MY STARLA

MY STARLA
45. Ku Tunggu Jandamu



Pagi -pagi Starla sudah siap dengan seragam perawatnya. Ia sedang mengoleskan bedaknya tipis saja dan lipgloss andalannya. Rambutnya sudah di gelungan rapi dan terakhir disemprotkannya farfume favoritnya.


Anthony masih tertidur di ranjang, Starla mendatanginya dan duduk di sisi ranjang. Di belain ya rambut hitam Anthony dengan lembut


" Sayang bangunlah, kau mau mengantarku apa tidak? " bisiknya dikuping Anthony, Anthony tidak merespon. Mungkin Ia lelah pikir Starla, Starla pun berdiri ia tak akan menganggu suaminya. Ketika ia hendak melangkah tiba-tiba tangannya di pegang oleh Anthony dan di tariknya hingga Starla jatuh di atas tubuhnya.


Anthony langsung membalik Starla dan mengukungnya


" Mau ke mana istriku cantik , aku menginginkanmu sayang " ucapnya mulai membuka pakaian Starla


" Anthony..... nanti malam saja ya, aku mau pergi magang " tolak Starla


" Sebentar saja, tak akan lama " rayu Anthony tak mau ditolak.


Mau tak mau Starla melayani sang suami yang tak pernah puas akan dirinya. Akhirnya satu jam kemudian Starla mandi untuk keduanya kalinya. Ia menghela nafas panjang memandang sang suami yang sedang berpakaian. Starla tak bisa mengerti mengapa Anthony tak ada bosan-bosannya bercinta dengannya. Rambutnya tak bisa di gelung karena masih basah. Buru-buru Starla mengajak Anthony ke ruang makan, ia makan sambil menyuapi Anthony. Semua maid tersenyum melihat Seniornya yang sekarang nampak Jauh lebih bahagia.


Anthony mengantarkan Starla dengan di setiri Denbe


" Cepatlah Denbe nanti aku terlambat !! " pinta Starla


" Mengapa terburu-buru sayang, RS Itukan miliknya Max santai saja " ucap Anthony


" Aku tak enak dengan perawat yang lain, mereka kan tak tau hubunganku dengan mu atau Dr Max " jawab Starla


Denbe langsung mengebut mendengar penjelasan Starla,


" Tenang saja Senorita, serahkan padaku kalo urusan mengebut he he " ujarnya sambil menyalakan sirenenya.


" Mengapa kau menyalakan sirenenya Denbe, bukankah sirene itu untuk pejabat " protes Starla


" Anda sekarang kan orang penting Senorita ha ha " jawab Denbe. Mendekati RS Denbe mematikan sirenenya, Starla hendak keluar dari mobil tapi lagi-lagi Anthony menahannya


" Cium dulu!! " pintanya, Starla mencium Pipi Anthony tapi Anthony tetap tak mau melepaskannya.


" Apa lagi sayang ?? " tanya Starla kesal, Anthony menarik Starla lalu mencium bibirnya mesra dan lama, Denbe hanya bisa mengelengkan kepala melihat kelakuan Anthony . Starla melepas ciuman lebih dulu, dicubitnya perut Anthony


" Kau memang tak tau waktu, vampire tua " sungutnya sambil membuka pintu mobil. Starla berlari masuk ke dalam RS.


Denbe sudah tak tahan lagi, ia tertawa terbahak-bahak begitu Starla sudah tak ada.


" Vampire tua ha ha ha...... ya ya julukan yang cocok untukmu Anthony, mengingat istrimu umurnya selisih 15 tahun darimu " ucap Denbe geli


" Urus saja urusanmu Old Man!! " jawabnya marah


" Anthony bagaimana rasanya daun muda, lebih legit bukan? ha ha ha " olok Denbe lagi


" Sangat.... membuatku mabuk kepayang " jawabnya sambil tersenyum sendiri


" Kemana kita boss ..?? "


" Ke Mansion Senior Irwin, ada yang Ingin ku bicarakan ! " jawabnya


🍱🍱🍱🍱


Sementara itu di Rumah Sakit Elite, Starla berlari menuju mesin absen, mudahan aku tak terlambat cicitnya sambil berlari


" Untunglah aku tak terlambat hah.... hah... hah... " ujarnya sambil mengatur nafasnya


" Starla kau ditunggu dr Max di ruangannya ! " panggil Yohana


" Si Yohana, terimakasih " jawabnya, lalu Starla berjalan menuju ruangan dr Max. Beberapa perawat yang mendengar nya langsung bergosip bagaimana Starla di perlakukan dengan istimewa oleh Dr Max.


" Kalau kalian mau bergosip saja, kutunggu surat pengunduran diri kalian, dr Max mengaji mahal kalian bukan untuk bergosip !! " bentaknya Yohana


Para perawat tersebut langsung kocar kacir menuju post masing-masing.


Seandainya kalian tau siapa Starla sekarang, kalian tak akan berani walau hanya menatapnya " ujarnya dalam hati.


Tok... tok... tok


" Pagi dokter Max " sapanya begitu masuk


" Pagi Starla, bagaimana liburmu apakah menyenangkan? " tanya Max


" Si dokter terimakasih sudah memperpanjang liburku " ucapnya sambil tersenyum


Max berdiri dan berjalan mendekati Starla, lalu duduk di pinggir mejanya


" Maaf aku Starla " ucapnya sambil terus menatap sendu ke wajah Starla. Starla mendongak melihat ke arah Max


" Maaf kenapa dok...? " tanyanya bingung


" Maaf karena ku kau di tampar oleh mamamu " sahutnya, Starla tersentak...


" Dari mana kau tau Max? "


" Aku mendengar pembicaraan mu dengan mamamu, aku juga tau kau sudah menikah dengan sepupuku " jawabnya


" Aku tau kau menikah dengan Anthony karena paksaan dari mamamu, karena hutang budi kalian " lanjutnya


Starla hanya bisa diam, Ia bingung harus berkata apa. Max mengambil sebuah kotak kecil dari sakunya lalu membukanya


" Starla ini hadiah dariku, pakailan selalu ya " pintanya, Max berjongkok di depan Starla lalu memakaikan gelang sederhana itu ke tangan Starla. Di kecupnya punggung tangan Starla


Starla menarik tangannya Ia tak mau memberi harapan apapun pada Max, Ia sudah bertekad akan mengabdikan dirinya hanya untuk suaminya


" Bangunlah Max, jangan seperti ini nanti orang salah paham " ucapnya takut ada yang melihat


" Aku tau batasan Starla, sekarang kau sudah menjadi milik orang lain " ucap Max lalu Ia berdiri


" Starla nanti sore aku akan pergi ke China selama 1 bulan, aku mengikuti kelas akupuntur . Hati hatilah selama aku tak ada, kau kutempatkan menjadi perawat di ruangan vviv sampai kau selesai magang. Nanti tanyalah pada Yohana apa saja tugasmu " ucap Max


" Si dokter "jawabnya, Starla berdiri hendak keluar ruangan


" Starla bolehkah aku memelukmu sekali saja untuk terakhir kalinya? " pintanya


" Maaf Max aku tak bisa, carilah wanita lain. kau pria yang baik aku percaya Tuhan sudah menciptakan seorang wanita cantik untukmu " jawabnya lalu keluar dari ruangan


" Kaulah wanita cantik itu Starla.... aku akan bersabar, kutunggu jandamu " ucapnya dalam hati


🍱🍱🍱🍱


Starla langsung mencari Yohana di ruangannya


" Pagi Yo, dokter Max bilang aku si tempatkan di ruangan vviv, apa saja tugasku ? " tanyanya. Yohana langsung berdiri


" Ayo kujelaskan sambil kita ke sana " ajaknya


" Ruangan vviv kita hanya ada 6 Starla, dimana setiap perawat hanya melayani 2 kamar saja dengan 3 sif selama 24 jam, jadi perawat nya khusus hanya diam ruang vviv tidak boleh menangani pasien di kamar yang bukan tugasnya. Mereka sampai di ruangan vviv lalu Yohana melaporkan Starla ke bagian resepsionis.


Starla mendapat jadwal tunggu mulai jam 10 pagi sampai jam 6 sore


" Nah Starla kau mendapat kamar 003 dan 004, selama sisa magangmu kau hanya melayanimu pasien dari 2 kamar ini tidak kamar yang lain! " jelas Yohana


" Bagaimana jika ruangannya kosong, apa yang akan kau lakukan? " tanyanya


" Percayalah Starla , vviv tak pernah kosong " jawab Yohana


" Yang perlu kau ketahui, tugas perawatannya vviv adalah melayani semua kebutuhan yang diperlukan seperti memberi makan dan minum obat, memandikan mengantarkan ke kamar mandi sampai menemani mereka jika mereka menginginkannya " papanya lagi


" Jadi seperti kita merawat keluarga kita sendiri, begitukah maksudnya Yo? "


" Ya motto kita adalah memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan harga ruangannya Starla, kau tau gaji perawat di ruangan ini 2 x lipati dari ruangan lain " jawab Yohana


See you next eps


Jangan lupa tinggalkan jejakmu