MY STARLA

MY STARLA
84. Terjun Bebas



PERINGATAN.... SIAPKAN TISSU YANG BANYAK.... 😢😢


Starla benar-benar terjun bebas di iringi tawa Nery yang mencekam. Tanpa rasa kasihan Nery kembali menarik Starla yang sudah tak sadarkan diri menuju ruang bawah tanah, nampak darah Starla membekas di sepanjang lantai. Seorang maid yang bersembunyi di balik tirai menelfon Felix meminta bantuan


" Tuan Felix tolonglah Nyonya Starla... hik hik.... Nona nery mengamuk " bisiknya


" Shett rupanya Nery membohongiku!! " Felix baru sadar , Felix langsung banting setir kembali ke rumah Ivan, sebelah tangannya menelfon Ivan


" Ivan.... Nery mengamuk di rumah, ia tadi membohongiku memintaku menyusulmu ke lapangan " ucapnya


" Apaaa... cepat kembali, selamatkan Starla aku segera menyusul " teriak Ivan


" Jika kau menyakiti Starla aku tak akan mengampunimu Nery " ucapnya sambil mengambil motornya


🐝🐝🐝🐝


Nery menarik Starla ke ruang bawah tanah, darah sudah keluar dari kening dan hidung Starla. Starla pingsan tubuhnya sudah tak bisa menahan sakit yang di dapatnya. Dengan kasar Nery meletakkan Starla di lantai yang dingin, ia mengambil seember air dan menyiramkannya ke kepala Starla


" Bangun wanita pengoda, segitu saja kemampuanmu hah...?? " teriaknya kasar sambil menendang kaki Starla, Starla tersadar karena merasakan dingin akibat guyuran Nery.


" Kau tau Starla... 6 tahun aku mendampingi Ivan... 6 tahun dan kau tiba-tiba datang dan merenggutnya dariku, tidak akan kubiarkan " bisiknya di telinga Starla


" Aku tak pernah mengambil Ivan dari mu, dia yang menculikku " jawab Starla, Plakk dengan gampangnya Nery menampar wajah Starla


" Tidak ada sanggahan Starla, seharusnya sejak dulu kau mati saja. Sekarang aku akan membunuhmu dan juga bayimu ha ha ha " Nery tertawa seperti orang yang kesetanan, ia mengeluarkan pisau dari pahanya


" Aku tak akan menembakmu Starla... itu kematian yang terlalu mudah untukmu. Aku akan mengeluarkan anakmu dan memisahkannya darimu ha ha ha "


" Tidak.... jangan sakiti anakku.. tidak " Starla meringkukkan tubuhnya melindungi perutnya. Neri kembali menendang kepala Starla berulang kali... Nery benar benar menampakkan sisi Devil nya. Starla tak menghiraukan kepala dan belakangnya yang menjadi samsak dari Nery, ia hanya ingin anaknya selamat.


" Matilah kau wanita pengoda!! " teriaknya hendak menghujamkan pisaunya ke tubuh Starla


" Nery... Ivan menunggumu di atas " teriak Felix kencang, matanya melotot tak percaya melihat keadaan Starla


" Sungguh... Ivan ada di atas? " ucapnya senang


" Ya.. Ivan menunggumu di helicopter, ia akan membawamu bersamanya... cepatlah " ucap Felix berbohong


Nery langsung melemparkan pisaunya, ia langsung berlari ke tangga dan keluar dari ruang persembunyian tersebut. Begitu Nery keluar Felix langsung mengunci ruang bawah tanah tersebut dari dalam. Ia berlari mendekati Starla yang terkulai tak berdaya di lantai yang dingin.


" OMG... Starla sadarlah , Ya Tuhan apa yang sudah di lakukan Nery padamu " ucap Felix bergetar, ia mengangkat Starla dan membaringkannya di ranjang lalu menyelimutinya


" Felix tolonglah aku, aku ingin bertemu suamiku... please... waktuku tak banyak lagi " ucap Starla dengan nafas satu satu, ia kesulitan bernafas karena darah yang keluar dari hidungnya


Felix menangis melihat keadaan Starla, Nery kau lebih jahat dari binatang ucap Felix dalam hati


" Felix... tolonglah, hidupku tak lama lagi... " ucap Starla lagi


" Baiklah Starla... sebentar " Felix mengambil hpnya


" Berapa no hp suamimu? " tanyanya, dengan sisa kekuatan yang ada Starla menyebutkan no Anthony


Tut... tut... tut...


" Hallo... siapa disana...? " sahut Anthony


" Mayday Senior... Starla terluka parah... sangat sangat parah, lekaslah datang kemari. Lacaklah lokasi hp ini " ucap Felix. Anthony langsung berteriak pada team hacker agar melacak lokasi asal telfon


" Hallo... hallo apakah Starla bersamamu? " tanya Anthony sambil berlari ke helikopternya diikuti semua rombongan


" Ya Starla ada bersamaku.... " Felix meletakkan hpnya ke kuping Starla


" Starla ini suamimu " ucap Felix


" Bantu aku duduk Felix " ucap Starla, Felik menduduk kan Starla dan meletakkan kepala Starla di bahunya dan mendekatkan hpnya ke kuping Starla


" An.... Anthony " suara pelan Starla terdengar putus putus


" Starla sayang... ini aku Anthony, apakah kau baik baik saja " ucap Anthony, Starla tersenyum mendengar suara suaminya, suara orang yang sangat dirindukannya


" Starla... Starla tetap lah bersamaku, aku akan datang Starla.....!!!! " teriak Anthony di dalam Helicopter


" Cepatlah kemari tuan... kami di ruang bawah tanah " ucap Felix lalu meletakkan hpnya tanpa mematikannya. Felix merebahkan kembali Starla, ia pun rasa tak bertenaga melihat tubuh Starla yang penuh luka.


Sementara Nery yang berlari keluar mencari keberadaan Ivan yang menurut Felix menunggunya di Helicopter .


" Kurang ajar... Felix kau membohongiku " umpatnya marah, Nery kembali ke dalam menuju ruang bawah tanah, ia membuka pintu nya namun pintu tersebut terkunci dati dalam


Nery menendang-nendang pintu tersebut sambil berteriak


" Felix... buka pintunya sialan... Felix mengapa kau membohongiku... bukaaaa " teriaknya sambil memukul-mukul pintu dengan pistolnya.


Tanpa lelah Nery terus mengetuk pintu bahkan menembaki pintu tersebut dengan pistolnya hingga pelurunya habis. Ia tak menyadari kedatangan Ivan. Ivan memasuki rumahnya dan sangat terkejut dengan mayat maid yang bergelimpangan.


Di lihatnya jejak darah menuju ruang bawah tanah, ia pun mengikutinya. Seorang Maid menghentikannya


" Tuan Ivan... tolonglah nyonya Starla di pukuli dan di dorong dari tangga oleh nona Nery, ia sangat kejam tuan hik hik hik " lapornya


" Kurang ajar... di mana Nery sekarang? " tanyanya gusar


" Nona di depan pintu ruang bawah tanah, ia mengamuk karena tak bisa masuk. Tuan Felix menguncinya dari dalam " jawabnya lagi.


Bergegas Ivan menuju ruang bawah tanah, dilihatnya Nery yang tersandar di dinding. Mendengar suara kaki Nery menoleh, wajahnya langsung sumringah melihat Ivan datang


" Ivan.... sayang " panggilnya sambil berjalan mendekatinya


" dor dor dor " tanpa suara Ivan menembak kedua paha Nery dan sebelah tangannya


" Aahhh... Ivan apa yang kau lakukan? " teriak Nery kesakitan, Ivan mendekatinya lalu menjambak rambut Nery


" Apa yang kau lakukan pada Starla..hah.... berani sekali kau menyakitinya Nery... plak.. plak... plak... " Ivan menampar Nery berkali-kali. Ia sangat marah dengan kelakuan Nery


Tiba tiba terdengar suara helicopter mendarat di halaman rumahnya. Tidak hanya satu tapi ada 3 helicopter yang mendarat. Ivan melakukan perlawanan dengan menembaki musuhnya dari dalam rumah.


Denbe mengepalai penyerangan rumah Ivan, ia mendobrak pintu dan adu tembak dengan Ivan. Duel di menangkan Denbe, Ivan terluka di tangan dan bahunya. Ivan berlari menyelamatkan diri dan keluar melalui pintu belakang. Denbe.. Diego ...Dolga dan beberapa pengawal mengejar Ivan.


Anthony , Max dan Rita masuk setelah kondisi aman. Mereka segera mencari lokasi Starla dengan mengikuti sinyal hp Felix. Tibalah ketiganya dan beberapa pengawal di depan pintu ruang bawah tanah. Anthony mengetuk keras pintu sambil memanggil nama Starla.


Felix yang mendengarnya lalu berdiri dan menaiki tangga menuju pintu. Ia mempersiapkan mentalnya sebelum membukakan pintu. Walau bagaimanapun Ia adalah anak buah Ivan, menolong Starla bukan berarti ia akan mendapat pengampunan.


" Tuhan... jika memang aku harus mati hari ini, aku tak akan menyesal " doanya lalu membuka kunci pintu berlahan


Melihat pintu terbuka, ketiganya langsung menerobos masuk. Mereka sangat shok melihat keadaan Starla yang penuh luka dan berdarah, Anthony langsung memeluk Starla


" Starla.. sayang... bertahanlah... aku sudah datang " bisiknya ke kuping Starla, Max yang membawa kotak obat langsung memberikan pertolongan pertama pada Starla


Max membersihkan darah yang mengalir dari hidung dan kening Starla lalu memasangkan oksigen ke hidung Starla agar Starla bisa bernafas dengan mudah.


Usaha Max tak sia-sia, Starla sadar. setelah mendapat bantuan pernafasan, berlahan-lahan Starla membuka matanya


" An.... Anthony.. kau datang juga " ucapnya pelan, ia tersenyum akhirnya doanya terkabul


" ia sayang aku disini... bertahanlah " ucap Anthony... air mata Anthony tak berhenti mengalir melihat kondisi Starla, begitu pula Max dan Rita.


Max membuka selimut Starla, matanya melotot tak percaya... bagaimana tidak, baju starla sudah penuh dengan darah, kedua tangannya terluka dan membiru. Begitu pula dengan kedua kaki Starla, Max tak bisa membayangkan apa yang sudah di lalui oleh Starla


" Rita siapkan tandu... cepat!! " perintahnya, Max mengambil Stetoskopnya lalu memeriksa kandungan Starla, ajaib bayi Starla masih berdetak kencang


" aahhhhh... aahh " tiba tiba Starla berteriak kesakitan....


Duh Thor mau tarik nafas dulu


Sesak kale rasanya


Jangan lupa untuk like komen vote dan kasih rate bintang 5 nya untuk karya aku


Happy Reading selalu