MY STARLA

MY STARLA
110. Mengapa....??



Bruk.... prang... pyar.... bunyi barang yang di banting oleh Anthony di ruang kerjanya


" katakan itu bohong... katakan foto-foto ini hanya rekayasa saja kan.... katakan...!! " teriaknya marah sambil menghambur foto di depannya, matanya melotot jelas sekali kemarahan Anthony sangat besar


" Sabar Anthony.. sabar, kita tanyakan dulu kebenarannya " bujuk Denbe takut, sudah lama sekali Ia tak melihat Anthony semarah ini. Anthony menarik kerah baju Alfonso


" Katakan foto-foto itu tidak benar Alfonso.. kau merekayasanya.. buk.. buk.. buk... " teriak Anthony sambil memukuli Alfonso, salah satu tangan kanannya yang diberi tugas olehnya untuk mengikuti kegiatan Marla beberapa hari yang lalu


" Saya bersumpah Senior... demi apapun, saya tidak berbohong.... " jawab Alfonso


" Aahhhh..... prank..... " Anthony memukul kaca di belakangnya dengan kepalan tangannya hingga hancur berkeping-keping


" Mengapa Marla.... mengapa kau membohongiku... mengapa kau membohongi Junior... apa maumu... mengapa kau begitu tega...." Anthony terduduk sambil memandangi foto-foto di tangannya, air matanya menetes.... entah sudah berapa lama ia tak pernah meneteskan air matanya, terlebih untuk seorang wanita


" Mengapa Marla... mengapa saat kau sudah masuk ke dalam hatiku yang terdalam, kau malah membohongiku... apa kurangnya aku , aku akan memberikan semua untukmu Marla... semuanya " ucapnya tersandar di kursinya


" Kumpulkan semua foto itu Denbe, aku akan bertanya-tanya langsung padanya " titah Anthony, ia menuang segelas anggur dan menghabiskannya dalam sekejap


" Tenangkan dulu dirimu Anthony, ingat jangan menyakitinya walau semarah apapun dirimu " nasihat Denbe


" Banyak mulut..!! " ucap Anthony,


Anthony berdiri sambil membawa kumpulan foto di tangannya


" Anthony.... aku ikut denganmu " ucap Denbe, ia khawatir Anthony akan melakukan kekerasan pada Marla


" Tidak perlu... ini urusanku dengan dia " tolak Anthony, Denbe tetap mengikuti Anthony yang berjalan ke kamarnya


" Anthony.... bertanyalah baik-baik , jangan dengan emosi, Marla gadis yang baik.... " Anthony tiba-tiba berhenti lalu menarik kerah baju Denbe


" Gadis yang baik katamu, dengar baik-baik old man, dia bahkan sudah tidak perawan dan aku bahkan tidak mempermasalahkannya...jadi tutup mulut ceriwismu itu dan jangan ikut campur...!! " bentak Anthony sambil mendorong Denbe


Sementara itu Starla sudah selesai mandi, ia memakai baju sederhana berwarna hitam yang tergantung di lemari, ia sudah selesai berdandan.. . kini ia hanya tinggal mengeringkan rambut panjangnya. Wajahnya penuh senyuman, ia bahagia sekali hari ini berkumpul kembali dengan suami dan anaknya. Tak lupa ia menyemrotkan parfum kesukaannya ke leher dan lengannya... yes's sudah selesai ucapnya puas melihat penampilannya dikaca.


Tiba-tiba pintu kamar terbuka, Anthony masuk dan langsung membanting pintu lalu menguncinya, membuat Marla kaget Ia berdiri dan menyambut Anthony


" Ada apa Anthony, mengapa kau marah ? " tanyanya khawatir. Anthony yang melihat Marla sudah begitu cantik sekilas tak bersuara.... Kau bahkan sangat mirip dengan Starla tetapi mengapa kelakuan kalian bertolak belakang.... rutuknya dalam hati


Starla berjalan mendekati Anthony, Anthony langsung melemparkan tumpukan foto di tangannya ke tubuh Marla


" Jelaskan Marla... apa maksud nya ini, mengapa kau membohongiku hah... apa maksudmu?? " Anthony memberondong Marla dengan banyak pertanyaan


Marla mengambil foto yang berserakan di kakinya, nampak foto di mana ia dan Felix bergandengan tangan memasuki catatan sipil, ke butik, memilih cincin bahkan ada foto Ia dan Felix di pelaminan saat ia mengerjai Sisi


" Aku tidak membohongimu Anthony... " jawabnya bergetar


" Tidak membohongiku.. katamu, Kau bahkan baru menikah kemarin lalu kau merangkak menaiki ranjangku..... apa tujuanmu.. wanita murahan!!! "


" Aku tidak menikah dengannya Anthony, aku hanya membantu mempersiapkan pernikahannya."


" Kau fikir aku lelaki bodoh hah, Pria ini berkali-kali menginap di Apartemenmu, apa yang kalian lakukan...kau memang wanita murahan... plakkk " Anthony menamparnya Marla hingga Marla terjatuh di ranjang Anthony


Anthony menaikinya lalu mencekiknya


" Anthony bunuhlah aku jika itu membuatmu puas, tapi aku tidak berbohong..... aku tidak menikah dengannya.... aku mencintaimu...aku hanya men.. cin..***... mu.... " ucapnya terputus-putus


Anthony melepaskan cekikannya, Marla langsung menarik nafas sebanyak-banyaknya, Anthony berdiri kembali Ia meninju kaca di kamarnya hingga hancur... darah yang menetes di tangannya tak terasa sakit sama sekali


" Pergi... pergilah Marla sebelum aku membunuhmu.... " ucapnya bergetar membelakangi Marla


Marla berusaha berdiri, ia berjalan ke arah Anthony dan memeluknya dari belakang


" Aku bersumpah Anthony.... Rodrigue adalah kakak angkatku bukan kekasih atau semacamnya... aku hanya mencintaimu " ucapnya tangannya meraba dada Anthony dari belakang, Anthony memejamkan matanya... Ingin sekali rasanya ia memeluk dan memasuki Marla namun hatinya sudah di penuhi dengan kemarahan


Anthony melepaskan pelukannya Marla dan kembali mendorongnya, Ia menarik rambut panjang Marla


" Lepaskan Anthony... sakit..... "


" Sakit katamu... Kau tau betapa hatiku jauh lebih sakit... hatiku hancur Marla.... hancur karena wanita ****** sepertimu.... " bisiknya di kuping Marla, darah di tangan Anthony mengalir di rambut Marla, mata Marla bertemu dengan mata Anthony.... mata Marla yang penuh dengan air mata membuat Anthony tak tega... berlahan Marla bisa melepaskan tangan Anthony, ia mengambil sebuah handuk kecil lalu melilitkannya ke tangan Anthony yang terluka


" Anthony tanganmu terluka... kita obati dulu ya... " ucapnya tulus


" Jangan mengalihkan pembicaraan ******.... katakan apa rencanamu dan suamimu itu mendekati ku dan junior...karena uang hah.... dasar kau wanita murahan, Kau fikir kau bermain-main dengan siapa hah " Anthony tertawa seperti orang gila


"Tak bisa menjawab hah? sekarang pergilah... pergi sejauh jauhnya sebelum aku berubah pikiran " teriak Anthony memenuhi kamar. Marla bukannya pergi, ia Malah mendekatinya lalu bersimpuh di kaki Anthony


" Anthony... aku mohon jangan usir aku, aku sungguh... sungguh mencintaimu dan juga sangat menyayangi Junior. Aku akan membawa Rodrigue padamu agar kau percaya... please Anthony " Marla bersimpuh di kaki Anthony, ia tak ingin berpisah lagi dengan Junior


Anthony menendang Marla yang bersimpuh di kakinya...


" Ha ha ha kau ingin menjadi istriku dan ibu dari anakku?... dengar baik-baik ******..... Kau tak pantas bahkan untuk menjadi pencuci popok Junior sekalipun, pergi dan jangan pernah menampakkan wajahmu lagi di hadapan kami.... atau aku akan membunuhmu!!! " ucap Anthony tak menghiraukan pembelaan Marla,


Anthony mengambil sebuah kartu tanpa limit dari dompetnya, lalu melemparkan ke pangkuan Marla


" Itu kartu tanpa limit, geseklah sesukamu sebagai pembayaran karena telah menghangatkan ranjangku hari ini... ****** " ucapnya.


Anthony keluar dari kamar lalu membanting pintu dengan keras.


Starla menangis sejadi-jadinya, mengapa jadi seperti ini? mengapa kau tak percaya sedikitpun padaku Anthony, Kau bahkan menyamakanku dengan wanita penghibur... hik hik hik. Dengan sisa tenaga yang ada ia menelfon Felix.....


" Hallo Marla bagaimana keadaanmu? " sapa di sana


" Felix..... jemput aku.... jemput aku sekarang hik... hik... hik " ucapnya lemah


" Starla.... Ada apa, apa yang terjadi...Starla... Starlaa..... " teriakan Felix tak berjawab Starla sudah mematikan hpnya


Bergegas Felix menghubungi para pengawalnya agar mengikutinya memjemput Starla, Sisi tak lupa di bawanya, tanpa menginjak rem lagi keduanya mendatangi Villa Anthony.


See you Next eps


Sista votenya jangan lupa... komenmu juga ku nanti


Happy reading selalu