
Setelah Starla pergi dengan Rita dan pasukannya, Anthony mulai menyusun strategi. Kemudian ia mengeluarkan 3 gepok uang di atas meja
" Ini bonus bagi siapapun yang bisa menembak kepala ******** itu. Habisi semua jangan ada yang tersisa!! " ucapnya dingin sambil mengisap cerutunya
" Berani sekali kau mengangguku dan Starla, Dolga jangan salahkan aku jika anakmu pulang sudah menjadi mayat " lanjutnya lagi
" Senior... mereka sudah mendekati pintu gerbang! " lapor salah seorang pengawalnya
" Lakukan sesuai rencana, ingat jangan lengah... waspada. Sayangi nyawa kalian " titahnya
" Si Senior! " jawab mereka serentak
Anthony naik ke lantai 2, di lantai 2 ia bisa mengawasi dari ruangan khusus melalui cctv ataupun teropong langsung. Kurang ajar kau Juan menganggu kesenanganku saja... hampir saja tadi... brengsek kau.. omel Anthony dalam hati.
Tak lama Rolan datang dengan helikopter membawa beberapa pasukan tambahan. Rolan langsung mendatangi Anthony ke lantai 2
" Senior apa kita langsung berangkat sekarang? " tanyanya begitu sampai
" Tidak, kita pergi jika cecurut itu sudah mati!! " jawabnya marah sambil kembali mengisap cerutunya
" Saya sarankan jangan ambil resiko Senior, anda adalah pimpinan tertinggi jika sesuatu terjadi pada anda bagaimana nasip kartel kita " saran Rolan
" Pergilah jika kau takut Rolan!! "
" Saya tidak takut Senior, hanya saja keselamatan Anda adalah Prioritas utama " jawab Rolan
Anthony diam saja tak menjawab ataupun bergerak, hanya matanya saja yang mengawasi pergerakan yang terjadi di luar Villanya.
Anak buah Juan merengsek masuk dengan menabrak pagar, begitu pagar di tabrak mobil langsung terpental karena dipasangi bom getar. Satu mobil beserta isinya sudah tersingkir. Anthony tertawa dari lantai 2 melihatnya.
Lalu masuk lagi 3 mobil. Para mafia Juan menyebar di halaman dengan senjata masing-masing. Aksi saling menembak terjadi cukup lama, namun anak buah Juan belum bisa masuk ke dalam Villa.
" Kau yakin tak ada mobil keluar dari Villa sejak tadi? " tanya Juan pada mata2nya
" Ya senior, gadis itu masih si dalam " jawabnya
" Lalu kapan bantuan kita akan datang? " masih agak lama Senior mungkin 25 menit lagi "
" Mengapa lama sekali, aku tak sabar menunggu " ucap Juan lalu turun dari mobil
" Ambil pengeras suara " perintahnya
" Anthony... keluarlah kita selesaikan satu lawan satu!! " tantang Juan
Tembak-tembakan pun otomatis terhenti, mendengar suara Juan yang mengelegar.
Anthony pun turun ke lantai satu.
" Senior jangan keluar, kita tak tau dia gentleman apa tidak! ", cegah Rolan
" Aku tak takut Rolan, akan kuberi pelajaran cecurut muda itu, siapkan saja helikopter selesai duel kita langsung berangkat.! " jawab Anthony
" Anda akan kemana Senior? " tanya Rolan
" Antar aku ke Mansion nanti " ucapnya sambil membuka pintu Villanya dan menuju ke halamannya.
Anthony berjalan sambil mengangkat sebelah tangannya yang menandakan anak buahnya untuk menahan serangan. Begitu pula Juan Dolga pun berjalan masuk ke halaman Villa sambil mengangkat sebelah tangannya.
Tak lama keduanya berhadap-hadapan dalam jarak 5 meter.
" Dimana gadis itu? ia harus menonton duel ini " ucap Juan
" Ha ha ha... Juan apakah kartelmu sudah kehabisan wanita, hingga mencari di kartelku... huh jangan mimpi!! " ucap Anthony dingin
" Sudahlah Anthony toh kau tak akan menyentuhnya, biar aku yang akan menghangatkan ranjangnya ha ha " ejek Juan
" Tak usah banyak omong Cecurut, sesuatu yang sudah menjadi milikku tak akan pernah kulepaskan " jawabnya sambil memegang sarung senjatanya.
Keduanya bersiap, masing-masing memandang lawannya dan tangan mereka memegang senjatanya yang diletakkannya di pinggang mereka. Cukup lama mereka saling mengintai dan menunggu pergerakan. Suasana hening, ketegangan terjadi di kedua belah pihak
" Jika kau kalah, kau harus menyerahkan gadis itu padaku Old man! " ucap Juan
Tak lama.... Dor... dor...
Peluru telah dimuntahkan dari senjata masing-masing masing. Setelah menembak Anthony langsung berguling ke kiri sedangkan Juan berguling ke kanan. Semua menunggu siapa yang tertembak. Ternyata kedua-daunya berdarah, hanya saja Anthony tertembak di bagian tangan nya saja sedangkan Juan tertembak di bagian perut.
Anthony berdiri dan menyarungkan kembali senjatanya. Sedangkan Juan berdiri dibantu anak buahnya.
" Pergilah Juan... sampaikan salamku pada ayahmu... jika kau masih bisa menyampaikannya " ejek Anthony
" Aku akan membalasmu... old man... Cleo akan jadi milikku!! ahhh.... " ucapnya sambil menahan sakit.
Anthony berbalik dan hanya melambaikan tangannya. Rolan pun langsung mendatangi Anthony dan membawa Anthony ke helikopter " Apakah mau di obati di sini, apa di Mansion? " tanya Rolan melihat luka Anthony
" Di Mansion saja, ini hanya luka kecil " sahutnya.
Rolan mengambil scraf yang melingkar dilehernya lalu mengikatkannya pada luka Anthony
" Ayo berangkat, ke Mansion " perintah Rolan
Anthony melihat ke arah Hp nya apakah ada laporan dari Rita, tapi belum ada laporan. Anthony menghela nafasnya, My Starla I Miss You Already... ucapnya dalam hati
" Apakah ada masalah Senior, anda tampak gelisah...? " tanya Rolan
" Tidak Rolan, aku hanya ingin istirahat. Bangunkan jika sudah sampai " ucapnya sembari menutup matanya
" Si Senior "
🍧🍧🍧🍧🍧
Sementara itu Rita dan Starla masih di perjalanan. Jarak antara asrama dan Villa memang cukup jauh. Jika melalui darat bisa sampai 2 jam baru sampai. Starla yang kelelahan tertidur di bahu Rita. Rita mengambil Foto Selfie berdua dengan Starla yang sedang tertidur.
Mobil berhenti kemudian supir membukakan pintu penumpang.
" Kita sudah sampai bos " ucapnya
Rita membangunkan Starla berlahan lahan
" Nona bangun kita sudah sampai "
Starla bangun sambil mengucek matanya, malas sekali rasanya ia bangun. Hari telah gelap memang sudah jam nya orang untuk tidur.
Mereka turun dari mobil, Rita dan seorang pengawal mengantar Starla sampai ke pintu masuk Asrama
" Maaf nona kami hanya bisa mengantar sampai disini " ucao Rita
" Tidak masalah Rita, terimakasih " ucap Starla sopan
" Nona jangan Khawatir, kami mengawasi dan melindungi Nona 24 Jam, Selamat malam Nona " ucap Rita bergegas meninggalkan Asrama
Starla menarik tasnya ke ruangan tidurnya, terdengar suara rekan- rekannya yang sedang mengobrol.
" Starlaaaa..... oh akhirnya kau datang juga!! " teriak Sisi mengagetkan Starlanyang sedang melamun
" Sisi... ini sudah malam, jangan ribut " tegur Starla
" Wah banyak sekali bawaanmu, seingatku kemarin kau pergi tak membawa apa-apa " ucap Sisi
" Kemaren Senior memberi libut oara maid, jadi aku dan mama jalan-jalan... kami berbelanja dari uang bonus mama " ucapnya berbohong
" Ayo kita kekamar untuk mempersiapkan barang kita, kita tak bisa bolakbalik asrama - RS karena jaraknya terlalu jauh. Kita akan mencari kontrakan atau kos kosan yang dekat dengan RS..... bla.. bla... bla... mulut Sisi tak berhenti berkicau membuat kepala Starla berdenyut
" Sisi sudah kau itu orang apa kereta api sih... ngak berhenti-berhenti, sudah aku mau tidur dulu, besok subuh baru aku akan menyusun barangku" ucap Starla langsung membaringkan badannya yang terasa lelah ke ranjangnya. Sambil berbaring Starla berdoa semoga Senior baik baik saja.
Tak lama Starla sudah melayang di alam mimpi.
Sampai disini dulu ya guess
Thor dah ngantuk berat nih , see you next eps
Selalu tinggalkan jejak untukku... salam membaca