MY STARLA

MY STARLA
103. Dinner



Adrian mengalihkan pandangannya pada seorang wanita cantik yang berdiri di sebelah Anthony


" Wow siapa gadis cantik ini? bukankah kau seorang penyanyi.. kenalkan namaku Adrian adik Alexis " Adrian mengambil sebelah tangan Marla tanpa malu lalu mengecup tangan indah tersebut, Marla yang kaget langsung menarik tangannya


" Marla..... " jawabnya pelan, Marla merasa tak suka karena Adrian melihatnya seperti hendak memakannya, begitu juga dengan Anthony dadanya langsung bergemuruh, tanpa di sadari Anthony langsung memeluk pinggang Marla lalu mengajaknya pergi


" Adrian.. Alexis.. kami pergi dulu " pamitnya


Adrian menahan tangan Anthony


" Came on Anthony, beberapa tahun kita tak bertemu. Makanlah dengan kami kebetulan kami memesan meja dengan 4 kursi " rayunya


Anthony bimbang sebenarnya malam ini ia ingin menghabiskan waktu berdua saja dengan Marla ia ingin pdkt, tapi Adrian sahabatnya


" Marla. apakah kau tidak keberatan jika kita bergabung dengan Adrian? " tanya Anthony


" Yaaa aku sangat keberatan vampir tua, aku hanya ingin berduaan denganmu " ingin sekali Marla meneriakkan suara hatinya sekeras-kerasnya namun itu tak mungkin, ia hanya bisa tersenyum pasrah......


Akhirnya mereka memasuki sebuah balkon tanpa atap, mereka duduk di kursi yang sudah di sediakan. Ketika Anthony menarikkan kursi untuk Marla, Alexis tanpa malu menyerobot sambil mengedipkan mata pada Adrian, Adrian kemudian menarik kursi baru


" Silahkan nona Marla " ucapnya ramah, mau tak mau Marla duduk di sebelah Adrian


Alexis nampak bahagia sekali, dengan manja ia berbisik pada Anthony, tangannya bahkan bergelayut di lengan Anthony. Starla jengkel sekali mengapa dari dulu kau tak bisa tegas pada tante ganjen ini Anthony cicitnya kesal. Starla berdiri sambil membawa dompetnya


" Maaf.. aku ke toilet sebentar " pamitnya lalu segera meninggalkan balkon


Starla bergegas ke toilet ia menahan air mata yang sudah mengantung di pelupuk matanya. Ia memeriksa apakah ada orang lain di toilet, untungnya tak ada orang lain di sana. Starla menekan nomor Sisi sambil terisak


" Hallo... bagaimana dinnermu? " sapa Sisi


" Aku... aku... disini ada Alexis Si, dia mendekati Anthony dan Anthony diam saja hik.. hik.. apa yang harus kulakukan Si? " lapornya


" Apaaa... kurang ajar, sudah kau pulang saja.. aku akan menjemputmu!! " jawabnya mengebu


" Starla tunggu dulu.... sekarang kau adalah Marla seorang penyanyi terkenal pujaan banyak pria bukanlan seorang Starla perawat biasa. Jangan konyol.. masa menghadapi seorang wanita tua seperti itu saja kau menangis... bertahanlah ingatlah Junior " nasihat Felix yang menyerobot hp Sisi


Starla menarik nafas nya berlahan-lahan, ia menatap bayangan dirinya di cermin


" Baik Felix... terimakasih " ucapnya, ia kembali berdandan dan memakaikan lipstik berwarna merah merona pada bibir ranumnya


" Kau betul Felix... aku jauh lebih muda dan lebih cantik dari tante-tante ganjen itu, untuk apa takut , semangat Marla " ucapnya mengebu


Dengan wajah penuh senyuman Marla kembali ke meja mereka di balkon, di lihatnya makanan sudah di hidangkan. Adrian yang melihat Marla datang langsung berdiri dan kembali menarik kursi untuknya. Belum sempat duduk 2 orang lelaki datang menghampirinya


" Marla... nona Marla kami fans mu ... bolehkah kami berfoto " ucap salah satunya sambil menyerahkan seikat bunga padanya, Marla tersenyum menerima bunga tersebut


" Terimakasih... tentu saja boleh " jawabnya ramah, mereka lalu berfoto beberapa kali


Setelah keduanya pergi, Marla baru duduk


" Maaf... membuat kalian menunggu " ucapnya sambil tersenyum sensual, membuat Anthony dan Adrian tercekat melihatnya


" Tidak apa-apa cantik, ayo silahkan " sahut Adrian sambil memegang lengan Marla, Marla diam saja tidak halnya dengan Anthony yang melotot dan merasa gerah melihatnya


" Sekarang kau baru tau sakitnya Anthony " kekeh Marla dalam hati melihat wajah Anthony yang masam


Mereka memulai makan malamnya


" Marla apakah minggu ini kau akan tampil lagi? " tanya Adrian


" Ya... "


" Kalau begitu aku akan menontonmu, bisakah aku reques lagu " pintanya


" Berani bayar berapa kau Adrian... me reques lagu ha ha ha " ucapnya bercanda


" Percaya diri sekali kau... memangnya apa hebatnya tubuh kekarmu ini " ucapnya sensual sambil menekan-nekan otot bisep Adrian dengan telunjuknya


" Uhuk... uhuk.. uhukk " Anthony terbatuk melihat pemandangan di depannya


" Sial... seharusnya kan aku yang berduaan dengannya, bukan Adrian " rutuknya dalam hati. Tiba-tiba datang seorang wanita ke meja dan menyapa Marla


" Nona Marla.. kenalkan nama saya Dona, kakak saya sedang ulang tahun, bersediakah anda menyanyikan sebuah lagu untuknya? " pintanya sopan


Anthony langsung berdiri


" Tidak... Marla tidak bisa " ucapnya


" Aku tak keberatan Anthony " protesnya


" Tapi aku keberatan ".ucapnya lalu menarik tangan Marla dan membawanya pergi tanpa permisi


" Anthony.. hei kita belum selesai makan " panggil Alexis , Anthony berhenti lalu berbalik


" Kami sudah... maaf kami duluan " ucapnya tanpa senyum di wajahnya


" Denbe...... " teriaknya


Anthony berjalan sambil mengenggam tangan Marla, Marla berjalan sambil tersenyum. Ia merasakan hawa cemburu dari Anthony, begitu keduanya duduk Denbe menjalankan mobil kembali, tak lupa ia menaikkan kaca pembatas. Marla menatap wajah Anthony yang terlihat masam


" Ada apa Anthony? mengapa kita pergi padahal belum selesai makan " tanyanya berpura-pura tak paham


" Aku sudah kenyang melihatmu bermesraan dengan Adrian " jawabnya lugas


" Jangan bilang kau cemburu Senior " godanya


" Ya aku cemburu... sangat cemburu, aku tidak suka kau dan Adrian bersentuhan " ucapnya sambil membuang muka, Marla berteriak kegirangan dalam hati


" Maaf aku tidak tau kalau kau marah, baru jam 8 lewat, bagaimana kalau kita ke pantai " ajak Marla. Marla mengengam tangan Anthony dan menarik-narik jas Anthony


" Ayolah Anthony... jangan marah ya" rayunya, Anthony berbalik menghadap Marla, di pandanginya wajah cantik itu sebuah ide konyol melintas di pikirannya


" Aku akan berhenti marah, tapi kau harus menciumku " ucapnya sambil menunjuk bibirnya, Marla mendekat ke kuping Anthony


" Baik aku akan menciummu... tapi nanti di pantai " jawabnya dengan wajah memerah.


Anthony tersenyum senang, ia menekan sebuah tombol di dekat tangannya


" Denbe ke pantai terdekat, suruh Rita mengamankan lokasi lebih dulu " titahnya


" Ok boss "


Marla menyenderkan kepalanya di bahu Anthony sepanjang perjalanan


" Tuhan aku bersedia seumur hidup menjadi seorang Marla asal bisa berkumpul dengan anak dan suamiku lagi " doanya dalam hati, tangannya mengenggam erat jari jemari Anthony, Anthony menciumi tangan Marla di genggamannya


" Marla boleh aku bertanya? "


" Tentu.. apa yang ingin kau tanyakan padaku?"


" Marla.... apakah... apakah kau suka dengan anak-anak? " tanya Anthony ragu-ragu


Kira kira apa jawaban Marla?


see you next eps


Jangan lupa like komen dan votee