MY STARLA

MY STARLA
56. Kau menyukainya



Jam 12.00 siang, Ivan terbangun dilihatnya Starla duduk menunggunya sambil membaca sebuah buku. Ivan memandanginya diam-diam, Ia bertanya tanya bagaimana Starla bisa menjadi istri seorang Anthony Montenegro yang nota bene terkenal dingin terhadap kaum hawa. Tiba-tiba Starla memandang ke arahnya Ivan, Ivan tertangkap basah sedang memandanginya


" Anda sudah bangun Tuan Ivan? apakah anda ingin langsung makan? " tanyanya ramah


" hemm boleh " jawabnya


Starla membenarkan ranjang Ivan sambil membantu memperbaiki posisi bantal Ivan, Ivan kembali mencium wangi dari tubuh Starla, ia menghirupnya sambil menutup matanya


Starla kembali menyuapi Ivan dengan telaten, Ivan sangat menikmatinya. Semenjak bercerai dengan istrinya 5 tahun lalu, tak pernah ia merasakan di manja dan dilayani seperti ini. Sedang asik-asiknya menikmati makan siangnya , Neri datang mengunjunginya.


" Siang sayang, bagaimana kabarmu, apa kau sudah lebih baik? " tanyanya lalu mengecup kening Ivan


" Selamat siang Nyonya, saya Starla yang merawatnya suami nyonya " sapa Starla ramah


" Apakah anda ingin menyuapi suami anda? " tanyanya lagi


" Tentu saja " jawab Neri senang, Starla lalu menyerahkan bakinya pada Neri kemudian menyerahkan juga obat nya pada Neri


" Ini obat tuan Ivan, silahkan saya akan ke kamar sebelah , permisi " pamitnya sopan, keduanya tersenyum lalu memperhatikan Starla sampai ia menghilang di balik pintu.


Neri menyuapi Ivan, namun Ivan menolaknya.


" Katakan mengapa kau ke mari, aku tak menyuruhmu? " tanya Ivan marah


" Aku hanya mengingatkan mu agar tak melanggar kode etik kita, Jangan terlalu dekat dengan target " ucap Neri


" Aku tau apa yang kulakukan Neri, aku hanya bermain-main dengan gadis itu " balas Ivan


" Tak usah membohongi ku Ivan, aku sudah lama mengenalmu, Kau menyukai gadis itu!! " tuduh Neri, Ivan hanya diam Ia tak mau ribut dengan Neri


" Inilah susahnya jika punya pekerja wanita, suka terbawa perasaan, pulanglah Neri persiapkan saja apa yang perlu kau siapkan, Jangan ganggu aku " ucap Ivan kemudian


Neri langsung berdiri dan meninggalkan Ivan seorang diri, ia merasa kesal karena sudah selama ini ia masih tak bisa memasuki ruang hati bos nya itu.


1 jam kemudian Starla kembali ke kamar Ivan. Ia terkejut melihat makanan Ivan yang belum habis dan obatnya pun belum diminum.


" Tuan mengapa obatnya belum di minum? kemana istri anda? " tanyanya


" Dia bukannya istriku, hanya pekerjaku yang mengejarku nona, ia adalah pekerjaan makanya langsung pergi " jawab Ivan


Starla mengambil obat Ivan lalu memberikannya pada Ivan sambil mengambilkan air putih pada Ivan.


" Ayo diminum obatnya tuan Ivan " ucap Starla lembut, Ivanpun menurut.


Kemudian mereka mengobrol santai mengenai buku yang di baca Starla karena kebetulan Ivan juga gemar membaca, tak terasa waktu sudah jam 3 dan Ivan merasa mengantuk ia pun tertidur.


🍏🍏🍏🍏


Ini sudah hari ke tiga Ivan di rumah sakit, Hari ini ia akan menjalankan aksinya untuk menculik Starla, ia akan menculiknya setelah jam makan siang.


Max baru saja kembali dari Konfrensi, ia sangat lelah namun tetap ke RS pagi ini karena selain banyak pekerjaannya yang tertunda Ia juga rindu pada Starla. Selama 2 hari ini tak ada waktu sama sekali baginya untuk melihat Starla melalui cctv laptopnya karena Konfrensi berjalan dengan ketat dan padat.


Sudah jam 12.00 tepat, akhirnya selesai semua berkas yang harus di tanda tangannya. Max bergegas membuka layar laptopnya untuk melihat Starla melalui cctv.


Dilihatnya Starla sedang menyuapi pasiennya makan siang, tapi mengapa pasiennya seorang lelaki bukankah Ia sudah berpesan agar Starla hanya merawat wanita dan anak-anak.


" Yohana, kemari kau !! " panggilnya marah melalui hp nya, Yohana bergegas ke ruangan Max


" Ada apa Max, mengapa kau marah? " tanyanya


" Lihatlah... mengapa Starla merawat seorang laki-laki, bukankah aku sudah berpesan padamu ? " tanyanya, Yohana memperhatikan cctv tersebut


" Sebentar aku akan memeriksanya " Yohana lalu berlari ke ruangan Admin vviv, kemudian ia membawa selembar kertas yang berisi data pasien yang di rawat Starla


" Max... Ia masuk 3 hari yang lalu karena kamar yang kosong hanya nomor 003, akhirnya ia di tempatkan disitu, ini datanya " Yohana menyerahkan datanya


" Ohhh shettt...Yo hubungi semua pengawalku, aku harus menyelamatkan Starla " ucao Max seraya mengambil pistolnya di laci mejanya


" Memangnya siapa Ivan itu Max? "


" Dia pembunuh bayarin no 1 di Meksiko " jawab Max, ia langsung berlari ke ruangan Starla tanpa menunggu bantuan


Yohana langsung menghubungi semua pengawal Max, tak lupa ia juga menghubungi Denbe kakaknya.


🍅🍅🍅🍅


Starla masih asik menyuapi Ivan


" Sepertinya besok anda sudah boleh pulang tuan Ivan " ucap Starla


" Ya... bisakah kau lepaskan perbannya nona, sepertinya lukanya sudah sembuh " pinta Ivan


Starla mengambil gunting kecil lalu memotongnya ujung perban. Dibukanya dengan hati-hati perban yang membalut lengan Ivan, Ivan menikmati saat kedekatan ini. Ia memajukan wajahnya untuk mencium wangi tubuh Starla yang disukainya.


Starla memegang lengan Ivan dan memperhatikan bekas lukanya


" Yupp... luka anda sudah sembuh tuan Ivan " ucapnya sambil tersenyum manis


Ivan turun dari ranjang, Ia akan memulai rencananya untuk menculik Starla, ia akan membiusnya lalu membawanya dengan brangkar yang sudah disiapkan Neri di luar kamar yang sudah menyamar menjadi perawat.


Ivan berdiri dan masuk ke toilet, di ambilnya bungkusan plastik berisi saputangan yang sudah di beri obat bius Dan meletakkanya di kantongnya piyamanya.


" Starla bisakah kau ambilkan minum untukku " pintanya Sambil duduk kembali di ranjang nya


" Si tuan Ivan... sebentar " Starla berdiri menuju tempat ait minum dan menyangkut air di gelas, tiba tiba


Tok... tok... tok... bunyi pintu di ketuk, Starla meletakkan kembali gelas yang di pegangnya


" Sebentar ya tuan " ucapnya sambil membukakan pintu


" dr Max? ada yang bisa kubantu bantu? " tanya Starla heran melihat Max yang tiba-tiba berkunjung


" Ikutlah denganku sebentar Starla " bisiknya sambil menarik tangan Starla, namun tak disangka Ivan sudah bersiri di sebelah Starla dan menarik sebelah tangannya juga hingga Max akhirnya ikut masuk ke dalam kamar.


Starla bingung kedua tangannya ditarik bersamaan oleh keduanya


" Ada apa ini, tolong kalian lepaskan aku !! " ucapnya marah, namun keduanya tak ada yang mau melepaskan tangannya


" Tuan Ivan ada apa ini? " kembali Starla berranya, Ivan mengeluarkan pistol dengan sebelah tangannya lalu menodong Max


" Lepaskan gadis ini, atau aku akan meledakkan kepalamu! " pintanya dingin, mendengar itu Starla langsung menarik tangannya yang di pegangnya Ivan dengan keras hingga terlepas, ia menghalangi tubuh Max


" Jangan lukai Max, apa yang kau inginkan diriku, apakah aku ada salah denganmu tuan Ivan ? " tanya Starla Lagi. Max tak mau ambil resiko dengan cepat ia menganbil senjata nya lalu menembak Ivan dari bawah lengan Starla


Dor... dor... 2 tembakan mengenai Ivan yang lengah karena sedang memandangi Starla. Ivan terjatuh karena peluru yang mengenai bahu dan dadanya, Namun Sebelum terjatuh Ivan juga menembakkan 2 pelurunya ke arahnya Max yang berada di belakang Starla


Dor... dor....


" Aaaaa....." Starla berteriak kaget, ia dan Max terjatuh bersama, karena Max memeluk pinggangnya erat


Apakah yang terjadi selanjutnya


Pantengin terus cerita ini


Jangan lupa untuk like komen dan votee bila kau suka


Ivan sedang mengintai