
Merasa terganggu tidurnya Starla membuka matanya berlahan, ia kaget Anthony sedang memangkunya di dalam mobil
" Anthony.... " ucapnya pelan
" Kau sudah bangun sayang? " tanyanya sambil tersenyum, Starla langsung bangun dan duduk di kursi sambil mengikat rambutnya yang berantakan. Selesai mengikat rambutnya ia memunggungi Anthony, matanya melihat ke arah jalanan
" Starla jangan marah, dengarkan penjelasanku dulu " rayu Anthony sambil memegang tangan Starla, Starla langsung menarik tangannya
" Apakah aku ada hak untuk marah, apalah aku hanya anak seorang maid tak bisa di bandingkan dengan anak seorang senior " ucapnya pelan namun serasa menampar Anthony
" Tentu kau punya hak Starla kau istriku, sedangkan Mona bukan siapa-siapa " jawab Anthony
" Bukan siapa-siapa tapi ia bisa mengandeng, memeluk dan menciummu di depan semua orang huh laki laki memang munafik " ucapnya lagi sambil menghapus air matanya
" Sungguh itu hoax sayang, kalau kau tak percaya tanyalah pada Denbe, ia selalu di sampingku 24 jam! " ucapnya sambil melirik Denbe
" Ya Senorita saya berani bersumpah, Senior tak pernah menghiraukan Monalisa, hanya nona Monalisa yang selalu mengejar-ngejar Senior. Senior bahkan meminta saya tidur sekamar agar tak ada yang berani menganggunya pada saat tidur " papar Denbe
Starla tak merespon, hatinya terlanjur kecewa tingkat dewa apapun yang di dengarnya tak berpengaruh pada perasaannya saat ini. Anthony jadi salah tingkah, seumur hidupnya tak pernah ada wanita yang berani marah padanya dan anehnya ia takut pada kemarahan Starla.
" Starla please... jangan marah lagi, katakan apa yang harus kulakukan agar kau tak marah lagi padaku " rayunya putus asa
" Lepaskan lah aku " jawab Starla
Jederrrrr Anthony serasa tersambar petir mendengarnya
" Apaaa?? Starla dewasalah jangan seperti anak kecil!! " jawab Anthony marah
" Ya aku memang masih kecil, aku tak bisa mendampingimu lelaki yang sudah dewasa, makanya lepaskanlah aku carilah wanita dewasa yang sebanding denganmu!! " jawab Starla tak kalah marah, jika tak ingat akan sang mama sudah dicakarnya wajah Anthony saking marahnya ia.
Anthony meraup wajahnya dengan kedua tangannya, ia sudah kehabisan akal menghadapi Starla yang sedang marah.
Hp Denbe berdering...
" Hallo ya bagaimana apa semua tim IT sudah berkumpul? " tanyanya
" Sudah tuan Denbe, apa yang harus kami lakukan? "
Denbe menyerahkan hp nya pada Anthony
" Hallo dengarkan baik-baik perintahku jangan ada yang terlewat, pertama hapus semua pemberitaan hoax tentangku di semua media besok pagi siapapun tak bisa lagi membaca berita sampah itu " ucapnya tegas
" Berikutnya cari video cctv dari semua foto yang tercetak, aku ingin istriku melihatnya saat aku sampai di Mansion video itu harus ada kalau tidak akan kutembak kalian semua!! " bentaknya
" Dan yang terakhir up load foto pernikahanku, beri judul SENIOR ANTHONY MONTENEGRO SUDAH MEMILIKI SENORITA... mengerti!! " perintahnya lagi
Starla terkejut mendengar Anthony akan meng up load foto pernikahan mereka
" Untuk apa kau meng up load foto pernikahan kita? " tanyanya
" Agar semua orang di Meksiko tau kau adalah istriku, jadi tak ada lagi yang mengangguku yang menyebabkan kau cemburu buta dan marah-marah seperti ini " jawabnya lagi
" Cemburu buta?? sekarang aku bertanya padamu suamiku yang terhormat, jika aku yang berfoto mesra seperti itu dengan seorang pria apakah kau tak cemburu? " ucap Starla membalik kalimat Anthony
" Akan kutembak pria itu!! " jawabnya cepat
" Kalau begitu tembaklah kepalamu sendiri " ujar Starla tak kalah cepat
Anthony langsung terdiam, ya wajar Starla cemburu... ia baru mendengar Starla di ruangan Max saja cemburunya sudah di ubun-ubun apalagi jika Starla sampai mencium atau memeluk Max, wajah Anthony memucat seketika
" Ha ha ha ha ha..... kalian berdua sungguh lucu sekali " Denbe tertawa terpingkal-pingkal mendengar perkelahian keduanya
" Diam kau old man!! " ucap Starla dan Anthony bersamaan
" Ha ha ha... hi hi hi... sudahlah Starla berhentilah menyiksa Anthony, tak kah kau lihat Senior sudah hampir menangis ha ha ha " kembali Denbe tertawa geli
Starla langsung melihat ke wajah Anthony yang terlihat sangat stress dan kacau, tak pernah ia melihat wajah Anthony sedemikian kacau entah mengapa ia jadi kasihan.
" Baiklah ku beri kau kesempatan vampir tua, aku akan melihat cctv nya, jika benar kau tak bersalah aku akan memaafkanmu tapi aku akan tetap menghukummu karena berita itu " ucap Starla lagi
" Menghukumku? apa maksudmu? "
" No Starla please.... kau boleh menghukumku apa saja tapi jangan untuk yang satu itu... " protesnya, Anthony menghiba seperti anak kecil yang minta uang jajan 😅😅 entah menghilang kemana wibawanya sudah
Starla cuek saja, ia tetap dengan keputusannya.
Setibanya di Mansion, Starla melihat ada lebih dari 5 orang yang duduk di depan laptop masing
" Siapa yang mengerjakan video cctv? apakah sudah selesai" tanya Denbe, 2 orang langsung mengangkat tangannya
" Sudah tuan Denbe, mau di lihat di lap top atau di layar tv? " tanyanya, Denbe langsung melirik ke arah Starla
" Langsung saja di laptop " jawab Starla langsung mendekati pria yang bertanya tadi, lalu menunduk di samping pria tersebut melihat ke arah layar laptop, Anthony yang melihatnya langsung menyela
" Tampilkan di tv saja lebih besar " ujarnya seraya menarik Starla menuju ke sofa di ruang tamu
Video mulai di putar, ada 4 video yang di tampilkan sesuai jumlah foto yang di upload. Starla menontonnya dengan seksama, memang sesuai dengan perkataan Denbe, bahwa Denbe selalu berada di dekat Anthony
" Bagaimana Starla, aku tak berbohongkan? " tanya Anthony, Starla berdiri lalu berjalan menuju tangga
" Kau beruntung Senior, kali ini kumaafkan tapi kau tetap dihukum " ucapnya meninggalkan Anthony menuju kamarnya
Nana tampak mengikuti Starla dan menasihatinya agar tak marah lagi pada Anthony, Starla tak mau menjawapi Nana karena ia menganggap Nana sebagai orang tuanya juga, sesampainya di kamarnya ia menolak mandi di bantu maid. Starla mengunci kamarnya... ia perlu ruang untuk menenangkan diri
30 menit sudah Starla berendam di bath up nya, ia memijit-mijit kepalanya sendiri, tiba-tiba hp nya berbunyi tampak video call dari Max, Starla bingung di jawab atau tidak. Namun Max tak menyerah tetap melakukan panggilan video call nya sampai 10 kali. Akhirnya Starla menekan tombol hijau setelah mengatur posisi ho agar Max hanya bisa melihat wajahnya saja
" Haii Max, ada apa? " sapanya, nampak wajah Max yang terlihat kuatir
" Apakah kau baik-baik saja honey? "
" Seriuslah Max, jangan bercanda hatiku sedang tak enak "
" Aku tau makanya aku menelfonmu " ucap Max matanya tak lepas memandangi Starla
" Tadi Yohana memberitahuku, apakah berita itu benar? " tanyannya lagi
" Hoax sudah di klarifikasi dengan rekaman cctv , terimaksih sudah menanyakan kabarku " jawab Starla
" Apapun untukmu honey, I love you " ucap Max sabil memberi kissbye pada Starla
" Maxmilian kau memang tak berubah " ucap Starla sambil tertawa melihat kelakuan Max, ia lalu mematikan panggilan Max dan menghapus histori panggilan Max dari pada nanti menjadi masalah.
Puas berendam Starla keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai cd dan atasan piyamanya saja. Sambil mengosokkan handuk untuk mengeringkan rambutnya starla duduk di kursi riasnya dan melakukan ritual kecantikannya sebelum tidur. Walaupun lapar Starla tak berencana untuk makan malam karena ia malas bertemu Anthony
Tok... tok... tok...
" Siapa? " teriak Starla
" Ini mama, mama membawakanmu makan malam " jawab Miranda, Starla menghembuskan nafasnya dengan kasar pasti mama akan menasihatinya seperti Nana, walaupun malas Starla tetap membukakan pintu untuk Miranda
" Aku tidak ingin makan ma " ucapnya begitu pintu terbuka, namun yang masuk bukan Miranda melainkan Anthony yang juga sudah selesai mandi, ia sudah memakai baju tidurnya
" Apa yang kau.... aaaaa, lepaskan aku " dengan cepat Anthony mengendong Starla seperti sekarung beras, Starla kaget sekali
" Lepaskan aku Anthony....." teriaknya sambil memukul-mukul punggung Anthony, namun Anthony tak bergeming
" Aku akan melepaskanmu jika sudah mendapat jatahku " ucapnya sambil menepuk bokong Starla
" I hate you vampir tua.... " suara Starla menghilang dengan ditutupnya pintu kamar Anthony
Miranda, Nana dan Denbe hanya tersenyum melihat kejadian tersebut
" Semoga kau cepat mendapat cucu Miranda ha ha ha " ucap Denbe yang di amini oleh keduanya
Bagaimana sista suka dengan eps ini?
See you next eps
Jangan lupa ditunggu selalu like komen dan votee nya sista