
Hari ini genap 1 bulan Starla melakukan magangnya, besok Yohana akan kembali bekerja. Starla sedang menyiapkan laporannya dan menyelesaikan pekerjaannya agar besok Yohana tinggal menyambungnya.
Max masuk ke ruangannya dengan membawa seikat bunga berwarna warni. Ia meletakkannya di depan Starla, Starla terkejut melihatnya
" Apa ini dokter? " tanyanya
" Ini ucapan terimakasihku karena kau sudah menjadi asisten yang baik selama 1 bulan ini dan kau sudah mewarnai hati dan hari-hariku " rayu Max
Starla tergelak
" Kau memang perayu no satu dokter ha ha, terimakasih bunganya, aku akan membawanya pulang " jawab Starla dengan senyum manisnya.
Setelah sebulan setiap hari selalu dirayu Max, Starla jadi biasa mendengar rayuan Max dan tak mau memasukkannya di hati.
" Senyummu manis sekali Starla, boleh aku menciummu ? " tanya Max tanpa malu
" dokter kau tau kan apa jawabanku " sahutnya. Cupp Max mendaratkan bibirnya ke bibir Starla lalu ********** sebentar sebelum melepaskannya.
Starla yang marah, memukuli Max dengan bunganya
" Kau memang dokter paling mesum di dunia, aku akan melaporkanmu pada Anthony !! " teriaknya marah
" Laporkan saja, aku malah senang " ucap Max, Max malah meraih pinggang ramping Starla dan menariknya hingga menabrak dirinya. Dipeluknya Starla... deg... deg... deg jantung Max berdendang, Starla mendorong Max
" Starla biarkan aku memelukmu, sebentar lagi.. hanya memeluk please!! " pintanya.
Starla tak ada pilihan, walaupun ingin menolak tapi ia tak bisa bergerak. Tak lama Max melepaskan pelukannya
" Max aku takut nanti ada yang melihat " cicit Starla. Max diam saja, ia hanya memandangi Starla dengan sendu, kemudian keluar dari ruangan Starla.
Tut.. tut.. tut... hp Starla berbunyi... Anthony calling
" Hallo, ya Anthony ada apa? "
" Starla apakah kau sudah makan siang? "
" Belum, masih 20 menit lagi " jawab Starla
" Keluarlah, aku menunggumu di mobil! " perintah Anthony
" Sebentat aku izin dulu ya "
Starla berjalan menuju ruangan Max, lalu mengetuknya. Ia meminta izin pada Max untuk makan siang di luar
" Kau mau makan dengan siapa? " tanyanya
" Anthony " jawabnya, Max menghela nafasnya
" Kemarilah dulu, tanda tangan " ucap Max menunjukkan kertas di mejanya. Starla pun mengitari meja mendekati kursi Max, tiba-tiba Max menariknya hingga ia terduduk di paha Max
" Max lepaskan... apa yang kau lakukan! "
" Kau kan mau makan siang dengan Anthony, aku hanya minta makanan pembuka " ujar Max
" Apa mak..... " belum kelar pertanyaannya Max kembali menciumnya dengan mesra. Starla berhasil melepas ciuman Max
" Max tolonglah jangan seperti ini aku... " kembali Max melanjutkan aksinya, ia tak mau mendengar apapun, ia hanya ingin menikmati lembutnya dan manisnya bibir Starla, Starla terhanyut dengan ciuman Max tanpa sadar ia pun membalas ciuman Max. Nafas keduanya memburu saat Max mengakhiri ciumannya
" Pergilah... aku sudah mengecash dayaku " ucapnya sambil melepaskan Starla
" Oh Max kau membuatku merasa seperti wanita nakal " omel Starla kemudian keluar menuju parkiran dimana Anthony menunggunya.
Denbe langsung membukakan pintu mobil begitu melihat Starla mendekat. Starla masuk dan duduk di sebelah Anthony. Bibirnya masih terasa kebas karena perbuatan Max.
" I Miss you " bisik Anthony kekuping Starla lalu menjilat kupingnya. Starla langsung merinding. Ya Tuhan..... tolonglah aku, jika aku bisa menghilang aku ingin menghilang saja dari mereka berdua cicit Starla sambil memejamkan matanya.
" Hai Starla... apa kabar? " sapaan Denbe mengejutkannya
" Baik Denbe, bagaimana denganmu? " balasnya
" Aku selalu baik Starla, hanya kunyuk satu itu yang sedang merindukanmu sampai tak bisa konsentrasi bekerja ha ha " jawab Denbe mengolok Anthony
" Hei old man... kau mau menonton? " bentak Anthony, Denbe lalu menutup kaca pemisahnya.
Tanpa babibu, Anthony mencumbu Starla. Benar ia sangat merindukan gadisnya itu sampai tak konsen bekerja. Starla gelagapan mendapat serangan dari Anthony. Ah Laki-laki mengapa hanya ingin berciuman dan bercumbu omel Starla dalam hati.
Sepanjang perjalanan ke restoran , Anthony tak mau melepaskan cumbuannya. Starla sampai kewalahan meladeni vampir tua yang kelaparan itu.
" Starla kau masih ada hutang padaku, kapan kau akan membayarnya " tanya Anthony
" Senior jika aku membayarnya, apakah kau mau melepaskan aku? " tanya Starla pelan ia takut Anthony marah tapi tak ada salahnya kan mencoba
" Apa maksudmu dengan melepaskan? kita akan menikah... apa-apaan pertanyaanmu itu Starla " jawab Anthony marah
" Ya... siapa tau kau berubah pikiran, tak jadi menikahiku tak apa-apa, aku tak akan marah " ujarnya lagi
" Aku curiga, apa kau punya pria lain Starla. Apa Max sudah berhasil mengodamu ? " Anthony memelototi Starla
" No Senior, mengapa sih setiap pertanyaanku kau jawab dengan marah-marah, bukankah kau sudah janji tak akan marah lagi padaku " cicit Starla
" Itu karena kau seolah-olah ingin lari dariku Starla. Tidak aku tidak akan melepaskanmu sampai kapanpun " ucapnya lagi
" Ya sudah maaf, jangan marah lagi ya sayang. Kita kan mau makan " rayu Starla
Perdebatan berhenti karena mereka sudah sampai di restoran. Mereka makan bertiga sambil sesekali bercanda. Candaan Denbe membuat Starla sedikit terhibur.
🌙️🌙️🌙️🌙️
Malam harinya Starla tak bisa tidur. Perlakuan pria -pria Montenegro membuatnya merasa terjepit. Di satu sisi ia merasa seperti gadis nakal yang punya 2 kekasih tapi disatu sisi itu bukan keinginannya.
Ia ingin curhat, curhan dengan siapa. Tak mungkin ia curhat pada mamanya ataupun Nana yang ada mereka berdua akan memarahinya. Ia hanya bisa menagisi nasipnya di atas ranjangnya, air matanya tak berhenti mengalir sepanjang malam.
Keesokan paginya, Starla tak bisa bangun. Kepalanya terasa berat dan badannya pun demam mungkin efek tak bisa tidur tadi malam. Nana berulangkali membangunkannya tapi Starla diam saja. Mata nya tak bisa terbuka.
Miranda kemudian masuk, dilihatnya Starla yang bergelung dengan selimutnya. Di pegangnya kening Starla dan ternyata demam. Miranda pun menyampaikannya pada Nana. Nana menelfon Max memberitahunya agar datang memeriksa Starla. Dengan cepat Max datang. Sampai di kamar Starla Max membenarkan posisi tidur Starla yang semula melungker.
Di periksanya suhu tubuh Starla dan juga denyut nadinya. Starla berlahan membuka matanya karena merasa ada yang memegang tubuhnya
" dr Max anda disini? " tanyanya
" Hemm ya Nana memintaku datang, katanya kau demam " Max melakukan pemeriksaan lanjutan
" Bagaimana dokter keadaan Starla " tanya Miranda
" Starla demam dan kelelahan saja, sepertinya kau banyak pikiran Starla, ada apa? " tanya Max. Starla tak menjawab hanya air matanya saja yang menetes.
" Nyonya tinggalkan kami dulu, saya akan menjaga Starla " ucap Max, Miranda pun keluar.
Max memijit kepala Starla lalu ke tangannya sampai ke kakinya
" Ada apa honey, mengapa kau sampai sakit begini hemm " tanya Max sambil mencium kening Starla
" Max aku mohon padamu, berhentilah mendekatiku.... aku merasa seperti wanita pendosa " ucapnya lemah
" Anthony tak akan melepaskanku, jadi kau carilah gadis lain untuk kau rayu dan kau cumbu... ok. Terus terang Max aku tak tahan jika harus di cumbu 2 pria mohon mengertilah " ucapnya lagi
" Apakah tak ada sedikit saja rasa sukamu padaku honey? " tanya Max
" Max aku tidak membencimu, kau pria yang baik. Hanya saja aku bukan barang yang bisa kalian bagi atau pakai bersama-sama " ucap Starla , air matanya kembali menetes.
" Sudah istirahatlah, nanti kita bicara lagi kalau kau sudah sembuh honey " kembali Max mengecup kening Starla.
Tanpa disadari keduanya perbincangan mereka didengar oleh seseorang di balik pintu. Ya Miranda tidak benar benar pergi. ia hanya berdiri di balik pintu dan sedikit merenggangkannya.
Setelah memberikan obat Starla pada Nana, Max pun pamit pulang. Sementara itu Miranda mendatangi Starla ke kamarnya
" Starla kita perlu bicara. ! " ujarnya dengan mimik wajah yang tak dimengerti oleh Starla.
Sampai disini dulu ya guess
Happy Reading selalu