
uncle.....??? tanyanya bingung,
Max segera kembali ke kamar mandi dan memakai bajunya. Ia kembali mendatangi Starla yang masih duduk di ranjang
" Starla.... honey kau sudah sadar " ucapnya senang sambil memeluk Starla
Buk bak buk bak bunyi tangan Starla yang memukuli dada Max
" Hei mengapa kau memukuli ku honey? " tanya Max
" Dasar kau fedofil mesum!! " teriaknya sambil menutupi tubuhnya dengan selimut
" Whattt..... " Max akhirnya memanggil dokter Chan yang selama ini merawat Starla.
Cukup lama dokter Chan dan beberapa dokter lain memeriksa Starla secara keseluruhan. Yang pertamakali di periksa adalah kesehatan fisik , panca indra Starla di periksa satu demi satu dengan teliti berlanjut otot motorik nya.
Selesai dengan pemeriksaan fisik, dokter berganti dengan dokter psikologi yang memeriksa kejiwaan Starla. 3 jam berlalu dan pemeriksaan di hentikan karena Starla mengeluh kelelahan.
Sebagian alat yang menempel pada badan Starla sudah di lepas, dokter masih memberikan vitamin melalui infus, karena sudah 100 hari tak ada makanan yang masuk ke perutnya, maka makanan akan di berikan secara berlahan agar fungsi pencernaan tidak kaget.
Max meminta perawat untuk menjaga Starla sejenak, karena ia akan menemui dr Chan di ruangannya.
" Mari silahkan Max, kau pasti senang sekali Starla sudah siuman bukan? " goda dr Chan
" Tentu saja dokter, bagaimana perkembangannya? " tanyanya tak sabar
" Secara fisik keadaannya baik, panca indra juga bagus hanya pendengarannya sedikit berdengung kita bisa obati itu. Kemudian Starla harus mengikuti terapi jalan, karena kakinya sempat patah kemarin di lanjukkan koma kemungkinan agak sulit baginya untuk langsung berjalan. " ucap dr Chan panjang lebar.
" Lalu mengapa Starla memanggilku Uncle ? "
" Seperti yang kubilang, benturan di kepalanya bisa berakibat kelumpuhan, amnesia atau bahkan gila. Setelah kami periksa Starla mengalami kerusakan pada Hippocampus yang di sebabkan karena cedera kepala dan efek operasi otaknya kemarin.
Hippocampus adalah sebagian otak dan sistem limbik yang bertugas mengatur memori dan ingatan manusia. Berdasarkan apa yang di alami Starla bisa menyebabkan kehilangan ingatan permanen dan.... "
" Dan..... apa lagi dokter? "
" Dan Starla merasa ia masih berumur 16 atau 17 tahun ditambah sepertinya Starla juga mengalami Sindrom Cinderella complek walaupun hanya beberapa gejala saja tidak keseluruhan. " lapornya
" Cinderella complek? "
" ya... jadi nanti kau jangan heran jika Starla akan bersikap sangat manja, selalu ingin di lindungi, selalu bergantung pada mu, bahkan bisa jadi ia akan merasa tak berdaya. Tapi terlalu dini untuk menyimpulkan itu semua, besok kami akan memeriksanya kembali " Ucap dr chan, Max hanya bisa merenungi ucapan dr chan
" Oh ya Max, tadi Starla bertanya padaku siapa kau. Karena aku bingung kukatakan saja bahwa kau itu pamannya, karena ia memanggimu Uncle ha ha... kau tak marahkan? " tanya dr chan
" Tidak... aku akan menjadi siapapun yang diinginkannya, selama ia mau disampingku " ucap Max senang.
Selesai berdiskusi dengan dr chan, Max kembali ke kamar Starla. Nampak Starla sedang disuapi bubur oleh perawat. Max mengambil bubur dari perawat tersebut dan meminta agar perawat tersebut pergi.
" Hai honey... bagaimana perasaanmu? " tanya Max dengan mata yang berkaca kaca
" Aku... aku. baik uncle, emm uncle maafkan aku karena tadi memukulmu dan menyebutmu pedofil " ucapnya sambil menunduk, Max menyentuh dagu Starla dan menaikkannya agar mereka bisa bertatapan
" Tidak apa-apa honey, uncle tak marah karena uncle sangat menyayangimu " jawab Max
" Ya aku tau... tadi perawat sudah memberitahuku bahwa selama 3 bulan ini uncle yang sudah merawatku, uncle tak pernah meninggalkanku... terimakasih uncle " ucapnya tulus. Mendengar nya air mata Max menetes, Tuhan terimakasih walaupun ia tak mengingatku sebagai Max tapi selama ia sehat aku tak akan protes.
" Starla bolehkah Uncle Max memelukmu sebentar saja? " pintanya, Starla langsung membuka tangannya lebar dengan senyuman di wajahnya
Max memeluk erat Starla, hatinya lega sekali. Beban yang selama ini terasa menghimpitnya telah hilang dengan bangunnya Starla dari tidur panjangnya. Sore harinya dr Chan kembali memeriksa Starla
" Hai Starla bagaimana keadaanmu? ada keluhan? " tanyanya
" Memang belum boleh Starla jika kau ingin ke toilet untuk mandi atau pee kau bisa minta di gendong oleh pamanmu, biasanya dia juga yang memandikanmu. Besok pagi kita akan melakukan pemeriksaan lagi dan sorenya kau akan melakukan terapi latihan berjalan... ok " jawab dr Chan lalu pergi keluar dari kamar
" Apa kubilang, uncle tidak bohong kan? "
" Baiklah maaf Uncle... uncle aku mau mandi " ucapnya manja. Max lalu membopong Starla ke kamar mandi, ia membuka baju RS Starla dan memasukkan Starla ke bath up. Starla menutupi dadanya dengan ke dua tangannya... wajahnya memerah
" Mengapa wajahmu memerah Starla, apakah kau kurang sehat? " tanya Max
" Uncle aku malu " ucapnya tertunduk
" mengapa malu hemmm.... uncle sudah sering memandikanmu " ucapnya cuek. Max mengambil Spoge dan mulai mengosok tangan Starla, dan bagian tubuh lainnya. Selesai mandi Max memakaikan. baju mandi Starla dan mengendongnya kembali ke kamar. Tanpa malu Max memakaikan baju Starla kembali.
" Mengapa aku merasa malu dengan pamanku sendiri " ucapnya dalam hati. Selesai dengan Starla Max mengambil handuknya dan ia pun mandi, melihat ada kesempatan Starla berlahan menurunkan kakinya ke lantai. Ia hanya ingin melihat pemandangan dari jendela kaca kamarnya. Starla merasa kuat setelah menjejakkan ke dua kakinya ke lantai, iapun mulai melangkah namun setelah langkah ke 3 Starla mulai pusing....
" Uncle.... uncle Max...!!! " teriaknya sambil berusaha tak jatuh, Max yang mendengarnya langsung keluar dari toilet, padahal ia baru memakai boxernya saja
Saat melihat Starla hendak terjatuh Max segera menangkapnya, lalu membopongnya kembali ke ranjangnga. Mata Starla melotot melihat Max yang hanya memakai boxer.
" Tutup mata mesummu itu, nona kecil " ucap Max sambil tertawa melihat kelakuan Starla, Max pun kembali ke toilet dan memakai pakaiannya
Starla mengipasi wajahnya yang memanas dengan kedua tangannya
" OMG mengapa pamanku ganteng sekali... seandainya dia bukan pamanku " ucapnya sambil memegangi dadanya yang lagi konser
" Seandainya aku bukan pamanmu, memangnya kenapa? " tiba tiba Max muncul sambil tertawa
" Tidak... tidak apa-apa " jawabnya gugup
" Sudah sekarang sebaiknya kau tidur ya " ucap Max membaringkan Starla dan memakaikannya selimut
" Selamat tidur honey " ucapnya sambil mengecup kening Starla, seperti biasa yang selalu ia lakukan. Max duduk di sofa membuka laptopnya, ia pun mulai bekerja dari laptopnya. Ia tersenyum melihat pundi-pundi nya bertambah lagi hari ini.
Starla mengamati Max dari ranjangnya. Kau tampan sekali uncle pasti banyak wanita tergila-gila padamu...ohh jika kau bukan uncle ku, aku pasti menjadi gadis pertama yang mengejarmu uncle.... ucap Starla dalam hati. Jiwa abgnya meronta membuatnya tak bisa tidur, Starla hanya bolak balik saja di tempat tidurnya.
Max yang melihat Starla gelisah lalu memutup laptopnya. Ia naik ke ranjang dan berebah di samping Starla, Max menjadikan sebelah lengannya menjadi bantal untuk Starla
" Mengapa kau gelisah... sekarang tidurlah, uncle akan menemanimu " bisiknya sambil memeluk Starla
Dada Starla kembali berdegub kencang, namun ia merasa tenang di pelukan Max, tak lama mereka pun tertidur.
Paginya Starla bangun lebih dulu, ia masih di pelukan Max. Starla memandangi wajah tampan Max, jemarinya tak sadar menyentuh hidung dan turun ke bibir Max
" Kau tampan sekali Uncle " ucapnya pelan, jemarinya turun dan bermain di dada bidang Max, tiba-tiba Max membuka matanya dan memegang jemarinya yang asik bermain.
Max mencium jemari tersebut lalu Cupp.... Max mencium bibir Starla sesaat
" Selamat pagi Starla " ucapnya kemudian lalu pergi meninggalkannya ke toilet sambil tersenyum
" OMG..... OMG..... mencelot hati akika " ucapnya tanpa sadar sambil memegangi dadanya yang kembali konser
Mau di bawa kemana hubungan ini......
See you Next eps
Apakah Starla akan kembali pada Anthony ataukah tidak...?
Baca terus karya ku... jangan lupa untuk like komen dan vote ya sista