
Starla dan Anthony sekarang sudah berada di atas pesawat. Kali kedua penerbangannya ini Starla sudah tidak terlalu takut lagi, namun Anthony berkeras agar Starla duduk di pangkuannya selama di pesawat.
" Tidak usah sayang, aku berat nanti kau kesemutan lagi pula malu sama Denbe" tolak Starla
" Kau tidak berat Starla, kemarilah aku tak mau ditolak! " perintahnya Lagi. Starlapun menurutinya Ia berdiri dan duduk di pangkuan suaminya tersebut. Anthony menyambut Starla dengan senang hati, tangannya langsung melingkar di pinggang Starla, di tariknya tubuh Starla agar berdempetan dengannya
" Nah kalau begini kan enak, jadi hangat " ucapnya sambil mencium Pipi Starla, Starla melingkarkan tangannya ke leher Anthony. Mereka mengobrolkan apapun selama di perjalanan, sesekali Anthony mencium pipi atau bibir Starla. Sesekali mereka tertawa bersama.
Terimakasih Tuhan, aku bahagia sekali. Kupikir aku akan menghabiskan Sisa hidupku seorang diri, tetapi kau turunkan seorang bidadari untukku, untuk mengisi relung hatiku yang kosong dan hampa ucap Anthony dalam hati. Harinya kini sungguh-sungguh bahagia dan berbunga.
Miranda yang melihat dari bangkunya diam-diam tersenyum senang. Terimakasih Starla kau menjadi anak yang penurut, mama berharap kau dan Senior akan langgeng sampai akhir hayat . Damian jika kau masih hidup kau pasti senang melihat anak gadismu tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik, 99 % Starla menuruni genetikmu. Darah memang tak bisa berubah, walau aku membesarkannya di lingkungan miskin, tapi aura darah birunya tetap terlihat,
ucap Miranda dalam hati.
Sesampainya di Meksiko mereka langsung menuju Mansion Anthony di Wilayah Utara, kediaman favorit Anthony. Karena lelah Starla langsung tertidur setelah Mandi, ia bahkan menolak untuk makan. Sedangkan Anthony langsung pergi dengan Denbe ke pertemuan para mafioso di daerah selatan.
" Anthony pertemuan ini akan membahas pemilihan ketua kartel secara keseluruhan, apakah kau akan mencalonkan diri ? " tanya Denbe
" Aku rasa tidak Denbe, bahkan aku berencana untuk pensiun dari dunia kartel jika kelak aku sudah memiliki anak " jawab Anthony. Jawaban Anthony mengejutkan Denbe
" Mengapa kau mau pensiun dini Senior, Kans mu untuk menduduki posisi itu sangat besar Anthony , kau adalah ketua kartel paling muda dan paling ditakuti dari semua ketua kartel yang ada" protes Denbe
" Denbe aku sudah punya semua yang kuinginkan, apa lagi yang ku cari. Aku tak mau sainganku nanti akan memburu dan mencelakakan Starla Aku tak sanggup kehilangannya dia Denbe " jawab Anthony lagi
Denbe menarik nafasnya dengan berat, Padahal Anthony sedang dalam posisi puncaknya tinggal selangkah lagi ia bisa menjadi pemimpin tertinggi.
" Anthony pikirkanlah lagi... jangan mengambil keputusan secara terburu-buru " rayu Denbe lagi
" Kau tau Denbe, percuma menjadi penguasa dunia jika hatiku hampa. Aku sudah pernah merasakannya... dan aku tak Ingin merasakan untuk kedua kalinya " kekeh nya
" Jika kau tak menjadi penguasa aku takut, Starla malah lebih banyak dalam bahaya karena kau sudah tak memegang kekuasaan Anthony " ujarnya Denbe lagi.
Anthony terdiam, ia jadi bingung. Semua pilihan Ada konsekwensinya. Tapi jika ia mengurusi kartel terus tak akan ada habis-habisnya, Sedangkan ia sekarang hanya ingin menikmati indahnya berumah tangga secara normal dengan Starla. Ia sudah membahasnya dengan Starla panjang lebaran di pesawat.
Mobil mereka memasuki sebuah bangunan mewah dipinggiran kota. Sudah banyak mobil terparkir di sana, sepertinya mereka terlambat.
Tok tok tok suara sepatu Anthony dan Denbe membahana di lorong rahasia menuju ruang rapat tertutup. Keduanya memasuki ruang rapat dengan tenang. Para mafioso memandangi keduanya dengan perasaan yang berbeda. Ada yang senang, Ada yang takut tak sedikit yang membenci mereka.
Setelah keduanya duduk rapat dimulai. Pimpinan tertinggi kartel Senior Irwin menyampaikan keputusannya untuk memundurkan diri karena sudah terlampau tua. Ia ingin menghabiskan masa tuanya dengan tenang.
Hiruk pikuk mulai terdengar di ruangan, beberapa kandidat penganti langsung bermunculan. Anthony diam saja , ia tak melakukan pergerakan apapun. Ia masih galau jalan mana yang akan di tempuhnya, maju atau mundur. Akhirnya ia memutuskan untuk diam saja mengikuti air yang mengalir.
Senior Irwin memberi waktu 1 Minggu untuk berfikir. Pemungutan suara akan di lakukan minggu depan di tempat yang sama. Tak lama semua peserta membubarkan diri.
Sepanjang perjalanan Anthony hanya diam, pilihannya kacau. Selama di tempat rapat Tidak sedikit mafioso yang melobby nya dan mendukungbya untuk mengantikan Senior Irwin dengan Alasan Anthony masih muda dan tak pernah mempunyai masalah dengan pihak kepolisian ataupun pemerintahan.
Jika ia mendata pelobby nya maka bisa diartikan lebih dari 40 % dukungan sudah di kantonginya, tetapi apakah ini yang Ia cari....??. Denbe tak berani menganggu Anthony yang terlihat galau, ia hanya berharap Anthony bisa berfikir ulang untuk mengundurkan diri dari dunia kartel.
Tut... tut... tut... Hp Anthlny berbunyi dilihatnya Max calling.
" Ya Max ada apa? "
" Di mana Kau Anthony? "
" Aku sedang dijalan, Ada perlu apa? "
" Kau licik Anthony... ha ha ha, Kau mendapatkan Starla dengan bantuan ayahmu. Sungguh tak gentlemen! " ejek Max
" Terserah padamu Max, aku tau kalau marah tapi Starla sudah memilihku "
" Starla memilihmu karena Ia tak punya pilihan, jika ia menolakmu mamanya akan meninggalkan dia dan kau tau itu !! " bentaknya Max marah
" Terserah saja, yang penting aku mencintainya dan dia pun mencintaiku. Aku minta maaf padamu, carilah gadis lain untukmu Max Kurasa itu tak sulit bagimu "
" Mengapa bukan kau saja yang mencari gadis lain Anthony, Kurasa kau lebih mudah mendapatkannya " ucap Max balik
Anthony terdiam mendengar ucapan Max.
" Jadi apa maumu Max ? " Anthony tak mau berdebat
" Aku hanya Ingin mengatakan, lindungi Starla sebaik-baiknya, jika kau lengah dan ia sampai terluka aku bersumpah aku akan merebutnya dari mu Tony, cukup Clara yang menjadi korbanmu! " ucapan pedas Max berhasil membuat Anthony tertegun .
Max mengakhiri telefonnya. Ia membanting hpnya di nakas ranjangnya. Besok Starla akan masuk magang kembali, ia harus menyiapkan mentalnya untuk bertemu Starla. Tak dipungkiri Max sangat patah hati, tetapi Ia tau Starla bukanlah gadis yang bisa menentukan jalan hidup yang diinginkannya karena hutang budinya, Dan hal itulah yang membuat Max meradang. Ketidak berdayaan Starla menghapus semua angan-angan Max.
Anthony kembali terdiam setelah menerima telfon dari Max. Ia sudah sampai di kamarnya, Dilihatnya Starla yang tertidur dengan damai, di elus nya rambut panjang Starla berlahan, Anthony tak ingin membangunkan istrinya itu, Karena pikirannya sedang galau.
" Maafkan aku jika aku egois Starla, tapi yakinlah aku sangat-sangat mencintaimu, aku akan berusaha melindungi dan membahagiakanmu seumur hidupku " bisiknya si kuping Starla. Di rengkuhnya tubuhnya Starla, dipeluknya dengan erat seolah-olah takut Starla akan menghilang jika ia melepaskannya.
See you next eps
Tinggalkan jejakmu selalu