
3 hari sudah Anthony dan rombongan di Bogota, hasilnya tak mengecewakan akhirnya Anthony terpilih menjadi Pemimpin tertinggi Kartel di Meksiko mengantikan Senior Irwin. Kubu Irwin tetap memberikan suaranya pada Anthony walaupun Anthony tak mau memenuhi persyaratan dari Irwin untuk menikahi Monalisa.
Peresmian pergantian tampuk Pimpinan akan di adakan seminggu kemudian di Mansion Senior Irwin sekalian dengan perayaan hari Ulang tahun Irwin yang ke 60 tahun. Semua peserta yang hadir di Bogota wajib hadir di acara tersebut.
Selesai acara Anthony tidak bisa langsung pulang, ia harus berkoodinasi terlebih dahulu dengan Senior Irwin mengenai apa-apa saja yang perlu di ketahui oleh Anthony sebagai penganti Irwin.
Hal itu tidak disia-siakan oleh Monalisa, sebisa mungkin ia menempel pada Anthony walaupun Anthony tak pernah menghiraukannya. Anthony sampai memerintahkan Denbe untuk menjadi pagarnya agar Monalisa tak punya kesempatan untuk menganggunya.
Tepat 5 hari sudah Anthony di Bogota, hari ini ia akan pulang ke Mansionnya. ia sudah sangat merindukan istrinya. Anthony dan Denbe pulang memakai helikopter agar lebih cepat sampai, sedangkan rombongannya pulang dengan kendaraan masing-masing.
π§π§Sementara itu di RSπ§π§
Di hari yang sama dengan kepulangan Anthony, Sisi berlari mencari Starla di ruangan vviv. Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore sebentar lagi shiff Starla akan berakhir, namun Sisi sudah tak sabar ingin memberi kabar pada Starla.
Akhirnya tibalah Sisi di ruangan tempat Starla bertugas, ia menelfon Starla agar keluar dari ruangannya sedangkan Sisi menunggu di lorong. Tak berselang lama Starla keluar dari kamar 003.
" Ada apa Si, kau sampai kemari ? " tanya Starla
" Starla lihatlah berita ini baru saja rilis... look!! " Sisi memberikan hp nya pada Starla.
Starla tertegun melihat berita mengenai kedekatan Anthony denga Monalisa yang disertai beberapa foto mesra keduanya. Tangan Starla bergetar, ia langsung tersandar di dinding
" Apakah berita ini bisa di percaya Si? " tanyanya
" Tentu saja Starla, bahkan berita ini masuk televisi " jawabnya. Starla menarik nafas panjang, setitik air mata jatuh dari matanya namun starla dengan cepat menghapusnya
" Terimakasih atas infonya Si, aku harus kembali bekerja " ucapnya sambil berusaha tersenyum
" Kau yakin tak apa-apa Starla? " selidik Sisi lagi
" Ya Si... aku akan menyelesaikannya dengan Anthony " jawabnya lagi. Sisi memeluk Starla
" Sabar Starla kau tau aku akan selalu ada untukmu " ucapnya sambil mencium pipi Starla
" Terimakasih Si, kau memang yang terbaik " ucap Starla lalu kembali masuk di ruangannya.
Di dalam ruangan Starla tetap berusaha tenang, karena pasiennya sedang tertidur. Berlahan di bukanya hp nya di bacanya kembali berita mengenai kedekatan Anthony dan seorang gadis cantik bernama Monalisa yang merupakan anak dari Senior Irwin.
Nampak foto Monalisa yang menempel dengan Anthony dengan pakaian renang, Monalisa yang memeluk Anthony, Monalisa yang mencium pipi Anthony.... kembali air matanya mengalir tak dapat dihentikan. Ia berlari ke toilet menguncinya rapat lalu menangis sepuasnya di sana.
Baru tadi pagi hatinya begitu senang karena Anthony akan pulang malam ini, namun kini hatinya langsung hancur berkeping-keping serasa di tusuk ribuan pisau. Mengapa kau membohongiku Anthony, mengapa kau begitu tega??? hatinya begitu sakit, sakit tak berdarah
Starla tersentak saat pintu toilet di ketuk dari luar, ia buru-buru menghapus air matanya lalu membuka pintu
" Ya Maria sayang ada apa? " tanyanya pada gadis berumur 9 tahun yang menjadi pasiennya
" Aku ingin mandi, mandikan aku ya " pintanya. Starla pun memandikan Maria lalu mengantikan bajunya, memberi makan tak lupa memberikan obat nya. Tepat jam 6 selesai pekerjaannya, Starla pun meninggalkan ruangan kerjanya.
Dengan langkah gontai Starla menuju ke mesin ceklock, pikirannya kalut. Starla tak ingin pulang ia ingin lari ke mana saja, tapi ia tau itu percuma. Kemanapun ia pasti akan ditemukan. Mengapa aku terlahir sebagai gadis miskin hingga tak bisa menentukan hidupku sendiri, keluhnya.
Ingin curhat pada mama atau Nana percuma saja, keduanya pasti tetap mendukung Anthony. Apalah aku ini hanya seorang gadis miskin, mengapa aku terlalu naif mengharapkan Anthony akan setia padaku... berkacalah Starla... terimalah nasipmu hanya sebagai pemuas nafsu sang penguasa rutuknya dalam hati.
Starla melakukan ceklock lalu tanpa sadar masuk ke ruangan dr Max. Ia mengambil boneka besar putihnya yang tak berani di bawa pulang, di bawanya ke sofa lalu berebah sambil memeluknya. Air matanya kembali mengalir deras, Starla tertidur setelah lelah menangisi nasipnya.
ππ Di Mansion Anthony ππ
Hari sudah senja, Helikopter Anthony sudah sampai di Mansionnya. Bergegas ia turun tak sabar sudah ia ingin berjumpa dengan Starla.
" Nana dimana Starla? " tanya Anthony
" Senorita belum pulang Senior " jawabnya
Bergegas Anthony menelfon Rita
" Rita sudah sampai dimana Starla? " tanyanya tak sabaran
" kenapa? bukannya shiff nya berakhir sampai jam 6 saja, ini sudah jam 7 cari dia!! " bentak Anthony
" Si Senior " bergegas Rita menelfon mata-mata yang di tempatkan di dalam RS.
Menurut informasi mata-mata tersebut, Starla masuk ke ruangan dr Max dari jam 6 sampai sekarang masih di sana. Rita pun langsung melaporkannya pada Anthony
" Apaaa.... apa yang dilakukannya di sana?? " bentaknya marah pada Rita
" Denbee.... Denbeee kita ke RS " teriaknya marah, tak terkira marahnya Anthony pada Starla
Denbe langsung menuju ke mobil dan membukakan pintu untuk Anthony.
" Apa yang dilakukannya di ruangan Max, padahal ia sudah tau aku akan pulang malam ini..... duk duk " omel Anthony sambil memukul apa saja yang bisa dipukulnya, hatinya terasa panas, cemburunya sampai ke ubun-ubun. Ia bahkan lupa jika Max tak ada di Meksiko
" Jika kulihat mereka berduaan di sana, akan ku tembak ke duanya " desisnya sambil memegang senjatanya
" Sabarlah Anthony, jangan berburuk sangka dulu! " ucap Denbe, bahaya bisa perang dunia ke tiga ini ucap Denbe dalam hati.
Denbe menelfon adiknya Yohana
" Hallo Yo, kau dimana? "
" Aku masih di RS, ada apa kak? "
" Apa yang dilakukan Senorita di ruangan Max, apakah ada urusan dengan Max? " tanyanya berbisik berharap Anthony tak mendengar
" Max sedang di China Kak, sudah seminggu lebih " jawabnya
" Bisakah kau intip apakah Senorita masih di sana "
" Baiklah, nanti kukabari " sahutnya lalu bergegas ke ruangan Max
" Ada kabar baik Anthony, Max sedang berada di China " ujar Denbe, Anthony langsung menepuk jidatnya
" Ya... Starla sudah mengatakannya tempo hari, aku lupa " ucapnya, rasa marahnya langsung menghilang
Sesampainya di RS Elite, Rita sudah menunggunya di halaman
" Mengapa Starla belum pulang, bahkan ia berada di ruangan Max! " bentaknya pada Rita
" Mungkin karena ini Senior " ujar Rita memperlihatkan berita gosip mengenai Anthony dan Monalisa yang lengkap dengan beberapa foto mereka, Denbe yang ikut melihatpun langsung melotot
" Antony... jika aku menjadi Starla, akupun tak ingin melihat wajahmu " ucap Denbe
" *******, kurang ajar... berani sekali Monalisa menyebarkan foto fitnah ini, Denbe panggil tim IT ke Mansion malam ini juga " titahnya sambil masuk menuju ruangan Max
" Buka!! " perintahnya pada Yohana yang menunggu di depan ruangan Max, Yohana pun membuka pintu dengan mengesek kartu nya karena dikunci olah Starla
Anthony melangkah ke dalam ruangan, dilihatnya Starla tertidur sambil memeluk sebuah boneka besar berwarna putih, masih terlihat sisa-sisa air mata di wajahnya
" Berani sekali kau membuat Starla ku menangis Monalisa, kau akan terima pembalasan dariku " ucapnya pelan, dengan hati-hati di angkatnya Starla lalu membawanya ke mobil mereka
" Kita pulang Denbe " ucapnya begitu sudah duduk tenang, dipandanginya wajah istri kecilnya itu. Sesekali nafas Starla memburu karena habis menangis lama. Anthony memeluk dan menciumi kening Starla
" Maafkan aku, aku lengah " ucapnya berulang kali sambil terus memeluk Starla
whoa whoa....enep rasanya dada thor
see you next eps
pasti tambah seru
Jangan lupa tinggalkan jejakmu sista