MY STARLA

MY STARLA
32. Perhatikan baik baik



🌻🌻Pagi yang cerah


Starla membuka matanya berlahan-lahan, ia masih mencerna di mana ia berada. Di lihatnya ia sedang berbaring di dada seseorang, dan seseorang itu bertelanjang dada. Penculik itu hal pertama yang diingatnya. Starla langsung terduduk, dilihatnya siapa penculik itu.


Seorang pria tampan yang sangat dikenalnya..


" Senior, jadi dia yang menculikku. Dasar vampir tua tak bisakah kau berlaku normal? " gerutu Starla begitu mengetahui siapa yang menculiknya. Starla memperhatikan gaun tidurnya ia bernafas lega, masih lengkap berarti Senior tak melakukan apa-apa padanya. Tumben pikir Starla biasanya ia berlaku mesum.


Starla hendak bangun ke kamar mandi, tapi saat akan bergerak payudaranya terasa sakit dan pedih. Sambil membelakangi Anthony, Starla membuka kancing gaun tidurnya dan betapa terkejutnya Starla melihat payudaranya sudah seperti macan tutul, bahkan ada beberapa bekas gigitan termasuk di putingnya. Starla melihat ke arah kaca, dilihatnya lehernya juga bernasip serupa.


" Dasar kau vampir tua mesummmm..... " teriaknya sambil memukulkan bantal ke wajah dan badan Anthony yang sedang tertidur. Anthony langsung terbangun mendapat serangan dari Starla, ia kaget mengapa Starla memukulinya


" Hai.... mengapa pagi-pagi kau sudah mengamuk? " tanyanya


" Lihat ini " ucap Starla memperlihatkan leher dan dadanya


" Ya aku melihatnya... so? "


" kau harus minta maaf, vampir mesum!! "


" mengapa aku harus minta maaf? " jawabnya tanpa dosa


" I hate you... i hate you hik hik hik kau melakukannya tanpa permisi, menyebalkan " isak Starla sambil memperbaiki gaun tidurnya kembali


Anthony bangun dan duduk di sebelah Starla. Di pangkunya Starla yang sedang terisak. Dihapusnya air matanya dengan kedua jempolnya.


" Maaf... maafkan aku, ok " pintanya tulus, dipeluknya Starla diciuminya rambut dan wajah Starla berulang-ulang ulang


" Its heart, Senior " cicitnya


" Mengapa kau mengigitku? " tanyanya lagi


" Aku gemas padamu, aku membawamu kesini untuk menagih hutangmu, tapi kau datang bulan lagi... ohhhh Starla kau tau, betapa sulitnya aku tidur tadi malam " jawab Anthony


" Bukan salahku, kau tak bertanya Senior asal main culik saja " ucap Starla


" ok sekali lagi maaf, Starla... jika sedang berdua jangan memanggilku Senior, panggil namaku saja " pintanya


" Mengapa? "


" Aku suka saat kau mengucapkan namaku " bisiknya. Mata mereka pun bertemu, Starla membelai pipi Anthony yang ditumbuhi bulu-bulu halus, entah mengapa ia suka menyentuhnya, membuatnya merasa damai. Entah menghilang kemana rasa marahnya tadi


" Anthony..... " ucapnya pelan namun membuat jantung Anthony langsung berdebar. Keduanya mendekatkan bibir masing-masing, mereka melakukan olah raga bibir di pagi hari dengan semangat.


Ciuman terhenti karena ketukan di pintu. Anthony melepaskan ciumannya dengan marah menganggu saja geramnya, direbahkannya Starla berlahan lalu membuka pintu. Denbe berdiri di depan pintu sambil tersenyum


" Kenapa kau senang sekali mengangguku Old man "


" Sorry bos... Semua pimpinan ranting dan wakilnya sudah datang " lapor Denbe


" Tunggu saja !!! " bentaknya sambil menutup pintu, Denbe tertawa senang tanpa suara karena sudah berhasil mengoda Anthony.


Anthony kembali berbaring di sebelah Starla. Starla memiringkan badannya menghadap Anthony


" Se.... oh maksudku Anthony bolehkah aku bertanya? " ucap Starla


" Apa yang ingin kau tanyakan? "


" Nana bilang kau dulu tak pernah tidur sekamar dengan istrimu apakah benar kau hanya mendatanginya se jam atau dua jam saja "


" ya benar, mengapa kau tanyakan itu? " tanya Anthony balik


" Aneh saja, sedangkan denganku yang belum jadi istrimu, kau selalu bersamaku sepanjang malam " ucap Starla


" Entahlah Starla aku tak tau, yang jelas aku suka memeluk dan mencium wangi tubuhmu. Bersamamu menenangkan jiwaku" jawabnya membuat pipi Starla langsung memerah


" Anthony... boleh aku bertanya lagi? "


" Hemmmm "


" Tak bisakah kau mencari gadis lain untuk menjadi wanitamu ?"


" mengapa ? kau menyukai lelaki lain, kau menyukai Max? " tanyanya marah


" No... tidak... hanya saja, sepertinya aku tak sanggup hidup dalam kerumitan seperti ini. Aku hanya ingin hidup sederhana dan membahagiakan mama. Itu saja... " jawab Starla sambil memandangi manik mata Anthony


" Tidak Starla, aku sangat menyukaimu. Aku sudah memilihmu, aku tak akan melepaskanmu. kau tau sendiri Starla bahkan butuh 3 tahun bagiku untuk bisa membuka hatiku " ucap Anthony


" Maaf..... aku hanya merasa tak pantas untukmu " cicit Starla


" Jangan memancingku Starla, jika tornadoku bangun kau yang akan susah " ucapnya. Di ciumnya tangan Starla lalu diletakkannya ke pipinya


" Biarkan begini dulu, aku ingin menikmati wangi tubuhmu " Anthony memeluk Starla seperti guling, hidungnya mengendus-endus rambut Starla. Starla pun menikmatinya. Selama setengah jam baru Anthony melepaskan pelukannya karena maid mengetuk pintu mengantarkan sarapan mereka.


Anthony dan Starla sarapan di balkon kamar Starla. Starla menyuapi Anthony dengan telaten, sedangkan tangan Anthony sibuk meraba-raba 😅😅 sampai sarapan habis.


" Aku ke kamarku dulu, setelah selesai mandi dan berpakaian minta maid untuk mengantarkanmu ke ruang rapat, aku menunggumu disana " titahnya


Starla mandi tanpa di bantu maid, ia merasa tak nyaman dibantu mandi pada saat datang bulan. Selesai mandi Maid sudah menunggu dengan gaun di tangan mereka. Starla melihat model gaun yang dipilihkan maid tersebut ia pun menghela nafasnya


" Aku tak bisa memakai gaun itu, maaf " ucap Statla


" Mengapa Nona? anda tak suka modelnya? "


" Bukan begitu, look.... " ucap Starla menperlihatkan leher dan dadanya pada kedua maid tersebut, kedua maid tersebut tersenyum malu melihatnya


" Wow ganas juga Senior kita " ucap salah satunya


" Senior kalian itu memang vampir tua mesum yang menyebalkan " omel Starla, membuat kedua maid tersebut tambah tertawa.


Starla berdiri membuka lemari pakaian yang ada, diperhatikan jejeran gaun yang tergantung. Matanya jatuh cinta pada sebuah gaun sederhana dari bahan rajut berwarna abu-abu.


" Aku pakai ini saja " ucapnya


Kedua maid kemudian membantu Starla memakai gaun pilihannya, lalu mendadani Starla


" Apakah kalian tau mengapa Senior menyuruhku ke ruang rapat? " tanya Starla


" Entahlah Nona, tapi di ruang rapat berkumpul semua pimpinan ranting dan wakilnya. Mereka sudah datang lebih dari 1 jam yang lalu " jawabnya


" Jangan terlalu menor mendandaniku, aku tak suka " ucapnya


" Si nona "


Starla melihat di atas meja terlihat parfume kesukaannya, sambil tersenyum di pakainya parfume tersebut. Kau memang perhatian Vampir tua, di semua tempat selalu disediakan parfume ini. Padahal aku tak pernah pengatakannya kalau aku menyukainya, dari mana ia tau.... ucap Starla dalam hati


" Kalau boleh aku tau, siapa yang memilihkan parfume ini? " tanya Starla


" Oh semua kediaman Senior sudah diberi daftar list kebutuhan Nona, jadi kami semua sudah menyediakannya sejak 3 bulan lalu " jawab maid


" Semua kediaman? memangnya ada berapa banyak kediaman Senior? " tanyanya penasaran


" Entahlah nona, tapi setau saya di Meksiko senior punya 4 Mansion, 4 villa dan beberapa rumah persembunyian Serta beberapa hotel "


" Glek.... " Starla menelan ludahnya terkejut. Pantas saja jika ia bilang uangnya tak akan habis walau aku memborong habis isi mall. Ternyata ia tak berbohong


Starla menarik nafas panjang berkali-kali untuk menghilangkan kegugupan dan keterkejutannya.


" Ok... antar aku.. " ucap Starla


Starla mengikuti kedua maid ke ruang rapat.


Tok...tok... tok... ruang rapat langsung sepi


" Masuk..... " terdengar suara bariton Anthony dari dalam. Maid membukakan pintu untuk Starla


" Silahkan Nona... "


Dengan perlahan namun pasti, Starla memasuki ruangan besar didepannya. Nampak olehnya Anthony duduk di kelilingi orang-orang yang tak dikenalnya sama sekali kecuali Denbe


" Kemarilah Starla... " titah Anthony, Starlapun mendekat


Semua mata tak berkedip memandangi Starla. Sebenarnya Starla malu sekali tapi ia hanya bisa diam, ia tak bisa menunduk karena ingat pelajaran dari Nana. Kau harus mengangkat wajahmu, Senior tak suka jika wanitanya sampai menundukkan wajahnya. Kau harus menunjukkan bahwa kau bangga menjadi wanita dari seorang Senior Anthony Montenegro.


Anthony tersenyum senang melihat penampilan Starla, wangi tubuh Starla menghampiri hidungnya membuat tornadonya langsung berkedut, Shitt.... umpatnya dalam hati. Anthony berdiri dan memeluk pinggang Starla


" Kalian semua, perhatikan baik-baik. Ini adalah Starla ia adalah wanitaku calon Senorita kalian. " ucap Anthony


" Selamat pagi Senorita " ucap mereka serentak


See you next eps


Happy Reading guess