
Tut... tut... tut... hp Starla berdering, Max calling. Starla menekan tombol hijau.. tiba-tiba Miranda masuk ke kamar Starla
" Starla ...kita harus bicara ! " ucap Miranda dengan tatapan yang tak bisa dimergerti Starla, diletakkannya hp nya di nakasnya
" Si mama apa yang ingin mama. bicarakan? "
" Mengenai dr Max! "
" Ada apa dengan dr. Max mama? "
" Mengapa ia memanggilmu Honey? ada hubungan apa kau dengannya? jangan bilang kalian pacaran " todong Miranda
Starla diam tak menyahut, ia bingung harus menjawab apa
Plaakk Miranda menampar Starla
" Berani sekali kau Starla, menghianati Senior " bentaknya marah
" No mama no, aku tak berpacaran dengan Max, ia hanya suka memanggilku begitu " jawab Starla sambil memegang pipinya. Seumur hidupnya tak pernah sekalipun mamanya memukulnya
" Lalu mengapa ia berani mencium keningmu Starla, bahkan kau tak melarangnya sama sekali " ujarnya marah, kembali Starla terdiam
" Kau tau Starla, kita berhutang nyawa pada Senior Montenegro ayah Anthony. 11 tahun yang lalu jika Senior tak menolongmu, kau tinggal nama saja Starla. Kau tak akan menjadi gadis sebesar dan secantik ini " ucap Miranda membuat Starla terkejut.
" Sejak saat itu nyawamu menjadi milik Montenegro , sebelum meninggal Senior Montenegro berpesan bahwa kau menjadi milik Anthony, apapun yang diinginkan Anthony kau harus menurutinya " lanjut Miranda
" Senior Anthony sudah memintamu pada mama 2 bulan yang lalu Starla, bayangkan ia akan menjadikanmu istrinya kau akan menjadi seorang Senorita seharusnya kau bersyukur dan menjaga kepercayaan Senior bukannya menjadi wanita murahan seperti sekarang ini, mama tak pernah mengajarimu untuk menjadi orang yang tak tau terimakasih Starla " omel Miranda tak berhenti
" Si mama " jawab Starla sambil menangis
" Tugasmu hanya melayani dan menyenangkan Senior itu saja. Jauhi dr Max Starla. Jika kau tak menurut, mama aka pergi meninggalkanmu, ingat itu!! " ancam Miranda
" No Mama, jangan tinggalkan aku... hanya mama yang kupunya di dunia ini hik hik " Starla bersujud di kaki Miranda. Miranda meninggalkan Starla seorang diri di kamar.
Nana menunggu Miranda di luar kamar Starla
" Tidakkah kau terlalu keras padanya Miranda? dia sedang sakit " tanya Nana
" Ini pertamakali aku memukulnya Nana hik hik hik " Miranda menangis memeluk Nana.
Sebenarnya hatinya sangat sakit ketika menampar Starla, tapi Starla harus mengerti posisi dan tanggung jawabnya.
🍇🍇🍇🍇
Tanpa di sadari Starla dan Miranda percakapan keduanya tadi terdengar oleh Max, karena Starla tidak mematikan hp nya.
Max tertegun mendengar semua ucapan Miranda. Max mendengar dengan jelas tangisan Starla yang menyayat hati.
Kasian dirimu Starla... maafkan aku yang membuatmu jadi seperti ini. Aku akan berusaha melupakanmu Starla. Keegoisanku membuatmu jadi sakit dan harus menerima tamparan dari mamamu.... maafkan aku. Sesakit sakitnya hatiku, aku yakin hatimu lebih sakit... ucap Max dalam hati.
Akhirnya Max tak kembali ke Rumah Sakit, ia melajukan mobilnya ke sebuah Club yang buka 24 jam. Ia perlu pengalihan sementara untuk menghibur hatinya yang luka.
🍇🍇🍇🍇
Nana dan seorang maid masuk ke kamar Starla. Dilihatnya Starla telah tertidur. Nana menyuruh maid tersebut untuk menunggui Starla dan jika Starla bangun harus segara makan dan meminum obatnya.
Nana membelai rambut Starla, kasihan kau Starla. Bukan salahmu terlahir cantik hingga menarik kumbang-kumbang di sekelilingmu.
Hari telah berganti, keadaan Starla sudah membaik. Anthony menelfonnya mengatakan bahwa malam ini ia akan mengunjungi Starla.
Anthony langsung terbang dari Spanyol begitu mendengar Starla sakit, padahal ia baru sampai.
" Nana nanti sore aku ingin perawatan lengkap, nanti malam Senior akan datang " pinta Starla
Sudah 2 jam Starla di massage, lulur dan dilanjutkan dengan spa. Malam ini Starla ingin tampil secantik dan sewangi mungkin, ia sudah bertekad akan melayani Anthony sebaik-baiknya agar mamanya tak lagi marah padanya.
Jam 9 malam Anthony datang di antar Diego, sedangkan Denbe tetap tinggal di Spanyol untuk mengurusi pekerjaan.
Starla dan seisi rumah menyambut kedatangan Anthony.
" Senior apakah anda sudah makan? " tanya Miranda
" Belum Miranda, nanti antar saja ke kamar. Aku mau mandi dulu. Bagaimana keadaanmu Starla apakah sudah enakan? " tanya Anthony sambil memegang kening Starla
" Si Senior sudah lebih baik. Ayo bukankah Senior ingin mandi? " jawab Starla.
Statla mengandeng Anthony ke kamarnya, ia menyiapkan air mandi untuk Anthony. Setelah selesai dibukakannya pakaian Anthony satu persatu.
" Mengapa kau ke sini sayang, bukankah kau baru sampai si Spanyol? " tanya Starla
" Apakah kau tak senang aku datang? "
" Tentu saja senang, hanya saja aku kasihan padamu. Bolak balik pasti lelah " ucap Starla
" Setelah melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau kau baik-baik saja, lelahku langsung menghilang Starla " ucapnya lalu masuk ke kamar mandi.
Saat Anthony di kamar mandi, maid datang mengantarkan makan malam Anthony. Starla mematut dirinya di depan cermin, ia memakai lipglossnya agar bibirnya tak terlalu pucat, tak lupa mengoleskan body lotion ke seluruh tubuhnya.
Anthony keluar hanya mengenakan handuk di pinggangnya, memperlihatkan deretan roti sobek nan mengiurkan, sebelah tangannya mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Starla berdiri mengambilkan piyama Anthony dan menyerahkannya pada Anthony.
Anthony mengambilnya lalu memakainya di depan Starla, Starla memalingkan wajahnya yang kemerahan karena aksi usil Anthony.
Tak lama Anthony memeluk Starla dari belakang, disesapnya wangi rambut Starla yang sangat disukainya
" Anthony ayo makan dulu " ajak Starla, Anthony tak menghiraukan nya, ia sibuk meraba-raba tubuh Starla. Dibaliknya tubuh Starla diciumnya dengan sepenuh hati gadis kesayangannya itu, Starla membalas ciuman dan cumbuan Anthony. Anthony melepas bagian luar baju tidur Starla, kini Starla hanya memakai thanktop mini berwarna merah, sangat kontras dengan kulitnya yang seputih susu
" Starla... aku sudah tak tahan, aku ingin memilikimu malam ini... bolehkan? " tanyanya sambil menciumi kuping Starla
" Tentu saja boleh " jawabnya. Tak menyia-yiakan kesempatan Anthony membopong Starla ke ranjang, dan merebahkannya. Dimatikannya lampu kamar lalu menyalakan lampu tidur saja, tanpa babibu lagi Anthony langsung menindih Starla yang terbaring.
Diciuminya seluruh tubuh Starla
" Oh Starla seluruh tubuhmu harum dan lembut sekali " ucapnya, membuat Starla bak cacing kepanasan bahkan ia sudah berkali kali mendesah
" Anthony... please jangan siksa aku " cicitnya
Mendengar permintaan Starla, Anthony mengubah posisinya, tornadonya sudah berada di tempatnya, ia mendorong pinggulnya hendak memasuki Starla, tangan Starla meremas bahu Anthony karena merasakan sakit si intinya, pada percobaan ke tiga akhirnya Anthony berhasil menjebol gawang Starla. Anthony mengerakkan pinggulnya pelan pelan terlebih dahulu, semakin lama semakin cepat
" oh Starla milikmu sempit sekali... oh nikmatnya " racaunya Sedangkan Starla hanya bisa mendesah karena merasakan antara sakit dan nikmat yang bergantian ia rasakan. Anthony terus mengempur dengan semangat 45, tornadonya terasa di jepit membuatnya serasa melayang.
Keduanya mendesah panjang saat melakukan pelepasan bersama-sama,
" Terimakasih Starla, kau sungguh nikmat " ucapnya jatuh terkulai si sebelah Starla. Setelah 30 menit istirahat, Anthony meminta lagi jatah ke dua. Kali ini ia melakukannya lebih lama dari yang pertama, Desahan keduanya kembali memenuhi kamar Starla.
Starla sampai lemas meladeni si vampir tua...malam ini Anthony benar-benar melepaskan dahaganya sepuasnya, entah berapa kali ia melakukannya maklum dah 3 tahun puasa, jadinya di rapel deh... 😅😅😅
Maaf jika eps ini rada vulgar, thor sedang dalam mode hayalan tingkat dewa... 😅😅, bagi yang ngak suka silahkan si skipp aja.
Gimana senang tidak dengan cerita Starla ?
Kalo senang pantengin terus kelanjutannya ya
Jangan lupa untuk selalu apresiasi karya aku dengan like komen atau nge vote aku