
Starla menepuk-nepuk pipi Anthony pelan. Anthony terbangun, dipandanginya wajah cantik di depannya.
"Alangkah bahagianya jika setiap hari bisa bangun dan melihatmu seperti ini " ucapnya. Anthony duduk di sebelah Starla, Starla langsung meluruskan kakinya yang kesemutan.
" Starla lihatlah mataharinya mau tenggelam " ucap Anthony lagi. Anthony merangkul Starla, mereka menikmati sunset dari kejauhan. Starla memandangi wajah Anthony, begitu pula Anthony
" Terimakasih sayang " ucap Starla tulus
" Mengapa bibirmu selalu mengoda " ucapnya.
Kembali keduanya saling menyesap. Starla tak lagi canggung, kini ia sangat menikmati ciuman dan cumbuan Anthony. Tangannya masuk ke dalam baju Anthony, ia meraba roti sobek yang sangat disukainya.
Anthony menghentikan ciumannya.
" Ayo kita pulang, nanti kita lanjutkan di kamar " ucapnya sambil tersenyum usil
" Dasar mengapa mesummu tak habis-habis hah.... " jawabnya sambil menjewer telinga Anthony
" Kau mulai berani ya sekarang " Anthony melototkan matanya
" Ha ha ampun maaf sayang " cicit Starla
Keduanya pun kembali ke Mansion. Karena kelelahan di perjalanan Starla tertidur, ingat janjinya dengan Dolga, Anthony langsung mengarahkan mobilnya ke Hotelnya.
" Rita, kita langsung ke hotel. Aku janji bertemu Dolga, periksa keamanan di Hotel terutama di restoran tempat pertemuan! " titahnya lewat telfonnya
" Si Senior " jawabnya
Sesampainya di Hotel, Anthony langsung saja mengendong Starla ke kamarnya. Anthony memiliki kamar khusus di setiap hotelnya. Direbahkannya Starla di ranjang kingsize nya. Lalu ia pergi mandi dan berpakaian. Anthony membuka pintu kamarnya, Denbe dan seorang maid sudah berdiri menunggunya.
" Aida biarkan ia tidur, jam 8 bangunkan ia dan nanti antar ke restoran " pesan Anthony
" Si Senior " jawabnya
Anthony dan Denbe pergi ke kantor Anthony. Banyak pekerjaan yang harus mereka selesaikan.
Jam 8 malam, Aida membangunkan Starla. Starla bangun dan terkaget, ia bingung berada dimana
" Kita berada di Hotel Senior. Nona diminta mandi dan berpakaian, Senior menunggu nona di restoran " jelas maid
" Kau ada membawakan pembalut Aida "
" Tentu nona, ini bersama dalaman nona " Aida menyerahkan bungkusannya pada Starla.
20 menit kemudian Starla keluar, ia sudah ditunggu oleh periasnya. Melihat gaun yang disediakan berleher rendah, Starla menolaknya
" Mengapa Nona, ini pilihan Senior " tanyanya
" Lihatlah ini.... " ucapnya memperlihatkan kissmark nya
" oh itu gampang, percayalah tak akan terlihat kami punya solusinya . Ternyata Senior ganas juga ya ha ha " ujarnya. Starla hanya tersenyum malu. Mulailah mereka mengkerubuti Starla agar cepat selesai..
πΉπΉDi Restoran πΉπΉ
30 menit sudah Dolga dan Matt menunggu di restoran. tapi Anthony tak juga menunjukkan batang hidungnya.
" Matt hubungi Denbe! " titahnya
" Si Senior "
" Hallo ...Matt di sini, kami sudah sampai dari tadi " ucap Matt
" Baik, tunggulah sebentar " jawab Denbe
Tak lama Anthony turun, dan mendatangi Dolga
" Malam Dolga " sapanya
" Apa jammu sudah berubah menjadi karet Anthony " jawab Dolga marah
" Ha ha ha bisa juga kau marah Dolga, jika tak mau menunggu kau boleh pulang " ucapnya tanpa dosa
" Mana gadis itu? " tanyanya tak sabar
" Denbe sedang menjemputnya, pesan saja makanan dulu! " ucap Anthony
" Tidak aku kenyang " tolak Dolga
" Dolga... aku tak akan seperti mu yang suka meracuni orang lain, aku masih ingat Tuhan. Aku tak akan membalasmu Dolga, Tuhan yang akan melakukannya untukku " ucap Anthony dingin. Dolga hanya diam tak menjawab
" Ada satu lagi syarat dariku Dolga "
" katakan! "
" Kau kan hanya ingin melihatnya, jadi jangan bertanya apapun padanya " ucap Anthony
Anthony memesankan makanan untuk 5 orang, sambil menunggu Starla.
Denbe mengetuk kamar Starla, Aida membukakan pintu. Dilihatnya Starla sudah siap dengan gaun panjang berwarna peach berleher rendah tanpa lengan. Malam ini Starla di beri wig seperti kemaren hanya ujung rambutnya di keriting gantung dengan bando kecil mutiara di kepalanya.
" Wow Starla you like a princess " puji Denbe.
Starla mengandeng Denbe, mereka memasuki lift menuju restoran.
" Starla ada pesan dari Senior, nanti kau mengenalkan dirimu dengan nama Cleo " pesannya
" Mengenalkan diri dengan siapa Denbe? " tanya Starla
" Senior Dolga, ayah dari Senior Juan, ia hanya ingin melihatmu " jawabnya
" Apakah tak apa-apa Denbe, aku takut "
" Tenang saja Starla, ada aku disini " ucap Denbe menepuk dadanya, Starla tertawa geli melihatnya
Starla dan Denbe memasuki restoran dengan bergandeng tangan, Anthony yang melihatnya langsung berdiri dan mendatangi keduanya,
" Apa kau sudah tak sayang dengan tanganmu Denbe " ucapnya marah, Starla memindahkan tangannya ke lengan Anthony
" Ha ha ha " Denbe tergelak pelan
Sesampainya di meja, Anthony menarikkan kursi untuk Starla. Dolga tak berkedip memandang Starla.
Benar kata Juan, gadis ini sangat cantik dan garis wajahnya sangat mirip dengan mamaku ucap Dolga dalam hati. Mama Dolga berasal dari Jerman, jadi Dolga peranakan Jerman Meksiko. Sedangkan Matt ternganga melihat Starla dari dekat, air liurnya menetes tanpa disadarinya
" Maaf tuan, apakah anda sakit ayan? " tanya Starla spontan dengan polosnya.
" Matt, sopanlah sedikit " bentak Dolga sambil mengeplak kepala botak Matt
Anthony dan Denbe tertawa melihat keduanya.
" Dia bukannya ayan Cleo, dia itu katro tak pernah melihat gadis cantik sepertimu ha ha " ejek Denbe
" Kenalkan saya Dolga " ucap Dolga , Starla hanya tersenyum
" Silahkan makan, makanlah Cleo!! " ucap Anthony
Mereka berlima makan dalam keheningan, tak ada percakapan karena Anthony melarang Dolga untuk bertanya apapun pada Starla. Matanya hanya memandangi Starla yang asik makan dan sesekali menyuapi Anthony. Namun Akhirnya Dolga tak tahan juga
" Maaf nona, boleh kutau apakah orang tuamu ada keturunan Jerman ? " tanyanya
" Tidak " sahutnya pendek
" Anthony tidakkah kau terlalu tua untuk gadis itu? Cleo lebih cocok dengan Juan " olok Dolga
" Dolga... kurasa sudah cukup. Denbe antar Dolga dan Matt ke parkiran " perintah Anthony marah dengan olokan Dolga
" Sayang... biar mereka menghabiskan makannya dulu ...aaaa. " ucap Starla sambil menyuapi Anthony. Anthony membuka mulutnya tanpa malu-malu. Denbe mengabadikan momen tersebut lalu mengirimnya pada Carmelia dengan tulisan
" look your big baby " tulisnya sambil tersenyum
Di Spanyol Carmelia tengah berbahagia, lagi-lagi Denbe mengirimi keromantisan Anthony dan Starla.
" Dulu bahkan dengan istrinya Anthony tak pernah semanja itu " balas Carmelia
" Hi hi hi sekarang anakmu bucin berat ππ" balas Denbe lagi
" Denbe mengapa kau senyum-senyum sendiri " tegur Anthony
" Tidak... hanya melihat video lucu " jawabnya tergagap, bahaya kalau Anthony sampai tau... bisa disembelih aku. Denbe langsung memasukkan hpnya ke dalam sakunya.
Selesai makan, Anthony mengajak Starla berdansa. Keduanya berdansa dengan mesra bahkan sesekali mereka berciuman sekilas.
Dolga memotret Starla dengan sembunyi - sembunyi. Setelah mendapatkan foto Starla Dolga pun pamit pada Denbe.
πΊπΊπΊπΊ
Di perjalanan Dolga memerintahkan Matt untuk menghubungi Ivan kembali
" Hallo Ivan ini Dolga "
" Ya ada apa, aku masih sibuk " sahut Ivan
" Begini Ivan aku hanya ingin memberitahu, aku merubah misinya "
" Maksudmu? "
" Aku tidak jadi menghabisi Anthony kami sudah membuat kesepakatan. Aku ingin kau menculik Cleo kekasih Anthony dan menyerahkannya padaku " pintanya
" Hemm menarik, baru kali ini aku menerima misi penculikan. Mengapa tak dihabisi saja lebih mudah "
" Jangan... tidak, hanya culik gadis itu dan berikan padaku. Jangan sekali-sekali kau berani melukainya " balas Dolga
" Hemmm... terserahmu yang penting harganya cocok, akan kuhubungi jika aku selesai dengan pekerjaanku yang lain " ucap Ivan mengakhiri panggilan Dolga
" Senior mengapa anda ingin menculik gadia cantik itu? " tanya Matt
" Aku hanya ingin memastikan, apakah benar dugaanku "
" Dugaan apa Senior? "
" Kemungkinan besar gadis itu keturunan Dolga " jawab Dolga yang mengejutkan Matt
" Maksud anda, Cleo anak anda? " tanya Matt
" Bisa jadi anakku, bisa jadi anak kakakku , karena gadis itu mirip sekali dengan mamaku. Tak mungkin kebetulan " jawab Dolga ambigu
πΊπΊπΊπΊ
Anthony dan Starla kembali ke kamar Anthony. Kini mereka sudah berganti pakaian tidur. Starla berebah di samping Anthony dengan berbantalkan lengan Anthony.
" Sayang, mengapa Senior Dolga ingin bertemu denganku ? " ranya Starla
" Entahlah Starla, katanya kau mirip dengan mamanya " jawab Anthony
" Whatt... bagaimana mungkin " jawab Starla
" Sudahlah tak usah kau pikirkan, sekarang lebih baik kita tidur. Besok kau mau jalan-jalan kemana? "
" Terserahmu saja " jawabnya
" Bagaimana kalau ku antar kau shopping di mall " tawar Anthony
" Sungguh.... terimakasih sayang " ucapnya senang.
Anthony memiringkan badannya, dibelainya bibir dan wajah Starla dengan tangan kanannya, kemudian turun ke dada Starla lalu meremasnya pelan. Starla hanya memejamkan matanya dan menikmati belaian nya. Tak lama keduanya tertidur sambil berpelukan.
Jangan lupa like komen dan votee nya sista.
Senang bingits kalau ada yang berbagi koin
Happy Reading selalu