
Happy weeked sista
Sudah like belum... 😍😍😍
Anthony meninggalkan kamarnya sambil membanting pintu, Denbe yang dengan setia menanti di balik pintu mengikutinya ke ruang kerja
" Kau tidak memukulnya kan Anthony? " tanyanya
" Berisik!!! " bentaknya, Anthony mengambil sebotol minumannya lalu membawanya ke sofa, nampak sekali wajahnya yang memerah masih menahan marah. Anthony duduk dan memulai meminum minumannya....
" Antho..... "
" kau berdiri di luar aja Denbe jangan mengangguku, aku benar-benar ingin membunuh seseorang saat ini " titahnya tanpa melihat ke arah Denbe, Denbe pun keluar tanpa suara... ia pun berdiri di luar ruang kerja Anthony sambil melakukan chat dengan Rita
" Rita.. tolong kau cek Nona Marla di kamar Senior... apakah ia baik-baik saja "
" Memangnya apa yang terjadi? "
" Nanti kuceritakan, Kerjakah saja dulu aku tak bisa meninggalkan Senior di ruang kerja "
" okay... kau berhutang penjelasan padaku old man!! "
🐝🐝🐝🐝
Sementara itu Marla sedang memakai coatnya, Sisi mengabari sebentar lagi mereka akan sampai di pintu gerbang Vila. Marla melarang mereka untuk masuk, ia akan berjalan ke luar... ia tak mau ada perkelahian jika rombongan Felix masuk ke area Vila
Marla masih membersihkan air mata dari wajahnya, nampak sebelah pipinya yang memerah dan sedikit membengkak bekas tangan Anthony, kembali air matanya mengalir deras
" Selamat tinggal Anthony... selamat tinggal Junior, aku sangat menyayangi kalian... " ucapnya sambil mencium salah satu baju kotor Anthony , ia menyesap wangi tubuh Anthony untuk yang terakhir kalinya
Sambil menunduk Marla keluar dari kamar, ia berjalan menuju ke luar vila. Di lantai satu Ia bertemu dengan Rita
" Nona apa anda baik-baik saja? " tanya Rita sambil memperhatikan Marla yang tak mau melihat ke arahnya
" Si Rita... aku baik-baik saja " jawabnya sambil terus berjalan
" Nona anda mau kemana? apakah Senior sudah tau anda akan pergi? "
" Ya dia sudah tau, aku mau pulang... jemputanku sudah menunggu "
Rita menghentikan Marla, ia melihat pipi Marla yang memerah dan sedikit membengkak juga mata Marla yang habis menangis
" Anda yakin baik-baik saja Nona? " tanyanya lagi
" Ya... aku baik-baik saja... sungguh, permisi jemputanku sudah datang " ucapnya segera menuju ke luar
Sesampainya di luar Marla melepas hinghill nya lalu berlari ke pintu gerbang, air matanya kembali mengalir deras, lebih 5 menit ia berlari akhirnya ia sampai ke luar gerbang. Sisi yang melihat Starla langsung keluar mobil dan berlari menjemputnya, dengan cepat mereka masuk ke mobil dan tancap gas.
Sepanjang perjalanan Starla hanya menangis, segudang pertanyaan Sisi tak di hiraukannya.
" Sisi sudah hentikan pertanyaanmu, yang dibutuhkannya saat ini adalah pelukan sahabatnya " nasihat Felix, Sisi pun berhenti Ia memeluk Starla dan membiarkan Starla menangis sepuasnya di pelukannya.
40 menit berlalu dengan cepat, Starla yang lemas di bopong oleh Felix memasuki apartemen mereka, para pengawal di minta untuk berjaga di luar. Felix merebahkan Starla di ranjangnya
" Sekarang katakan apa yang terjadi Starla " ucap Felix sambil mengelus kepala Starla, Starla mengeluarkan tumpukan foto dari saku coatnya lalu memberikannya pada keduanya
" Anak buah Anthony mengikuti ku dan ia menyangka aku sudah menikah denganmu Felix... ia sangat marah , dia bilang aku wanita murahan yang merangkak ke ranjangnya untuk uang , dia bilang aku membohonginya...." jelas Starla kembali tersedu
" Apakah kau tak menjelaskan bahwa aku menikah dengan Sisi dan kau hanya membantu mempersiapkan pernikahan kami " ucap Felix
"Aku sudah menjelaskannya, namun Ia tetap tak percaya bahkan aku berjanji akan membawamu padanya..tapi Ia tetap tak mau mempercayai sedikitpun penjelasanku Felix "
" Mengapa kau tak mengatakan yang sebenarnya pada Anthony, Starla.... bahwa kau adalah Starla... istrinya ibu dari Junior, ceritakanlah semua itu lebih baik.... " cerocos Sisi
" Tidak.... aku tidak bisa Si.... "
" Mengapa kau tidak bisa Starla...? apa salahnya hah, tak mungkin Anthony menolakmu jika ia tau siapa kau, aku akan kesana dan memberitahunya, cukup sudah sandiwara ini!!! " ucap Sisi kesal
"Tidak Si aku bilang tidak!!! " Starla juga balas berteriak pada Sisi
" Sisi.. aku akan menceritakan padamu, mengapa Starla tak bisa melakukannya, Starla kau pergilah mandi aku akan menjelaskannya pada Sisi " ucap Felix menengahi
Felix membawa Sisi ke kamar mereka, sedangkan Starla masuk ke kamar mandi.
" Sisi ada 2 hal yang membuat Starla tak bisa kembali menjadi Starla di hadapan Anthony yang pertama adalah karena Ivan. Saat Ivan menculik Starla Seringkali ia meminumkan obat tidur pada Starla, Kufikir Ivan hanya ingin membuat Starla tenang namun ternyata Ivan membuat Starla tertidur pulas agar Ia bisa dengan bebas memeluknya sepanjang malam dan terkadang ia mencumbunya, Walaupun Ia tak pernah melakukan hubungan sex pada Starla Karena Starla sedang hamil, namun seringkali selama 2 bulan ini mereka berbagai ranjang tanpa di ketahui oleh Starla " jelas Felix
" Lalu .....? "
" Saat aku menyelamatkannya dari Max, tak sengaja Ia melihat cctv kamarnya saat dirumah Ivan, ia sangat terkejut dengan perlakuan Ivan padanya . Begitu pula dengan Dr. Max, saat Starla sadar dari komanya ia mengira Dr. Max adalah suaminya.. mereka juga berbagi ranjang beberapa bulan walaupun juga tak pernah melakukan hubungan Sex. hal yang di lakukan Ivan dan Max pada dirinya membuat Starla merasa kotor, ia merasa tidak suci lagi sebagai seorang istri "
" Kurang ajar... mereka memanfaatkan Starla yang begitu lemah dan polos, jadi Starla merasa bersalah sebagai seorang istri ? tapi itu semua kan diluar kehendaknya Felix... Ivan dan dr. Max yang bersalah, mengapa Starla harus takut " protes sisi lagi
" Jika Starla menceritakan siapa dia yg sesungguhnya pasti Anthony akan menyelidikinya, dan Starla tak mau Anthony akan membunuh Max karena bagaimanapun Max sudah menyelamatkan nyawanya... , Kau harus tau Si betapa berat beban yang di tanggung Starla selama ini...itulah mengapa aku bertekad Ingin mengembalikan kebahagiaanya dengan menyatukannya kembali dengan anak dan suaminya... Namun sepertinya usahaku belum berhasil...aku berdosa Si... aku berdosa pada Starla, jika dulu aku mau menolongnya semua ini tak akan terjadi " ucap Felix sambil tertunduk
Sisi memeluk Felix yang menangis, ia pun kini bingung apa yang harus mereka lakukan untuk menolong Starla
💄💄💄💄
Sementara Sisi dan Felix berbincang, Starla melangkahkan kakinya ke kamar mandi, ia membuka satu persatu pakaian yang membalut tubuhnya...kini ia hanya mengenakan CD dan branya. Ia memasuki jakuci dan berendam di dalamnya....
Pikirannya melayang mengingat bagaimana perjalanannya hidupnya selama setahun ini, bagaimana ia beralih dari pelukan Ivan ke pelukan Max... tangannya mengosok-gosok tubuh ringkihnya... ia merasa kotor... sangat kotor
" Kau benar Anthony... aku kotor, aku tak pantas menjadi istrimu terlebih menjadi ibu untuk Junior... aku tak pantas hik.. hik.. hik... aku tak pantas..... mengapa aku harus hidup, Seharusnya aku mati saja... mati saja " ucapnya berkali-kali
Tanpa di sadari Starla dan tertidur sambil menangis di jakuci , berlahan tubuhnya tenggelam di jakuci tanpa ada yang tau........
Setelah Felix merasa tenang, Sisi melihat ke arah jam
" Sayang sudah 30 menit, kurasa Starla sudah selesai mandi....aku akan memanggilnya untuk makan " ucap Sisi lalu menuju ke kamar Starla
Sesampainya di kamar Starla tak ada, Sisi membuka kamar mandi dan is melihay Starla yang tenggelam di jakuci
" Starla..... Starla..... Felixxxxxxx tolong Starla.... " teriak Sisi
" Starla... apa yang kau lakukan... ??? "
Apakah Starla masih bisa di selamatkan?
Apakah Starla harus menyerah sampai disini, tunggu di next eps
Jangan lupa untuk selalu like komen dan berikanlah votenya Sista
Love you All