
Starla terbangun dari tidurnya karena mendengar keributan di luar kamar Max. Ia membuka matanya berlahan lalu berdiri mau menuju ke arah pintu.
" Starla... bisakah kau kemari ! " panggil Max
" Sebentar Max ada ribut-ribut di luar, aku akan melihatnya dulu " ujar Starla
" Tidak perlu, sebentar mereka akan masuk. Aku hanya minta bantuanmu... apapun yang akan kukatakan pada mereka kau diam saja ok " pintanya
" Sekarang duduklah di sisi ranjangku, gelung rambutmu dan jika kau ada kacamata pakailah untuk menutupi sebagian wajahmu " lanjutnya, dengan keheranan Starla menuruti permintaan Max, kemudian ia duduk si sisi ranjang Max
Tak lama pintu terbuka, tampak Yohana masuk
" Max... aku tak bisa mengusir mereka! " lapornya
" Biarkan mereka masuk, panggilkan beberapa pengawalku! " titahnya
Masuklah 3 orang wanita cantik tak ada seorangpun yang tidak cantik, pakaian mereka sangat sexy dan bermerk. Ketiganya langsung mendekati Max sambil saling dorong
" Max sayang aku dengar kau sakit, mengapa tak mengabariku hemm aku akan menjagamu 24 sayang " ucap seorang gadis yang memakai dress ketat berwarna biru
" Tentu ia tak mengabarimu murahan, karena ia memintaku untuk menjaganya " sahut salah satunya lagi sambil membelai kepala Max
" Lepaskan tanganmu dari tunanganku, pergi kalian semua!! " bentak wanita yang memakai dress berwarna pink, ia terlihat sangat cantik di mata Starla
Max menepuk tangannya, kemudian masuklah beberapa pengawalnya
" Dengarlah kalian bertiga, aku sudah menikah ini istriku. Jadi jangan pernah kalian muncul di hadapanku. Terutama kau Mina... tunangan dari mana, mengacalah!! " ucap Max sambil mengangkat tangannya. Para pengawal paham lalu menyeret ke 3 wanita tersebut keluar dati kamar
" Max sungguh maafkanlah aku kita mulai lagi dari awal... ok... please!! " teriak Mina memohon pada Max, namun Max tak bergeming
" Aku tak percaya kalau kau sudah menikah Max, kau pasti berbohong kan!! " protes nya
" Percaya atau tidak percaya bukan urusanku Mina, bawa mereka keluar dari sini " ucap Max dingin
" Max... max... max... " ke tiganya memanggil-manggil nama Max sampai tak terdengar lagi suara mereka.
Starla tertegun melihat kejadian itu
" Mereka pacar-pacarmu Max? " tanyanya penasaran
" Mengapa kau bilang kau sudah menikah di depan mereka, bahkan ada tunanganmu. Kau memang play boy Max, bahkan kau selalu merayuku dasar. Tidakkah kau merasa berdosa mempermainkan banyak wanita " protesnya lagi
Max menarik nafas panjang, di tatapnya Starla yang nampak marah padanya. Terpancar rasa kecewa dari manik mata Starla, selama ini ia menganggap Max adalah pria yang baik, ternyata tak lebih dari pria brengsek... rutuknya dalam hati, ia berdiri membelakangi Max
" Starla aku akan menceritakan masa laluku padamu, hanya padamu... dengarkanlah dulu. Setelah itu jika masih marah padaku kau boleh pergi dan tak perlu merawatku lagi " ucapnya pelan, Starla akhirnya kembali duduk di sisi ranjang Max
" Baiklah... aku akan dengarkan ceritamu buaya darat " ucapnya masih dengan nada kesal
" Ha ha ha.... tak adakah sebutan yang kebih manis daripada buaya darat untukku honey " ucapnya geli
" Hentikan panggilan itu Max, aku bukan kesayanganmu! " protesnya
" Tapi kau memang kesayanganku, satu-satunya kesayanganku " jawabnya santai, Starla hanya diam ia sudah malas berdebat.
" Kau tau Starla saat aku berumur 12 tahun mamaku meninggal karena sakit , papa sangat merasa kehilangan mama. Setahun kemudian papa bunuh diri hingga di usia 13 tahun aku sudah menjadi yatim piatu.
Tanteku.. mamanya Anthony merawatku sejak saat itu, karena ia merasa kasihan padaku. Ia memperlakukan ku dengan sangat baik sampai aku dewasa. " kisah Max sambil menerawang
" Aku selalu rajin belajar karena memang aku ingin menjadi Dokter, aku berfikir jika mamaku bisa di sembuhkan pasti papa tak akan bunuh diri dan aku tak akan di tinggal sendiri. Selama aku kuliah aku tak pernah memiliki pacar atau kekasih setelah aku menjadi dokter baru aku mulai mengurusi masalah pribadiku " ucapnya lagi, Starla tetap menyimak
" Pacar pertamaku bernama Clara, ia adalah seorang model. Kami bertemu saat Clara berobat karena kecelakaan kecil waktu itu. Aku membawanya sekali ke rumah Anthony, dan kau tau Anthony ternyata menyukai Clara. Mama Anthony memintaku untuk melepaskan Clara untuk Anthony karena usianya sudah cukup matang untuk menikah. Anthony adalah type pria yang sangat pemilih dan sulit sekali jatuh cinta, dengan alasan itu tante memintaku untuk mengalah " lanjutnya panjang lebar
" Terusss..... " sambung Starla karena penasaran
" Ambilkan aku minum dulu honey, aku haus " pintanya, Starla lalu berdiri mengambilkan minum dan memberikannya pada Max
" Terimakasih " ucapnya
" Karena aku merasa berhutang budi dengan mama Anthony yang selama bertahun-tahun sudah merawatku ....akupun akhirnya mengalah walaupun sifatku dan Anthony sebenarnya sama, aku pun pemilih dan sulit jatuh cinta. Tapi aku iklas Starla setidaknya hanya itu yang bisa kulakukan untuk membalas budi pada mereka. " Max menarik nafas panjang
" Mengapa kau menangis Max, apa yang terjadi ? mengapa kalian tak jadi menikah? " tanya Starla
" 2 minggu sebelum kami menikah, Mina hamil aku sendiri yang mengetahuinya karena tiba-tiba ia pingsan. Bagai petir di siang bolong rasanya mengetahui tunanganku hamil "
" Mengapa Max? "
" Karena aku tak pernah bercinta dengannya Starla, aku sangat menghormatinya sebagai wanita. Aku sangat terpukul dengan penghianatan Mina, sejak saat itu aku sangat benci dengan wanita. Aku merasa wanita itu hanya suka mempermainkan pria dan hanya menginginkan uangku saja, akhirnya berakhirlah aku menjadi seorang casanova Starla, aku banyak mempermainkan hati wanita untuk mengobati rasa sakit hatiku....sampai aku melihatmu di sekolahmu.
Kau terlihat sangat berbeda, melihatmu membuat hatiku merasa damai dan hangat. Kau tau Starla sejak melihatmu sampai sekarang aku tak pernah lagi berkencan dengan siapapun, kau sudah mengunci hatiku dengan pesonamu " Ucap Max lagi
Starla hanya bisa terdiam mendengar cerita Max, dibalik kesuksesan dan semua kekayaan yang dimilikinya ternyata hatinya begitu terluka, air mata Starla tanpa sadar menetes membasahi pipi putihnya.
Max mendekati Starla lalu menghapus air mata Starla dengan sebelah tangannya
" Mengapa kau menangis honey, jangan bilang kau kasihan padaku, aku tak apa-apa sungguh " ucapnya sambil tersenyum
" Oh Max... selama ini aku fikir hanya laki-laki yang brengsek, ternyata wanita juga banyak yang brengsek hik hik hik " Starla kembali menangis
" Ha ha ha Starla... Starla kau masih terlalu muda, pengalamanmu masih minim. Dengan bertambahnya usiamu nanti kau akan tau hitam putih kehidupan ini.. sudah jangan menangis lagi, nanti dikira Anthony aku mau memperkosamu lagi " canda Max
Starla mulai tersenyum kembali dengan candaan Max.
" Bagaimana apakah kau masih mau merawatku si buaya darat ini atau tidak ? " tanya Max
" Maafkan aku Max, aku sudah berburuk sangka padamu " ujarnya tulus
Tak lama masuklah Yohana membawa 2 baki makanan
" Max... Starla sudah waktunya makan siang, bagaimana keadaanmu Max? " tanya Yohana
" Semakin baik Yo " sahutnya
" Apakah berkas itu sudah kau tandatangani?"
" Belum, Starla melarangku membacanya " jawab Max jujur
" Apakah harus di tandatangani hari ini Yo? " tanya Starla
" Yaaaa..... jika bisa akan lebih baik, karena masih banyak lagi ...lihatlah.. " jawab Yohana sambil menumpukkan lagi berkas baru yang di bawanya di laci bawah meja dorong yang di bawanya
"Baiklah Yo, nanti setelah selesai makan, aku akan membantu Max mengerjakan tugasnya " ujarnya
" Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu... dadah big baby "olok Yohana sambil tertawa
Max melipat kedua kakinya berlahan
" Starla taruh mejanya didepanku, kita makan bersama di ranjangku ya " pintanya, Starla pun menurut, ia meletakkah 2 meja makan lalu duduk bersimpuh di depan Max
" Bisa makan sendiri, atau di suapi? " tanyanya
" Tentu saja disuapi, aku kan big baby he he " jawabnya cepat, Starla makan sambil menyuapi Max. Keduanya makan sambil berbincang tentang masa lalu Max.
Selesai makan Starla mengambil beberapa berkas, ia membacakan isinya lalu Max menandatanganinya jika ia setuju, beberapa berkas tidak di tandatangani karena perlu refisi. Tak terasa sudah jam 4 sore, keduanya menghentikan kegiatannya karena merasa lelah.
Starla melihat jam, ia berdiri lalu mengambil sepasang baju Max dari lemari. Ia menyiapkan air hangat dan wash lap
" Ayo big baby, saat nya mandi " ucap Starla lalu membuka baju Max dan me lap badan Max dengan telaten
" Starla jika suatu saat kau sakit, aku juga dengan senang hati akan memandikanmu " ucapnya tak sadar
Plakk.... Starla memukulkan washlap nya ke lengan Max
" Dasar dokter mesum " ucapnya marah
See you next eps
jangan lupa tinggalkan jejakmu selalu