MY STARLA

MY STARLA
112. Kau yang tak pantas



Yuk kita nyambung ceritanya sista.. 😊😊


" Starla....apa yang kau lakukan? Felixxxxxxx " Sisi kembali berteriak panik


" Ada apa Si.... ya Tuhan..." Felix langsung mengangkat tubuh Starla dan membaringkannya di lantai


" Ambilkan selimut..." perintah Sisi, Sisi memeriksa organ Vital Starla setelah memastikan Starla masih ada denyut nadinya Sisi langsung melakukan CPR pada Starla. Felix menyelimuti tubuh Starla, sekilas Ia melihat bagian pinggang, dada dan leher Starla yang di penuhi tanda kissmark


" Bertahanlah Starla..... " berulang kali Sisi melakukan CPR sampai akhirnya Starla terbatuk dan mengeluarkan banyak air dari mulut dan hidungnya, Starla akhirnya sadar kembali


" Angkat dia ke ranjang Felix " pinta Sisi, Felix lalu mengangkat Starla dan membaringkannya di ranjangnya


" Aku akan memakaikannya baju, bisakah kau buatkan teh panas Sayang ? "


" Baik..... " Felix langsung pergi ke dapur


Sisi mengambil minyak penghangat lalu mengosokkannya ke seluruh badan Starla, Sisi melihat tubuh Starla yang penuh kissmark...ganas sekali kau Senior..ucapnya dalam hati, namun matanya melihat ada bekas cekikan di leher Starla...siapa yang mencekiknya apakah Senior?


" Starla apa yang kau pikirkan hingga kau mau bunuh diri ? " tanya Sisi sambil terus mengosok badan Starla dengan minyak hangat


" Tidak Si... aku hanya tertidur tadi, aku tak menyangka kalau jadi begini " jawabnya


Sisi berdiri dan mengambilkan piyama lalu memakaikannya pada Starla


" Siapa yang mencekik dan menamparmu Starla? apakah Senior " selidiknya, Starla hanya mengeleng... air matanya mulai menetes kembali


" Katakanlah Starla... kau tak bisa bohong padaku, bukti ada di depan mataku "


" Aku pantas menerimanya... aku wanita kotor.... " ucapnya lagi


" Omong kosong...kau adalah korban Starla... " Felix masuk sambil membawa teh panas dan obat ditangannya


" Kau baik-baik saja Starla? apa perlu kuantar ke dokter? " tanya Felix pelan, hatinya sangat sedih melihat keadaan Starla


" Tidak perlu Felix... aku baik-baik saja " Sisi meminumkan teh dan obat penenang pada Starla, tak lama Starlapun tertidur


" Sisi tadi aku menelfon dokter Starla di Singapura, Ia menyarankan secepatnya Starla kita bawa ke sana. Dokter menghawatirkan kejiwaan Starla " ucap Felix


" Ya sebaiknya besok pagi kita berangkat, sewa jet saja... jangan lupa samarkan tujuan kita, aku tak mau Senior ******** itu bisa melacak kita " ucap Sisi kesal


" Besok tunggu aku di jet, aku ada urusan dulu " pinta Sisi


" Urusan apa Si? "


" Aku akan memberi pelajaran pada Anthony.... malam ini kau tidur sendiri saja aku mau menemani Starla" ucapnya


"Si..... tak bisakah aku minta jatah dulu? ...please " rayunya memelas


" ngak... kalian lelaki sama saja yang dipikirkannya sex saja huh " Sisi meninggalkan Felix di ruang tamu


" Si..... sisi... sayang..... kasihan boy ku... " Felix terus berusaha


" Jepit aja di pintu " ucap Sisi ketus lalu menutup pintu tanpa menghiraukan suaminya yang merana


" Anthony yang salah.. mengapa aku kena juga.... ohhhhh boyy sabar ya..." Felix menunduk sambil menghibur boy nya... πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


🌾🌾🌾🌾


Di vila Anthony....


Anthony masih minum seorang diri di ruang kerjanya, ia menatap tangan kanannya yang masih berbalut saputangan


" Marla... mengapa kau masih baik padaku padahal aku sudah menyakitimu... matamu itu sungguh membuatku binggung, matamu penuh dengan cinta dan ketulusan padaku. Apakah benar Rodrigue adalah kakak mu? dan kau tak menikah dengannya ? jika benar.... Tuhan... apa yang sudah kulakukan ?? "


Anthony tiba-tiba saja berdiri, ia membuka pintu dan mendapati Denbe dan Rita yang sedang berbincang


"Di mana Marla? apakah ia sudah tidur? " tanyanya sambil berpegangan di pintu, badannya sudah tak seimbang karena pengaruh minumannnya


"Nona Marla sudah meninggalkan Vila 1 jam yang lalu Senior " lapor Rita


" Apaaa..... mengapa kau biarkan Ia pergi... mengapa!!? " teriaknya kesal


"Dia bilang senior sudah mengizinkannya pergi "


Anthony terdiam....ya dia yang telah mengusirnya


" Ha ha ha..... ya ya, aku dan mulut bodohku.... ha ha " ucap Anthony sambil tertawa sendiri, ia kemudian kembali masuk ke ruangannya


"Denbeeeee..... temani aku minum!! teriaknya


" Si Senior...... " Denbe segera masuk dan menemani Anthony, Denbe bingung dengan sikap boss nya itu


" Mengapa percintaanmu selalu rumit Anthony....Tuhan kapankah Boss ku ini akan merasakan kebahagiaan yang hakiki " keluhnya


" Boss... makanya jadi lelaki itu ngak usah terlalu tampan dan terlalu kaya.... mau tersenyum saja susah, mau bahagia saja susah... lihatlah aku yang jelek dan miskin ini, begitu melihat pujaan hatiku aku langsung melamarnya dan bahagia dengan 2 anak kami sampai sekarang.... tak seperti Kau.... penuh dilema ha ha ha.... " rucaunya karena sudah kebanyakan minum, Sedangkan orang di ajak berbicara sudah tak sadarkan diri sedari tadi


🐹🐹🐹🐹


" Papa.. pa..... pa... paaaaaa " teriakan Junior di telinga Anthony membangunkannya dari dunia mimpi, tangan kecilnya menepuk-nepuk wajah Anthony. Anthony membuka matanya, ia tersenyum melihat anaknya yang tersenyum Indah memandanginya.... senyummu seindah senyum mamamu Sayang...


" Au mama... sakit...pelankan suaramu ma, mama mau membuatku tuli apa... "


" Senorita... ampunn... "


Carmelia mengangkat Junior dari badan Anthony,


" Miranda jauhkan cucu kita dari mahluk brengsek yang bau ini " titahnya


" Bangun..... Mandi... mama tunggu di ruang tamu dalam 30 menit !!! " teriaknya membuat Anthony dan Denbe lari kocar kacir


Dengan kesal Carmelia berjalan ke ruang tamu


" Rita dimana calon menantuku? "


" Maksud anda Nona Marla? "


" Tentu saja...siapa Lagi, lihat Junior mencarinya, ia sudah merindukannya"


" Nona pergi tadi malam... sepertinya mereka bertengkar, Nona pergi sambil menangis dan pipinya sedikit bengkak seperti bekas tamparan " lapor Rita apa adanya


" Apaaa?? apa yang terjadi? "


" Lebih baik Senorita bertanya dengan Denbe atau Senior saja, saya tidak tau apa yang terjadi... " kilahnya


Carmelia menarik nafas panjang


" Pasti si bodoh itu berbuat salah lagi, kapan Ia akan dewasa.... oh Andrew... lihatlah anakmu itu, persis sekali denganmu huh... " omel Carmelia


Tepat 30 menit keduanya duduk di ruang tamu, Denbe menunduk tan berani menatap Carmelia yang sudah terlihat uring-uringan


" Anthony Montenegro... apa yang terjadi dengan Marla... mana dia?? " tanyanya sambil melotot, Anthony hanya meraup wajahnya... ia bingung harus memulai dari mana


" Jawab Anthony......"


" Dia sudah menikah mama " sahutnya akhirnya


" Apaaa....?? "


" Maaf menganggu... Senior Ada Nona Shasa Ingin bertemu dengan anda " sela Rita, Anthony dan Denbe saling pandang


" Suruh dia masuk " jawab Anthony


" Siapa Shasa? " tanya Carmelia


" Dia manager Marla " jawab Denbe


Tok... tok... tok. suara hinghill Shasa membahana, Shasa memandangi semua orang yang berada di ruang tamu.... matanya membulat menandakan si empu diri sedang menahan amarahnya, wajahnya sangat dingin tampa senyum sama sekali


Carmelia menyambut Shasa dengan senang


" Selamat datang Nona Shasa, dimana Marla.. mengapa kau datang sendirian? silahkan duduk.. " sambutnya ramah, Sisi tak menghiraukannya perkataan Carmelia


" Terimakasih Nyonya... saya berdiri saja, saya tak akan lama " ucapnya sambil terus memandangi Anthony


" Ada perlu apa Nona Shasa? " tanya Denbe berbasa basi


Shasa mengambil sesuatu dari tasnya, beberaoa foto di lemparnya di hadapan Anthony


" Ambillah Senior yang terhormat... lihatlah baik-baik sebelum anda menuduh Marla sebagai wanita murahan yang merangkak menaiki ranjangmu untuk uangmu... " ucapnya kesal


Denbe dan Anthony mengambil foto-foto yang berhamburan tersebut, nampak foto-foto pernikahan dan resepsi Shasa dan Rodrigue, foto buku nikah keduanya, Anthony dan Denbe tercekat melihatnya


" Jadi bukan dia yang menikah ? tapi mengapa ia tak mengatakannya padaku? " ucap Anthony bergetar


" Dia mengatakannya padamu sialannn, dia sudah mengatakannya. Dia bahkan mau membawa suamiku agar kau percaya padanya... tapi apa yang di dapatkannya hah. Setelah puas kau nikmati tubuhnya kau buang ia seperti sampah yang tak berarti " jawab Shasa mendidih


" Di mana Marla sekarang... aku mau bertemu dengannya " ucap Anthony... ia merasa menyesal sekali sudah menuduh Marla yang tidak-tidak


" Ingin bertemu dengannya... Jangan mimpi... kau tak pantas mendapatkan cinta dari seorang wanita yang berhati emas seperti dia... kau yang tidak pantas untuknya " jawab Shasa


" Please Shasa... aku mau meminta maaf padanya " ucap Anthony sambil mendekati Shasa, tiba-tiba Plakk Shasa menampar Anthony


" ini balasan untuk pipi Marla yang berharga " teriaknya, Shasa lalu mencekik leher Anthony


" Dan ini untuk leher Marla yang kau cekik...dasar kau maniak " Shasa seperti kerasukan


Rita menarik Shasa yang mengila


" Jaga kelakuanmu Nona " ucapnya


" katakan pada Seniormu yang terhormat itu, Jangan harap dia akan bertemu lagi dengan Marla se..la.. ma.. nya.... " ucap Shasa sambil mendorong Rita, Shasa lalu meninggalkan Vila tanpa menghiraukan panggilan dari Denbe, Sedangkan Anthony hanya terduduk di sofa... ia shock dengan kenyataan ini.


" Anthony Montenegro... sekarang jelaskan pada mama, apa yang sebenarnya terjadi, benarkah kau menampar dan mencekik Marla.?? "


See you next eps


Happy reading sista