MY STARLA

MY STARLA
82. Dilema cinta segitiga



Sementara itu Anthony dan Dolga bertemu di perbatasan desa terakhir kali mereka mengikuti Nery. Mereka kehilangan jejak saat Nery turun dari mobil di sebuah terminal. Max dan rombongan juga kehilangan Nery di tempat yang sama. Tak sengaja ketiganya bertemu di restoran yang sama si depan terminal. Anthony yang pertama melihat Max langsung mendatangi mejanya


" Max pulanglah... Starla istriku kau tak ada hak mencarinya !!" ucapnya kesal


" Istri yang kau biarkan di culik... entah bagaimana nasipnya sekarang " jawabnya tak kalah kesal


" Kauuu!!! " Anthony mengeluarkan pistolnya begitu pula dengan Max


Dolga yang melihat situasi yang memanas langsung berdiri menengahi


" Senior Anthony.. Senior Max berhentilah sesaat dari persaingan kalian, sebaiknya kita bekerjasama bagaimana menemukan Starla segera mengingat sudah sebulan lamanya ia di culik. Perkelahian kalian tidak akan menyelesaikan masalah " ucapnya bijak


" Kau enak saja bicara old man, tidakkah kau sadari semua ini berasal darimu!! " jawab Max lagi


" Apa maksudmu? "


" Jika kau tak meminta Ivan untuk menculik Starla, Ivan tak akan mengenalnya dan menculiknya sekarang " jawab Max, Dolgapun terdiam


" Baiklah maafkan aku untuk itu, aku sungguh sangat menyesal terlebih mengetahui ternyata Starla adalah anak saudara tiriku " ucap Dolga tulus


Akhirnya ketiga kubu tersebut bekerjasama untuk menemukan Starla. Setelah 2 hari melakukan penyisiran melalui cctv akhirnya mereka menemukan bahwa Nery pergi dengan helicopter ke desa terpencil . ketiganya melakukan observasi melalui satelit daerah yang di datangi oleh Nery. Nampak Nery mendatangi sebuah perkebunan yang di jaga ketat oleh ratusan penjaga. Akhirnya lokasi Starla di temukan.


" Jika kita ke lokasi melalui jalur darat memerlukan waktu sekitar 5 jam, satu satunya jalan paling cepat memang dengan helicopter " jelas Diego


" Sebaiknya kita mengirim pengawal melalui darat terlebih dahulu secara bertahap agar tak kentara, setelah mereka berada di tempat masing-masing dan melumpuhkan pengawalan desa baru para Senior dengan pasukan bersenjata datang dengan helicopter " Rita menjabarkan rencana nya


" Baik deal... langsung terjunkan 200 pengawal dalam 4 tahap masing-masing berjeda 3 jam sembari menunggu helicopter kita datang " ucap Dolga bersemangat


" Baiklah sepakat besok malam kita menyerang " ucap Max dan Anthony bersamaan


Malam ini kegelisahan melanda Max dan Anthony. Keduanya sangat mencemaskan Starla dengan kadarnya masing-masing. Berat badan Anthony turun drastis semenjak penculikan Starla. Ia tak karuan makan dan tidur. Tuhan mengapa aku tak bisa menjalani rumah tanggaku seperti orang lain. Jika rumah tanggaku dengan Starla gagal... aku bersumpah tak akan pernah mau menikah lagi " ucap Anthony dalam hati.


Sedangkan Max sedang minum bersama Diego. Sejak menghilangnya Starla beberapa kali Max meminta Diego menemaninya minum untuk sekedar mengurangi stress tingkat tingginya.


" Tuan.. berhentilah minum, sudah terlalu banyak. Anda kan seorang dokter, anda tau bahayanya jika terlalu banyak minum " ucap Diego


Max hanya mendengarkan nasihat Diego tanpa mengindahkannya


" Kau tau Diego... aku sangat mencintai Starla, jika tau Starla akan diculik seperti ini, lebih baik aku yang menculiknya lebih dulu " ucap Max sambil memutar-mutar gelasnya lalu meminum isinya sampai habis.


" Tuan... Starla akan sedih jika melihat anda mabuk seperti ini " ucap Diego lagi


" Benarkah!! "


" Si tuan... sebaiknya anda istirahat, besok malam kita akan menyelamatkan nyonya Starla, anda harus cukup istirahat " ucap Diego lalu memapah Max ke kamarnya.


Selesai dengan Max, Diego kembali ke tempat tadi dimana Rita telah menunggunya.


" Mengapa wajahmu seperti itu Diego? " tanya Rita


" Entahlah Rita, kepalaku pusing... kapan cinta segitiga ini akan berakhir " ucapnya sambil menuang segelas minuman untuknya dan Rita


" Akan berakhir jika salah satu di antara mereka tak bernafas lagi Diego " jawab Rita sambil memandangi Diego


" Max sudah mengalah Diego, namun tak berarti cintanya untuk nyonya Starla akan menghilang . Aku sangat memahami perasaan dr Max, tidak mudah mencintai dalam diam " ucap Rita lagi


Keduanya terdiam dan saling pandang. Diego tau Rita selama ini menyukainya, sebenarnya ia pun menyukai Rita namun ia tak mau menjadi bajingan dengan menyakiti istrinya dan memberi harapan pada Rita. Setelah beberapa gelas minuman keduanya kembali ke kamar masing-masing.


Rita memutuskan untuk mandi walaupun sudah tengah malam dan menyegarkan otaknya yang penuh dengan bayangan Diego. Entah mengapa ia juga tak bisa move on dari Diego. Selesai mandi Rita mendengar kamarnya di ketuk,


" Sebentar!! " ucapnya sambil mengenakan baju mandinya, Rita membuka pintu kamarnya, Diego berdiri tertegun melihat Rita yang begitu sexy dengan rambut basahnya


" Ada apa Diego? " tanya Rita sambil mengeringkan rambutnya, aroma mawar yang tercium dari tubuh Rita membuat Diego tak bisa menahannya lagi. Diego menarik Rita ke pelukannya dan mencium bibir Rita dengan mesra, Rita yang terkaget dengan perlakuan Diego hanya terdiam. Ia membiarkan Diego melakukan apa yang di inginkannya.


Tak memakan waktu lama keduanya sudah berada di atas ranjang Rita, baju Diego pun sudah tak lengkap lagi. Merasa tak ada penolakan dari Rita ...Diego meneruskan aksinya mencumbu Rita sambil melucuti satu satu kain yang melekat pada keduanya.


Tak ada kata yang terucap dari keduanya, hanya pergerakan tubuh yang saling membutuhkan. Nafas keduanya sudah memburu, Diego menatap manik mata Rita yang mendamba


" Rita... bolehkah...?? " tanyanya, Rita mengangguk tanda setuju


" Maafkan aku Brenda... setidaknya jika besok aku mati, aku tidak mati menyesal.... " ucap Rita dalam hati sebelum benar benar menyerahkan kegadisannya pada lelaki pujaannya.


Malam ini Diego sungguh mengila, mereka bercinta sampai subuh. Hasrat yang ditahannya selama ini akhirnya tertuntaskan malam ini. Diego memeluk erat Rita di balik selimut tebal mereka sambil menenangkan nafas masing-masing


" Diego mengapa kau melakukannya? tidakkah kau takut nanti Brenda marah? " tanya Rita


" Aku sudah bercerai 3 bulan lalu, maaf tak memberitahu mu " ucapnya sambil mengeratkan pelukannya lagi


" Apaa... mengapa kau bercerai? "


" Saat kandungan Brenda 5 bulan, ia terjatuh di kamar mandi. Anak kami tak bisa di selamatkan. Sejak itu Brenda selalu menuduhku tak mau memiliki anak makanya anaknya tak lahir ke dunia. Semakin hari ia semakin membenciku dan memintaku menceraikannya " kisah Diego


" Aku tak mau menceraikannya, namun diam-diam ia mengurus nya sendiri. Tau tau ia sudah memberiku surat cerai beserta surat perpisahan. Aku berusaha mencarinya namun orang tuanya mengatakan agar aku melepaskan Brenda, itu yang terbaik . Akhirnya disinilah aku Rita.. maaf atas kelakuanku ini, namun 3 bulan menduda dan bertemu denganmu membuatku tak bisa menahannya lagi " lanjutnya panjang lebar


Rita tersenyum senang mungkinkah kini cinta berpihak kepadanya


" Tidurlah Diego... besok adalah hari besar, kita akan lanjutkan pembicaraan kita setelah nyonya di temukan " ucap Rita


" Rita... jika semua ini berakhir, aku akan menemui kedua orang tuamu. Aku akan melamarmu "


" Sungguh Diego?? "


" Ya... aku berjanji " ucap Diego


" Baiklah.. mimpi indah " balas Rita hatinya senang sekali oenantiannya selama ini tak sia sia, keduanya pun mengarungi dunia mimpi bersama.


Satu permasalahan anak manusia telah teratasi, bagaimanakah dengan Starla? dapatkah 3 Senior menyelamatkannya?


See you next eps


Selalu beri dukungan untuk karyaku, rate bintang 5 dan vote nya ditunggu sista


Happy Reading