
Starla turun dari mobil yang mengantarnya, dengan ceria Ia memasuki ruang RS tempat nya magang, seminggu lagi magangnya berakhir dan Anthony berjanji akan mengajaknya berbulan madu dan Starla boleh memilih kemana saja negara yang diinginkannya untuk berbulan Madu. Tentu saja ia memilih Paris, wanita mana yang tak ingin pergi ke negara cinta dan shopping tersebut.
Senyum manis tak hilang dari wajah cantiknya, setelah melakukan ceklock Starla menuju ke tempat magangnya
" Starlaaa... " panggil Yohana dari kejauhan, Starla membalikkan badannya
" Ya Yohana.... ada apa? "
" Kau ditunggu Max di ruangannya " ucap Yohana
" oh ya? Max sudah datang " tanyanya senang, Starla melangkah ke ruangan Max
" Pagi Dr Max " sapanya begitu masuk
" Pagi honey, kemarilah aku membawa oleh-oleh untukmu " ucapnya sambil memandangi gadis yang sangat di rinduinya itu
Starla masuk lalu duduk di sofa sambil memeluk boneka putihnya, Ia tak berani membawa pulang boneka tersebut karena takut nanti Anthony marah karena Max yang membelinya.
Max mendekati Starla dari belakang lalu memberikan seikat bunga berwarna pink dari belakang, Starla terkejut melihatnya
" Untukku..? Indah sekali bunga apa ini? " tanya Starla sambil mencium aroma bunga-bunga tersebut
" Namanya bunga Prem, aku khusus membawanya dari China untukmu "
" Bunga yang sangat cantik Max, terimakasih " ucapnya
" Tentu bunga cantik untuk wanita tercantik " ucapnya sambil mencium pipi Starla sekilas
" Maxxx.... Jangan lakukan itu! " protesnya
" Aku hanya meminta sedikit honey, Jangan terlalu kejam padaku " ucap Max lalu kembali ke meja kerjanya, Starla menghela nafasnya, Max lupakanlah aku cicitnya dalam hati.
Starla lalu berdiri sambil membawa bunganya
" Baiklah Max terimakasih bunganya, aku kerja dulu ya " pamitnya sambil tersenyum manis
" Baiklah honey, I love you " ucapnya tanpa dosa
" I hate you " balasnya sambil merengut marah, Max tertawa lepas melihatnya. Ia sangat suka melihat Starla marah seperti itu.
π§π§π§π§
Sementara itu di kediaman Ivan. Ivan, Felix dan Neri sedang mengadakan rapat membahas rencana penculikan mereka.
" Katakan laporanmu Felix!! " ucap Ivan
" Okay boss Qu, aku sudah mengikuti Anthony selama 7x24 jam dannnnn ada berita besar menantimu " ucapnya bersemangat
" Katakan " ucap Ivan penasaran
" Gadis itu, Istri Senior Anthony ternyata masih seorang pelajar. Aku melihat setiap hari dia di antar ke sebuah RS untuk bekerja atau lebih tepatnya magang. Namanya adalah Starla berumur 20 tahun, kini dalam tahap akhir pendidikan Amper " jelasnya lagi
" Jadi gadis ini wanita biasa saja? " tanya Neri
" Yup... selama ini jika ia pergi dengan Senior Anthony Ia melakukan penyamaran dan make up untuk menutupi wajahnya dan rambut aslinya. seminggu lagi masa magangnya di RS Elite berakhir, dia magang di ruangan Vviv khusus ruangan 003 Dan 004 " details Felix
" Kurasa seminggu ini saja kesempatan kita untuk menculiknya Ivan, jika ia sudah tak magang kurasa Senior tak akan membiarkannya berkeliaran lagi " saran Neri
" Ini wajah asli wanita itu, walau tak memakai make up masih sangat cantik " ucap Felix sambil menyerahkan sebuah foto pada Ivan. Ivan memperhatikannya dengan seksama, ya sangat cantik dan sexy ucapnya dalam hati.
" Mengapa kau tersenyum Ivan? " tanya Neri dengan nada cemburu, namun Ivan tak menghiraukannya
" Felix masukkan aku ke RS itu, dan harus di ruangan 003 atau 004 kau bisa menanganinya ? " tanya Ivan
" Masalah penempatan ruangan aku bisa menanganinya, tapi boss qu, kau masuk RS karena apa? tak mungkin masuk RS jika tak ada penyakitnya " tanya Felix
" Aku akan masuk karena luka tembak, dan tugasmu untuk menembakku Neri " ucapnya
" Whatt?...Ivan kau bercanda kan, bagaimana mau menculiknya jika kau terluka? " tanya Neri tak percaya
" Kau tembak lengan kananku saja, aku kan menembak memakai tangan kiri. Kapan kau siap memasukkan ku Felix ?"
" Besok ada pasien keluar, kau bisa masuk boss qu " ucap Felix sambil mengetikkan sesuatu di layarnya
" OK kalau begitu, besok kita mulai beraksi. rapat bubar " ucapnya sambil meninggalkan ruangan
π§π§π§π§
" Max besok kau harus pergi ke kota Monterrey , ada konfrensi yang wajib kau datangi " ujarnya
" Aku baru datang Yo, tak bisakah kau saja yang mewakilinya "
" Maaf Max, yang hadir harus pemilik RS, acara ini di adakan oleh Pemerintah " jelas Yohana, ahh Max hanya bisa menarik nafas nya dengan kesal
" Berapa hari? " tanyanya
" Hanya 2 hari, kau masih bisa bertemu dengan Starla beberapa hari Max " jawab Yohana, seolah tau isi hati Max
" Kau yang terbaik Yo, baiklah aku akan pergi " ucapnya mengalah, padahal ia ingin memanfaatkan sisa waktu seminggu ini sebanyak-banyaknya dengan Starla. Max melanjutkan pekerjaannya yang menumpuk sambil sesekali menatap ke layar laptop nya memperhatikan kegiatan Starla.
πHari yang di Nanti π
Pagi ini Starla memasuki ruang pasiennya dan ia terkejut , mendapatimu pasien baru di Kamar 003. Starla terkejut karena selama hampir 1,5 bulan ini bertugas baru kali ini Ia mendapat pasien seorang laki-laki, biasanya Ia merawatnya wanita atau anak anak saja.
" Selamat pagi Tuan....? " Starla bingung memanggilnya karena belum tau mama pasiennya tersebut
" Ivan... " sahutnya
" Oh ok, selamat pagi Tuan Ivan, saya Starla yang akan merawatnya anda sampai jam 18.00 nanti " ucapnya ramah, sambil membaca kertas keterangan pasien yang bergantung di ranjang pasien
" Anda terluka karena tembakan? " apakah anda di rampok? " tanyanya polos, Ivan tertawa mendengat pertanyaan Starla
" Siapa yang berani merampokku Nona ha ha ha? " ucapnya geli
" Lalu mengapa anda terluka? " tanyanya penasaran
" Biasa masalah pekerjaan, namanya juga laki-laki " jawabnya enteng, mata Ivan memperhatikan Starla dari atas sampai bawah tanpa Starla sadari karena ia sibuk merapikan nakas meja Ivan yang tampak berantakan.
Tak lama makanan datang, Starla mengambilkan makanan Ivan dan menariknya di meja
" Tuan Ivan anda bisa makan sendiri atau disuapi ? " tanya Starla , Ivan mencoba mengerakkan tangannya Tapi agak susah
" Sepertinya kau harus menyuapiku Nona " jawabnya
Starla lalu menekan tombol di samping ranjang agar Ivan bisa duduk dengan nyaman, lalu Starla duduk di depan Ivan sambil memangku nampan makanan Ivan, dengan santai Ia menyuapi Ivan, Ia tak merasa sungkan karena Ivan adalah pasiennya. Ivan membuka mulutnya sambil memandangi Starla.
" Apa ada yang salah dengan wajahku Tuan ? " tanya Starla karena menangkap basah Ivan yang sedang memandanginya
" Apa kau tau kalau kau sangat cantik Nona " jawabnya kemudian
" Tentu saja, saya kan wanita tak mungkin di bilang tampan, tak usah merayu Tuan Ivan, aku sudah ada yang punya " jawabnya santai, Starla sudah kebal rayuan karena Max hampir setiap hari merayunya .
" Ha ha ha kau luar biasa Nona, biasanya seorang gadis akan malu bahkan sangat senang jika dirayu. Tapi kau tak gr sama sekali " puji Ivan
" Rayuanmu itu tidak ada apa-apanya di banding rayuan dr Max "
" Apakah ia kekasihmu? "
" Bukan, dr Max pemilik RS ini " sahutnya lalu berdiri karena makanannya Ivan telah habis, Starla mengambilkan obat Ivan dan meminumkannya.
" Baiklah Tuan Ivan saya tinggal dulu karena harus merawat pasien di kamar sebelah, 1 jam lagi saya kembali. Jika ada yang anda perlukan silahkan tekan bell ini, saya akan kemari okay? " pamitnya sembari meninggalkan kamar Ivan. Ivan memperhatikan Starla sampai menghilang.
Tut.. tut.. tut... hp Ivan berbunyi
" Hallo, ada apa Neri ? "
" Jadi kapan kau akan menculiknya? "
" 3 hari dari sekarang "
" Mengapa lama sekali Ivan, jangan katakan kau mau berlama-lama di rawat oleh gadis itu" ucap Neri cemburu
" Bukan urusanmu Neri !! " bentaknya lalu menutup hpnya.
Siapa yang tak mau berlama-lama di rawat gadis secantik itu, ia sangat lembut, sabar dan ceria....You are my type Starla.... lamunan Ivan sambil memejamkan matanya karena sudah mulai mengantuk setelah meminum obat.
Bunga Prem
See you next eps
Jangan lupa tinggalkan jejakmu sista