
JANGAN LUPA LIKE SEBELUM BACA 😊😊
Sebulan tepat hari ini Starla di istana Ivan. Apakah ia menikmati hari-harinya? jawabannya tidak, apakah ia sudah bisa menerima kenyataan ini? itupun tidak. Apakah ia ingin pergi dari sana? tentu saja.
Tak terhitung waktu yang digunakannya untuk berdoa setiap hari agar Anthony dapat menemukannya, agar anaknya dapat bertemu dengan papa nya. Cukup Ia yang hidup tanpa seorang papa, air matanya selalu mengalir di malam hari.
Ranjang indahnya menjadi saksi bisu kesedihan hatinya. Di siang hari tak setitikpun air matanya berani keluar karena Starla tak mau Ivan akan mengambil keuntungan dengan alasan hukuman untuknya.
Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit mengunakan helikopter Neri akhirnya sampai di perkebunan. Satu-satunya cara untuk masuk ke perkebunan Ivan dengan cepat hanya dengan menggunakan helikopter. Karena jarak jalan raya terdekat ke perkebunan jika menggunakan jalur darat bisa sampai 5 jam.
Nery dengan senyumnya yang mengembang, memasuki area perumahan Ivan. Ia sangat terkejut melihat perubahan pada rumah Ivan, sekarang begitu indah serasa berada di istana kecil yang lengkap dengan kebun bunga bahkan ada kolam renang.
Nery berlari memasuki rumah bahkan tanpa mengetuk pintu.
" Ivannn...... aku pulang " teriaknya, namun tak ada sahutan dari Ivan hanya beberapa Maid yang menyambutnya.
" Dimana Ivan? " tanyanya
" Tuan sedang berjalan-jalan sore dengan Nyonya " sahut mereka
" Apa.... Nyonya, Ivan sudah menikah? tidak... tidak mungkin " ucapnya terkejut
Felix keluar dari ruangannya begitu mendengar suara Nery
" Hai... red hair apa kabar? " sapanya
" Felix.....I miss you " teriaknya, nery berlari memeluk Felix
" I Miss you too, apakah kau sudah sembuh total? "
" Ya... kau bisa lihat sendiri " ucapnya sambil memutar-mutar tubuhnya
" Felix... dimana Ivan ? " tanyanya tak sabar
" Ivan sedang berada di kebun kecil.... " belum selesai Felix menjawab Nery sudah berlari ke arah kebun yang di maksud.
Belum sampai ke kebun langkah kaki Nery terhenti, pupil matanya melebar seakan tak percaya dengan pemandangan di depan nya.
Ivan sedang berjalan dengan seorang wanita yang sedang hamil besar, tangan Ivan memegang sebuah keranjang yang berisi bermacam buah. Nampak Ivan tertawa bahagia sambil sesekali melirik ke arah wanita itu, nampak sekali ia seperti abg yang sedang jatuh cinta... air mata Nery menetes tak dapat di cegah, hatinya terasa di tusuk seribu duri.
" Ivan siapa wanita itu... mengapa kau begitu tega? " cicitnya pelan, Nery segera menghapus air matanya
" kau tak bisa mengalahkanku wanita penggoda " ucapnya dalam hati
" Ivaaannnn.... " teriaknya sambil berlari, Nery langsung memeluk Ivan hampir 8 purnama tak bertemu membuatnya sangat merindukan Ivan.
Ivan memeluk Nery sebentar lalu melepaskan pelukannya.
" Apa kabarmu Nery, kau sudah pulih total? " tanya Ivan berbasa basi
" Seperti yang kau lihat, Ivan siapa wanita ini? " tanyanya tanpa basa basi lagi
" Kau sudah mengenalnya, ia Starla.. " jawab Ivan
" Starla kau kembalilah dulu, aku akan berbincang dengan Nery. Minaa.... berikan ramuan lavender pada air mandi Starla, tadi ia digigit nyamuk " titah Ivan kemudian
Nery merasa cemburu sekali dengan perhatian Ivan pada Starla
" Kalau begitu aku permisi dulu Ivan... Nona Nery " pamitnya sopan, Mina mengambil keranjang buah dari tangan Ivan dan mengandeng Starla berjalan kembali ke rumah. Mata Ivan tak berkedip memandangi Starla sampai Starla menghilang di balik pintu.
" Sungguh tak sopan, ia memanggil namamu Ivan " protesnya
" Aku yang memintanya Nery, sebaiknya kita duduk di bangku taman " ajak Ivan pada Nery, dengan senang hati Nery mengandeng tangan Ivan
" Mengapa Starla berada di sini Ivan? "
" Aku mengambilnya bulan lalu, aku akan menikahinya setelah ia melahirkan " jawab Ivan terus terang
" Apaaa... Ivan kau bercanda kan? lalu bagaimana denganku... Ivan aku... aku mencintaimu " ucap Nery dengan mata berkaca-kaca
" Aku serius Nery, dan kau tau perasaanku padamu sejak dulu tak berubah... aku hanya menganggapmu sebagai seorang adik tidak lebih " jawabnya lagi
" Apa kurang aku di matamu Ivan, aku tak sudi Ivan... aku yang membantumu sejak dulu tapi wanita pengoda itu yang menikmatinya, tidak Ivan...aku tak rela!! " protesnya pada Ivan
" Aku mengajimu Nery, hubungan kita profesional "
" Aku sampai terluka parah karena menyelamatkanmu Ivan... itupun tak kau hitung?? hah "
" Tidak Ivan... please, walaupun sekedar menjadi yang kedua aku terima Ivan.. jangan buang aku. hik hik " pintanya
" Kau tau aku pria yang setia Nery, dan aku tak membuangmu. Kau dan Felik akan meneruskan usaha kita... aku pensiun, aku ingin menghabiskan sisa hidupku di sini bersama Starla dan anak-anakku "
" Wanita itu mengandung anak pria lain Ivan... apa kau sudah tak waras, memelihara anak orang lain? "
" Tidak masalah.... aku mencintai ibunya, tak sulit untuk mencintai anaknya "
" Ivan please, kumohon!! " Nery duduk bersimpuh di hadapan Ivan, ia tak malu lagi mengemis cinta seorang Ivan
Ivan berdiri membelakangi Nery
" Jika kau mau tinggal disini, hormati dan jangan sekali-sekali berani menganggu atau menyakiti Starla. Atau aku tak akan segan padamu Nery " ucap Ivan yang serasa begitu menyayat hati Nery menjadi serpihan kecil.
Neri masih terduduk menangis karena sakit hati, pupus sudah harapannya untuk mendapatkan hati seorang Ivan
Tangan Nery mengepal dan bergetar
" Aku bersumpah... aku pasti akan membunuhmu suatu saat wanita pengoda " ucapnya dalam hati.
Waktu makan malam tiba, Nery sudah duduk di kursi makan sambil bermain hp begitu pula Felix. Ivan keluar dari kamarnya sambil membaca koran yang tak sempat di bacanya tadi pagi.
" Malam Ivan " sapa Nery sambil menurunkan sedikit atasan sabrinanya menampakkan bahunya yang putih
" Malam.... " sahutnya tanpa menoleh pada Nery
" Minaa... mana Starla, mengapa Ia belum turun? " tanya Ivan
" Sebentar lagi tuan, tadi Nyonya di massage dan di lulur makanya agak lama " jawab Mina
Tidak lama Starla menuruni tangga, Ia nampak begitu cantik dengan dress hamilnya yang berwarna putih, mata Ivan memandangi Starla tanpa berkedip.
Starla menuruni tangga dengan pelan, Ia turun dengan berhati-hati karena perutnya sudah tambah membesar. Ivan langsung berdiri dan naik ke tangga tanpa ragu di bopong Starla turun ke ruang makan.
" Turunkanlah aku Ivan, aku bisa sendiri " teriaknya marah tangannya memukul dada Ivan berulang kali, Ia tak suka Ivan menyentuhnya.
Ivan mendekatkan hidungnya ke leher Starla dan menghirup wangi tubuh Starla.
" Kau wangi sekali... aku suka " ucapnya tanpa malu, Starla mendorong wajah Ivan dengan tangan nya
" kau dan kelakuan mesummu Ivan!! turunkan aku " bentak nya kesal
Felix dan Nery kaget melihat kelakuan Ivan yang tak malu malu lagi di hadapan mereka.
Ivan menurunkan Starla di dekat Kursi makan lalu menarikkan kursi untuk Starla. Starla duduk dengan muka memerah dan cemberut nampak sekali Ia sangat marah pada Ivan.
Ivan duduk di sebelah Starla.
" Mengapa wajahmu cemberut begitu? " tanya Ivan
" Kau tidak sopan Ivan, kau kan sudah berjanji tidak akan menyentuhku !! " semrot Starla
" Aku hanya membantumu agar cepat sampai ke meja makan "
" Aku tak keberatan makan di Kamar, Kau tak perlu menungguku "
" Tapi aku keberatan, sebentar saja tak bertemu aku rindu " rayu Ivan lagi
" Huh rayuan pulau Kelapa, tak akan mempan padaku " jawab Starla lagi
" ha ha ha... Starla... starla, kau tau semakin kau marah kau terlihat semakin mengemaskan " ucap Ivan senang, tangannya mencubit pipi chaby Starla. Starla yang tak terima memukul tangan nakal Ivan dengan sendok di tangannya
Adegan di depan matanya itu membuat hati Nery kembali memanas, ingin rasanya ia mengambil pistolnya dan menembak Starla berkali-kali. Sementara Felix terus mengawasi pergerakan Nery.
" Aku harus mengawasi keselamatan Starla, aku takut Nery lepas kendali " ucapnya dalam hati
Hati hati Starla... seorang wanita yang cemburu buta bisa melakukan apapun 😳😳
Sekali lagi sista
jangan lupa untuk like komen dan Vote karya aku, happy reading selalu
Beautifull Starla