
2 hari kembali berlalu, Ivan telah menyelesaikan semua misinya..senyum sumringahnya tak hilang semenjak tadi. Ia sudah membayangkan menghabiskan hari-harinya di perkebunan bersama Starla dengan Indah.
Selesai mandi dan berpakaian Ivan bergegas mendatangi Starla yang kini berada di ruang makan. Nampak Starla sedang duduk , Ivan mendekatinya... rasa rindunya sudah menumpuk. Sesampainya di samping Starla Ivan mengecup kening Starla dengan mesra
" Bagaimana kabarmu, Starla... sudah lebih baik? " tanyanya sembari duduk
" Tuan Ivan dimana Mia dan Nia ? " tanyanya ragu-ragu. Setelah ia terbangun yang melayaninya sudah berganti.
" Aku akan menjawabnya tapi ada syaratnya " ucapnya sambil tersenyum
" Apa syaratnya tuan? "
" Mulai sekarang panggil aku Ivan saja "
" Tapi.... tidak sopan jika aku hanya memanggil nama anda " tolaknya
" Sopan sopan saja karena aku yang memintanya, ulangi pertanyaanmu! "
" emmm... Ivan dimana Mia dan Nia? " tanya Starla pelan
" Mereka kupindahkan bekerja di peternakan karena tak becus menjagamu " jawab Ivan
Starla bernafas lega setidaknya Ivan tidak membunuh mereka.
" Ivan... apakah ini di Meksiko? "
Ivan mengeser piringnya ke depan Starla
" Aku akan menjawabnya jika kau mau menyuapiku makan " pintanya. Starla menarik nafas panjang, mau tak mau ia akhirnya menyuapi Ivan makan sampai habis. Ivan tersenyum senang karena keinginannya terpenuhi. Selesai makan Starla menunggu jawaban Ivan
" Ya Starla ini di Meksiko " jawab Ivan kemudian
" Bagaimana jika kita berjalan-jalan ke taman, udara pagi dan sinar matahari pagi baik untukmu " ajak Ivan, Starla menurut saja. 2 hari di tempat tidur membuat badannya serasa kaku.
Ivan dan Starla berjalan mengelilingi kebun sambil menikmati sinar matahari pagi
" Starla apakah kau mau melihat tanaman buah di sana, beberapa pohon sudah berbuahl " ajak Ivan, Starla mengikuti langkah Ivan tanpa suara
Tibalah mereka di.tempat yang di tuju. Mata Starla di manjakan berbagai pohon yang sedang berbuah, berbagai bibit buah unggul di tanam Ivan di sana. Starla memetik sebuah jeruk yang nampak mengiurkan, Ia mengupasnya lalu memakainya. Setelah habis Ia berdiri lagi memetik buah srikaya, Ia tersenyum sambil memakan buah kesukaanmu itu. Ivan pun tersenyum senang memandangi aktifitas Starla.
Tiba-tiba mata Starla memandang tumpukan buah apel yang memerah, Starla menangis mengingat memorynya saat memetik buah apel dengan Anthony
" Anthony hik.. hik.. hik... " isaknya, Ivan yang melihatnya langsung merasa kesal, Ia memanggil anak buahnya
" Tebang semua pohon apel di sini " titahnya
" Jangan... mengapa kau tebang ? "
" Karena pohon apel itu membuatmu menangis " jawabnya kesal
" Tidak... jangan di tebang, aku janji tidak akan menangis lagi. Bantu aku memetik. buah buahan ini ya Ivan " rayu Starla, setidaknya dengan memandangi buah apel itu dapat membuatnya sedikit terhibur. Ivan mengambil sebuah keranjang buah, ia pun mengiringi Starla yang memetik beragam buah di kebun kecil yang memang di buatnya untuk Starla.
Starla mau tak mau harus berfikir cerdik, jika ia melawan Ivan ia akan menghukumnya dengan menyentuhnya namun jika ia menurut Ivan akan bersikap lunak padanya. Kini ia akan menuruti Ivan sambil menunggu Anthony menemukannya, sabar ya Junior... ucapnya dalam hati sambil mengelus perutnya
Sejam mereka berkeliling di kebun, nampak Felix yang berlari mendekati mereka.
" Boss... siaga merah " kodenya, Starla memandang ke arah Felix
" Siapa dia Ivan? " tanyanya
" Dia Felix, salah satu asistenku "
" Selamat pagi nyonya " sapa Felix
" Selamat pagi juga " jawab Starla ramah.
" Ayo Starla kita kembali, aku ada pekerjaan " ucap Ivan
" Bolehkan aku duduk disini saja dulu Ivan, aku tak akan kemana-mana " pintanya
" Tidak... nanti sore kita kesini lagi, aku janji " ucapnya lalu menarik tangan Starla agar mengikutinya.
Selesai mengantar Starla, Ivan langsung menemui Felix
" Ada apa Felix ? " tanyanya
" Lihatlah... banyak pihak yang mencari keberadaanmu, sepertinya mereka sudah tau Starla bersama kita " jawab Felix
" Apakah mereka bisa menemukan kita di sini? "
" Kecil kemungkinan, namun sebaiknya kita berhati-hati. Kusarankan jangan ada yang keluar masuk desa dulu "
" Tapi boss... Nery sudah akan selesai dengan pengobatannya, 2 minggu lagi ia mau kemari katanya "
" Biarkan saja ia masuk... aku juga akan melimpahkan pekerjaanku pada Neri dan kau " ucapnya lagi
" emmm boss... hati-hatilah dengan Nery, aku takut dia akan cemburu pada Starla nanti " ucap Felix
" Ya.... aku akan memberikan penjelasan pada Nery nanti . Jika ia berani menganggu Starla ia akan berhadapan denganku " ucap Ivan
Siang hingga sore itu Ivan pergi kepeternakannya, Starla yang ingin berkeliling kebun menunggu Ivan di ayunan di beranda rumah.
" Sore Nyonya... " sapa Felix
" Sore tuan Felix "
" Cukup Felix saja nyonya... "
" Kalau begitu panggil aku Starla saja "
" Si.... "
" Felix apakah sudah lama kau bekerja dengan Ivan?
" Si.... sejak 6 tahun lalu " jawabnya
" Apakah kau tau apa yang akan dilakukan Ivan padaku Felix? "
" Ia menyukaimu Starla, mungkin ia akan menikahimu " jawab Felix
" Dan kau setuju ia melakukan itu padaku? " tanya Starla sambil memandang manik mata Felix
" Sebenarnya tidak, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa " jawabnya tertunduk
" Kau bisa menolongku Felix... kau tau itu " ucapnya memohon
" Tolonglah aku... kasihani anakku Felix " ucapnya lagi
" Bagaimana caranya aku menolongmu Starla"
" Beritahu suamiku dimana aku berada , please!! " ucapnya memelas
" Itu sama saja dengan bunuh diri Starla " ucap Felix lalu meninggalkan Starla seorang diri. Walaupun ia merasa kasihan pada Starla namun akal sehatnya masih jalan. Memberitahu keberadaan Starla pada keluarganya sama saja kematian untuknya.
Suara motor membelah kesunyian sore, Ivan kembali dengan motor kesayangannya. Melihat Starla yang sedang berayun hatinya terasa sejuk. Ivan membayangkan bertahun akan datang Starla akan berayun di situ bersama anak-anak mereka.
Setelah memarkirkan motornya, Ivan mendekati Starla
" Kau jadi mau berkeliling lagi? " tanyanya
" Maukah kau mengantarku jalan-jalan dengan motormu itu Ivan? "
" Jika perutmu nanti sudah tidak sebesar itu aku akan membawamu berkeliling, aku janji. Sekarang kita jalan kaki saja ya " ucapnya sambil tertawa senang karena sikap Starla padanya sudah mencair.
Keduanya kembali berjalan menghabiskan sore. Starla tidak memetik buah sore ini, ia hanya mengambil secukupnya untuk di makan di sana.
🐝🐝🐝🐝
Setelah mendapat informasi yang akurat dari Dolga bahwa Ivan berada di Meksiko, Anthony dan rombonganpun kembali ke Meksiko. Mencari orang sekaliber Ivan bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami, apalagi ia memang tak berniat di temukan.
Kelihaian Ivan tak perlu diragukan lagi. Rita tak lupa memberi Informasi pada Diego perihal keberadaan Ivan di Meksiko. Max dan rombongan pun terbang kembali ke Meksiko.
Setelah 2 minggu di Meksiko tak sia-sia, hacker Max dapat mengikutin pergerakan Nery , tangan kanan Ivan. Sudah 3 hari ini mereka mengikuti keberadaan Nery yang baru saja datang dari China. Nery yang akan mendatangi perkebunan Ivan tak menyadari bahwa banyak mata yang mengikutinya.
Seperti biasa Diego berbagi informasi dengan Rita. Anthony dan rombongan pun mengikuti pergerakan Nery yang baru saja tiba di bandara Meksiko.
Nery sedang dalam perjalanan untuk pergi ke persembunyian Ivan. Hatinya yang sedang berbunga karena akan segera bertemu pujaannya membuat kewaspadaannya menurun. Nery yakin Ivan kini akan menerima cintanya setelah pengorbanan yang di lakukannya saat menyelamatkan Ivan.
Setelah sekian kali operasi wajahnya kini kembali seperti asal, matanya juga sudah mendapatkan donor hingga bisa melihat kembali. Ia percaya diri Ivan kini menyukainya karena tidak sedikit uang yang dihabiskan Ivan untuknpengobatannya.
Nery tak tau kejutan besar yang menantinya di perkebunan Ivan.
See you next eps
Jangan lupa like komen dan votee nya !!!
Ivan dengan motor kesayangannya