MY STARLA

MY STARLA
64. Cemburu ini membunuhku



Selesai dengan urusan pekerjaan Max, Starla kembali bersiap memandikan Max. Ini adalah kegiatan yang sangat di sukai Max, karena ia bisa memandangi pujaan hatinya Itu dari dekat.


Setelah membuka atasan Max dengan telaten Starla me lap badan Max berlahan-lahan, apalagi dekat dengan lukanya ia sangat berhati-hati. Saat Starla asik membersihkan dadanya, Max memandangi wajah Starla tanpa berkedip. Kau tau Starla betapa susahnya aku menahan tanganku ini untuk tidak memelukmu, menciummu.... keluhnya dalam hati


Tut.. tut.. tut... hp Starla berbunyi, Starla mengambil earphone nya lalu melanjutkan kegiatannya


" Ya Sisi ada apa? "


" Kau jahat Starla, mengapa kau tak mengabariku kalau dr Max sedang sakit " protes Sisi


" Maaf Si... aku lupa "


" Bolehkah aku menengoknya Starla, dimana ruangannya? " pinta Sisi


" Sebentar Si... aku tanya dulu... jangan dimatikan hp nya " ucapnya


" Max... Sisi ingin menjengukmu, bolehkan? tanyanya , Starla terkejut ternyata wajahnya dekat sekali dengan wajah Max, Ia pun langsung mundur


" Tentu saja " jawab Max sambil tersenyum, dug dug dug dada Max berdegup hebat


" Hallo Sisi... tentu boleh.. Dr Max di ruangan vviv kamar 007, katakan saja kau sudah menghubungi Dr Max yang kalau ditanya resepsionis , kapan kau ke mari? " tanya Starla


" Sebentar lagi " teriak Sisi girang


" Baiklah.. kutunggu " Starla mengakhiri pembicaraannya.


Kembali Ia menyelesaikan tugasnya, tangan Max memegang ujung rambut gelombang Starla lalu menciummnya


" Apa yang kau lakukan Max? " tanyanya melihat tangan Max yang usil


" Tidak bisa mencium pipimu mencium ujung rambutmu pun okay " jawabnya santai


Starla menarik rambutnya yang dipegang Max


" Nanti ada Sisi, kau ciumlah ia sepuasnya, Ia masih jomlo " sahutnya kesal dengan kelakuan Max, Max hanya tertawa ..ia senang sekali mengoda Starla.. bagi Max kemarahan Starla menambah aura keseksian dan kecantikannya.


Tok.. tok.. tok.. pintu di ketuk dari luar, Starla kemudian membukakan pintu, Sisi terlihat berdiri di depan pintu


" Starlaaaa... I Miss you " teriaknya sambil memeluk Starla


" I Miss you too cantik, heii kau kurusan sekarang? " ucapnya melihat body Sisi yang mengecil


" Tentu Starla... selama 3 bulan di sini aku turun 10 kg, bagaimana aku sudah langsing kan ? " ucapnya heboh


" Ehem.... ehem.... " batuk Max, keduanya pun melihat ke arahnya Max


" Sampai kapan kau membiarkanku tanpa baju seperti ini Starla, kalau aku masuk angin kau harus tanggung jawab " omel Max yang kedinginan


" Omg maaf Max aku lupa, he he " ucap Starla cengegesan, mata Sisi melotot melihat Max yang bertelanjang dada


" Bagaimana kalau aku yang memakaikan bajumu Dokter? " ucap Sisi sambil memandangi dada Max yang berotot


Max hendak menolak, namun Starla keburu menyahut


" Tentu Sisi... ini bajunya " ucapnya lalu meninggalkan keduanya ke toilet.


Sisi memakaikan baju Max sambil matanya tak lepas memandangi otot-otot Max tanpa sadar tangannya meremas lengan Max yang sedang terluka


" Aaaaa...... sakit " teriak Max


" Aaaaaaaaa..... maafkan aku... maaf "teriak Sisi lebih kencang karena kaget


Brak... tiba-tiba pintu di buka kencang dari luar, masuklah Anthony sambil menodongkan senjatanya


"Apa yang kau lakukan pada istriku!! " bentaknya, membuat Max dan Sisi kaget dan menengoknya bersamaan


" Anthony?? " ucap keduanya, Anthony yang semula marah karena mengira itu adalah teriakan Starla pun kaget karena yang berada bersama Max ternyata Sisi


" Ada apa Anthony, mengapa kau menodong Max ? " tanya Starla heran, Anthony segera menyarungkan kembali senjatanya


" Tidak sayang... tadi aku dengan teriakan , kukira kau yang berteriak " jawabnya


" Ada apa Si.. mengapa kau berteriak? " tanya Starla kemudian


" Aku kaget karena Max berteriak " jawab Sisi


" Bagaimana aku tak berteriak, temanmu ini meremas lukaku, lihatlah sekarang jadi berdarah " adu Max sambil menahan sakit


Starla bergegas mengambil kotak obat di nakas lemari, ia langsung duduk di sisi ranjang Max. Di pegangnya lengan Max, terlihat memang darah yang keluar dari perban. Dengan cekatan Starla mengunting perban lalu membersihkan darah yang keluar dari bekas lukanya Max.


Anthony yang melihat Starla duduk begitu dekat dengan Max langsung menarik nafas panjang, dadanya langsung terasa sesak karena cemburu


" Padahal ada aku di sini, mengapa Starla duduk begitu dekat dengan Max, apakah ia tak menganggapku " ucapnya gusar dalam hati


Selesai menganti perban, Starla lalu memakaikan baju Max. Melihat apa yang dilakukan Starla Anthony tambah meradang


" Tak bisakah Sisi yang memakaikan baju Max " ujarnya Anthony sambil menahan intonasinya agar tak meninggi


" Tadi Sisi yang memakaikan baju dan lihatlah hasilnya " jawab Starla sambil memperlihatkan perban yang berdarah tadi


"Maafkan aku dokter, sungguh aku tak bermakaud menyakitimu anda, tapi otot-otot itu membuatku lupa diri hik hik " ucap Sisi sambil terisak


" Starla kau melihatnya setiap hari, apakah kau tidak tergoda sepertiku ? " tanya Sisi lagi tanpa dosa, membuat Anthony semakin melotot


Starla diam saja, Ia hanya mengelengkan kepalanya


" Sisi saat menangani pasien kita harus profesional " ucapnya bijak, Max melirik ke arahnya Anthoni yang wajahnya sudah memerah karena menahan amarahnya


" Starla tolong betulkah bantalku " ucap Max sambil tersenyum usil


Starla yang tak mengerti akan Anthony yang cemburu kembali mendekati Max


" Kau mau duduk atau berebah Max? " tanyanya dengan lembut


" Aku mau berebah saja Starla " ucapnya manja, Starla lalu menekan tombol di sisi ranjang sampai Max dalam posisi berebah.


Starla lalu mendekati Max, ia mengangkat kepala Max dan membenarkan bantal Max.


" Bagaimana sudah nyaman? " tanyanya


" Hemm ya, Terimakasih " ucapnya senang.


Starla menyelimuti Max lalu mengambil sisir, disisirnya rambut bagian atas kepala Max


" OK sudah selesai, big baby " ucap Starla senang karena tugasnya sudah selesai.


Anthony sudah tidak tahan lagi, di tariknya tangan Starla lalu di gendongnya Starla dengan gaya bridlestyle


" Kami pulang !!!" ucapnya marah


" Anthony aku bisa berjalan tak perlu mengendongku " protesnya, ia malu jika orang-orang melihatnya. Anthony tak mengubrisnya, Ia meninggalkan ruangan Max tanpa suara. Dadanya terasa sangat -sangat panas karena cemburu.


Ohh Starla.... cemburu ini membunuhku kau tau.... mengapa kau tak mengerti sama sekali keluhnya dalam hati. Anthony tak mengeluarkan suara sama sekali sepanjang jalan, sedangkan Starla menyembunyikan wajahnya di dadanya Anthony. Ia tak mau para perawat melihat Anthony mengendongnya, pasti akan menjadi gosip di Rumah Sakit.


Sesampainya di mobil Anthony tetap memangku Starla, namun tak bersuara sama sekali. Starla merasa heran mengapa Anthony terlihat aneh, semenjak di kamar Max sampai di mobil Anthony diam seribu bahasa. Ada apa dengannya, Starla bertanya-tanya dalam hati. Sebaiknya aku bertanya ucapnya dalam hati.


" Anthony.. ada apa, mengapa kau diam saja? " tanya Starla tanpa dosa


Apakah Akan terjadi perang dunia ke tiga ?


Tunggu eps selanjutnya


Jangan lupa like komen dan votenya ya sista