MY STARLA

MY STARLA
114. Krisis



" Apakah keadaan Starla parah dok ? " tanya Sisi


" Luka fisikknya tidak seberapa, namun luka psikisnya saya rasa yang berbahaya, saya sudah mengatakan pada kalian dulu bahwa Starla tidak bisa mendapat tekanan yang terlalu berlebihan akibat luka di kepala yang di alaminya dulu. Kami akan melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam dan detail...berdoa saja semoga Starla kuat menjalani ini semua " jelas dokter Steve


" Baiklah dok... kami percayakan perawatan Starla pada anda, mohon bantuannya " ucap Felix lalu menyalami dokter Steve


Sisi dan Felix kembali menyewa apartemen di dekat RS agar mudah merawat Starla.


Seminggu berlalu....


Kembali Felix dan Sisi berada di ruangan dr Steve


" Kami sudah memeriksa Starla secara detail dan untungnya jaringan otaknya tidak terganggu. Starla mengalami krisis kepercayaan diri "


" Apa.... krisis kepercayaannya diri? apakah itu termasuk penyakit mental dok? " tanya Felix


" Tingkat kepercayaan diri mempengaruhi kesehatan mental. Ada hubungan yang jelas antara perasaann kita tentang diri sendiri dengan kesehatan mental dan emotional secara keseluruhan. Orang yang memiliki rasa percaya diri yang rendah selalu memiliki perasaan negatif tentang diri mereka sendiri bahwa mereka tidak layak untuk cinta, kebahagiaan atau kesuksesan " tutur dokter Steve panjang lebar


" Penyebabnya beragam di antaranya adalah hubungan yang buruk dengan kekasih, pasangan, keluarga atau sekitarnya. Lalu bisa juga karena kecanduan, depresi dan kecemasan berlebih " lanjutnya


" Lalu apa yang harus kita lakukan dok? agar Starla cepat sembuh "


" Membangun kembali harga diri Starla adalah hal yang sangat penting dalam kasus ini. Mengubah perasaan mendalam yang kita miliki tentang diri kita sendiri tidakkah mudah kuncinya ada pada diri Starla sendiri . Kita akan melakukan tetapi Cognitive Behavioral Therapy pada Starla "


" Apakah therapi tersebut bisa di Jaminan berhasil dok? "


" Seperti saya jelaskan tadi kuncinya ada pada Starla sendiri, kita sebagai orang luar hanya bisa mrngarahkan agar Starla belajar menghargai diri sendiri.. Kita berikan dia gaya hidup sehat dan juga meditasi. Kalian sebagai keluarganya selalu dampingi dia agar Starla merasa di cintai dan di dukung. "


" Baik dokter kami akan berusaha semampunya untuk membantu kesembuhan Starla... terimakasih banyak "


" Maaf apakah suami dan anak Starla tak bisa ikut mendampingi? " tanya Dr Steve


" Suaminya lah yang membuatnya jadi begini dok... jadi tidak mungkin kami menghubungi dia " jawab Sisi cepat


" Baiklah jika begitu... kita berusaha sama-sama untuk kesembuhan Starla " ucap Dr Steve


Sisi dan Felix kembali ke ruangan Starla, keduanya bingung Starla tak ada di atas ranjang....


" Felix kemana Starla... ? " tanya Sisi panik, keduanya mencari Starla ke toilet juga tak ada


" Starla.... Starla... dimana kau? " Felix memanggil Starla


" Hik... hik... hik... " terdengar suara tangisan dari dalam lemari, keduanya saling pandang. Felix segera membuka lemari dan terlihat Starla yang terduduk menangis


Felix duduk di depan lemari, ia merapikan rambut Starla yang berhamburan menutupi wajahnya


" Ada apa Starla... berbagilah dengan kami, kami sangat menyayangimu " ucapnya lembut, Starla mengangkat wajahnya


" Anthony benar... aku tak pantas... aku tak pantas..bahkan sekedar untuk menganti popok Junior, aku kotor Felix.. aku kotor hik hik hik " Starla menangis... Felix memeluknya


" Tidak Starla... itu tidak Benar, Anthony saat itu hanya marah... ia cemburu melihat fotomu bersama pria lain...percayalah "


" Tidak Felix... Anthony tak mencintaiku Ia membenciku, karena aku wanita murahan..... "


" Jika Anthony tak mencintaimu... mengapa sekarang ia mengerahkan semua mafiosonya untuk mencarimu, aku yakin Ia sangat menyesal sudah melukaimu Starla "


Felix menarik Starla dari lemari, lalu merebahkannya di ranjang kembali. Sisi mengambilkan makanan Starla lalu menyuapinya setelah itu meminumkan obatnya. Tak lama Starla tertidur


Felix dan Sisi duduk di sofa, keduanya berpelukan sambil menonton tv


" Felix maaf.. seharusnya kita berbulan madu, tapi aku tak tega meninggalkan Starla " ucap Sisi


" Tidak apa-apa sayang, aku yang seharusnya minta maaf. Aku adalah salah satu orang yang berperan membuatnya terluka seperti ini " jawab Felix sedih


" Jangan sekarang Felix... Starla masih sangat rapuh, kita lihat hasil therapi dari dokter Steve. Jangan tergesa-gesa aku takut jika kita salah langkah Starla malah lebih parah " jawab Sisi


" Sayang... malam ini kita tidur di apartemen ya, aku akan menyewa seorang perawat untuk menemani Starla " pintanya


" Kasihan Starla.... "


" Kau tak kasihan pada boyku... lihatlah dia sudah kelaparan " ucap Felix memelas


" Kau ini.... seperti tak pernah dia beri saja "


" sudah lebih seminggu sayang...apa kau tak takut nanti si boy mencari makan di tempat lain hemm? " Goda Felix


" Berani....?? "


" He he... makanya, malam ini saja... please sayangku... cintaku.... jantungku.... "


" Ya ya ya...sudah tak usah memujiku seperti itu aku malah mau muntah mendengarnya " sahut Sisi kesal


" Yes... yes... I love you Sayang " Felix berjingkrak kesenangan, sedangkan Sisi hanya mengelengkan kepalanya


" Dasar lelaki..... yang dipikirkan sex saja huffff..... "


( author) maklum lah si namanya manten baru..... gas terus maunya... 😆😆😆


Kita tinggalkan Singapura menuju Meksiko


Seminggu ini berjalan sangat lambat bagi Anthony, seminggu serasa sebulan. Detik demi detik Anthony menanti kabar keberadaan Marla, namun tak kunjung ada berita baik untuknya


" Anthony... team IT kita dapat info pesawat yang di sewa Rodrigue mendarat di Spanyol beberapa hari lalu, apa kita perlu menyelidikinya ke Spanyol? " tanya Denbe


" Kejar jet itu, tanya pilotnya kemana ia mengantarkan Rodrigue, jika perlu dengan kekerasan jika ia tak mau bekerja sama "


" OK bos... aku berangkat, Jaga dirimu dan Junior baik-baik " pamitnya Denbe


Setelah Denbe keluar masuklah Rita


" Permisi Senior saya mau melapor masalah pembongkaran makam Senorita "


" hemm bagaimana "


" Saya sudah membawa team dokter yang berkompeten, mereka sudah mengambil sample yang di butuhkan untuk tes dna. Sebagai pembanding apakah Nyonya Miranda atau kah dengan Junior? " tanya Rita


" Miranda saja... Jangan Junior kasihan Ia masih terlalu Kecil "


" Kapan kira-kira Selesai? "


" Saya belum tau Senior, nanti saya akan menanyakan lagi pada team dokter , saya permisi " pamit Rita


Anthony merenung seorang diri


" Marla dimana kau... maafkan aku, aku tak perduli apakah kau Marla ataukah Starla...namun kalian berdua sangat pas untukku, bibirmu sangat pas di bibirku, gengaman tanganmu sangat pas di tanganku, tubuhmu sangat pas di pelukanku.... dan rasamu membuatku melayang ke awan " pikiran Anthony melayang ke mana-mana.


see you next ep


Happy reading selalu


Starla yang sedang menangis