MY STARLA

MY STARLA
69. Selamat Tinggal



Sesampainya di kamar Max, Starla menceritakan masalah Diego dan istrinya


" Jadi menurutmu bagaimana baiknya Starla ? " tanya Max


" Bisakah kau mempekerjakan Diego dan istrinya. Jika Diego bekerja padamu kan kecil kemungkinannya ia untuk bertemu lagi dengan Rita " pinta Starla


" Itu saja?... baiklah tidak masalah, jika istrinya sudah sembuh suruh Diego menghubungiku " jawab Max


" Sungguh Max kau akan membantu mereka... terimakasih " ucap Starla senang


" Apapun untukmu honey " jawabnya lagi


Starla langsung menghubungi hp Diego dan memberikan kabar baik tersebut. Diego senang sekali tak henti henti ia mengucapkan terimakasih pada Starla. Apalagi Starla berjanji urusan dengan Anthony ia yang akan menjelaskan.


Starla kemudian membawa Max jalan-jalan ke taman RS. Ia mengandeng tangan Max karena Max tidak mau mengunakan kursi Roda. Sesampainya di taman mereka duduk di sebuah gazebo.


" Starla mengapa kau begitu baik pada mereka? " tanya Max


" Karena Brenda sedang hamil Max, pertama aku menolongnya saat Diego dan 4 rekan kerjanya akan di habisi Anthony karena lalai. Brenda memohonlah padaku agar menyelamatkan suaminya karena sedang hamil muda " ucap Starla


" Lalu.....? "


" Ya aku memberanikan diri bernegosiasi dengan Anthony saat itu " lanjutnya


" Mengapa Anthony mau memaafkannya mereka, setauku ia pantang di bantah " ucap Max


" Kebebasan mereka di tukar dengan...... " ucap Starla terputus, ia malu mengatakannya


" Dengan apa Starla....?? " selisih Max


" Dengan keperawananku " jawabnya tertunduk


" Whatt.... Starla mengapa kau begitu bodoh!! " ucap Max marah


" Karena aku tak punya apa-apa lagi Max , aku hanya tak ingin anak Brenda bernasip sepertiku tak punya papa " ucap Starla lagi.


Max hanya bisa menarik nafas panjang, nasi sudah menjadi bubur


" Seandainya waktu itu kau menerima tawaran kencan dariku, itu tak akan terjadi Starla kau pasti jadi istriku " ucap Max


" Mungkin ini yang di namakan takdir Max " jawab Starla, keduanya kemudian hanya diam dengan pikiran masing-masing. Starla duduk sambil menunduk sedangkan Max terus memandangi wanita pujaannya itu dengan penyesalan yang mendalam.


🐝🐝🐝🐝


Nun Jauh di sebuah pedesaan nampak sebuah villa yang Indah di kelilingi berbagai tanaman . Udaranya sangat sejuk dan dingin, pemandangannya juga begitu indah


" Tidak.... tidak... tidak..... " teriakan seorang wanita memecah keheningan pagi.


Neri berteriak dan menangis, Ia tak terima sekarang sebelah matanya tak bisa melihat Lagi. Cacat permanent yang di sebabkan pecahan kaca yang mengores wajah dan masuk ke pupil matanya. Beberapa orang memegangi tangannya karena ia tak mau berhenti mengamuk.


Ia sempurna saja Ivan tak meliriknya apalagi Ia sekarang cacat seperti ini, Neri sedih sekali. Pupus sudah harapannya untuk menjadi kekasih apalagi istri dari pria pujaannya itu. Mendengar teriakan dari sebelah kamarnya, Ivan pun keluar walaupun ia juga belum sembuh benar.


Ivan mendatangi Neri yang meronta-ronta.


" Neri... sudah sabar, nanti kita obati " ucapnya lembut lalu memeluk Neri, Neri terdiam mendapat pelukannya dari Ivan, Ia menangis di dada Ivan.


Setelah gagal menculik Starla ketiganya langsung ke peternakan plus perkebunan Ivan setelah sebelumnya menerima perawatan atas luka mereka di RS langganan Ivan. Mereka harus menghilangkan jejak terlebih dahulu karena tau Anthony pasti mencari mereka.


Beberapa kali memang anak buah Anthony hampir berhasil menemukan jejak mereka.


Namun jika sudah di sini kecil kemungkinan mereka akan di temukan, karena penduduk desa melindungi mereka. Ivan sudah lama menjadi tuan tanah di desa tersebut. Tak ada yang berani melawan perintah darinya.


Setelah Neri tenang dan tidur kembali, Ivan kembali ke kamarnya. Tak ada yang tau selama ia beristirahat di kamarnya yang dilakukannya hanya memandangi foto-foto Starla yang diambilnya secara diam-diam saat Starla merawatnya.


Ya seorang Ivan pembunuh berdarah dingin itu, telah terpikat dengan kecantikan dan kelembutan seorang Starla.


Setelah perceraiannya ia tak pernah membiarkan wanita manapun memasuki hatinya termasuk Neri. Ia sakit hati pada istrinya karena meninggalkannya saat Ia terpuruk.


Namun entah mengapa 3 hari di rawat oleh Starla membuat hatinya yang beku berlahan mencair. Seorang wanita berumur 20 tahun itu bisa membuat hatinya menghangat hanya dengan memandangnya.


" Tunggulah Starla.... aku akan menjemputmu dan membawamu ke mari, aku akan mencari uang sebanyak-banyaknya beberapa bulan ini sebelum menjemputmu...tunggulah Starla " gumamnya sebelum tertidur.


🍟🍟🍟🍟


Setelah berjalan-jalan di taman, keduanya kembali ke kamar Max. Karena lelah Max pun tertidur tak lama setelah sampai. Melihat Max yang tertidur Starla keluar, ia menuju ruangan Yohana.


" Siang Yo.. bagaimana apakah nilai magangku sudah kau buat? " tanya Starla


" Tentu saja.. sudah ku stempel juga, tinggal tanda tangan Max . Kau bisa memintanya sendiri " ucap Yohana lalu menyerahkan sebuah map pada Starla


Starla mengambil map tersebut dan membaca isinya, Senyum manisnya mengembang melihat hasil dari jerih payahnya selama ini.


" Terimakasih Yo.... sampai jumpa lagi, ucapnya tulus memeluk Yohana


" Sama-sama Senorita ha ha ha " ucap Yohana membalas pelukan Starla


Selesai mengambil nilainya Starla kembali mengunjungi Brenda. Ia senang Brenda sudah terlihat lebih ceria di banding tadi pagi.


" Sekali lagi terimakasih nona atas pertolongan anda " ucap Brenda


" Si Senorita, maafkan saya selalu menyusahkanmu " ucap Brenda kembali menangis


" Nona apa yang diminta Senior Max pada anda? " tanya Diego


" Max tidak minta apa-apa padaku " jawabnya


" Syukurlah.... saya takut jika Senior Max meminta syarat tertentu untuk menolong kami yang akan menyusahkan anda nantinya " ucap Diego lagi


" Entahlah Diego, tadi aku minta tolong Max untuk mempekerjakanmu dan Brenda ia langsung setuju saja " jawabnya lagi


" Baiklah aku pergi dulu, Jaga diri kalian baik-baik. Mungkin ini kali terakhir kita bertemu. Kabari aku jika kau sudah melahirkan Brenda " pesan Starla lalu meninggalkan ruangan tersebut


" Si Senorita.. kami doakan semoga anda juga cepat di beri momongan, dan terhindar dari marabahaya " doa keduanya dengan tulus


" Terimakasih... dadah.... " jawabnya dengan riang.


Starla kembali ke ruangan Max, ada seorang wanita yang sedang mengunjungi Max. Starla ingat wanita itu adalah mantan pacar Max


" Selamat siang Nona, anda ingin minum? " sapanya ramah


" Tidak... ia akan pergi, tinggalkan aku... jangan pernah mengangguku lagi " usir Max


" Kau jahat Max !! " jeritnya lalu pergi dan membanting pintu dengan kencang


" Mengapa kau mengusirnya Max? kasihan dia " tanyanya


" Aku sudah mengatakan baik-baik padanya Starla, tapi Ia selalu mengangguku. Sudah aku lapar kita makan saja dulu, lalu selesaikan kerjaan di meja itu sebelum kau pergi " perintah Max masih dengan nada kesal


Starla diam saja... ia tak mau membuat Max tambah kesal. Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 akhirnya pekerjaan nya selesai, Max tinggal menandatangani berkas- berkas yang sudah di pilahnya.


" Max sekalian tanda tangani nilaiku ya "


" Mana kemarikan nilaimu "


Starla menyodorkan mapnya pada Max, Ia membacanya lalu menutup map tersebut


" Mengapa tak kau tandatangani Max? "


" Magangmu belum selesai , selesai mandi baru aku tandatangani " ucapnya sambil tersenyum usil, Starla mengerucutkan bibirnya kesal


" Kau boss nya Max " jawabnya kesal, Max tertawa geli melihat Starla yang kesal. Ia lalu berdiri dan masuk ke kamar mandi.


" Starla ambilkan bajuku " ucap Max begitu keluar dari kamar mandi, ia sudah mengenakan celananya dan sedang mengeringkan rambutnya yang basah, Starla terpana melihat otot-otot Max wajahnya langsung memerah.


Starla menyerahkan baju Max sambil menunduk, ia tak mau menatap otot-otot itu. Tiba-tiba saja Max menarik tangannya dan memeluknya, Starla kaget sekali


" Max apa yang kau lakukan? lepaskan " tanyanya kaget


" Kau kagumkan melihat ototku, silahkan kau boleh memegangnya sesukamu, bukankah ototku bagus? " tanya Max sambil tersenyum


" Munafik kalau kubilang ototmu jelek Max, Tapi bukan berarti aku mau memegangnya. Lepaskan a... " belum selesai ucapan Starla


" Cuppp..... " Bibirnya sudah dibungkam oleh bibir Max, mata Starla membulat kaget. Ia meronta tapi Max memeluknya dengan erat, Starla tak bisa bergerak


Max terus menciumnya, Starlapun terhanyut. Tangan Starla yang semula berada di dada Max berlahan namun pasti mulai di kalungkan ke leher Max


" Mengapa aku tak bisa menolak ciumannya, badanku tak bisa menolaknya oh Tuhann tolonglah aku " cicitnya dalam hati


Max terus mencium Starla dengan lembut, membuat keduanya lupa daratan. Entah bagaimana caranya keduanya kini berada di ranjang Max, tangan Max mulai menyusup ke dalam baju Starla


Starla tersentak, Ia langsung mendorong Max sekuat tenaga lalu duduk di sisi ranjang membelakangi Max.


" Max jangan membuatku menjadi wanita ******... please " rutuknya


" I love you Starla.... " itu saja yang keluar dari mulut Max


" Bunuh saja aku Max, mungkin itu yang terbaik untuk kalian berdua " sungutnya lagi


" Maafkan aku Starla, aku tak bisa menahannya lagi... maafkan aku " ucap Max menyesal. Starla mengambil tasnya lalu masuk ke kamar mandi. Ia memperbaiki lipstiknya yang sudah terhapus karena sapuan bibir Max.


" Tuhan maafkan aku... maafkan aku... " ucapnya berkali-kali


Starla keluar dari kamar mandi. Max menyodorkan map nilai Starla, Ia mengambilnya lalu menuju ke pintu


" Selamat tinggal Max " ucapnya sebelum menghilang di balik pintu


" Selamat tinggal cintaku, aku akan hidup dengan kenanganmu.... itu saja cukup untukku " ucapnya lalu merebahkan badannya sambil membayangkan kembali ciuman terakhirnya tadi.


Hadehhhh enep ngak bisa nafas rasanya thor


Bingung dah Starla baiknya sama siapa ya ??


Bantuin thor dooong 😭😭😭


Wow Max