
" Apaaa?? bagaimana mungkin bisa Ivan ada di sana dan sudah 3 hari Starla merawatnya... " teriak Anthony membahana di kantornya
" Siapkan helicopter. !! " teriaknya sambil bergegas menuju rooftop hotelnya
Denbe dan Anthony segera menaiki helicopter menuju RS Elite dimana Starla berada, Denbe tak berhenti menghubungi mata-mata yang bertugas di dalam RS. Mereka langsung bergerak begitu mendengar letusan senjata dari kamar 003
πΊπΊπΊπΊ
Sementara itu di TKP
Melihat Ivan menekan pistolnya, Max langsung memegang pinggang Starla dan memutar badan Starla hingga Max memunggungi Ivan. 2 peluru Ivan mengenai lengan kiri dan punggung Max, ia pun rebah sambil memeluk erat pinggang Starla
" Aaaaaaaaa... " teriak Starla karena kaget ikut terjatuh menindih Max. Max memeluk Starla erat
" Diam saja Starla, pura-pura pingsan saja kau " bisik nya antar sadar dan tak sadar karena darah sudah banyak keluar dari luka tembaknya.
Pintu langsung terbuka, Neri yang pertama masuk karena mendengar tembakan.
" Ivan... OMG... apa yang terjadi? " ucapnya panik melihat Ivan yang terbaring dan berdarah, dengan cekatan Neri membantu Ivan untuk berdiri dan keluar dari kamar
Dibaringkannya Ivan di brangkar yang sudah ia siapkan, Neri mengambil senjatanya Ia bermaksud menembak Starla namun suara derap langkah orang berlari menuju ke arahnya membuatnya mengurungkan niatnya, Neri mendorong brangkar Ivan dengan cepat memasuki lift terdekat.
" Huff untunglah tepat waktu..., sabar Ivan aku akan mengeluarkanmu dari sini. Felix bantu aku dengan matamu!! " ucap Neri
" OK Neri tetap pakai jalan keluar seperti rencana awal " ucap Felix
ππππ
Starla berlahan mengangkat wajahnya yang berada di dada Max begitu Neri dan Ivan keluar, dilihatnya Max sudah banyak berdarah, bahkan darah Max sudah membasahi baju Starla, Starla memangku kepala Max sambil menepuk-nepuk wajah Max
" Max sadarlah.... jangan sampai tertidur... Max hik hik hik " Starla memeluk kepala Max sambil terus memanggil Max
Rita dan beberapa pengawalnya Max masuk ke ruangan, mereka kaget sekali melihat banyak darah di ruangan tersebut
" Senorita apakah yang terjadi ? apakah anda tidak apa-apa? " tanyanya sambil mendekati Starla dan Max
" Max di tembak, pelakunya baru saja pergi seorang wanita dan laki-laki... tolonglah Max, Ia terluka parah hik hik hik... " ucap Starla bergetar
" Kalian kejar penjahat itu, sebagian bantu aku membawa Dr Max ke ruang operasi, panggil dokter !!! " teriak Rita
Semua pengawal Max mengejar Ivan dan Neri sedangkan pengawal Starla separuh tinggal dan separo ikut mengejar termasuk Diego.
Dokter dan beberapa perawat mengangkat Max ke brangkar. Starla ikut berdiri , mendampingi Max tangannya terus di pegangnya oleh Max, Ia tak mau melepaskan tangan Starla.
Starla ikut sampai di depan ruangan operasi, Ketika ia mau masuk ke ruang operasi perawat jaga melarangnya
" Biarkan Starla masuk, aku ingin melihatnya " ucap Max dengan nafas putus-putus, akhirnya Starla mendampingi Max sampai di ruang operasi. Mata Max tak lepas memandangi Starla yang menangis di depannya
" Maaf kan aku Max, karenaku kau terluka hik hik hik " ucapnya sedih
" Apapun untukmu honey, jika aku matipun aku tak menyesal. Aku hanya ingin melihatmu saat aku menutup mata " ucapnya sebelum kesadarannya benar-benar hilang karena pengaruh obat bius
" Starla operasi akan di mulai, sebaiknya kita menunggu di luar " ajak Yohana sambil merangkul Starla yang masih menangis.
" Ini semua salahku Yo, gara-gara aku Max terluka hik hik hik " Starla merasa sangat bersalah
" Sudah tidak ada yang salah Starla, berdoa saja Max akan baik-baik saja " hibur Yohana
" Senorita sebenarnya apa yang terjadi ? " tanya Rita. Starla menceritakan kejadian yang baru saja di alaminya pada Rita dan Yohana.
ππππ
Di parkiran RS Neri sudah berpindah tempat, Ia dan Ivan sudah berada di dalam Mobil. Tak mau buang waktu Neri mengemudi dengan kencang , pengawal yang baru keluar dari lift langsung melepaskan tembakan ke arah mobil mereka. Beberapa tembakan mengenai spion dan kaca mobil
" Sheet..... Felixxx " cicitnya Neri
" Belok kiri, masuk jalan ones 2 " perintah Felix, di belakang mereka 4 mobil sudah mengikuti sambil sesekali melepaskan tembakan. Kejar mengejar terus terjadi, dengan bantuan Felix keduanya bisa lolos dari kejaran.
Sementara Anthony dan Denbe masih berada di helicopter, Denbe menghubungi Diego
" Bagaimana Diego? " tanya Denbe
" Kami semua sedang mengejar penjahat itu, tetapi mereka sangat lihai, seperti nya mereka mendapat bantuan dari pihak ke tiga. Kami kehilangannya mereka "
" Di persimpangan gereja tua "
" Tunggu kami akan membantu melihat dari atas, apa jenis mobilnya ? "
" Cadillac hijau " jawab Diego
Helicopter menuju ke arah yang disebutkan, tak lama mereka melihat Mobil yang di maksud
" Diego... mereka berada di terusan jalan Milena!! " ucap Denbe, segera ke empat mobil tersebut memutar haluan
" Denbe ikuti mobil itu, bukankah kita punya senjata di sini " ucap Anthony dingin
" Akan bermasalah jika menggunakannya di tempat umum Anthony " ucap Denbe sambil melirik Basoka di belakangnya
" Aku akan bertanggung jawab Denbe " jawabnya lagi
" Kau boss nya Anthony " ucap Denbe
Helicopter bergerak mendahului mobil Cadillac tersebut, pas saat tanjakan mereka menunggu mobil tersebut melintas. Denbe sudah siap dengan Basoka di atas bahunya, dia tinggal menunggu moment yang pas.
" Neriiii..... Jangan melewati jalan itu, mereka menunggumu dengan Basoka " teriak Felix kaget melihat helicopter yang menunggu
" Apa yang harus kulakukan! "
" Banting Setir, berbalik arah masuk saja kembali masuk hutan, aku berada disitu " perintah Felix
Ya dari kejauhan Neri melihat Helicopter yang menunggunya, Ia langsung banting setir berbalik arah namun terlambat Basoka telah diluncurkan mengenai bagian belakang mobil , membuat mobil mereka terbalik berkali-kali kali masuk ke arah hutan. Untung mobil belum meledak, dengan susah payah Neri dan Ivan keluar dari mobil.
Felix datang dengan mobilnya, ia membantu keduanya masuk ke mobil dan langsung tancap gas
" Kita ke RS mana Neri? " tanya Felix
" Bawa aku ke perkebunanku saja, di sana lengkap fasilitasnya " jawab Ivan
" Neri... Neri... " Felix memanggil Neri yang ternyata sudah tak sadarkan diri, terlihat wajahnya terluka begitu pula tangan dan kakinya
" Ohh sheettt...... " Felix dengan cepat mengebut menuju perkebunan Ivan.
" Mengapa rencanaku bisa tercium Felix ? " tanya Ivan
" Aku baru tau ternyata pemilik RS itu adalah Maxmilian sepupu Anthony dan sepertinya ia memasang Cctv di ruangan tersebut hingga ia bisa mengenalmu " jawab Felik
" Maaf boss qu, aku lengah " ucap Felix lagi
Tak ada sahutan dari Ivan, ia memikirkan Starla, semoga gadis itu tidak apa-apa ucapnya dalam hati.
Back To Hospital
Derap langkah Anthony dan Denbe membahana di lorong RS, mereka menuju ke ruang tunggu operasi dimana Starla berada.
" Starla.... apa kau baik-baik saja? " tanya Anthony begitu melihat Starla, Starla langsung berdiri dan berlari ke pelukan suaminya
" Anthony.... Max... Max terluka karena melindungiku hik hik hik " adunya dipelukan suaminya, Anthony memeluk erat Starla. Ia sangat bersyukur istrinya itu sehat tak kurang apapun.
" Starla aku sangat takut kamu kenapa kenapa " ucapnya sambil menciumi seluruh wajah Starla, Ia memangku istrinya sambil terus menciumi dan memeluknya
Starla berusaha berdiri dan melepaskan diri dari Anthony
" Anthony aku kotor dan bau darah, nanti bajumu kotor " ucapnya sambil berdiri
Anthony kembali menarik tangan Starla, ia kembali di posisi semula
" Memangnya aku perduli dengan pakaianku Starla, hanya kau yang kupedulikan " ujarnya kembali memeluk istri kecilnya itu
" Yohana katakan mengapa. bisa Ivan di RS ini, bahkan Starla sudah 3 hari bersamanya!! " bentaknya Anthony begitu melihat Yohana
See you next eps
Semoga Max baik-baik saja ya sis
Jangan lupa tinggalkan jejakmu selalu