangi Starla, kuharap kau baik baik saja honey doanya dalam hati.


👘👘👘👘


Hari ini tepat seratus hari Starla di rawat di China, Max tetap merawat Starla dengan telaten. Setiap hari ia yang merawat Starla, ia tak pernah mengunakan jasa perawat. Perban sudah bulan lalu di lepas dari kepala Starla. Rambut Starla sudah mulai tumbuh. Max tak pernah menghitung jumlah uang yang dikeluarkannya untuk merawat Starla karena uangnya tak akan habis-habis.


Pundi-pundi nya selalu terisi dari berbagai keuntungan usahanya. Tak banyak yang tau selain memiliki 2 RS, Max juga memiliki usaha hotel dan Mall seperti halnya Anthony. Bedanya RS dibangun sendiri oleh Max, sedangkan Mall dan Hotel merupakan warisan dari kedua orang tuanya yang sudah 10 tahun lalu meninggal.


Sore itu Max sedang mandi di kamar mandi, tiba tiba ia mendengar seperti ada benda yang jatuh, ia pun bergegas ke luar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk di pinggang saja. Sesampainya di luar kamar mandi Mata Max melotot tak percaya, ia melihat Starla sudah dalam posisi duduk di ranjang.


" Starla... kau sudah sadar. ?" ucap Max senang, Starla menengok ke arah Max begitu mendengar sapaan dari Max.. Starla kaget sekali melihat Max yang berdiri hanya memakai handuk di pinggangnya. Starla langsung menutup kedua matanya


" Aaaaaaa..... uncle mengapa kau mesum sekali aaaaa " teriaknya, Max terkaget mendengar jeritan Starla


" Uncle........???? " ucapnya bingung...


Nah lho... thor juga bingung dah jadinya


See you Next eps


Apresiasi kalian selalu ku tunggu


Happy Reading selalu


Anthony dan Junior