
Selesai menonton Starla mengajak Anthony untuk jalan-jalan mengelilingi Mall. Anthony tak keberatan, sesekali menyenangkan istrinya adalah hal yang wajar.
" Anthony apakah kau tidak lapar ? " tanya Starla
" Kau mau makan di sini? " tanya Anthony, Starla mengangguk
" Denbe siapkan tempat makan yang aman, kami mau makan!! " titahnya
" Ocre boss " Denbe pun menghilang untuk melaksanakan titah Anthony
Keduanya kembali berkeliling, Starla mengandeng tangan Anthony dengan mesra. Banyak mata yang memperhatikan mereka sepanjang jalan, namun Starla cuek saja. Sekarang ia sudah mulai terbiasa. Anthony melihat sebuah toko besar yang menjual perhiasan dari emas dan berlian, ia menarik Starla memasuki toko tersebut
" Untuk apa kita ke sini? " tanyanya
" ya untuk membeli perhiasan, masa mau makan " jawab Anthony sedikit kesal, dimana-mana wanita pasti senang di bawa ke toko perhiasan mengapa Ia malah bertanya seperti itu rungutnya
Starla hanya diam dan mengikuti Anthony, seumur -umur Ia belum pernah masuk ke toko semewah ini. Semua perhiasan yang begitu Indah dan mewah Starla merasa sangat takjub.
Pelayan toko langsung menyambut mereka dengan ramah. Anthony mendudukkan Starla di sebuah bangku tinggi di depan etalase , agar Starla dapat dengan mudah memilih perhiasan yang disukainya.
" Starla pilihlah perhiasan yang kau suka, aku ke toilet dulu " bisiknya lalu keluar dari toko di ikuti beberapa penjaganya.
" Silahkan Nona perhiasan mana yang anda sukai? " ucap pelayan toko, Starla melihat ke dalam kaca. Ia bingung semua cantik yang mana yang akan ku pilih ya ucapnya dalam hati.
Tiba-tiba masuklah 3 orang gadis yang berpakaian sangat modis, terlihat sekali mereka berasal dari golongan orang kaya.
Ke tiganya di sambut oleh pelayan toko dengan ramah
" Selamat datang nona Monalisa, lama anda tidak berkunjung. Perhiasan apa yang anda cari" ucap pelayan toko
" Ya aku sedang sibuk akhir-akhir ini, aku mencari perhiasan model terbaru tentunya " ucapnya dengan sombong
" oh model terbaru ada di etalase sebelah sana, di depan nona cantik berbaju coklat itu... silahkan " jawabnya
Monalisa dan temannya berjalan menuju etalase di mana Starla berada, Monalisa yang melihatnya langsung illfill
" Huh gadis penganggu itu mengapa ada di sini menganggu pemandangan saja, hei kalian berdua singkirkan gadis jelek itu " ucap Monalisa pada kedua temannya. Keduanya lalu mendekati Starla yang sedang asik melihat perhiasan.
" Heii... minggir menjauhlah dari sini , kami mau melihat perhiasan " ucapnya sombong sambil mendorong bahu Starla. Starla terkejut ada orang yang membentaknya, ia pun melihat ke arah ke tiganya. Starla kaget melihat ada Monalisa di situ, namun Ia tak mau membuat keributan di tempat umum akhirnya ia diam saja
" Heii Kau tuli ya !! " bentaknya ke dua kali, Diego langsung pasang badan melihat kejadian tersebut
" Maaf kalian tidak boleh menganggu Senorita " ucapnya, Monalisa mendekati Diego dengan gusar
" Kau itu jadi kacung saja mau sok melawan, Kau tidak tau siapa aku hah...minggir bawa gadis jelek itu dari hadapanku " ucap Monalisa marah. Diego tak bergeming, Ia tetap menjadi tameng bagi Starla
Rita diam-diam merekam kejadian itu, lalu mengiriminya pada Anthony
" Felipee..... singkirkan mereka berdua!! " ucap Monalisa marah karena Starla dan Diego tak mengindahkannya, beberapa pengawal Monalisa masuk dan mendekati Starla dan Diego, melihat hal tersebut pengawal Anthony pun juga otomatis maju ingin melindungi Senorita mereka. Dalam sekejap toko perhiasan penuh dengan pengawal yang memegang senjatanya masing-masing.
" Diego kita pergi saja, tidak usah membuat keributan" ucap Starla
" Tapi Senorita anda yang pertama datang ke sini " tolak Diego bagi mafioso pantang meninggalkan arena
" Yang waras mengalah saja Diego " lanjut Starla
" Apa maksudmu wanita penganggu, kau mengatakan aku tak waras ? berani sekali kau " Monalisa meradang mendengar perkataan Starla, ia maju mendekati Starla tangannya sudah gatal ingin menampar gadis itu.
Manager toko datang melerai
" Nona Nona sabar.... barang baru banyak datang, silahkan anda bisa duduk di sini Nona Monalisa " ucapnya sambil mengangkat sebuah bangku di sebelah Starla
" Huh siapa yang mau duduk di sebelahnya, usir dia dari sini !! " tolak Monalisa, manager toko menjadi bingung
" Nona Monalisa tolonglah.... Nona ini datang bersama Senior Montenegro saya tidak bisa mengusirnya " ucapnya memohon keringat sudah membanjiri keningnya
" Senior... kau disini , aku rindu padamu " ucapnya sambil mendekati Anthony, namun Anthony tak menghiraukannya, matanya hanya tertuju pada Starla. Ia melewati Monalisa bahkan tanpa menegurnya.
" Apakah ada perhiasan yang kau sukai sayang? " tanyanya sambil memeluk pinggang Starla
" Aku suka gelang kaki itu " tunjuknya pada gelang kaki bermatakan rubi di etalase
" Gelang kakinya itu harus di ambil satu set Senior " ucap manager
" Ada berapa set barang terbaru kalian ? "
" Ada 4 set Senior...satu set Rubi merah ini, satu set Berlian, satu set Berlian kombinasi zambrut dan satu..... "
" Keluarkan semua!! " ucapnya, bergegas manager mengeluarkan ke empat set perhiasan yang baru datang tersebut dan meletakkannya di atas kaca etalase.
Anthony mengambil gelang kaki yang di maksud Starla
" Kau suka ini? " tanyanya, Starla mengangguk senang. Diego memberikan sebuah bangku agak pendek untuk Anthony, Anthony lalu duduk di depan Starla dengan posisi lebih rendah, di angkatnya sebelah kaki Starla dan meletakkannya di pahanya.
" Jangan Anthony.. biar kupasang sendiri " tolaknya sambil menarik kakinya karena malu banyak yang melihat, namun Anthony tak mau melepaskan kalian Starla.. Di lepasnya sepatu Starla, Anthony memasangkan gelang kali tersebut tanpa malu, membuat mata wanita yang berada disana melotot iri terlebih Monalisa
" Kurang ajar... mengapa gadis itu begitu di puja oleh Anthony " ucapnya geram dalam hati.
Selesai memasangkan kembali sepatu Starla, Anthony berdiri lalu mengambil gelang beserta cincinnya dan memasangkannya tak lupa sepasang giwang yang begitu Indahnya. Terakhir Anthony mengambil kalung Rubi dan memasangkannya ke leher Starla
" Tunggu Starla ada yang tidak pas " ucap Anthony lagi, dibukanya 3 kancing baju Starla dan melipat kerah lehernya yang tinggi hingga terlihatlah beberapa tanda kissmarknya, lalu Anthony memasangkan kembali kalungnya
" Nah ini baru pas, mengapa kau selalu menutupinya Starla, seharusnya kau memperlihatkan pada semua orang betapa aku menyukaimu " bisiknya di kuping Starla lalu mencium pipinya
Semua yang melihat hanya bisa menahan nafas, bagaimana Anthony memperlakukan Starla dengan begitu mesra sangat bertolak belakang dengan dirinya yang dulu.
Denbe yang sempat melihat adegan tersebut tak membuang kesempatan, Ia mengabadikannya dengan video dan mengirimkannya pada mama Anthony.
" Makan malam sudah siap Senior " ucap Denbe
" Yang 3 set ini aku ambil juga, Denbe selesaikanlah " titah Anthony sembari meninggalkan toko dengan merangkul Starla.
" Anthony... tidakkah kau mau memberikan padaku satu set saja barang baru itu? " teriak Monalisa, Anthony tak menghiraukannya Ia tetap berjalan. Monalisa sangat marah
" Kurang ajar kau Anthony... aku akan melaporkanmu pada papah, ayo pulang!! " ucapnya dongkol dengan air mata yang berjatuhan, tak pernah seumur hidupnya ia di perlakukan seperti ini.
Sementara itu pelayan toko hanya tertegun melihat jumlah uang harus di bayar Senior Anthony
" Horang kayah mah bebas ya bos... mau beli bulan juga tinggal tunjuk beruntung sekali wanita itu " ucap mereka pada sang manager yang sedang tersenyum senang. Bagaimana tidak kurang dari 20 menit Anthony sudah menghabiskan milyaran uang di tokonya
" Anthony tidakkah terlalu boros membeli semuanya? " tanya Starla pada suaminya itu, Ia tau perhiasan yang di belikan Anthony untuknya tidaklah murah
" Tentu saja tidak, seharusnya kau bisa memborongnya sendiri tanpa bantuanku karena sudah tugasmu menghabiskan kan uangku " ucapnya narsis
Starla teringat dengan perkataan Nana padanya
"Starla kau harus siap-siap naik kasta, belajarlah dengan cepat menyesuaikan gaya hidupmu dengan Senior jangan membuatnya malu "
" Terimakasih sayang atas hadiahnya " ucap Starla senang
" Kau bisa berterimakasih nanti malam di atas ranjang sayang " balas Anthony tanpa malu di dengar oleh para pengawalnya
" Anthony.... pelankan suaramu, aku malu " ucap Starla dengan wajah memerah
" Ha ha ha hi hi hi.... " Denbe tergelak ia sudah tak bisa menahan tawanya, sementara yang lain hanya berani tersenyum simpul.
Sampai di sini dulu sista
Jangan lupa tinggalkan jejakmu