MY STARLA

MY STARLA
95. Lebih Berwarna



Anthony membuka lebar pintu Spa, matanya mencari sosok seseorang namun tak ada satu orang pun di dalam ruangan. Starla yang berdiri di balik pintu hanya bisa menahan air matanya, wangi tubuh suaminya itu tercium dari balik pintu. Starla bersender di dinding tubuhnya serasa sangat lemas , Anthony ingin sekali aku keluar dan memelukmu... aku sangat sangat rindu.. 😭😭 cicit Starla dalam hati.


Kaki Anthony hendak melangkah, ia masih penasaran...


Tiba-tiba saja Junior menangis dan memanggilnya


" Papa... papa... paaa " teriaknya membuat Anthony mengurungkan niatnya, Anthony menekan pelipisnya sambil tertawa


" Apa yang kupikirkan.... bukankah Starla sudah meninggal? " ucapnya lalu mendatangi Junior yang memanggilnya. Anthony mengendong anaknya lalu pergi meninggalkan spa.


Setelah rombongan Anthony pergi, Susan berlari ke ruang spa. Ia mencari keberadaan Starla, nampak Starla masih berdiri di belakang pintu, keringat membasahi tubuhnya yang bergetar.


" Starla apakah kau baik-baik saja? "


" Ya Susan... aku hanya kaget melihat Anthony , dia ternyata masih mengingatku " ucapnya bahagia


" Tentu saja kau istrinya... sekarang ayo ganti bajumu aku akan mengantarmu ke Bar FELA " ajak Susan


Starla menganti baju perawatnya dengan kaos dan celana jeans nya, tak lupa ia menyematkan kupluk dan kaca mata hitamnya. Jika keluar ruangan Felix mewajibkan dirinya untuk memakai kupluk dan kacamata agar tak ada yang mengenalinya.


45 menit perjalanan keduanya sampai di Bar dan Resto FELA, Starla takjub melihat bangunan tersebut. Desainnya sangat luar biasa, banyak orang makan di resto tersebut karena sudah jam makan siang.


Sisi yang sejak tadi menunggu mereka, melambaikan tangannya memanggil keduanya. Starla dan Susan bergabung di meja makan. Sudah banyak makanan tersaji mereka lalu makan sambil berbincang. Selesai makan Susan lalu pamit pulang, sedangkan Starla dan Sisi naik ke lantai 3 dimana Felix sudah menunggu mereka.


Untuk memasuki ruangan Felix mereka harus memakai lift. Felix merancang lift tersebut hanya bisa terbuka dengan memidai bola mata mereka. Hanya 3 orang yang bisa masuk yaitu Felix, Starla dan Sisi.


Keduanya membuka pintu lift dan masuk ke ruangan Felix, mereka ternganga melihat isi ruangan tersebut.


Ruangannya sangat mewah, dengan 2 kamar tidur, ruang tamu, ruang bersantai , dapur serta ruangan ngejim. Felix keluar dari sebuah ruangan khusus yang merupakan ruang kerja dan markasnya. Felix mengajak Starla dan Sisi masuk ke ruang kerjanya.


Berpuluh layar monitor terpampang di dinding, dengan beberapa laptop tergeletak di meja, ruangan ini lebih mirip markas mata mata kota Meksiko.


" Felix banyak sekali monitor ini fungsinya untuk apa? " tanya Starla


" Mereka ini adalah mataku Starla, layar-layar ini nanti akan membantumu... percayalah, Lihat ini cctv khusus untuk gedung kita ini. Semua ruangan nampak di sini, ini panggung tempat kau tampil dan ini cctv ruang gantimu semuanya di lantai 2, tapi kau tenang saja tempatmu untuk ganti baju di sini jadi tak akan terlihat cctv. " jelas Felix panjang lebar


" Jadi kau akan tinggal sendiri di sini Felix? " tanya Sisi


" Ya tentu saja, lebih baik tinggal disini sendiri dari pada di apartemen dan bertemu denganmu hanya akan memperpendek umurku " jawab Felix


" Heh baguslah kalau kau sadar diri " celetuk Sisi tak mau kalah, Starla hanya bisa mengelengkan kepalanya melihat kelakuan keduanya


" Kalian berdua jangan terlalu benci nanti jadinya cinta lho ha ha " oloknya


" Amit amit.... " sahut keduanya bersamaan


" Siapa yang bakalan jatuh cinta sama tukang pukul kayak dia.... " ucap Felix


" Mata 4 jelek "


" Tukang ngorok..... "


" Cemen wekk... "


Starla tambah ngakak melihat keduanya yang saling melontarkan hinaan... dan ujung-ujungnya berakhir dengan Sisi yang mengejar Felik lalu memukulinya sampai lelah. Keributan keduanya entah mengapa membuat hidup serasa lebih berwarna ha ha ha.


Felix mengajak duanya ke bar yang berada di lantai. Mumpung masih siang bar belum di buka, bar buka pukul 06.00 sore sampai jam 03.00 pagi. Jalan masuk bar berbeda dengan jalan masuk Resto. Untuk memasuki bar pengunjung melewati tangga di samping gedung sehingga tidak menganggu kegiatan Resto yang buka sejak pukul 10.00 pagi hingga 10 malam.


" Starla... di panggung inilah perjuanganmu di mulai. Untuk pengenalan kau akan tampil seminggu 3 kali menyanyikan 2 lagu saja dan kau akan memakai topeng. Setelah 2 minggu setelah namamu berkibar baru kau akan kubuatkan mini konser di mana orang harus membayar mahal untuk menontonmu termasuk Anthony ha ha " jelas Felix


" Bagaimana jika tak ada yang membeli tiket konserku Felix? atau Anthony tak tertarik untuk membeli? " tanya Starla cemas


" Starla... starla otak encerku ini tak pernah gagal dalam menjalankan misi selama ini.. percayalah, tak usah banyak berfikir apalagi sampai tertekan... itu tak baik untuk kejiwaanmu. Enjoy saja dan nikmati pekerjaan barumu.. sisanya serahkan padaku " ujarnya lagi


" Dan namamu mulai sekarang bukan lagi Starla aku akan mengantinya menjadi Marla, sedangkan kau tukang ngorok.. namamu menjadi Shasa, sebentar lagi anak anak band datang, berlatihlah dengan mereka. Kau akan mulai tampil besok malam " lanjutnya


Setelah anak band datang Starla berlatih selama beberapa jam, ia juga mencoba berbagai alat penunjang penampilan seperti pool dance, ayunan gantung dan juga berlatih menari di atas panggung.


🐝🐝🐝🐝


Malam perdana Starla di depan mata. Starla sedang berada di ruang gantinya, Sisi sedang merias wajahnya lalu memakaikan topeng penutup wajah yang hanya menutupi bagian matanya saja. Felix sengaja menyembunyikan wajah nya dulu agar orang lebih teringat dengan suaranya dulu dan penasaran akan wajahnya.


Saat anak band memanggil namanya Starla pun bersiap.


" Untuk kalian semua.. malam ini Bar FELA akan menampilkan seorang gadis cantik bersuara merdu... kita sambut Marlaaa..... " tepuk tangan segera membahana di dalam bar


Starla memulai debutnya dengan turun melalui ayunan gantung dengan posisi duduk, malam ini ia memakai baju berwarna putih, dengan pencahayaan lampu kemunculan Starla bagaikan seorang bidadari yang turun dari langit, apalagi suara merdunya yang menyanyikan lagu Broken Angel di iringi penyanyi band. Penampilan yang sempurna untuk malam pertama, pengunjung sangat takjup dan menyukainya.


Felix merekam aksi panggung Starla lalu mengunggahnya di sosmed, dalam hitungan jam nama Marla dan Bar FELA menjadi perbincangan hangat di kota Meksiko. Hampir setiap jadwal tampil Marla pengunjung membludak, Felix memang tak pernah salah... dalam 2 minggu Marla menjadi penyanyi yang ditunggu-tunggu kemunculannya. Wajahnya yang misterius menjadi daya tarik tersendiri bagi pengemarnya.


2 minggu kembali berlalu, Starla bersiap kembali untuk berkunjung ke spa. Starla senang sekali... dengan wajah berseri -seri ia pun menunggu Junior di balik pintu. Seperti biasa Miranda dan Nana yang mengantar Junior. Susan pun langsung membawa Junior ke ruang Spa.


" Haii anak mommy.. apa kabar? " sapanya begitu mengendong Junior, Junior tertawa senang... tangan mungilnya tak henti memegangi pipi Starla. Starla sangat menikmati kebersamaannya dengan anaknya, walau hanya 1 jam ia tetap bersyukur. Terimakasih Tuhan atas kebaikan Mu padaku dan anakku... terimakasih.... " doanya berulang dalam hati.


Sementara Starla asik bersama Junior, Felix dan Sisi sedang berada di markas Felix. Felix memberi pengumuman di medsos perihal konser mini pertama Marla, dimana pada mini konser pertamanya ini Starla akan membuka topeng yang selama ini menutupi sebagian wajahnya. Tentu dengan harga tiket yang tidak murah dan penonton hanya di batasi sebanyak 100 orang.


Felix menaruh harga 5 juta per tiket. Dan hanya dalam batas waktu 2 jam tiket habis terjual. Felix dan Sisi melakukan tos.. baru kali ini mereka tak bertengkar.


" Apakah Anthony ada membeli tiket? " tanya Sisi


" Kurasa belum karena ia belum tau akan hal ini. aku sudah menyisakan 2 tiket untuknya dan tangan kananya, mereka akan segera membeli begitu video ini ku kirim ke hp mereka ha ha... ok selesai " ucap Felix senang


" Dari mana kau yakin mereka akan membeli tiketnya? " tanya Sisi sangsi


" Lihatlah Si... Anthony dan Denbe datang di 3 penampilan terakhir Marla, matanya tak berkedip melihat penampilan Marla " Felix menunjuk cctv bar dimana memang Anthony menonton penampilan Marla


" Ku akui kau memang hebat Felix... aku salut padamu " puji Sisi tulus, Felix tersenyum malu mendapat pujian dari Sisi wajahnya bersemu merah, namun ia tak mau Sisi melihatnya


" Terimakasih nona Shasa "


" Sama sama tuan Rodrigue "


Hadeh.... kalo lagi baikan thor jadi mual eh jadinya... mending mereka ribut aja deh rame


😅😅😅


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan beri vote karya aku jika kau suka


Happy Reading