
Bagi vote sistaaa
Anthony menganggukkan kepalanya, Carmelia tersentak melihatnya
" Anthony.... papamu tak pernah mengajarimu memukul wanita, sebejat-bejatnya papamu tak pernah Ia menyakiti ragaku, aku sangat kecewa padamu son " ucap Carmelia terduduk
Anthony mendekati mamanya, ia bersujud di depan mamanya
" Maafkan aku ma...entah mengapa aku langsung gelap mata melihat foto-foto itu, Marla sudah masuk terlalu dalam di hatiku ma, sedalam Starla. Melihatnya dengan lelaki lain membuatku sungguh hancur ma... " ucap Anthony, tak ada lagi seorang kepala kartel yang ditakuti... di depan mamanya Ia hanya seorang lelaki yang patah hati
Denbe memberikan beberapa foto kebersamaan Marla dan Rodrigue, Carmelia melihatnya satu-satu. Ia menarik nafas panjang
" Wajar jika kau cemburu dan marah Anthony... tapi bukan berarti kau boleh menganiayanya...dan kau Denbe... apa fungsimu, mengapa kau membiarkan Anthony melakukannya hah....!! " tunjuk Carmelia pada Denbe
" Saya sudah mengingatkannya Nyonya, bahkan saya mengikutinya... namun Anthony mengunci kamarnya hingga saya hanya bisa menunggu di luar pintu " ucapnya tertunduk, kini Denbe bagai api disiram air.... tak ada garangnya sama sekali... ๐๐๐
" Permisi Senior.. saya baru saja membersihkan kamar Senior dan saya menemukan ini... sebuah kartu debit dan pesan untuk anda " ucap Maria.. salah seorang maidnya.
Anthony mengambil kartunya dan sebuah Kertas Putih dengan sedikit tulisan di atasnya
Dear Anthony
Terimakasih atas cintamu dan Junior aku merasa sangat bahagia dan memiliki keluarga walaupun hanya sehari. Kenangan ini akan kubawa sampai mati...
Love Marla
Anthony terpejam membaca surat singkat tersebut
" Oh Marla maafkan aku... sungguh... aku tak tau mengapa aku begitu bodoh " rutuknya dalam hati
" Kau bahkan memberinya kartu debet....Anthony... Anthony... jika aku menjadi Marla bukan surat cinta seperti itu yang akan kutulus... tapi kutukan..dasar kau anak bodoh!! " omel Carmelia lagi
Carmelia berdiri dan berjalan mondar mandir di ruang tamu, otaknya sedang berfikir keras
" Miranda.... Miranda... " suara cemprengnya sampai ke lantai 2, Miranda bergegas turun membawa Junior
" Ya Senorita ada apa? " tanyanya
" Apakah kau yakin dengan yang kita bicaralah semalam? "
" Si... saya yakin sekali... Marla adalah Starla, anakku " ucapnya mantap
" Apaaaa?? " Denbe dan Anthony bersuara bersamaan
" A.. apa maksudmu Miranda, aku gagal paham " ucap Denbe sambil mengangkat sebelah alisnya
" Miranda... kita sudah menguburkan Starla, bagaimana mungkin dia bisa hidup lagi ha ha ha..... " Anthony duduk tersandar... matanya langsung berkaca-kaca mengenang almarhum istrinya itu
" Panggil salah satu team IT mu Anthony, mama punya video Marla di hp mama... nanti Miranda yang akan menerangkannya pada mu " pinta Carmelia. Dalam 5 menit datang seorang pria sambil menenteng laptop, mereka lalu masuk ke ruang rapat. Video dari hp Carmelia di putar pada layar besar di ruang rapat
Video itu adalah video percakapan Carmelia dan Marla, saat Carmelia mewawancarainya
" Berhenti di situ... " pinta Miranda, Miranda mendekat ke arah layar
" Lihat ini di lengannya, ada *** lalat berjejer 3 ....putar lagi saat Marla berdiri dan membelakangi kamera " ucap Miranda, Video di lanjutkan dan berhenti saat yang di inginkan
" Lihat ini ada tanda lahir Starla di paha bagian belakang, bercak merah berbentuk seperti bulat dan 2 *** lalat lagi di sebelahnya, itu tanda lahir yang sangat kuhapal di tubuh anakku... Starla, tak mungkin kalau orang yang berbeda memiliki tanda lahir yang sama persis, apalagi wajahnya juga sangat mirip hanya warna rambut yang membedakan keduanya... aku yakin wanita ini adalah anakku " jelas Miranda
" Tapi bagaimana mungkin Miranda..." protes Denbe
" Jadi Marla amnesia dan Rodrigue menolongnya kembali ke Meksiko untuk mencari keluarganya? ia tak pernah mengatakannya padaku " ucap Anthony bingung
" Bagaimana caranya kita membuktikan kalau Marla adalah Starla.? " tanya Miranda
" Tentu dengan tes Dna , namun karena kebodohan Anthony sekarang kita kehilangan Marla....oh Anthony mengapa kau begitu bodoh " tak berhenti mulut Carmelia mengomel
" Ada cara lain Senorita " sela Rita
" Apa.. bagaimana "
" Mau tak mau kita harus mengali kubur Nyonya Starla dan melakukan tes dna untuk membuktikan apakah itu jasat Nyonya Starla atau bukan " saran Rita
" Pintar juga kau Rita... " puji Denbe
" Ya memangnya kau dan Anthony yang sama-sama bodoh... " cecar Carmelia, membuat Denbe kembali tertunduk
Anthony langsung berdiri dan mengambil perlengkapannya
" Denbe kerahkan semua anak buah kita, Cari Marla sampai ketemu dan kau Rita pimpin tim untuk melakukan tes dna pada jasat Starla, Kau mendapat izinku untuk membongkar makamnya... Mama aku pergi dulu " pamit Anthony.
Ya sekarang otak Anthony yang kemaren sedikit bergeser telah kembali ke posisinya, tindakan Anthony membuat Carmelia senang.
Hari sudah menunjukkan jam 8 malam, semenjak pagi Anthony dan para mafiosonya terus berusaha menemukan Marla. Team IT juga berusaha membantu namun belum membuatkan hasil.
Puluhan kali bahkan ratusan kali Anthony menelfon no Marla namun tak ada jawaban, menurut team IT bahkan kartu Marla dan juga Shasa sudah tidak di aktifkan
" Senior ada info Tuan Rodrigue menyewa sebuah jet tadi pagi, ia terbang ke Brazil, namun saat saya confirm jet tersebut tidak pernah mendarat di sana " lapor salah satu team IT
" Cari terus... sepertinya Ia memgacak jejaknya... mereka tak mau ditemukan " titahnya
Karena rindu dengan anaknya, Anthony lalu pulang.sedangkan Denbe dan yang lain tetap bekerja mencari Marla.
Sesampainya di Mansion Anthony bergegas mandi, tubuhnya sudah bersih sekarang. Setelah makan malam Anthony membawa Junior ke ruang keluarga, sambil. memeluk. Junior mereka menonton tv
" Mommy.... mommy... " tiba-tiba Junior menatap Anthony seolah-olah bertanya di mana mommynya
" Sabar sayang... kita akan menemukan mommymu... okay papa janji "jawabnya sambil menciumi anaknya.... Marla di mana kau... aku sangat Junior sudah merindukanmu ucapnya dalam hati sambil terus menemani Junior menonton film kokos kesukaannya.
Karena kelelahan Junior dan Anthony sama-sama tertidur di depan tv. Carmelia dan Miranda yang melihat keduanya hanya bisa tersenyum sedih, kasihan kalian berdua... Semoga Tuhan mempertemukan kalian kembali dengan Starla doa Carmelia dalam hati.
Dengan berlahan Miranda mengangkat Junior sedangkan Carmelia menyelimuti Anthony dengan penuh kasih sayang, ia sengaja tak mau membangunkan Anthony.. Karena jika ia terbangun belum tentu Ia akan tidur kembali.
๐ป๐ปDi Singapura๐ป๐ป
Begitu mendarat Starla langsung di periksa kembali ke Dokter yang kemaren menanganinya. Semenjak datang Starla tak banyak bicaralah, ia hanya diam dengan pandangan mata yang menerawang
" Maaf Tuan dan Nyonya.... Starla sebaiknya di rawat inap , keadaannya menghawatirkan berdoa saja belum terlambat " ucap Dr Steve
see you next eps
Jangan lupa like komen dan vote nya sista
Anthony dan Junior yang tertidur