
Sudah vote sista ... 😍😍
" Marla... apakah kau suka anak-anak? " tanya Anthony ragu-ragu, ia sangat menyukai gadis di depannya ini tapi ia belum sanggup mendengar jawaban nya, Anthony takut jika jawaban Marla akan mengecewakannya
" Tidak usah di jawab dulu... nanti saja " cegahnya cepat, Marla dibuat bingung dengan kelakuan Anthony.
" Sudah sampai boss " suara Denbe melalui interkom. Marla dan Anthony turun dari mobil, pemandangan yang indah sekali. Marla mengandeng tangan Anthony, keduanya berjalan menyusuri pantai. Malam ini pantai sangat bersahabat, angin hanya berhembus sepoi-sepoi.
Marla melepas hinghill nya lalu meninggalkannya kini ia berjalan dengan bertelanjang kaki, keduanya berjalan tanpa suara hanya debaran hati masing-masing yang menemani. Anthony melihat sebuah bangku di pinggir pantai, ia lalu menarik Marla untuk duduk. Sebelum duduk Anthony melepas jasnya dan menyematkannya di bahu Marla, keduanya lalu duduk menghadap pantai
" Aku menunggu.... " ucap Anthony
" Menunggu apa? " tanya Marla, Anthony mengangkat Marla ke pangkuannya dengan gemas
" Janjimu tentu saja... " ucapnya sambil melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Marla, tangan Marla menangkup kedua pipi Anthony, di belainya berlahan klimis yang tumbuh di sebagian pipi Anthony, dulu ia selalu melakukannya saat bangun tidur.
Anthony aku sangat merindukanmu... belaianmu... cumbuanmu... pelukanmu... semua tentangmu, desahnya dalam hati. Marla mendekatkan wajahnya Ia bisa merasakan Hembusan nafas Anthony di wajahnya
" Marla.. ingat jangan jadi wanita murahan " peringatan Sisi kembali berputar-putar di kepalanya, apakah aku jadi wanita murahan jika menciumnya duluan? tanyanya dalam hati
Sementara itu Anthony sudah tak sabar... mengapa lama sekali, Anthony memindahkan sebelah tangannya ke leher Marla dan menariknya
" Kau terlalu lama Sayang...... " ucapnya dengan nafas memburu, ciuman pun terjadi di awali dengan kecupan Kecil... keduanya hanyut dalam ciuman yang tak henti-henti.
20 menit sudah keduanya bertukar saliva dan saling mencecap namun terasa baru satu menit, tak jauh dari keduanya Denbe dan Rita hanya saling diam menghadap laut
" Huh... derita menjadi jomlo sejati ha ha " ucapnya miris menertawakan dirinya sendiri
" Salahmu sendiri Rita... mengapa kau dan Diego sampai sekarang belum menikah juga? " ucap Denbe
" Orang tuaku tak menyetujui aku menikah dengan Diego karena dia duda..."
" Memangnya mengapa kalau duda, yang penting kan tidak mengambil hak wanita lain "
Rita hanya bisa menarik nafas panjang
" Entahlah Diego.. mungkin kedua orang tuaku lebih senang aku jadi perawan tua "
" Yakin kau masih perawan ? " ledek Denbe
" **** you... old man " ucapnya marah lalu meninggalkan Denbe sendirian. Denbe hanya tergelak... ia suka mengoda Rita, Denbe kembali melihat jam nya... sudah 30 menit.. mereka masih asik saja
" Oh Anthony mengapa kau tak membawanya ke villa atau mansion saja, kau enak-enakan dengan Marla sedangkan aku kedinginan seperti ini... omelnya dalam hati, sepertinya bukan hanya Rita yang menderita.... 😅😅😅
Akhirnya keduanya melepaskan ciuman setelah sama-sama lelah, Marla mengancingkan lagi baju Anthony yang sempat dibukanya, Sedangkan Anthony menurunkan bawahannya Marla yang sudah terangkat karena tangan nakalnya. Deru nafas keduanya berlahan sudah mulai normal, Anthony memandangi Marla sambil tersenyum senang
" Terimakasih... aku akan membalasnya nanti " ucapnya sambil tersenyum mesum
" Apaan sih.... sudah cukup.. ini bahkan lebih dari cukup Anthony, Kau beruntung sekali ya... mendapat ciuman dari ku " ucap Marla sambil berdiri matanya melihat kesana kemari
" Apa yang kau cari? "
" Aku masih lapar, kita makan dulu ya " pintanya
Anthony langsung menelfon Denbe
" Denbe carikan tempat makan yang enak, kami mau makan "
" Siapppp..... " Denbe bergegas memesankan tempat untuk Anthony, ia membooking semua meja di sebuah restoran di pinggir pantai, ia tak mau ada yang menganggu keduanya makan.
" Ayoo " ajak Anthony, ia memeluk pinggang Marla kembali... hatinya kini dalam mode sangat...sangat bahagia, senyum nya merekah lebar sepanjang perjalanan menyusuri pantai.
Anthony dan Marla duduk di sebuah meja yang sudah penuh dengan makanan, wajah Marla langsung berseri -seri karena perutnya memang sangat lapar, di restoran pertama tadi Ia hanya makan 2 suap. Tanpa malu Marla makan dengan lahap, Anthony tertawa melihatnya
" What....?? " ucap Marla sewot
" Tidak.. aku hanya senang kau bukan type gadis yang akan makan malu-malu untuk menjaga imej di depanku "
" Maaf Senior... aku suka apa adanya " jawabnya jujur sambil menjilati sisa saos di jarinya
" Apa yang kau makan sepertinya enak sekali"
" Udang masak saos, Apakah kau mau.. kemarilah aku akan menyuapimu"
Anthony duduk mendekat ke sebelah Marla, dengan cekatan Marla mengupaskan kulit udang lalu menyuapi Anthony dengan tangannya, setelah udang habis Marla beralih ke kepiting kembali Ia makan sambil menyuapi Anthony
Denbe yang makan di meja lain bersama Rita dan beberapa pengawal mengambil beberapa foto Anthony yang sedang di suapi Marla lalu mengirimnya pada Carmelia
" Look calon mantumu yang cantik " tulisnya di bawah foto yang dikirimnya
Di Mansion... Carmelia yang sedang bermain dengan Junior ditemani Miranda dan Nana, berteriak senang mendapat kiriman foto dari Denbe.
" Miranda.. Nana kemarilah, lihatlah gadis yang sedang dekat dengan Anthony cantik sekali, tapi wajahnya kok mirip sekali dengan Starla ya ? " ucapnya, Nana dan Mirandapun mendekat untuk melihatnya. Betapa terkejutnya keduanya
" Starla....ini benar-benar Starla... apakah ia masih hidup? " tanya Miranda bergetar
" Tidak Miranda.. nama gadis itu adalah Marla Dia seorang penyanyi " jawab Carmelia, Miranda terus memandangi foto tersebut... mengapa aku yakin jika kau adalah Starla anakku.... desahnya dalam hati
🍰🍰🍰🍰
Walau Denbe sudah membooking seluruh meja tak lantas membuat keduanya lolos dari sorotan kamera. Ada beberapa paparazi yang mengetahui keduanya yang sedang makan di Restoran. Jepretan demi Jepretan pun di ambil dari jarak yang Jauh.
Selesai dengan acara suap suapannya, keduanya kembali untuk pulang. Mobil kini bergerak menuju ke apartemen Marla, Marla yang kekenyangan sudah mulai mengantuk, berbeda dengan Anthony yang mulai gelisah
" Ah Shett mengapa aku ingin menciuminya lagi... apakah ia akan marah jika aku menciumnya lagi ? "
" Ada apa? " tanya Marla yang melihat Anthony yang tidak duduk dengan tenang
" Bolehkah aku menciummu lagi? " akhirnya ia mengatakannya
" Bukankah tadi sudah... dan itu sudah lebih dari cukup " jawab Marla, namun bukan Anthony namanya jika ia tak bisa mendapatkan apa yang diinginkannya, Tangan kekarnya menjangkau pinggang Marla lalu mengangkatnya dengan mudah ke pangkuannya
" Tak pernah cukup untuk menyentuhmu. sayang " ucapnya dengan suara parau karena menahan hasratnya, kembali Ia menyatukan bibir mereka bahkan Anthony menciumnya dengan sedikit kasar namun Starla menyukainya. Starla membalas cumbuan Anthony namun tiba-tiba Starla melepaskan ciuman mereka
" Whatt....? " tanya Anthony penasaran
" Katakan pernahkah kau melakukan ini dengan wanita lain selain dengan istrimu dan aku ? " tanya Marla dengan posisinya yang sudah menduduki Anthony
" Tak bisakah kau bertanya nanti saja, aku sangat ingin mencumbumu sekarang!! " jawab Anthony prustasi...
" Tidak... Kau harus menjawabnya sekarang, atau ciuman ini berakhir sekarang!! " .......
Jeng... jeng... jeng.....
See you next eps
Jangan lupakan like komen dan votenya sista
Happy reading