
HAII SISTA... JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN TERUTAMA VOTE YANG BANYAK YA!!!
Menjelang makan siang, Starla terbangun dari tidurnya..lebih tepatnya terbangun dari pingsan nya. Nia Dan Mia langsung mendekatinya dan menyerahkan segelas air putih untuk Starla.
" Nyonya di minum dulu, agar anda lebih lega " ucap Mia sopan, Starla mengambil gelas tersebut lalu meminum airnya sampai habis. Nia menyerahkan surat dari Ivan ke tangan Starla
" Ini ada surat dari tuan Ivan " ucapnya.
Starla membuka surat tersebut dengan ragu
Starla.....
aku akan pergi selama 2 hari, belajarlah menyesuaikan diri dengan rumah barumu ini. Tak perlu susah payah berusaha melarikan diri dari sini, kau tak akan bisa kemana-mana.
Rawat saja anak diperutmu agar tumbuh kuat.
Jika kau ingin menangis... silahkan menangis selama 2 hari ini, jika aku pulang aku tak Ingin melihat air matamu lagi. Aku hanya Ingin melihat senyuman manismu
Salam sayang
Ivan ππ
Starla meremas surat dari Ivan tersebut, Ia tak kuasa menahan tangis nya lagi. Selama berjam-jam Starla menangis pilu... menagisi nasipnya kini.
" Apa salahku Tuhan... hingga kau menghukumku sedemikian rupa, Anthony... tolonglah aku hik.. hik.. hik... " Starla berteriak sekencang-kencangnya meluapkan rasa sedihnya
Malam harinya Starla terbangun tengah malam. Dengan pelan Starla berdiri dan berjalan ke kamar mandi. Di kamar mandi Starla mendapati sebuah senter yang tergantung. Entah apa yang merasukinya, Starla mengambil senter tersebut . Nampak Nia dan Mia yang tertidur, tanpa suara Starla keluar dari kamarnya, Ia menyusuri tangga dan berlahan keluar dari rumah.
" Sayang ....mama akan mencari jalan pulang, mama tak mau terkurung di sini seumur hidup " tekadnya sambil melangkahkan kaki kecilnya ke arah yang di sukainya. Starla melihat beberapa penjaga hilir mudik, Ia bersabar sampai ia bisa melewati mereka.
Berlahan namun pasti Starla terus melangkah melintasi perkebunannya Ivan. Tanpa rasa takut dan bantuan senter di tangannya Starla terus berjalan, di hatinya hanya bagaimana bisa pulang bertemu dengan suaminya. Entah mengapa yakin Ia berada di wilayah Meksiko.
Entah berapa lama ia berjalan, kakinya sudah terasa pegal. Starla duduk di sebuah batu sambil memakan beberapa buah tomat yang di pentikya ketika melewati kebun tomat. Setelah serasa kenyang Starla kembali berjalan, beberapa kali kakinya kesakitan karena terhantuk batu tak dihiraukannya.
πΉπΉπΉπΉ
Sementara itu kehebohan terjadi di istana Ivan, Mia yang terbangun jam 3 subuh karena ingin buang air kecil terkejut karena tidak mendapati Starla di ranjangnya. Keduanya lalu berkeliling mencari Starla ke seluruh ruangan namun sia-sia, Starla tak ada di manapun. Keduanya akhirnya menghubungi kepala penjaga setelah setengah jam mencari Starla.
Siaga satu langsung berbunyi di perkebunannya, Julian.. kepala penjaga langsung menghubungi Ivan dan memberitahukan perihal menghilangnya Starla.
Ivan langsung membangunkan Felix
" Felix... aktifkan GPS Starla, Ia berusaha kabur " ucapnya kesal, bagaimana tidak 20 maid dan penjaga di rumah itu dan Starla masih bisa kabur?.....
" Dapat boss, Ia bergerak ke arah utara sejauh 17 km, wow.... sepertinya Ia tak merasa takut boss " ucap Felix, Ivan tersenyum
" Kau memang wanita yang unik Starla, aku akan menghukummu, apa kau tak tau kau berada di antah berantah " ucapnya sambil tersenyum geli
" Felik... Ayo kita berangkat, aku harus menjemput Starla sebelum Ia menjadi santapan binatang hutan " titahnya
Keduanya langsung kembali ke area perkebunan untuk memjemput Starla.
Matahari pagi membangunkan Starla yang tertidur di bawah sebuah pohon besar. Ia mengeliatkan tubuhnya yang terasa sakit. Starla takjub memandangi pemandangannya di depannya, sepanjang mata memandang penuh dengan tanaman bunga-bunga yang sedang mekar
" Sungguh cantik, tapi ini seperti perkebunan. Apakah setelah semalaman berjalan aku masih berada di perkebunan Ivan ? " ucapnya kaget
" Tentu saja Starla, aku sudah bilang kamu tak bisa kemana-mana " suara Ivan mengagetkannya, Starla langsung membalikkan badannya menuju suara Ivan. Nampak Ivan berjalan ke arahnya sambil tersenyum. Starla berjalan mundur, wajahnya memucat. Dalam sekejap mata Ivan sudah sampai di depannya, Ivan menarik tangan Starla dan menariknya ke pelukannya
Sebelah tangan Ivan memeluk pinggang Starla, sebelahnya lagi merapikan rambut panjang Starla yang berhamburan. Ivan menatap manik mata Indah Starla dan....
" Cuppp " ciuman mesra di layangkan oleh Ivan ke bibir Starla, Starla terkejut sekali.. Ia meronta-ronta namun tak bisa bergerak. Ivan terus menciumi bibir Starla dengan gemas.
" Itu hukuman untukmu Sayang, karena tak menurut padaku " bisiknya pada kuping Starla
Di dalam helicopter Starla kembali menangis.
" Tuan Ivan tolong lepaskanlah aku... aku ingin pulang. Aku ingin bertemu dengan suami dan mamaku...please!! " mohonnya. Ivan hanya memandangi Starla yang memohon padanya, Ia sangat tergoda memandangi bibir manis Starla, Ingin sekali ia menikmati bibir sexy itu lagi namun ia berusaha bersabar.
" Diamlah Starla, satu kata lagi aku akan mencium bibir sexy mu itu " ucapnya sambil memandangi Starla tanpa berkedip. Akhirnya Starla hanya bisa menangis dalam diam, matanya memandangi pemandangan di bawahnya hamparan perkebunan seolah tak ada habisnya, memang benar apa yang dikatakan Ivan ia tak akan bisa kemana-mana.
Sesampainya di istana Ivan, Starla tertidur.. Ivan mengendong Starla ke kamarnya
" Panggilkan dokter untuk memeriksanya, gantikan pakaiannya " titahnya
Ivan membaringkannya Starla berlahan di ranjang, Ia melepaskan sepatu flat yang dipakai Starla, betapa kagetnya Ivan melihat kakinya Starla yang berdarah dan membengkak.
" Pasti kau lelah sekali setelah berjalan semalaman " ucapnya sambil memandangi kaki Starla yang terluka. Tak lama dokter pun datang
" Ada apa tuan Ivan? "
" Periksa kesehatannya dan obati kakinya, beri cairan infus untuknya dan jangan lupa beri saja obat tidur, biar ia tidur saja selama 2 hari ini, aku ada pekerjaan " ucapnya lalu meninggalkan Kamar Starla.
πΎπΎπΎπΎ
Di base camp Max, seorang hackernya berlari mendatangi Max sambil membawa beberapa foto
" Tuan... saya berhasil mendapatkan foto penculik Nyonya Starla !! " teriaknya senang, Max mengambil foto tersebut dan mengamatinya
" Kurang ajar... ini Ivan, aku mengenali bentuk tubuhnya " rutuknya
" Mereka membawa Nyonya dengan helicopter Tuan, ini fotonya... saya sudah menelusuri perjalanan helicopter tersebut, Ia menuju bandara ke sebuah jet. Saya masih mencari kemana jet ini berangkat Tuan... " jelasnya lagi
" Bagus.. lanjutkan, suruh hacker yang lain membantumu dan ini bonusmu " ucap Max senang dan memberikan selembar cek untuknya.
" Terimakasih Tuan... saya akan kembali bekerja "ucapnya senang sambil menyimpan cek nya.
Diego yang mendengar hal tersebut langsung melakukan chat dengan Rita
" Rita... apa ada perkembangan di sana? "
" Masih buntu, Kau...? "
" Kemungkinan yg menculik adalah Ivan, cari keberadaan Ivan "
" Baik... terimakasih "
Rita bergegas mendatangi Anthony
" Senior ada titik terang-terangan, Kemungkinan Ivan yang menculik Senorita. Jika kita bisa menemukan Ivan pasti Senorita di temukan " ucapnya lagi
Tanpa bertanya dari mana Rita mendapat Informasi, Anthony langsung menghubungi Dolga
" Dolga... cari keberadaan Ivan, Kemungkinan Ivan yang menculik Starla " pintanya
" Apa... tapi mengapa ia menculiknya ?? baiklah aku akan mengabari mu... " ucap Dolga sambil menutup hp nya
" Juan... kerahkan anak buah kita untuk mencari keberadaan Ivan, Kemungkinan Starla ada bersama Ivan " perintahnya pada anaknya
" Papa aku dengat desas desus Ivan sudah pensiun dari pekerjaannya, sejak bulan lalu Ia tak mau lagi menerima pekerjaan " ucap Juan
" Kurasa memang Ivan yang menculiknya, apa Ia ingin tebusan yang besar untuk menunjang pensiunnya? tapi mengapa sudah 10 hari.. Ia tak juga meminta tebusan jika memang itu maksudnya " ucap Dolga penasaran.
See you again sista
Happy Reading πππ