MY STARLA

MY STARLA
63. Pembalasan



Tok... tok... tok... suara sepatu membahana di penjara bawah tanah milik Anthony, ia sudah tak sabar untuk bertemu dengan 2 orang yang di culik anak buahnya.


" Nyalakan lampu. ! " titahnya begitu sampai di ruangan


Byarr lampu yang sangat terang langsung menerangi ruangan berukuran 4 x 4 itu, nampak 2 orang yang sudah terikat si kursi, mulutnya pun di lakban. Keduanya mengerjapkan matanya karena merasa sangat silau, seorang mafioso membuka lakban Dolga dengan kasar


" Ha ha ha ternyata kau Anthony, sepanjang malam aku berfikir siapa yang berani kurang ajar padaku " ucapnya kesal


" Bagaimana tidur mu... nyenyak? tidurku sangat nyenyak semalam setelah kelelahan karena bercinta dengan istriku " ucap Anthony santai


Dolga hanya diam tak menyahuti perkataan Anthony, ia hanya memandangi anaknya Juan yang mulutnya masih di lakban.


" Katakan mengapa kau menculik kami Anthony? " tanyanya akhirnya


" Kau benar-benar tak tau, apa pura-pura tak tau Dolga? " jawab Anthony sambil duduk di sebuah kursi, ia mengambil cerutunya lalu menyalakannya.


" Tak usah berteka-teki Anthony.... katakan apa maksudmu !! " ucap Dolga kesal


Anthony menepuk tangannya, tak lama 2 orang mafioso melepaskan ikatan Juan lalu mengikatnya lagi di sebuah tiang dengan posisi berdiri


" Kau lihat itu Dolga, nyawa anakmu berada di ujung lidahmu " ucap Anthony dingin, Dolga hanya bisa menggerutukkan giginya menahan amarahnya


" Pertanyaan pertama Dolga, apakah kau mengenal Ivan sang pembunuh? " tanya Anthony tanpa melihat ke arah Dolga, matanya menerawang membayangkan kecantikan istrinya


" Tidak... " jawabnya segera


" Wrong answer " ucapnya pelan, 2 mafioso tadi mulai memukul Juan


" Hentikan ******* kau Anthony!! " teriak Dolga, Anthony mengangkat sebelah tangannya, keduanya langsung berhenti


" Pertanyaan kedua, apakah kau yang memerintahkan Ivan untuk mencelakai istriku ? , pikirkan baik-baik jawabanmu Dolga " ucap Anthony. 2 mafioso tadi kembali dengan membawa besi di tangan masing-masing dan mendekati Juan


Keringat Dolga bercucuran, ia sangat takut anaknya akan celaka jika ia terus berbohong.


" Waktu menjawabmu habis Dolga " ucap Anthony. Bak buk bak buk bunyi tubuh Juan yang kembali di pukul oleh keduanya, Dolga melotot tak percaya


" Hentikan ********... hentikan !!... baik aku akan menjawabnya, berhenti menyiksa anakku!! " teriaknya sambil meronta dari kursinya


Anthony mengangkat tangannya kembali, aksipun di hentikan


" Sekarang kau baru tau jika seorang Montenegro marah Dolga " ucapnya menatap tajam ke arah Dolga


" Ya Anthony... ya, aku yang memerintahkan Ivan, tapi bukan menyakitinya... aku hanya ingin Ivan menculiknya dan menyerahkannya padaku " jawabnya akhirnya


" Untuk apa kau ingin menculik Senorita? setahuku Ivan hanya mau membunuh bukan menculik, mengapa kau mau membunuh gadis yang tak bersalah itu hah " tanya Denbe penasaran


" Sungguh... aku hanya ingin menculiknya bukan membunuhnya. !!" Dolga kekeh dengan jawabannya


" Wrong again " ucap Anthony


" Sungguh Anthony... aku bersumpah demi kubur ayahku, tak mungkin aku ingin membunuh darah daging kami sendiri !! " teriaknya histeris karena takut jika Juan di pukuli lagi


Semua yang berada di ruangan itu terhenyak mendengarnya


" Apaaa..... apa maksudmu istriku keturunan Dolga, mimpi kau!! " bentak Anthony marah, ia mengangkat tangannya tanda untuk Juan


" Sungguh Anthony, aku ada buktinya.... percayalah... jangan kau sakiti lagi Juan, ia tak tau apa-apa " jerit Dolga prustasi


" Mana buktinya, tunjukkan padaku... jangan menipuku lagi Dolga atau aku akan langsung meledakkan kepala anak kesayanganmu itu " ucap Anthony sambil memegang senjata di pinggangnya


" Kau ambillah dompet Juan, di dalamnya ada foto mamaku. Kau bisa bandingkan dari foto itu bahwa mamaku mirip sekali dengan istrimu...." ucap Dolga lagi


Anthony dan Denbe memperhatikan foto lawas itu, memang benar apa yang Dolga katakan keduanya mirip 11-12 saja yang membedakan hanya betuk bibirnya saja.


" Apa sekarang kau percaya, yang membedakan mereka hanya bentuk bibir dan rambutnya, rambut mamaku bergelombang dan berwarna coklat " ujar Dolga


" Sheet....bahkan rambut mereka sama, selama ini rambut Starla berwarna hitam kan karena rambut palsu , apa benar Starla keturunan Dolga " rutuk Anthony dalam hati


" Walaupun begitu mengapa kau harus menculiknya Dolga " tanya Denbe lagi


Dolga mencari jawaban terbaik, tak mungkin ia mengatakan menculik gadis itu untuk Juan


" Jawab Dolga!!! " bentak Denbe


" Untuk.... untuk... untuk tes dna, ya tes dna " jawab Dolga lega karena menemukan jawaban yang pas


" Jika hanya untuk tes dna, mengapa tak menghubungi kami baik baik " balaa Denbe lagi


" Apakah kalian akan mau menyerahkan gadis itu untuk tes dna jika aku memintanya pada kalian, kalian pasti menolak " jawab Dolga yang di benarkan Anthony dan Denbe


" Baiklah Dolga karena jawabanmu meyakinkanku. aku akan melepaskan kalian berdua. Tetapi peluru sudah di muntahkan, 2 peluru mengenai sepupuku. Katakan siapa yang akan menanggungnya kau atau Juan? " tanya Anthony


" Aku saja... aku saja " pinta Dolga


" Baiklah Dolga kukabulkan permintaanmu, buka ikatan mereka " titahnya


" Tunggu Anthony... jika kau berkenan berilah aku sedikit rambut istrimu, aku sungguh penasaran " pinta Dolga


" Akan kupikirkan..... " jawab Anthony lalu mengambil pistolnya


Dor... dor... 2 tembakan mengenai tubuh Dolga


" Kembalikan mereka, ingat Dolga jangan pernah bermain api lagi denganku !! " ancam Anthony


" oh ya Dolga satu lagi, jika aku berkenan memberikan rambut Starla untuk tes dna dan kau dapat hasilnya, simpanlah untukmu sendiri jangan mengangguku dan istriku " ucap Anthony


" Kau perlu tau, ia sangat membenci papanya karena meninggalkan mereka sejak ia di kandungan bahkan ia ingin membunuh papanya jika bertemu jadi jangan harap aku akan mengakuimu sebagai mertuaku... walaupun ia anakmu nantinya " lanjutnya lalu meninggalkan ruangan bersama pasukannya.


Juan mendekati Dolga yang terluka di bagian lengan dan dada atasnya, Anthony memang tak bermaksud membunuh Dolga. Ia hanya membalas luka persis seperti Max.


🏵🏵🏵🏵


Sementara itu Starla kembali dengan kegiatan rutinnya merawat Max.Selesai makan mereka kembali mengerjakan pekerjaan Max, karena mulai paham Starla tidak lagi membacakan keseluruhan isi berkas, ia hanya menyampaikan poin-poin penting pada Max, bahkan Max memberi kebebasan pada Starla untuk menentukan apakah berkas di tandatangani apa tidak.


" Mengapa keputusannya kau serahkan padaku Max, RS inikan milikmu " protesnya


" Belajar itu tidak ada salahnya, siapa tau suatu saat kau akan mengantikanku " ucap Max


" Darimana jalannya aku mengantikanmu Max, aku kan istrinya Anthony " ucapnya lagi


" Kau selalu menjadi istri di hatiku Honey " ucapnya sambil tersenyum


" Ooh Max I hate you!! " cicitnya


" I Love you to ha ha ha " Max senang melihat Starla yang marah padanya


See you again next eps


happy reading