MY STARLA

MY STARLA
68. Cemburu buta



Sementara itu Anthony yang sedang berada di kota Bogota telah selesai melakukan rapat terbatas dengan pengurus baru dan serah terima tugas dari Pimpinan yang lama. 2 hari ia tak pulang dan tak bertemu istrinya, rindunya sudah mengebu-gebu.


Denbe dan Anthony bersiap kembali ke Hotel, masih ada beberapa agenda yang harus mereka selesaikan di Bogota. Harapan Anthony untuk cepat pulang pupus sudah.


" Senior Anthony, bisa kita berbicara sebentar! " panggil Irwin


" Tentu... tapi tak bisa lama, ada apa Senior Irwin ? " tanya Anthony, Irwin mengiring Anthony ke sebuah ruangan


" Anthony aku kau sudah memiliki istri, Tapi setidaknya bersikaplah sopan dengan putriku. Beberapa hari yang lalu Ia mengadu katanya kau membuatnya malu di depan semua orang " protes Irwin


" Senior Irwin bukan maksudku untuk membuat malu anakmu, jika ia juga bisa menjaga sikapnya tak mungkin aku bertindak seperti itu " jawab Anthony


" Apa maksudmu Anthony, aku tak mengerti? " ucap Irwin gusar


Anthony lalu memperlihatkan video yang dikirimkan oleh Rita padanya, bagaimana sikap Monalisa terhadap Starla.


" Seharusnya anakmu bersyukur aku tak mengasarinya Senior, didiklah anakmu dengan baik sebelum kau mengoreksi orang lain, permisi " ucap Anthony lalu meninggalkan ruangan bersama Denbe


🌺🌺 Di Kamar Hotel 🌺🌺


" Denbe coba kau atur, bagaimana caranya membuat kejutan untuk Starla " pinta Anthony


" Kejutan apa Anthony, aku tak mengerti "


" Besok magang Starla berakhir, kami akan bulan madu ke Paris, aku ingin kau atur bagaimana caranya supaya ia tertidur selama perjalan ke Paris dan begitu ia bangun Ia sudah berada di Paris " titahnya


Denbe mengelengkan kepalanya


" Mengapa harus susah-susah pergi dengan cara seperti itu, jemput saja istrimu dan naiklah jet bersama..nikmati perjalanan, kan lebih romantis " tolak Denbe


" Tak ada penolakan Denbe, Starla akan sangat terkejut jika ia tiba-tiba sudah berada di Paris, aku ingin melihat wajahnya saat terkejut...pasti sangat lucu " ucapnya sambil tersenyum menerawang membayangkan istri cantiknya itu


" Baiklah paduka raja kau bosnya " ucap Denbe kesal lalu berjalan ke balkon melakukan panggilan telfon pada beberapa orang untuk melaksanakan titah Anthony.


πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯


Pagi ini Starla sudah berpakaian dengan rapi, Hari ini adalah hari terakhirnya merawat Max, setelah itu ia tak akan ke RS Lagi.


" Bagaimana Rita, sudah ada kabar tentang Diego dan Brenda ? "


" Belum Senorita.... " jawab Rita tertunduk lesu


" Apakah kita perlu memberi tahu Anthony dan Denbe? " tanya Starla


" Terserah anda Senorita " ucapnya


" Baiklah jika besok Anthony pulang aku akan menyampaikannya " ucap Starla


Sesampainya di RS, Starla langsung menuju ke kamar Max. Tampak Max sedang berdiri memandang ke arah jendela


" Pagi Max, mengapa kau berdiri di situ? " tanya Starla


" Tidak apa-apa, aku bosan di kamar. Temani aku jalan-jalan ke taman Starla " pintanya


" Baiklah... kau mau pakai kursi roda atau berjalan kaki " tanya Starla


" Jalan kali saja, tapi suapi aku makan dulu ya, aku belum makan " pintanya manja


" Max ini sudah jam 10 dan kau belum sarapan, omg kalau kau masuk angin bagaimana nanti " omel Starla, Max hanya tersenyum mendengar omelan Starla, baginya omelan Starla adalah bagian dari kasih sayang dan perhatian untuknya.


Max duduk di sofa, Starla menyusulnya sambil membawa baki sarapan Max, Ia duduk di sebelah Max lalu mulai menyuapinya. Tak makan waktu lama sarapannya habis


" Terimakasih Honey, jika kau sakit nanti aku akan membalasnya. Aku akan memandikanmu, menganti bajumu dan menyuapimu setiap hari " ucapnya sambil memandangi manik mata Starla


" Ya ya ya ...terserah padamu Max " sahutnya, di hari terakhirnya ini, ia tak mau berdebat dengan Max


Tut... tut.. tut.. hp Starla berbunyi, Sisi calling


" Hallo Si ada apa? " sapa Starla


" Diego di RS ? di ruangan mana Si... sudah 3 hari Ia izin " tanya Starla


" Di ruangan Mawar no 03, Apakah aku perlu menyapanya ? " tanyanya


" Tidak usah nanti aku saja yang ke sana sendiri, thanks infonya Si " ucap Starla senang


" Emm...Max Bolehkah aku izin sebentar ke RS sebelah, aku mau menemui Diego " izinnya


" Siapa Diego? "


" Supirku merangkap pengawalku, sebentar saja ya " pintanya lagi


" Baiklah... jangan lama-lama dan jangan lupa bawa hp mu, kalau ada apa-apa hubungi aku " ucap Max walaupun sebenarnya Ia keberatan


Starla bergegas berjalan menuju ke RS primer yang letaknya hanya bersebelahan dengan RS Elite. Ia mencari ruangan yang di sebutkan Sisi tadi, tak lama ia menemukannya. Starla membuka pintu dengan berlahan, Ia tak mau mengagetkan pasien.


Starla melihat Brenda sedang terbaring dengan sebelah tangan di impus dan sebelahnya diperban pada bagian pergelangannya, Brenda sedang menangis. Diego duduk tertunduk menghadap ke arah istrinya.


" Apa yang harus kulakukan agar kau percaya Brenda, aku hanya mencintaimu " ucap Diego terdengar prustasi


" Kita berhenti bekerja pada Senior, kita pulang ke kampung saja " ucap Brenda


" Apa yang ku lakukan di kampung Brenda, aku tak punya keahlian lain selain pekerjaan ini. Bagaimana aku akan menghidupimu dan anak kita kelak ? " tanya Diego lagi


" Bilang saja kau tak mau berpisah dengan selingkuhanmu itu!! " tuduhnya


" Brenda... aku tak pernah selingkuh... please believe me " jawab Diego lagi


" Ehem.. ehem.. selamat pagi Diego, Brenda " sapa Starla akhirnya, keduanya terkaget melihat Senoritanya sedang berdiri di dekat pintu


" Senorita... darimana anda tau kami di sini? " tanya Diego sambil berdiri dan memberi hormat pada Starla, Brenda juga berusaha untuk duduk


" Brenda... tidur saja, tidak perlu duduk..istirahatlah " ucap Starla sambil mendekati Brenda , Starla memeriksa pergelangan tangan Brenda


" Brenda kau berusaha bunuh diri... benarkah? setelah apa yang kulakukan untuk calon anakmu " tanya Starla tak percaya , Brenda terdiam hanya air matanya yang terjadi mengalir


" Katakan apa yang sebenarnya terjadi Diego ? " tanya Starla, Diego mengambil hp Brenda dan memperlihatkan beberapa foto di dalamnya pada Starla


" Minggu lalu ada yang mengiriminya foto-foto itu dan mengatakan bahwa aku berselingkuh dengan Rita, di tambah lagi saya jarang bisa pulang akhir-akhir ini membuat Brenda percaya dengan fitnahan tersebut, ia pun berusaha bunuh diri tanpa bertanya dulu kebenarannya padaku " jelas Diego panjang lebar


Starla memperhatikan foto di hp tersebut, memang Diego selalu terlihat berdua dengan Rita di setiap kesempatan.


" Brenda mereka berdua memang satu team, tapi bukan berarti mereka punya hubungan lebih " ucap Starla


" Sekarang mungkin tidak, tapi tidak tau nanti.Pokoknya aku ingin kita pulang ke kampung saja hik hik hik " kekeh Brenda


" Brenda aku hanya berteman dengan Rita, tolonglah mengerti jangan cemburu buta begitu. Aku hanya mencintaimu dan buah hati kita" ucap Diego lagi


" Jika kau memang mencintaiku, lakukan permintaanku " ucap Brenda lagi


Starla memutar otaknya, bagaimana menyelesaikan masalah Diego dan Brenda. Sebenarnya wajar saja Brenda cemburu, istri mana yang tak cemburu bila suaminya kemana-mana selalu dengan wanita lain, apalagi Rita termasuk wanita yang cantik dan masih lajang.


" Diego.. Brenda tunggulah sebentar aku akan mencari jalan keluarnya, Diego aktifkannya hp mu aku akan menelfonmu Nanti. Dan kau Brenda jangan coba-coba melakukan itu lagi, hargailah pengorbananku untuk anakmu... kau tau maksudku !! " ucap Starla kesal


" Maafkan aku Senorita... sungguh maafkan aku " ucap Brenda


Starla keluar dan pergi meninggalkan ruangan tersebut


" Aku akan minta tolong pada Max, Kurasa Max bisa membantu mereka" ucap Starla dalam hati.


Starla tak melihat ada Rita yang bersembunyi di dekat Pintu, Ia menangis mendengar perbincangan ke tiganya


" Kau wanita yang sangat beruntung Brenda, Diego sangat mencintaimu, Tapi mengapa kau begitu bodoh " ucap Rita dalam hati, ia kembali mengikuti Starla sambil menghapus air matanya.


See you again tomorrow


Tinggalkan jejakmu selalu